PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Maria Mulai Bercerita


__ADS_3

Pertemuan dan perbincangan pun berakhir Willy dan Maria pun jalan jalan di sekitar taman kastil dan ternyata disana mereka bertemu anak-anak dari kerajaan Eldragon.


"Hai, putra mahkota apa kabar beberapa Minggu tidak bertemu"


Anak dari Kerajaan Eldragon menyapa, begitu juga Maria yang di sapa sesama gadis.


"Maria, ayo gabung sama kami cepat kesini"


Willy dan Maria melambaikan tangannnya.


"Aku kira siapa ternyata kalian berempat"


"Iya ini kami"


Kemudian Maria memeluk salah seorang dari mereka.


"Hai, Siren apa kabar mu...."


Gadis yang di peluk Maria itu adalah Siren Seorang Magi murid dari Ratu Elisia.


"Aku baik baik saja dan sehat, eh katanya setelah pulang dari federasi bebas kamu menghilang dan baru kembali beberapa hari yang lalu.


Apa itu benar, emangnya kemana kamu pergi setelah meninggalkan federasi bebas dan baru kembali"


Maria tersenyum mendengar pertanyaan dari Siren, Siren pun berkata lagi.


"Ih, ini anak di tanya malah senyam senyum"


Maria pun mencari alasan.


"Hehehe....aku ikut dengan orang yang satu kampung halaman dengan ku, aku tinggal bersama mereka seminggu ini dan mereka melanjutkan perjalanan kembali"


Siren bertanya lagi.


"Memangnya kampung halaman mu berada di mana apakah jauh dari sini, kenapa tidak pulang dulu ke kampung halaman mu terus pulang lagi kesini"


Maria menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak mungkin pulang karena sekarang keluarga ku berada di sini, Willy, ibunda Ratu Elisia, prajurit Lareagon dan kalian lah sekarang keluarga yang aku miliki"


Mereka pun terharu mendengar perkataan Maria yang dianggap sebagai keluarganya.


Kemudian Willy pun berkata.

__ADS_1


"Sejak berusia 7 tahun Maria sudah bersama ku, dia berasal dari Klan Yuga, yang berada di Benua bagian selatan"


Semua orang tersentak kaget Tavin yang tahu klan Yuga dari membaca buku yang ada di perpustakaan kerajaan Eldragon pun berbicara.


"Apa Maria adalah dari Klan Yuga, itu adalah Klan Assassin yang terkenal di penjuru Benua bahkan para Raja menyewa mereka hanya khusus untuk menjadi Pengawal pribadi dengan bayaran termahal"


Patrick bertanya kepada Tavin.


"Emang kamu tahu dari mana, klan Yuga itu adalah klan Assassin"


Tavin menjawabnya.


"Aku tahu dari buku yang aku baca di perpustakaan kerajaan Eldragon. Bahwa ada 2 klan Assassin yang sudah terkenal kehebatannya. Yaitu klan Yuga dan klan Kuga.


Kedua klan ini berasal dari desa tersembunyi yang siapa pun tidak tahu di mana lokasinya yang pasti klan Yuga berasal dari Benua bagian selatan dan klan Kuga berasal dari perbatasan antara benua bagian selatan dan bagian tengah"


Siren pun menoleh kepada Maria.


"Apa itu benar yang dikatakan oleh Tavin, Maria"


Maria pun mengangguk


"Iya itu memang benar, tapi sekarang Klan Yuga tidak lagi di sewa sebagai assassin, sekarang mereka lebih memilih bisnis menjadi Pengawal pribadi atau mengawal saudagar kaya yang berjualan antar negara"


Siren bertanya lagi.


Maria menggelengkan kepalanya


"Tidak, tidak ada yang menyewa ku"


Kemudian mereka pun duduk melingkar ingin mendengarkan masa lalu Maria.


"Ceritakan lah kepada kami mengapa kamu bersama putra mahkota ketika berusia 7 tahun"


Maria pun mulai bercerita.


"Itu terjadi ketika aku berusia 5 tahun, di klan Yuga mereka tidak di anggap anggota klan kalau mereka belum berhasil menjalankan misi.


Setiap anak anak di klan Yuga yang berumur 5 sampai 8 tahun harus melakukan sebuah misi dan kertas misi tersebut di acak dan di masukan kedalam tong.


Kami mengantri untuk mendapatkan kertas yang berisi misi kami, dari yang termudah sampai yang tersulit dan kebetulan aku mendapat misi membunuh Gubernur dari kerajaan yang berada di benua bagian tengah.


Itu ibarat kebetulan karena yang mendapatkan misi ini bukan hanya aku, tetapi kedua saudara ku dan kita pun berangkat ke benua bagian tengah untuk menjalankan misi.

__ADS_1


Kedua saudara ku yang sudah berusia 8 dan 7 tahun dengan di antar oleh ayah kami, dan setelah sampai di lokasi dan ingin menjalankan misi ternyata kami di jebak.


Sehingga ayah dan saudara laki-laki ku tewas dan saudara perempuan ku berhasil melarikan diri dan aku pun tertangkap kemudian di bawa ke benua ini dan di jual sebagai budak.


Dan di perjalanan di benua bagian Utara pedagang budak yang membawa ku di serang oleh para bandit. Dan kami pun di bawa oleh para bandit tersebut kemarkas mereka.


Para wanita di jadikan budak nafsu dan laki lakinya dibunuh dengan kejam, sedangkan anak anak di jadikan sapi perah untuk bekerja setiap hari.


Beruntung ada Pangeran Heri Jovanka yang menyerbu markas bandit tersebut dan semua budak di bebaskan sedangkan aku sendiri di bawa ke istana ini dan di jadikan pengawal anak bodoh ini"


Maria menepuk pundak Willy, kemudian melanjutkan bicaranya


"Karena waktu itu si pangeran bodoh ini anak yang lemah dan bahkan di juluki sebagai pangeran Sampah, Pangeran Heri Jovanka sangat menyayangi si bodoh ini sehingga aku di tugaskan untuk menjadi pelindung dan pengawal dirinya.


Dan hingga sekarang kita pun selalu bersama baik suka maupun duka, dan beruntung aku bertemu dengan pangeran Heri Jovanka sehingga aku sekarang bisa menjadi bertambah kuat dan tidak di sebut sebagai seorang budak.


Bahkan Ibunda Ratu Elisia sudah mengangkat dan menganggap aku sebagai anaknya sendiri dan beliau pun banyak mengajari keahliannya ketika kita masih tinggal di menara pengawas yang berada di dalam hutan"


Nolan yang dari tadi diam tidak berkata sekarang bertanya kepada Willy.


"Eh apa benar kalian berdua di latih langsung oleh penyihir agung Volyaw Fahetar coba ceritakan kami ingin mengetahuinya"


Willy tersenyum sambil memengang erat tangan Maria.


"Hehehe...besok saja ceritanya sekarang sudah malam waktunya untuk tidur dan Maria juga baru datang beberapa hari jadi belum banyak istirahat.


Besok aku akan mengajak kalian ke tempat dimana kakek Fahetar melatih kami tetapi ini rahasia, pagi pagi kita kumpul di sini kita kesana sambil aku akan menceritakan tentang latihanku di sana"


Semua orang menjadi semangat


"Baiklah kita bertemu lagi besok pagi di sini"


Mereka pun bubar untuk beristirahat. Willy dan Maria pun masuk kembali kedalam kastil dan masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna

__ADS_1


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2