
Maria pun jatuh menghantam tanah sampai tanah itu membentuk cekungan dirinya. Serangan dari Sovia lumayan keras tetapi itu tidak membuat Maria terluka, kerena sebelumnya Maria sudah memasang Barier Pelindung yang melindungi dirinya dari kerusakan yang parah.
Maria pun bangkit, tetapi di sisi lain Sovia meluncurkan kembali sihir terkuat miliknya.
"Multi froz bear.... serangan...."
Sovia mengeluarkan jurus dengan bahasa yang berbeda, sihir elemen es yang dia keluarkan membentuk banyak sekali beruang yang berlari untuk menyerang Maria.
Tetapi disana Maria tidak tinggal diam, dagger yang dia pegang dia rubah kembali menjadi tombak, tombak itu di ayunkan oleh Maria dan membentuk dua elemen sihir.
Maria mengayunkan tombak ditangan kirinya dan sihir elemen api membentuk sosok harimau api, kemudian Maria mengayunkan tombak di tangan kanannya dan tombak itu mengeluarkan sihir elemen petir yang membentuk ular naga.
Kemudian Maria menyilangkan kedua tombaknya "Dobel serangan harimau api, naga petir meluncur lah...."
Wuss....
Sihir elemen api yang membentuk sosok harimau yang begitu besar menerjang dan begitu pula sihir elemen petir yang membentuk naga terbang menerjang di atas harimau api.
Brak....
Duwar....
Benturan serangan itu menimbulkan suara dentuman yang sangat besar, bahkan area itu bukan hanya menjadi kawah tetapi menjadi sebuah danau kecil yang langsung terisi air yang mengalir dari sungai sungai kecil yang berada di sekitarnya.
Sovia pun terlihat terengah engah, serangan tadi bukan hanya menguras staminanya tetapi juga menguras energi sihir yang ada di tubuhnya.
"Kurang ajar energi sihir ku menipis, aku harus berbuat sesuatu untuk segera mengalahkan wanita sialan itu" gumam Sovia
Dia pun mengerahkan energi sihir yang tersisa, sambil menyeringai karena ledakan yang membentuk danau telah terisi air yang menguntungkan untuk Sovia sebagai pengguna elemen air.
Sovia menggoyangkan tombaknya dengan pola lingkaran sambil membacakan mantra.
Dan elemen angin pun keluar dan membentuk pusaran, pusaran angin itu membawa air keatas dan berlahan air yang membumbung tinggi itu membeku.
Semakin lama semakin besar dan air yang membeku itu berubah menjadi Golem es raksasa setinggi 16 meter.
Sovia pun menggunakan sihir elemen angin miliknya yang di fokuskan di kaki sehingga dia bisa melayang.
Sovia pun melayang dan masuk kedalam kepala Golem es tersebut untuk bisa mengendalikannya dari dalam.
Keuntungan penggunaan 2 elemen seperti Sovia bisa membentuk elemen yang ketiga yaitu elemen spesial. Sovia memiliki elemen air dan elemen angin, perpaduan antara elemen angin dan air ini membentuk elemen baru yaitu elemen es.
Begitu pula Maria yang memiliki elemen api dan angin, sehingga penggabungan elemen api dan angin membentuk elemen petir.
Sekarang Sovia lebih unggul karena dia mengendarai Golem es dia pun sekarang menyerang Maria secara langsung.
__ADS_1
Maria pun hendak di injak oleh Golem es raksasa itu, tetapi dengan sigap dia menghindarinya, bukan itu saja Golem es raksasa berusaha menepuk Maria seperti seekor lalat, tetapi Maria dengan lincah menghindari setiap serangan.
Dan sesekali Maria menyerang dengan tombak yang dia pegang, bahkan Maria bisa memutuskan satu tangan dari Golem es raksasa terbesar.
Tetapi Golem es raksasa itu bisa meregenerasi tubuhnya sehingga tangan yang dipotong bisa kembali utuh.
Karena Maria memegang 2 tombak dan pergerakan terhambat, sehingga Maria memasukan 1 tombaknya kedalam sihir dimensi item Book, dan tersisa tombak Petir yang dia pegang.
Sovia pun mencemooh Maria "Hahah....kamu serangga kecil, pintar juga menghindari serangan ku, ayo menghindar terus sampai kamu kelelahan"
Maria pun geram, dia tidak lelah karena sudah terbiasa, tetapi dia jengkel dengan Golem es raksasa yang di kendalikan Sovia.
Menebas pun percuma, karena Golem es itu bisa meregenerasi, sehingga sangat merepotkan, Maria pun sesekali menyerang kearah kepala Golem tersebut untuk mengenai Sovia dengan bola api.
Tetapi Sovia menahan serangan tersebut menggunakan tangan Golem tersebut, sehingga Sovia tidak tersentuh oleh serangan Maria.
Maria pun memiliki rencana yang lainnya dia melompat dan menjauhi Golem es raksasa tersebut sampai beberapa ratus meter.
Sovia pun berteriak "hai sialan mau kemana kamu, apa kamu mau melarikan diri dasar pengecut, aku akan terus mengejar mu"
Maria tidak memperdulikan ocehan Sovia dia terus berlari untuk mengambil jarak yang pas.
Setelah agak jauh Maria pun menggunakan sihir dimensi item Room dan mengeluarkan mecca bot yang pernah di berikan oleh Willy.
Tetapi kali ini dengan terpaksa dia pun harus menggunakan Mecca bot untuk melawan Golem es raksasa yang di kendalikan oleh Sovia.
Lingkaran sihir di atas tanah terlihat dan berlahan lingkaran sihir itu naik keatas dan memunculkan Mecca bot yang berwarna merah yang sedang berlutut.
Setelah mecca bot keluar dari sihir dimensi item Room Maria pun merubah tombak petir dengan kekuatan sihirnya menjadi besar.
Kemudian Maria pun masuk kedalam Mecca bot tersebut dengan menggunakan senjata tombak petir yang sudah di rubah menjadi besar.
Mecca bot milik Maria pun memiliki tinggi 16 meter sehingga Mecca bot itu seukuran dengan Golem es raksasa milik Sovia.
Sovia yang mengejar Maria dengan Golem es raksasa menjadi kaget, karena tidak di sangka Maria memiliki Golem yang terbuat dari logam.
Mecca bot milik Maria di lengkapi dengan pengeras suara sehingga meskipun Maria berbicara pelan, suara yang keluar akan menjadi keras dan terdengar oleh Sovia.
"Apakah sekarang kamu akan menganggap ku sebagai serangga lagi, sekarang kita adil karena sama sama menggunakan Golem, perkenalkan Golem ini di sebut Mecca bot, dan namanya iblis merah" ucap Maria.
"Mau iblis merah atau apa pun itu, aku tidak perduli, ayo kesini dan lawan aku" jawab Sovia.
Maria pun bergegas dengan cepat menggunakan si iblis merah tersebut, yang menjadi Sovia kaget adalah, pergerakan dari Mecca bot milik Maria tidak seperti Golem es raksasa miliknya yang bergerak kaku.
Mecca bot milik Maria bergerak seperti kecepatan Maria itu sendiri tetapi di lipat gandakan.
__ADS_1
Sovia langsung membentuk tameng es untuk menghalau serangan Maria yang bergerak cepat.
Duar....
Seketika tameng es itu hancur, Sovia pun balik menyerang, tetapi karena pergerakan Golem miliknya kaku sehingga Golem es raksasa itu menjadi bulan bulan Maria.
Golem es raksasa vs Mecca bot pun berlangsung sengit, tetapi Sovia di pecundangi oleh Maria, Mecca bot Maria menebas kedua tangan Golem es raksasa milik Sovia, kemudian Sovia meregenerasi kembali tangan Golem es raksasa itu.
Setelah tangan itu kembali utuh, Maria menebak kembali tangan tersebut dan begitu seterusnya, sampai Maria bosan dia menebas semua tangan dan badan serta kaki Golem es raksasa terbesar.
Dan tersisa hanya kepala Golem es raksasa yang jatuh ketanah, dan Sovia pun tidak mampu lagi meregenerasi semuanya, karena sihir yang dia miliki sudah habis.
Golem es raksasa itu pun berubah menjadi air, dan Sovia pun terengah-engah karena kehabisan energi sihir dan staminanya.
Kalau orang biasa mungkin dia akan pingsan, tetapi dia masih kuat untuk berdiri meskipun dia membungkukkan badannya dan kedua tangannya bertumpu di lutut.
Maria pun berseru "Bukanya tadi kamu bilang, aku akan mati dengan jasad yang tidak utuh lagi, sekarang ucapan mu akan aku kembalikan, aku akan membuat kamu mati dengan tubuh yang berceceran".
Tanpa ragu Maria mengayunkan tombak Petir yang besar itu kearah sovia, Sovia pun tidak bisa menghindarinya lagi dan tidak bisa menahannya dengan sihir yang dia miliki, karena sihirnya sudah habis.
Dia pun pasrah dengan menutup matanya dan kedua tangan berada di depan wajahnya.
"Tidak......"
Crack....
Buwar .....
Sovia pun mati dengan tubuh yang hancur di hantam oleh tombak petir Maria yang membesar.
Setelah itu maria pun keluar dari dalam Mecca bot dan memasukan kembali Mecca bot itu kedalam Sihir Dimensi item Room.
Maria pun menghamburkan diri ke tanah sambil tertawa "hahaha.... akhirnya aku bisa mengalahkan Sovia juga"
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1