
Heri Jovanka pun tersenyum kepada Ratu Vanessa. Kemudian dia berjalan kearah wanita yang memakai gaun biru tersebut.
"Hai, nama saya Heri Jovanka Siapa nama mu"
Heri sambil menyodorkan tangannya mengajak berjabat tangan.
Tetapi wanita tersebut tidak menyambut tangan Heri Jovanka dan wanita itu pun berkata.
"Aku sudah tahu kamu pangeran Heri Jovanka putra mahkota kerajaan Jovalavia"
Wanita itu berbicara dengan nada dingin, Heri Jovanka tersentak kaget karena biasanya wanita lain yang berbicara dengannya selalu ingin menarik perhatian.
Tetapi wanita ini berbeda dia berbicara dingin seolah tidak perduli adanya Heri Jovanka di dekatnya.
Kemudian Heri Jovanka berbicara lagi
"Apa boleh aku tahu nama mu"
Wanita itu sambil menoleh kearah Heri Jovanka dan berbicara.
"Apa penting tahu namaku"
Heri Jovanka tersenyum masam
"Anda sudah tahu nama ku, tetapi aku belum tahu nama anda"
Kemudian wanita itu mengambil gelas yang ada di meja dan meminum air yang berada dalam gelas tersebut sesudah itu wanita itu menyimpan kembali gelas yang dia pegang sambil berkata.
"Nama ku Afsha Alfattih...."
Wanita itu menyebut namanya dengan dingin dan kembali membelakangi Heri Jovanka dan mengambil cemilan untuk dia makan.
Di dalam hati Heri Jovanka berkata.
"Sungguh cantik wanita ini memiliki hidung yang mancung dan lekuk tubuh yang indah serta gaun biru yang di pakainya sungguh cocok seperti putri samudra dalam cerita legenda"
Kemudian Heri Jovanka disadarkan oleh suara Raja Gibran yang mendekati mereka berdua.
"Selamat datang di kerajaan Jovalavia Putri Afsha, apa anda kemari dengan rombongan dimana Yang mulia Raja Bahri Alfattih"
Raja Gibran meletakan tangan kanannya di depan dada sambil membungkukan badannya sedikit.
Kemudian wanita yang bernama Afsha itu pun tersenyum dan meletakan tangannya di depan dada kemudian membalas membungkuk kepada Raja Gibran.
"Selamat atas pernikahan mu kak Gibran saya turut bersuka cita, Ayahanda Raja sedang mempersiapkan hadiah untuk kak Gibran sebentar lagi Ayahanda Raja dan kak haytham akan segera kemari dengan membawa hadiahnya"
Heri Jovanka kaget karena Raja Gibran mengenal seorang putri cantik itu dan bahkan kelihatannya sangat akrab.
Heri Jovanka menghampiri Raja Gibran dan bertanya.
"Kak Gibran kenal putri cantik ini"
Raja Gibran tersenyum kemudian menjawab pertanyaan dari Heri Jovanka.
"Dia adalah Putri Afsha Alfattih dari kerajaan Samudra dia juga sering di juluki sebagai putri samudra"
Raja Gibran berbicara pelan tetapi terdengar oleh semua orang yang ada di sekitarnya.
Salah satu bangsawan yang ada di sana langsung berkomentar.
"Apa benar putri cantik ini dari kerajaan samudra, seumur hidup aku baru pertama kali melihat orang dari kerajaan samudra, bahkan kerajaannya pun seperti sebuah legenda yang tidak pernah ada.
Tetapi aku bersyukur karena hari ini aku melihat putri samudra yang selalu di ceritakan dalam buku petualangan para pelaut yang sering aku baca"
Semua orang langsung mengerumuni putri Afsha Alfattih mereka mengagumi kecantikannya dan yang jelas ingin mengetahui kebenaran dari kerajaan Samudra yang dianggap sebagai cerita dongeng.
Iya Kerajaan tersebut sudah ratusan tahun menutup diri dari dunia luar, bahkan para pelaut yang memasuki wilayah kekuasaan kerajaan samudra harus berputar arah karena daerah tersebut di pasangi segel Sihir.
Dan yang berani masuk daerah tersebut akan celaka sehingga pelaut tidak ada yang berani mendekati pulau besar di tengah samudra yang menjadi kerajaan samudra tersebut.
__ADS_1
Raja Gibran dan Heri Jovanka harus rela tersingkir dari orang-orang yang ingin melihat putri Afsha Alfattih.
Bahkan Raja Hendrik Jovanka pun penasaran dengan adanya kerumunan orang yang tiba tiba bahkan musik dan orang yang sedang berdansa pun berhenti.
"Mereka berkerumun di sana ada apa"
Raja Gibran dan Heri Jovanka yang kembali ke kelompoknya langsung menjawab pertanyaan dari Hendrik Jovanka.
"Mereka sedang melihat Putri Afsha Alfattih dari kerajaan samudra"
Mendengar jawaban tersebut Raja Hendrik Jovanka langsung tersentak kaget.
"Apa kerajaan samudra...."
Raja Alfred Eldragon tersenyum dan dia pun berkata.
"Akhirnya mereka datang juga, sulit bagi ku untuk membuat mereka datang kemari"
Raja Hendrik Jovanka pun menoleh kepada Raja Alfred Eldragon.
"Apa Ayah mertua yang mengundangnya"
Raja Alfred Eldragon mengangguk, dan Raja Freevik Reagon pun tertawa.
"Hahaha.... Benar sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan Raja Bahri Alfattih, hanya ketika aku masih muda suka bermain dengannya di kerajaan Eldragon"
Raja Hendrik Jovanka pun kaget kembali mendengar pernyataan dari Raja Freevik Reagon.
"Apa ayah mertua Freevik Reagon dan ayah mertua Alfred Eldragon mengenal Raja samudra itu"
Mereka pun mengaguk.
"Kami adalah teman waktu masih muda, tetapi sayangnya dia tidak mau berurusan dengan keadaan di dunia ini dan menutup diri bahkan setelah ratusan tahun kerajaannya tidak pernah terekspos oleh para petualang ataupun pelaut"
Hendrik Jovanka pun mengangguk kemudian dia berkata.
"Aku hanya mendengar kemegahan kerajaan tersebut dari cerita pengantar tidur, dengan para kesatria yang gagah berani dan bahkan para dewa pun tidak berani mengusik mereka"
Setelah itu mereka pun dikejutkan oleh 8 orang yang mengusung tandu yang kelihatannya sangat berat, pengusung tandu itu berbadan gelap dan kekar dengan otot yang menonjol.
Di ikuti oleh 2 orang lelaki dan dibelakangnya ada sekitar 10 pelayanan yang mengikutinya, lelaki yang memiliki hidung mancung dengan balutan busana mirip seperti sultan Timu tengah.
Raja Alfred Eldragon dan Raja Freevik Reagon pun menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang saudara ku Raja Bahri Alfattih, bagai mana perjalanan menuju ke kerajaan ini apakah melelahkan"
Raja Bahri Alfattih pun memerluk mereka berdua dan berkata.
"Bukan hanya melelahkan tetapi juga langit benua bagian Utara ini sangat berbahaya, banyak monster terbang yang melintas, tetapi perjalanan ini cukup menyenangkan karena pemandangan alam begitu indah"
Kemudian Raja Alfred Eldragon pun mengenal Raja Hendrik Jovanka kepada Raja Bahri Alfattih.
"Perkenalkan ini adalah menantuku Raja Hendrik Jovanka"
Kemudian Raja Hendrik pun memperkenalkan diri. Dan setelah itu mereka bersalaman dengan Ratu Vanessa dan Ratu Elisia.
Kemudian Ratu Vanessa pun menyapa.
"Apa kabar paman Bahri Alfattih"
Raja Bahri Alfattih pun tersenyum dan menjawab.
"Hahaha....aku sangat baik, bagai mana dengan kamu putri ku, sekarang kamu sudah memiliki 2 anak yang sudah besar dan salah satunya menikah dengan Raja Gibran"
Ratu Vanessa pun tersenyum.
"Iya paman bahkan sebentar lagi aku akan menjadi nenek..."
Lalu Ratu Vanessa pun menutup mulutnya.
__ADS_1
"UPS ..."
Ratu Vanessa pun berbasa-basi.
"Paman sangat awet muda seperti masih berusia 30 tahun padahal paman sudah hampir 100 tahun, apa rahasia awet muda paman"
Ratu Vanessa berbicara seperti itu membuat kaget semua orang yang baru tahu tentang kerajaan Samudra. Bahkan suaminya sendiri yaitu Raja Hendrik Jovanka tersentak kaget.
"Apa benar anda berusaha 100 tahun"
Raja Hendrik Jovanka bertanya dengan nada yang sedikit tidak percaya.
Raja Bahri Alfattih pun mengangguk.
"Iya aku sudah berusia tepatnya 105 tahun dan beberapa bulan lagi genap 106 tahun"
Ratu Vanessa pun bertanya.
"Beri kami rahasia awet muda dong paman"
Raja Bahri Alfattih pun menjawab.
"Rahasia awet muda itu hanya 3 yaitu yang pertama kita harus selalu bahagia, yang ke 2 jangan banyak pikiran dan yang terakhir jangan punya utang sama siapa pun"
Setelah mengucapkan rahasia awet muda Raja Bahri Alfattih pun tertawa.
"Hahaha...."
Kemudian Raja Freevik Reagon tertawa sambil berkata.
"Hahaha.... Hanya Kerajaan Samudra yang penduduknya mencapai tahap imortaliti bahkan mereka memiliki tingkatan level yang berbeda dengan kita, Raja Bahri Alfattih disebut juga dengan sebutan Dewa Samudra"
Semua orang tercengang bahkan Heri Jovanka, kemudian orang yang disamping Raja Bahri Alfattih pun berbicara.
"Paman Freevik bisa saja, kami hanya manusia biasa bukan dewa yang sama seperti yang lainnya, cuman kami di anugrahi umur yang panjang"
Orang itu merendahkan diri, kemudian Raja Freevik Reagon dan yang lainnya berkata.
"Maaf kami sudah menghiraukan mu Pangeran haytham"
Mereka pun berpelukan dan menjabat tangan. Pangeran haytham pun tersenyum.
Kemudian melirik kearah Ratu Elisia.
"Paman Alferd apa bidadari cantik ini adalah putri paman yang diceritakan beberapa waktu yang lalu"
Raja Hendrik Jovanka menatap pangeran haytham dengan tatapan cemburu karena menyebut Ratu Elisia sebagai bidadari cantik.
Ratu Elisia pun tersipu malu karena pujian dari pangeran Haytham, tetapi Ratu Vanessa langsung berbicara.
"Dia adalah adik ku, Namanya Ratu Elisia, kami memiliki suami yang sama"
Pangeran haytham pun tersenyum dan memuji.
"Sungguh beruntung, laki laki yang menikahi dua bidadari cantik, sangat disayangkan kalau laki-laki tersebut menyia nyiakan para bidadari cantik seperti kalian ini"
Deg...hati Raja Hendrik Jovanka merasa tertekan, mendengar sindiran dari pangeran Haytham, Raja Hendrik Jovanka menyesal sudah menyia nyiakan Ratu Elisia.
Dan kalau sampai Ratu Elisia terlepas dan di nikahi pangeran haytham mungkin akan jadi penyesalan seumur hidup untuk Raja Hendrik Jovanka tetapi beruntung dia sudah menyadari kesalahannya sehingga Ratu Elisia bisa kembali ke pelukannya lagi
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna