PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Menara Pengawas


__ADS_3

Keesokan harinya Ratu Elisia dan pangeran 3 yaitu Willy Jovanka di asingkan ke menara pengawas didalam hutan, dengan di temani oleh Asasin kecil untuk melindungi Willy Asasin itu adalah seorang wanita yang di hadiahkan kepada Willy oleh Kakanya yaitu Heri Jovanka.


Ratu Vanessa pun memberi mereka 1 pelayan untuk membantu mereka dalam menyiapkan segalanya. Mereka dia antar oleh beberapa prajurit kerajaan dengan menggunakan kerata kuda dan di kawal dengan 8 orang pasukan berkuda.


Willy dilarang keras, mengakui dirinya sebagai anak dari Raja Hendrik Jovanka, dan apabila dia melenggar maka ibunya akan di ancam dengan hukuman mati.


Di perjalanan menuju menara pengawas tempat Willy dan ibunya akan di asingkan tepatnya di dalam kereta kuda Willy dengan wajah polos bertanya kepada ibunya.


"Bunda kenapa ayahanda Raja begitu kejam apa gara gara Willy yang nakal"


Ratu Elisia tersenyum kecut kepada Willy.


"Tidak sayang ayah mu tidak kejam dia hanya mementingkan egonya saja"


Willy bukan lah anak sembarangan biarpun kelihatannya polos dan lemah tetapi dia sangat pintar karena dia rengkarnasi dari Wildan yang bahkan pengetahuan dari dunia asalnya dia terbawa ke dunia ini.


"Apa benar Willy bukan anaknya ayahhanda Raja, ibunda jujur saja kepada Willy"


Ratu Elisia menggelengkan kepala


"Willy sayang, kamu itu adalah anaknya Raja dari kerajaan Jovalavia, kamu itu adalah pangeran ke 3, ibunda mu ini tidak pernah berhubungan dengan laki laki lain selain Raja Hendrik Jovanka ayahmu"


Kemudian Willy bertanya lagi kepada ibunya


"Ibunda apakah Willy anak yang lemah dan bahkan kata pahlawan dari Federasi Bebas Willy adalah sampah yang membuat malu kerajaan sehingga kita di asingkan begini"


Ibunya Willy meneteskan air matanya


"Willy sayang, di dunia ini orang yang kuat lah yang di hormati, Willy tidak lemah tetapi Willy belum cukup kuat"


Ibunya Willy menghibur Willy, tetapi didalam hati Willy atau jiwa nya Willy yaitu Wildan dia bergumam.


"Benar benar dunia yang aneh, tadinya aku akan bermalas malasan di dunia ini karena menjadi pangeran ke 3, eh nyatanya orang yang kuat lah yang mereka hargai bahkan seorang pangeran lemah pun di cemooh oleh orang yang menjadi pesuruh dirinya sendiri"


Willy pun bertekad kepada ibunya.


"Ibunda Willy akan berjanji, akan menjadi orang yang kuat bahkan melebihi seorang Pahlawan dan Willy bertekad akan menguasai sebagian dari Benua bagian Utara ini"


Ibunya Willy tersenyum sambil memeluknya.


"Berjuanglah sayang ibumu ini akan mendukung mu"


Asasin kecil yang bernama Maria yang satu kereta kuda dengan mereka tertawa, mendengar tekad dari Willy.


"Hahaha....Menjadi Kuat bahkan level bejana Ilahi kamu berada di tingkatan D awal dan sekarang kamu masih di tingkatan Level F awal. Kekuatan maksimalmu kelak hanya sebatas prajurit rendahan tidak lebih"

__ADS_1


Willy melihat Maria kemudian berkata.


"Ayo kita taruhan, kalau aku bisa lebih kuat dalam 10 tahun, kalau aku tidak bisa bertambah kuat dalam 10 tahun aku yang akan menjadi pelayan mu seumur hidupku"


Maria menyetujui taruhan tersebut.


"Dan kalau kamu bisa bertambah kuat dalam 10 tahun aku akan mengikuti mu seumur hidupku dan kamu boleh memperlakukan ku sesuka hatimu bahkan aku akan menjadi istri mu kalau kamu bertambah kuat"


Willy tidak marah kepada Maria karena ucapannya malah Willy menggoda Maria.


"Ngomong aja kamu suka ya kepada ku, karena aku ganteng kan, ibundaku saja cantik pasti anaknya juga tampan begini"


Wajah Maria menjadi merah


"Oek...mana mau aku menikah dengan orang lemah seperti mu, bahkan Kaka mu menyuruhku melindungi mu karena kamu adalah orang yang lemah"


Willy tidak mau kalah dia pun meledek Maria


"Siapa juga yang mau menikah dengan wanita yang lebih tua 2 tahun dariku, ingat suatu saat aku lah yang akan melindungi mu dan juga ibundaku"


Mereka pun saling membuang muka


"Huh..."


Ibunya Willy tertawa melihat mereka berdua yang sedang berdebat.


Willy pun membantah ibunya


"Cocok apanya ibunda Willy tidak suka wanita yang cerewet seperti dia"


Maria tidak mau kalah


"Aku juga tidak suka laki laki lemah seperti kamu"


Kemudian mereka berdua kembali membuang muka


"Huh..."


Setelah 3 jam perjalanan mereka pun sampai di tengah hutan dan diasana terlihat ada bangunan terbengkalai.


Bagunan tersebut adalah menara pengawas dengan bangunan berbentuk bulat panjang keatas dan kerucut dibagikan atasnya.


Menara pengawas tersebut memiliki 3 lantai lantai bawah digunakan untuk dapur dan perlengkapan lain seperti senjata dan peralatan lainya.


Di lantai ke 2 digunakan untuk kamar tidur dan dilantai ke 3 digunakan untuk mengawasi sekeliling daerah tersebut, karena di bagian atas menara tersebut di pasangi dinding kaca sehingga orang yang berada di atas dapat melihat sekelilingnya.

__ADS_1


Mereka pun turun dari kereta kuda, para prajurit menurunkan semua perbekalan untuk persediaan 1 Minggu.


Prajurit membuka pintu Menara pengawas kemudian kuncinya diberikan kepada Ratu Elisia.


"Ratu ini kunci Menara, kami semua pamit untuk pulang ke istana kerajaan"


Ratu Elisia mengangguk


"Terima kasih prajurit"


Semua prajurit yang menunggangi kuda dan kereta kuda berangkat kembali ke istana kerajaan.


Mereka ber 4 berdiri di depan pintu Menara pengawas, orang orang itu ialah Willy dan ibunya, Asasin kecil bernama Maria dan seorang Pelayan.


Kemudian mereka pun masuk, di dalam Bangunan menara itu penuh dengan debu dan jaring laba-laba.


Sebelum barang bawaan di bawa masuk kedalam mereka ber 4 pun bersih bersih membereskan semua yang anda disana.


Mereka membersihkan semua dari lantai atas sampai lantai bawah selama 2 jam, semua sudah bersih dan tertata rapi kemudian barang barang pun di masukan kelantai bawah.


Pelayan segera menyiapkan makan malam karena hari sudah mulai gelap pintu pun segera di kunci karena kabarnya banyak monster dan binatang buas yang suka melintas kedaerah sana.


Willy membereskan kamar, tempat dia adalah di lantai paling atas tempat pengawasan daerah sekitar, pintu pintu di kunci hanya lampion kecil saja yang menyala untuk menerangi kamar Willy.


Di lantai ke 2 terdapat 2 kamar meskipun ukurannya kecil tapi kamar tersebut sangat nyaman, Ratu menempati salah satu kamar dan satu lagi di tempati oleh pelayan, sedangkan Maria dia lebih suka tidur di atas sofa dekat perapian.


Waktu pun terus berjalan Meraka sudah hampir 1 Minggu berada di sana dan mereka pun sudah terbiasa.


Persediaan makanan pun sudah menipis.


Pas seminggu kereta kuda dengan 2 orang prajurit menghadap ke Ratu Elisia.


Dia di perintahkan oleh Raja Hendrik Jovanka untuk dijemput. Ratu Elisia dan pelayan pun mau tidak mau harus menuruti berintah raja dan mereka pun ikut untuk bertemu Raja.


Willy dan Maria pun ditinggal berdua di bangunan menara tersebut.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote

__ADS_1


*Rate**


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2