
Setelah terlepas Willy kemudian lari untuk menghindari 9 orang yang akan mengeroyok dirinya.
Willy berlari malah menghampiri kakak nya yaitu Billy, Crude berteriak keras.
"Prajurit tangkap orang itu"
Prajurit pun dengan otomatis mengepung Willy tetapi disana ada Billy yang sedang berdiri melihat Willy.
Willy berhenti tetapi dia lari di tempat
"Kak Billy apa kabar"
Billy melambaikan tangannya kemudian memerintahkan prajurit
"Prajurit biarkan pangeran ke 3 lewat"
Prajurit pun langsung memberikan jalan untuk Willy lewat, dan Willy pun kembali berlari. Willy melambaikan tangannya.
"Terima kasih kak Billy, sampai bertemu lagi ya"
Wuss....
Willy berlari dengan cepat, di belakangnya 9 anak berlari mengejar.
"Wow tangkap anak itu pencuri"
Crude meneriaki Willy sebagai pencuri, Willy terus berlari tanpa memikirkan apapun dia terus berlari.
Crude berhenti dekat Billy sedangkan 8 anak lainnya terus mengejar Willy di ikuti oleh semua prajurit.
Crude compelen kepada Billy
"Pangeran ke 2 kenapa anda melepaskan pangeran ke 3"
Billy tertawa
"Hahaha...hanya mengejar 1 tikus saja tidak akan menarik kalau langsung di tangkap begitu saja, biarkan dia berlari dan kehabisan tenaga baru kita tangkap dan permainkan dia"
Setelah itu Crude pun berlari kembali mengejar teman temannya yang sedang mengejar Willy.
Pengejaran sudah berlangsung lama, tanpa sadar Willy memasuki taman labirin kerajaan Jovalavia.
__ADS_1
Taman itu adalah sebuah labirin tanaman, siapa pun yang masuk ke dalam sana maka tidak akan mudah kembali dan dia akan tersesat didalam sana.
Taman labirin itu dulunya untuk tempat bersembunyi dari musuh dan tempat evakuasi ketika perang berkecamuk.
Hanya Raja dan petinggi kerajaan yang tahu jalan keluar dari labirin tersebut, dan di labirin tersebut banyak terpasang jebakan untuk menghindari Prajurit musuh yang mengejar.
8 anak dan para prajurit berhenti di pintu masuk taman labirin tersebut.
"Kenapa kalian berhenti mengejar pangeran ke 3 ayo cepat kejar"
Crude yang baru sampai langsung marah kepada teman temannya dan para prajurit yang berhenti mengejar pangeran ke 3.
Billy yang menyusul dari belakang sampai dengan cepat di tempat mereka berkumpul.
"Sudahlah jangan dikejar lagi, masuk ketaman labirin itu sangat berbahaya, di dalam banyak jebakan dan akhir akhir ini ada monster yang bersarang di dalam taman labirin itu"
Billy memperingati
"Kita suruh saja prajurit menjaga pintu masuk taman ini, nanti juga Willy akan keluar dengan sendirinya"
Willy terus berlari belok kiri belok kanan menunduk dan meloncat, mengindari semua rintangan tanpa sadar dia sudah berada di tengah-tengah Taman labirin.
Willy berhenti ketika melihat bangunan yang mirip dengan kuil dengan banyak di lapisi tumbuhan rambat.
"Mereka kayaknya sudah tidak mengejar ku lagi, tapi sekarang aku ada di mana"
Willy baru tersadar dia tengok kiri dan kanan sambil menghela napas karena kecapean, di sekelilingnya terlihat benteng yang terbuat dari pepohonan Willy masuk tanpa hambatan yang berarti.
Dia masuk tanpa tersesat sampai ke tengah-tengah Taman labirin seperti sudah pernah masuk ke taman Labirin ini atau dia ada yang membimbing supaya dia sampai di taman labirin ini.
Waktu sudah menjelang sore hari, dan Willy merasa kelelahan dan lapar. Langit menjadi mendung dan hujan pun turun.
Willy ingin kembali tapi itu tidak memungkinkan karena sebentar lagi hari mulai malam dan gelap apa lagi sedang hujan.
Willy berteduh dan masuk kebangunan yang mirip dengan kuil itu, disana Willy duduk bersandar di sebuah pilar yang tingginya hanya sekitar 1 meter.
Willy pun membuka tasnya dan mengeluarkan makanan yang tadi siang dia beli di kota, Willy pun memakan makanan tersebut karena dari tadi siang dia belum makan dan juga energinya terkuras karena lari terus menerus tanpa berhenti.
Langit pun mulai gelap, bola keristal Sihir yang terpasang di dinding kuil tersebut menyala seperti lampu bohlam dan area kekitar pun diterangi lampu keristal Sihir tersebut.
Sambil maka Willy membuka gulungan surat yang di berikan oleh Ratu Vanessa titipan dari kakak nya Heri Jovanka.
__ADS_1
Willy pun membaca surat tersebut.
"Halo adik kecil, apakah kamu baik baik saja Kaka harap kamu baik baik saja, dan apakah kamu sudah bertambah kuat karena waktu terakhir kita bertemu kamu bilang ada yang membimbing kamu dalam mimpi untuk belajar bela diri.
Kaka harap suatu hati nanti kamu bisa lebih kuat dari Kaka, eh Kaka punya rahasia, tetapi hanya kamu yang kakak beri tahu orang lain tidak kakak kasih tau, Kaka memberi tahu mu karena Kaka yakin kamu anak yang bisa dipercaya.
Rahasia pertama
Sebenarnya Sekarang Kaka sudah menikah dengan wanita yang Kaka cinta dan sebentar lagi kamu akan menjadi seorang paman.
Pernikahan ini tidak ada yang tahu karena Kaka takut ayahanda Raja tidak menyetujuinya jadi kaka menikah diam diam dan sekarang Kaka bahagia.
Dan maaf Kaka tidak bisa menemui adik kecil Kaka karena tugas di sini begitu banyak.
Rahasia ke 2
Jangan percaya sama ibunda Ratu ke 2 dan kerajaan Nebulosus, mereka suatu saat akan menginfasi kerajaan Jovalavia kita, dan pihak dari Raja Adrian Plakona sedang mencari cara untuk membuat kerajaan kita menjadi lemah.
Rahasia ke 3
Kaka kasih kamu peta Taman Labirin, masuklah kesana kalau kamu dalam keadaan terdesak, dan di tengah taman labirin itu terdapat bangunan.
Bagunan itu sudah dipasangi segel teleportasi menuju kerajaan Lareagon, dan kunci untuk mengaktifkan segel itu adalah pisau belati yang Kaka berikan kepadamu, Kaka harap kamu selalu membawa belati itu.
Kalau kamu mau mencari bantuan gunakan segel teleportasi itu dan mintalah bantuan kepada Kakek Raja Lareagon.
Sudah dulu ya adek kecil, semoga harimu menyenangkan"
Willy membaca surat tersebut dan melihat peta di balik surat tersebut karena Heri Jovanka menggulung surat dan peta itu menjadi 1.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
*Rate**
__ADS_1
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.