
Salah seorang prajurit anak buah dari pangeran Heri Jovanka menghadap ke Raja Hendrik Jovanka, dengan bicara terbata bata dan ada rasa takut di hatinya.
"La..lapor tu..tuan ku yang mulia Raja" lapor prajurit itu dengan muka pucat.
Raja Hendrik Jovanka yang sedang duduk di singgasana Raja dan di dampingi kedua ratunya itu sedikit cemas.
"Iya ada apa prajurit, kenapa kamu seperti sangat ketakutan, apa yang terjadi" tanya Raja Hendrik Jovanka.
"Yang yang mu..lia Ra..Raja maaf kami tidak bisa menjaga Pangeran dengan baik" ucap prajurit ragu.
Raja Hendrik Jovanka pun sedikit memelototi prajurit itu dan menggebrak pegangan kursi singgasana.
Brak...
"Cepat katakan jangan bertele-tele" Raja Hendrik Jovanka marah.
Kemudian prajurit itu memberanikan diri untuk berbicara dengan jujur "pa pa pada waktu kami menjemput Ratu Isabel di perbatasan ada anak panah yang melesat dan menembus jantung dari Pangeran Heri Jovanka dan beliau tewas seketika "
Mendengar perkataan dari laporan prajurit itu hati ratu Vanessa seperti tersambar petir dia pun seketika pingsan dan Raja Hendrik Jovanka pun menjadi lemas
Ratu Elisia pun menangis mendengar berita tewasnya pangeran Heri Jovanka yang di utus untuk menjemput Ratu Isabel kembali.
Walau pun Raja Hendrik Jovanka sangat sedih tetapi dia menahan diri dan tidak menampakan kesedihannya itu
"Di mana sekarang jasad putra ku Pangeran Heri Jovanka, dan siapa yang berani membunuh Anaku itu di perbatasan " tanya raja Hendrik Jovanka.
"Tuan ku yang mulia Raja, menurut komandan dari pasukan kerajaan Nebulosus yang mengawal Ratu Isabel, anak panah itu milik dari prajurit Dungeon Raja Iblis Garuda" lapor prajurit.
"Dan sekarang jasad putra ku di mana" tanya Raja Hendrik Jovanka.
"Jasad pangeran Heri Jovanka sedang di bawa ke sini dan di kawal oleh prajurit kerajaan Nebulosus yang sekalian mengawal Ratu Isabel" ucap prajurit itu.
"Baiklah kamu sekarang boleh pergi dan siapkan pemakaman untuk pangeran Heri Jovanka" Raja Hendrik Jovanka memerintah.
"Baik tuan ku Raja" kemudian prajurit itu pun pergi dari sana.
Raja Hendrik Jovanka dan Ratu Elisia pun memindahkan Ratu Vanessa ke kamarnya, dan setelah sampai di dalam kamar Raja Hendrik Jovanka pun menangis ðŸ˜.
__ADS_1
"Putra ku Heri, kamu adalah anak kesayangan ku yang akan mewarisi kerajaan ku ini dan sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Raja. Tetapi kenapa kamu begitu cepat pergi dari dunia ini "Raja Hendrik Jovanka berbicara sendiri.
Kemudian Raja Hendrik Jovanka mengepalkan tangannya dengan marah "Raja iblis Garuda, aku tidak pernah mengganggu dan mengusik mu, tetapi kenapa kamu berani membunuh putra ku.
Apa kamu menyatakan perang kepada kerajaan Jovalavia ku ini, baiklah kalau begitu akan aku habisi seluruh Ras mu dan aku runtuhkan Dungeon yang engkau tempati itu.
Setelah pemakaman putra ku Heri Jovanka aku akan mengerahkan semua pasukan kerajaan Jovalavia ku ini untuk menyerang tempat mu" ucap Raja Hendrik Jovanka dengan marah.
Raja Hendrik Jovanka berkata sendiri di depan Ratu Vanessa yang berbaring pingsa di kamarnya, dan Ratu Elisia pun menasehati.
"Suami ku Raja Hendrik, jangan tuntun amarah mu kejalan yang salah, apalagi sampai berniat menyerang daerah kekuasaan raja iblis Garuda, kita tidak pernah berseteru dengan Raja iblis Garuda.
Mungkin ini adalah jebakan, dan kita sedang di adu domba sehingga kita berperang dengan Raja iblis Garuda, dengan dalih pembunuhan Pangeran Heri Jovanka " ucap ratu Elisia menenangkan hati Raja Hendrik Jovanka.
Ratu Elisia pun berdiri dan memeluk tubuh Raja Hendrik Jovanka "aku ingin, anda sebagai seorang Raja yang bijak menyelidiki ini dengan seksama jangan sampai penyesalan terjadi di akhir.
Kerajaan Lareagon dan Eldragon tidak akan tinggal diam kalau benar Raja iblis Garuda menyatakan perang dengan kita dan membunuh pangeran Heri Jovanka "
Raja Hendrik Jovanka pun mengangguk mendengar nasehat dari Ratu Elisia, kedua Ratu ini bukan hanya istri bagi Raja Hendrik Jovanka tetapi mereka berdua adalah penasehat kerajaan Jovalavia ini.
Karena strategi dari Ratu Vanessa dan sedikit korban jiwa dari pihak kerajaan Jovalavia itu karena Ratu Elisia sebagai Healer yang bisa menyembuhkan luka prajurit dengan seketika dan ramuan yang di buatnya sangat efektif.
Kabar Duka ini segera di beritahukan kepada Raja Freevik Reagon dan Raja Alfred Eldragon menggunakan keristal sihir komunikasi.
Willy yang pergi ke kerajaan Eldragon setelah kepergian Heri Jovanka untuk menjemput Ratu Isabel menjadi sangat shock dan dia pun sangat marah.
Bahkan Willy berjanji akan menghancurkan orang yang memerintahkan untuk membunuh kakak nya itu sendirian.
Ke esokan harinya jasad Pangeran Heri Jovanka pun tiba dan ratu Isabel pun berlari ke arah Raja Hendrik Jovanka dan memeluknya.
"Suami ku Raja Hendrik, Pangeran Heri Jovanka tewas karena kecerobohan ku, dia menjadi sasaran pembunuhan itu gara gara aku.
Karena kerajaan Nebulosus selalu berseteru dengan Raja iblis Garuda, sehingga yang seharusnya aku menjadi sasaran pembunuhan, ini malah terkena pangeran Heri Jovanka " lirih Ratu Isabel.
Ucap demi ucapannya sangat meyakinkan dan membuat orang lain percaya dengan segala perkataan dari Ratu Isabel.
Tetapi di dalam hatinya dia tersenyum dan bergumam "Raja bodoh seperti mu sangat mudah di kelabui, sebentar lagi kamu yang akan mati dasar Raja bodoh "
__ADS_1
Semua orang berkabung dan mereka pun memakai pakaian serba putih karena itu adat istiadat di kerajaan Jovalavia bila keluarga yang berkabung memakai pakaian serba putih.
Rombongan dari kerajaan Eldragon pun tiba mereka menaiki Wyvern dan hanya Willy dan Maria lah yang menaiki Gripon bernama Fallion.
Di sisi lain Rombongan dari kerajaan Lareagon pun datang dengan Gripon mereka dan pasukan Raja Naga yang di pimpin Willy yang sekarang diserahkan kepada Maria pun datang mengendarai Wyvern.
Willy selama pemakan menahan amarahnya yang ingin menghancurkan Dungeon Raja Iblis Garuda sekarang juga, tetapi dia masih menahannya karena menghormati semua orang dan dia juga ingin mengikuti pemakaman kakaknya itu.
Semua prajurit kerajaan Jovalavia dengan kekuatan penuhnya semua perada di halaman kastil istana kerajaan. Karena rencananya setelah pemakaman ini selesai, mereka semua akan di kerahkan menuju Dungeon Raja Iblis Garuda.
Hampir 200.000 prajurit kerajaan Jovalavia berkumpul dan sudah siap untuk berperang dengan memakai Jirah Armor dan senjata yang lengkap.
Raja Hendrik Jovanka pun berpesan kepada Ratu Elisia "Ratu ku, jangan sampai putra kita pergi dari sini karena dia akan mengacaukan rencana kita"
Ratu Elisia pun mengangguk "baik suamiku Raja Hendrik"
Pemakaman pun di gelar dengan hikmat dan para penduduk pun ikut serta mengantarkan jasad pangeran Heri Jovanka sampai ke pemakaman.
Karena seluruh penduduk kerajaan Jovalavia sangat mencintai Heri Jovanka, karena semasa hidupnya dia sangat baik kepada semua orang dan tidak sombong seperti adiknya pangeran Billy Jovanka.
Sehingga tewasnya pangeran Heri Jovanka menjadi pukulan berat bagi seluruh penduduk kerajaan Jovalavia apalagi di ibukota kerajaan.
*
Pemakaman pun selesai mereka pun kembali kedalam kastil istana kerajaan Jovalavia dan bersiap untuk berangkat menuju Dungeon Raja Iblis Garuda.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1