
Kemudian salah satu resepsionis pun mengeluarkan pengumuman dengan menggunakan pengeras suara sihir sehingga terdengar sampai ke seluruh kota "Perhatian kepada seluruh petualang yang masih berada di dalam wilayah kota Legicia ini, sekarang kita ini sedang di serang monster beast,
Untuk para petualang minimal level Perunggu, bisa ikut membantu para prajurit kota untuk melawan monster beast dan untuk petualang Pemula level tembaga, bisa ikut membantu di belakang mengevaluasi korban jiwa,
Siapa pun yang bisa membunuh monster level normal akan di berikan hadiah 10 uang koin perunggu dan untuk yang membutuhkan monster level Prajurit maka akan mendapat 50 uang koin perunggu, untuk yang bisa membunuh monster level beast maka akan diberikan hadiah 1 uang koin perak"
Resepsionis di guild petualang itu memberikan pengumuman dan informasi beserta hadiah yang akan mereka terima sehingga para petualang menjadi tambah bersemangat untuk menghadapi para monster tersebut.
Para petualang langsung bergegas pergi menuju ke benteng kota untuk menghalau monster yang menyerang kota.
Willy dan Maria nampak santai dengan makanan yang mereka makan, sedangkan Sovia dan Rooney merasa gelisah.
"Mau kemana, tenang saja, kita ini Petualang tingkat Pemula, biarkan para senior kita yang berada di garis depan, kita hanya membantu dari belakang saja" ucap santai Willy sambil mengunyah makanannya.
"Tapi, hadiah yang akan di berikan oleh guild itu lumayan menggiurkan" ucap Rooney.
"Kita lebih baik menjaga keselamatan diri kita masing-masing, dari pada harus mengorbankan nyawa hanya demi uang yang Tidak seberapa, karena nyawa lebih berharga dari pada uang" sindir Maria yang nampak melihat Rooney sangat mementingkan uang.
Willy pun menunjuk kearah Maria "ya benar apa yang di katakan oleh Maria, nyawa lebih berharga dari pada uang, karena uang bisa kita dapatkan tanpa harus mengorbankan nyawa"
Rooney yang rela melakukan apa saja hanya demi uang dia pun berdalih "iya tapi di dunia ini tanpa adanya uang kita bukan apa apa, dan segalanya membutuhkan uang "
"Memang uang itu segalanya, tetapi ada yang tidak bisa dibeli dengan menggunakan uang, yaitu nyawa kita sendiri, jadi santai sajalah jangan buru buru, dan habiskan makanan mu" ucap Willy.
Rooney yang telah berdiri untuk pergi, kembali duduk dan melanjutkan makan, sehingga mereka berempat lah yang tersisa di dalam gedung guild petualang ini.
Willy hanya bermaksud untuk menguji Rooney dan Sovia, dengan mencegah mereka berdua untuk pergi ke benteng kota.
Willy disana bisa menyimpulkan bahwa dia adalah seorang assassin dan bukan pemburu, dilihat dari dia sudah mendengar perintah dari guild dan uang yang menjadi hadiah.
Para assassin apalagi pembunuhan bayar, memiliki sifat yang sama yaitu apabila sudah di berikan perintah maka mereka akan tergesa-gesa melakukan perintah tersebut karena untuk mendapatkan hadiah atau bayaran yang sudah di janjikan, meskipun harus bertaruh nyawa.
__ADS_1
Penjaga resepsionis yang berada di guild petualang ini merasa heran karena mereka berempat masih berada di tempat ini, sedangkan para petualang lain sudah pergi.
"Kenapa kalian masih berada disini, orang lain sudah pergi untuk mendapatkan hadiah dengan cara membunuh monster" tanya resepsionis itu.
"Kami hanya petualang tingkat Pemula, yang hanya membantu mengevaluasi korban jiwa, sehingga untuk apa kami bergegas, toh dengan hanya mengevaluasi korban kami tidak akan mendapatkan bayaran, lebih baik kami diam saja di sini" jawab Willy sambil memasukkan sepotong daging ke mulutnya.
"Tapi kan sudah aku katakan dari awal bahwa party kalian memiliki hak istimewa, bisa mengambil quest sesuka hati, jadi kalian semua bisa bertarung membunuh monster dan mendapatkan hadiahnya" ucap resepsionis tersebut menjelaskan.
Willy pun tersenyum, karena makanannya sudah habis Willy pun bangkit dari tempat duduknya "Ayo kawan kawan kita pergi"
Maria, Ronny dan Sovia pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mengikuti Willy dari belakang.
*
Sesampainya di benteng pertahanan kota, terlihat para prajurit dan petualang sedang bertarung melawan monster beast.
Monster beast ini adalah monster binatang buas yang tidak memiliki kecerdasan seperti ras monster, sehingga bisa dianggap sebagai binatang buas.
Dan monster beast yang datang menyerang adalah dari jenis kera, sehingga mereka sangat lincah, serangan monster ini biasanya diakibatkan karena kekurangan makanan di dalam hutan, sehingga datang ke kota untuk menjarah makan.
Buah dan sayuran habis di curi dan di makan oleh para monster tersebut, tetapi mereka bukan hanya menjarah perkebunan, monster yang bisa masuk ke dalam kota juga mencuri makanan lain milik penduduk, sehingga menjadi sangat meresahkan.
Rooney yang memiliki senjata busur langsung menarik busurnya kemudian dengan sihir unik yang dia miliki terbentuklah sebuah anak panah yang terbuat dari kayu, kemudian dilepaskan dan melesat cepat langsung ke arah monster tersebut.
1 monster langsung mati dan anak panah tepat mengenai kepala monster itu, tidak sampai di sana Rooney menarik kembali busurnya dan 2 anak panah terbentuk.
Wuss....crak.... 2 monster kembali terkena anak panah tersebut dan mati seketika.
Willy dan Maria pun tidak tinggal diam mereka berdua langsung mengeluarkan senjata mereka masing masing dari dalam sihir dimensi item Book mereka.
Willy dan Maria langsung menebas dan menusuk monster yang ada di depan mereka dan seketika beberapa monster itu mati bersimbah darah.
__ADS_1
Willy pun langsung berteiak kepada Rooney dan Sovia "Berkumpul dan bentuk formasi penyerangan"
Rooney mundur dan berada di barisan depan sedangkan Sovia masuk kedalam barisan berada di tengah sebagai pendukung.
Willy dan Maria berada di barisan sisi untuk melindungi Sovia, karena dia tidak bisa bertarung jarak dekat.
Mereka berempat maju kebarisan paling depan sehingga mereka berempat langsung di kepung oleh kumpulan monster tersebut.
"Cahaya berkilau....." Sovia langsung mengeluarkan sihir cahaya miliknya.
Tongkat sihir yang diangkat ke atas langsung mengeluarkan cahaya terang yang menyilaukan mata monster, sehingga dalam beberapa detik mata semua monster yang dekat party mereka kelilipan.
Itu di jadikan kesempatan oleh Willy dan Maria beserta Rooney untuk membabat habis monster yang terkena efek dari cahaya berkilau yang dikeluarkan oleh Sovia.
Wuss....crak....brak.... Satu persatu monster yang terkena efek cahaya berkilau ditebas, di tusuk dan di panah. Sehingga monster di dekat mereka berempat habis tidak tersisa.
Willy memberikan perintah kembali kepada party nya "Maju, kita masuk kebarisan paling depan, kita akan menghabiskan monster beast itu lebih banyak lagi"
Mereka pun maju kedepan dimana para petualang senior sedang kewalahan, karena di sana monster yang mereka lawan ada dalam level prajurit dan level beast.
Party yang bergerak berdasarkan instruksi Willy pun sekarang berada di barisan paling depan penyerangan, dengan level lawan yang lebih kuat lagi.
Seorang petualang senior berteriak kepada mereka berempat "Hai level Gold, apa kalian berempat ingin mencari mati, Cepat mundur, monster di depan kalian itu bukan lawan yang mudah di hadapi dengan level pemula seperti kalian berempat.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna