
Willy pun di puji oleh Raja Gibran.
"Ternyata pasukan mu sangat hebat, eh apa senjata yang mereka pakai, itu bukan senjata sihir kan"
Willy tersenyum sambil mengangguk kepalanya
"Hehe...itu senjata yang masih aku rahasiakan, bahkan dari semua orang, hanya pasukan ku yang tahu, Ini juga untuk kunci kemenangan nanti melawan kerajaan Inggarsia"
Raja Freevik Reagon pun ikut memuji Willy.
"Hahaha...aku salut, putra Eldra selalu punya ide yang tidak pernah kita pikirkan bahkan setiap hari selalu sibuk di gudang bersama pasukannya"
"Iya kek, Willy hanya berusaha yang terbaik untuk kerajaan ini, apalagi yang sekarang akan memimpin sudah Willy anggap sebagai kakak Willy sendiri"
Raja Ferik Reagon merasa tersanjung mendengar perkataan dari Willy, tetapi dia tidak banyak bicara. Kemudian Willy pun berbicara kepada Raja Ferik Reagon.
"Kayaknya aku akan pergi bersama paman Gibran dan Kak Clarisa ke kerajaan Jovalavia"
Kemudian Willy menyerahkan tanda jabatan dan Peluit kepada Raja Ferik Reagon.
"Ini adalah tanda jabatan ku supaya pasukan ku bisa kak Ferik perintah dan ini peluit untuk memanggil mereka, Willy hanya berpesan jangan sekali-kali untuk masuk ke gudang,
karena nanti hadiah yang akan aku berikan untuk mu karena telah menjadi Raja baru dan hadiah untuk kak Clarisa tidak akan menjadi surprise lagi"
Raja Ferik Reagon pun bertanya kepada Willy.
"Kenapa tiba-tiba, kamu ingin pergi ke kerajaan Jovalavia"
Willy menjawab sambil tersenyum
"Ada urusan penting yang harus aku kerjakan dan mungkin Maria sudah berada di kerajaan Jovalavia"
Raja Ferik Reagon pun sedikit kaget,
"Apa Maria ada di kerajaan Jovalavia, katanya dia bersama dengan rombongan satu suku"
Willy pun menggelengkan kepalanya
"Iya setelah itu dia berangkat ke kerajaan Nebulosus dan aku menyuruh dia untuk ke kerajaan Jovalavia untuk aku jemput nanti"
Banyak pertanyaan yang akan di lontarkan oleh Raja Ferik Reagon kepada Willy seperti mengapa dia ke Nebulosus, ada keperluan apa dia di sana pertanyaan itu tersendat karena putri Clarisa sudah siap untuk pergi bersama Raja Gibran.
"Ayo kita berangkat sekarang sebelum Sora menjelang"
Raja Gibran pun meraih tangan Clarisa dan berpamitan kepada semua yang ada di sana termasuk Willy.
__ADS_1
Clarisa dan Raja Gibran menaiki Wyvern dan di ikuti oleh 10 pengawalnya, sedangkan Willy menaiki Gripon yang di beri nama Fallion.
Meskipun kata orang-orang Wyvern itu adalah makhluk yang terbangnya paling cepat di dunia tetapi Fallion dapat mengimbangi kecepatan terbang Wyvern.
Mereka terbang dengan kecepatan maksimal sehingga dalam beberapa jam saja sudah sampai di wilayah kerajaan Jovalavia.
Setelah Willy dan lainnya sampai mereka pun mendarat dan ternyata di kastil istana kerajaan Jovalavia sudah ada Ratu Elisia dan Raja Alfred Eldragon dengan membawa pelayan dari kerajaan Eldragon untuk membantu mendekorasi kastil.
Willy pun disambut oleh Ratu Elisia. Dan Willy pun cepat cepat turun dari punggung Fallion.
"Ibunda...."
Willy memeluk Ratu Elisia dengan erat kemudian Willy bertanya.
"Kenapa ibunda ada di sini, bukanya ibunda ada di kerajaan Eldragon"
Ratu Elisia mengelus rambutnya Willy sambil tersenyum, senyuman yang merekah indah membuat siapa saja yang memandang menjadi terpana.
"Iya tadinya ibunda berada di kerajaan Eldragon tetapi ketika paman mu pergi, Ayahanda Raja mengajak ibunda ke sini untuk membantu mendekorasi kastil istana ini"
Willy pun bertanya lagi.
"Ibunda di ajak kakek Alfred, eh ibunda sudah bertemu dengan ayahhanda Raja Hendrik dan kak Heri belum"
Ratu Elisia mengangguk.
Willy pun sedikit melamun karena dia membayangkan masa lalu dia waktu berada di kastil istana ini, Willy selalu di bully dan di pukuli oleh Billy dan teman temannya.
Bukan hanya itu saja bahkan Raja Hendrik Jovanka tidak mengakuinya sebagai anaknya karena dianggap sebagai aib bagi kerajaan.
Karena waktu penilaian Bejana Ilahi Willy memiliki penampang bejana Ilahi hanya sampai level D, itu sangat memalukan bagi kerajaan, karena rakyat biasa saja paling tinggi memiliki penampang bejana Ilahi level C.
Sehingga Willy dianggap sebagai pangeran sampah yang tidak berguna bahkan di asingkan ke dalam hutan dan tinggal di menara pengawas yang sudah tidak di pakai lagi.
Dan bahkan Ratu Elisia harus memohon untuk Willy supaya bisa tinggal di kastil kembali, balasannya malah Ratu Elisia mendapatkan pukul dan siksaan dari Raja Hendrik Jovanka.
Dan disanalah Willy menjadi geram dan tidak pernah lagi mengganggap bahwa Raja Hendrik Jovanka sebagai ayahnya.
Ratu Elisia pun menegur Willy.
"Ada apa nak, kenapa kamu melamun"
Willy tersentak kaget.
"Ti...tidak ibunda, Willy hanya ingat kejadian beberapa tahun yang lalu di kastil istana ini"
__ADS_1
Willy pun menunjuk lapangan tempat berlatih.
"Di sana dulu Willy di bully dan di pukuli oleh kak Billy dan teman temannya. Bahkan di suruh mmerangkak dan mengguguk seperti *nji*g,
Bukan hanya itu saja, Ayahanda Raja pun tidak mengakui Willy sebagai anaknya sehingga kita di asingkan kedalam hutan.
Bahkan ibunda banyak mendapatkan siksaan karena membela Willy, dan memohon supaya Willy bisa tinggal di kastil istana ini"
Ratu Elisia meneteskan air mata kemudian dia memeluk Willy.
"Sudahlah nak, itu adalah masa lalu kita yang kelam, sekarang kamu sudah hebat karena kamu titisan Putra dari Edward El Dra.
Bukan hanya itu, kita juga punya keluarga seperti di kerajaan Lareagon yang baik kepada kita dan ibunda tidak menyangka, kakek mu adalah seorang Maharaja di kerajaan besar seperti Eldragon"
Willy mengangguk dan Ratu Elisia pun berkata lagi.
"Kalau saja tidak ada assassin yang mencoba membunuh kita dan ibunda terluka, kemudian Willy membawa ibunda ke kerajaan Lareagon, mungkin ibunda tidak akan tahu siapa ayah ibunda yang sebenarnya.
Dan beruntung ibunda selalu memakai kalung milik nenek mu sehingga Maharaja Freevik Reagon mengenali ibunda sebagai anak dari Elvia sehingga Maharaja Freevik Reagon langsung menghubungi kakek mu Maharaja Alfred Eldragon"
Willy pun berkata
"Kehidupan Willy dan ibunda memang sudah berubah menjadi lebih baik lagi, biar pun kita tidak di akui oleh kerajaan Jovalavia,
Tetapi Willy masih ingat perkataan Ayahanda Raja Hendrik Jovanka yang sampai saat ini membuat Willy sakit hati.
Willy disuruh memenangkan kompetisi sebenua baru di akui sebagai anaknya, padahal Willy tidak perlu pengakuan seperti itu.
Willy hanya membuktikan kepada diri Willy sendiri bahwa orang yang di hina sebagai pangeran sampah bisa berubah menjadi lebih baik lagi"
Willy dan Ratu Elisia tiba tiba di panggil oleh Heri Jovanka.
"Ibunda Ratu ke 3 dan adiku Willy, kenapa berada di luar ayo masuk kedalam, kalian pasti belum makan ibunda Ratu Vanessa sudah masak kesukaan kita"
Willy dan Ratu Elisia pun tersenyum kemudian melangkah pergi mendekati Heri Jovanka dan kemudian masuk kedalam istana.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.