
Raja Ferik Reagon menghalau tebasan pedang api milik gladiator tersebut dengan tamengnya dan benturan itu menimbulkan suara ledakan.
Trang....
Duwar....
"Kamu hebat juga tetapi itu belum cukup untuk bisa mengalahkan ku" ucap Raja Ferik Reagon.
Raja Ferik Reagon pun membalas serangan dari gladiator tersebut dan jual-beli serangan pun terjadi.
Ledakan demi ledakan terjadi akibat benturan 2 senjata yang diselimuti oleh energi sihir sehingga daerah tersebut diselimuti oleh kabut dan debu yang membumbung tinggi.
Di kepulan asap tersebut hanya terlihat kilatan kilatan cahaya dan kobaran api yang sangat cepat di ikuti oleh ledakan yang lumayan besar.
Sekitar 2 jam mereka bertarung dan kecepatan gerak mereka pun menjadi semakin lambat, karena sihir dan stamina si gladiator hampir habis.
Sayatan demi sayatan diterima oleh gladiator tersebut sehingga banyak luka di sekujur tubuhnya dan serangan terakhir di lancarkan oleh Raja Ferik Reagon yang membuat gladiator itu langsung mati.
"Tebasan pedang Pembelah Gunung....hiat..." Raja Ferik Reagon mengayunkan pedangnya.
Crack....
"Agh....."
Brak....
Gladiator itu langsung terkapar karena serangan terakhir dari Raja Ferik Reagon. Dia pun sama kelelahan dan sambil terengah-engah dia berjalan menuju kudanya dan menaikinya kemudian kembali ke barisan kerajaan Lareagon.
"Hore....Hore...."
"Raja Muda Ferik kita menang...."
"Hore ...."
Teriakan kegembiraan terlihat, tetapi tidak lama setelah itu, puluhan pelontar batu bergerak dan melemparkan batu batu besar kearah Raja Ferik Reagon.
Wuss....
Buwar....
Batu besar mendarat tepat di samping kuda yang di naiki oleh Raja Ferik Reagon dan dia pun mengindari segala batu yang jatuh kearahnya.
Prajurit yang melihat banyak yang berteriak "Raja muda...awas di atas mu"
Wuss....
__ADS_1
Buwar....
Raja Ferik Reagon terus memacu kudanya sambil menghindari batu besar yang jatuh dari atas.
Ratusan Prajurit Magi kerajaan Lareagon berlari kedepan pasukan lain, mereka bermaksud untuk menahan batu yang di lontarkan oleh kerajaan Inggarsia, menggunakan sihir pertahanan.
Wuss....
Krekak ....
Beruntung pasukan Magi menggunakan barier Pelindung, sehingga batu yang akan mengenai Raja Ferik Reagon tidak mengenainya dan batu itu pun menggelinding kebawah dengan sendirinya.
Setelah tiba di depan pasukan Golem, Raja Ferik Reagon pun berbalik kemudian berteriak kepada prajurit Magi "prajurit gunakan sihir elemen tanah dan balas mereka" Raja Ferik Reagon sambil menunjuk kearah pasukan musuh.
Ratusan pasukan Magi yang ada di barisan depan pun berteriak bersama sama "baik Raja muda...."
Mereka pun menggunakan sihir elemen tanah mereka, lingkaran sihir pun terbentuk kemudian muncul di dalam tanah bola bola tanah yang besar kemudian memasuki lingkaran sihir tersebut.
Lingkaran sihir itu bergerak dan berubah arah sedikit miring kearah pasukan musuh dan kemudian bola tanah itu meluncur dengan cepat ke arah pasukan musuh.
Wuss....
Wuss....
Wuss....
Buwar....
Sebagian alat pelontar musuh pun ada yang kena bola tanah dari prajurit Magi kerajaan Lareagon dan alat pelontar itupun hancur.
Jenderal dari pasukan musuh terlihat mengacungkan senjatanya dan berteriak. "Serang dan habisi bangsa Dwarf"
Teriakan lain terdengar di lontarkan oleh para kapten musuh "serang...."
Ribuan prajurit musuh garis depan berlari ke tengah ladang kematian untuk menyerang pasukan Lareagon.
Komandan Enes, wakil jenderal pasukan infantri yang memimpin pasukan Golem pun mengangkat pedangnya kemudian menunjuk kearah musuh yang sedang berlari.
"Pasukan Tombak Maju dengan formasi kurungan" perintah komandan Enes
Pasukan Golem pun bergerak maju dengan mengarahkan perisai di depan dada dan tombak di tangan kanan yang di arahkan ke depan. Mereka maju berjalan tidak seperti pasukan musuh yang banyak yang berlari untuk cepat sampai dan bertarung.
Setelah mereka berhadapan satu dengan yang lainnya pasukan musuh tidak bisa menebaskan pedangnya kepada prajurit golem kerajaan Lareagon karena terhalang perisai dan tombak panjang.
Ada pun pasukan musuh yang berani mendekati mereka langsung mati karena terhunus tombak, dan dengan terpaksa mereka mundur selangkah demi selangkah sambil menangkis hunusan tombak dari pasukan Golem.
__ADS_1
Tetapi prajurit Golem yang menggunakan tombak itu langsung mengepung pasukan musuh dan menggiring mereka jauh dari Medan perang.
Setelah jauh dari Medan perang, pasukan Magi yang berada di belakang pasukan Golem menggunakan sihir elemen tanah mereka membentuk benteng untuk mengurung mereka.
Kapten pasukan Magi berteriak kepada pasukan musuh yang sudah terkurung dan kapten pasukan Magi berada di atas benteng "Kami tahu kalian semuanya hanya Rakyat dari kerajaan Inggarsia yang dipaksa untuk ikut berperang.
Kami juga tahu kalian hanya pasukan relawan yang akan di korbankan Maharani Roselia, kalian harus ingat keluar kalian yang kalian tinggalkan, anak istri kalian, ibu kalian yang sedang sakit dan tanah ladang yang harus kalian garap.
Kalian hanya di jadikan korban untuk mati dengan embel-embel membela harga diri kerajaan Inggarsia, dan akan di bebaskan dari segala pajak.
Itu hanya akal akalan Pemimpin kalian saja karena kalian akan mati dan pajak tetapi di berlakukan kepada anak istri kalian dan bahkan orang tua kalian.
Jadi kalian diam lah disini karena kami tidak mau melukai rakyat sipil seperti kalian, jadi lah anak yang baik diam dan jangan melawan"
Kapten pasukan Magi memprovokasi dan mempengaruhi pasukan musuh yang memang mereka bukan prajurit, dilihat dari seragam militer yang mereka pakai lebih kearah para petualang dari pada prajurit.
Karena armor yang mereka pakai berbeda beda dan hanya apa adanya, berbeda dengan prajurit lainnya yang berseragam sama, bahkan senjata mereka juga hanya pedang atau golok dan perkakas lain yang biasa mereka gunakan untuk bekerja sehari hari.
Wuss....
Duwar....
Batu bulat besar menghantam dan mendarat di tengah tengah mereka sehingga banyak orang yang berhamburan dan beberapa orang yang tewas seketika.
"Lihatlah itu adalah serangan dari kerajaan kalian sendiri batu besar itu di luncurkan kearah kalian karena kalian sudah tidak berguna lagi bagi mereka, diam lah maka kami akan melindungi kalian" ucap kapten Magi.
Mereka pun diam dan akhirnya mereka duduk lemas, bukan hanya itu saja karena mereka juga kemarin tidak bisa tidur karena serangan telur busuk Willy.
Mereka diam dan duduk senjata mereka pun mereka jatuhkan keatas tanah bahkan di antara mereka langsung ada yang tiduran di tanah
Pasukan Magi pun memasang Barier Pelindung supaya mereka tidak lagi di lontari batu besar seperti yang telah terjadi tadi.
Di Medan pertempuran kerajaan Inggarsia mengerahkan prajurit intinya untuk menyerang "serang....serang...."
Semua prajurit kerajaan Inggarsia baik pasukan infantri maupun pasukan kavaleri mereka maju dan menyerang. Begitu pula pasukan Golem kerajaan Lareagon yang berjumlah 50.000 prajurit baik infantri dan kavaleri mereka berlari untuk menyongsong musuh musuhnya.
Pasukan Golem yang memakai tombak pun berbalik dan ikut masuk dalam pertempuran sehingga perang pun terpecah, semua menyerang satu sama lainnya.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna