
Nahkoda kapal dengan sigap memerintahkan seluruh ABK.
"Tarik semua Jangkar keatas dan turunkan layar kita maju dengan kecepatan tinggi"
Semua bergerak menarik tuas jangkar dan sebagian lagi naik keatas untuk menurunkan layar.
Dan para Magi dengan sigap membentuk Barier Pelindung dari sihir mereka supaya goncangan atau pun benturan keras yang disebabkan ombak bisa mempertahankan kekuatan kapal supaya tidak hancur dan terbalik.
Kapal pesiar tersebut melaju kencang masuk kedalam pusaran angin yang dibuat oleh Maria dan ombak besar pun mulai turun dan menggulung.
Kapal pesiar tersebut seperti masuk ke dalam goa yang gelap kemudian muncul cahaya dan semakin lama semakin terang.
Dan tidak lama kemudian laut pun menjadi tenang kembali, kapal pesiar tersebut sudah melewati obak besar dengan selamat.
Orang orang yang berada di dalam kapal pesiar pun bersorak gembira.
"Hore...."
"Kita tidak jadi mati hari ini"
"Aku sangat bersyukur"
Si saudagar kaya itu pun berjanji.
"Aku janji kalau hari ini aku selamat sampai tujuan aku tidak akan berbuat jahat dan aku akan selalu sedekah kepada orang yang miskin"
Semua orang mengucapkan Rasa sukur karena telah selamat dari ombak besar. Tetapi setelah mereka melewati ombak, Nahkoda kapal menyadari sesuatu yang tidak beres.
Dia pun bergegas pergi ke tempat kemudi untuk mengendalikan kapal pesiar tersebut. Dan ternyata apa yang di risaukan oleh Nahkoda kapal itu benar
Di jarak 1 kilometer terlihat ada gunung besar menghalangi jalur laju kapal dan Nahkoda kapal itu membanding kemudi kearah kiri.
Cret....
Seketika kapal pesiar itu oleng kekiri, dan orang orang yang ada di dek kapal pun menjadi panik kembali.
"Ada apa ini kenapa ada goncangan kembali"
Kemudian Nahkoda kapal memakai pengeras suara sihir memanggil Maria.
"Nona Muda tolong bantu kami, anda bisa menggunakan sihir elemen angin tolong percepat kapal ini dengan elemen angin yang anda miliki.
Saya sangat berterima kasih kalau anda mau membantu dan menyelamatkan kami ini"
Kemudian Nahkoda kapal itu memerintahkan kepada para magi.
" Pasukan Magi yang memiliki Sihir Elemen angin tolong bantu Nona Muda"
Semua bergegas dan berlari ke belakang kapal untuk membuat laju kapal semakin cepat.
__ADS_1
Para magi mengerahkan semua kemampuannya
"Jurus elemen Angin berhembus lah.."
Wuss....
Semua sihir tersebut di arahkan ke layar supaya ada tekanan untuk membuat laju kapal semakin cepat dan menjauhi gunung tersebut.
Nahkoda kapal pun heran karena tidak ada gunung di tengah lautan ini.
"Bagai mana tiba tiba ada gunung di tengah laut amonius, padahal selama bertahun-tahun aku berlayar di siang hari tidak pernah ada gunung tinggi seperti ini"
Maria yang ada di belakang kapal menaiki pembatasan pagar kapal dan di bawah belakang kapal ada tumpuan buat pijakan.
Maria pun turun kebawah kemudian bersandar di sana dan Maria pun berteriak ABK kapal cepat gulung layar kalau tidak kapal ini akan hancur.
Mendengar kata-kata Maria ABK kapal pun langsung menuruti perintah dari Maria. Para magi yang lain bergumam.
"Dasar bodoh mana bisa kapal melaju cepat kalau layar kapal di lipat kalau pun kita menggunakan sihir elemen angin bukan ke layar kapal itu akan jadi sia sia"
"Benar kata mu apa yang di rencanakan anak itu"
ABK kapal pun berteriak
"Nona semua layar sudah kami lipat selanjutnya apa yang harus kita lakukan"
Kemudian Maria menjawab
Karena teriakan Maria sangat keras orang orang pun mencari tempat dan besi atau kayu di kapal yang menempel untuk mereka pegang.
Maria mengeluarkan jurus taring serigala angin untuk mempercepat laju kapal tersebut.
"Jurus Taring serigala Angin....."
Udara berhembus di sekeliling tubuh Maria dan menjadi sosok serigala putih kemudian setelah semua energi berkumpul Maria pun berteriak.
"Berhembus lah....."
Wuss.....
Tekanan dari jurus taring serigala angin dan dorongan dari belakang itu membuat laju kapal bergerak semakin cepat, kapal pesiar itu seperti terbang tidak menyentuk air laut dan menjauhi gunung tersebut.
Goncangan hebat terjadi di dalam kapal tersebut, semua berpegangan erat karena takut terjatuh lalu terlempar ke dalam laut atau terbentur dinding dan mati.
Setelah sihir angin dari Maria habis kapal itu pun melaju normal kembali dan gunung itu pun sudah jauh.
Gunung itu tiba-tiba bergerak ada tentakel tentakel besar yang muncul dari dalam laut, dan 2 buah bola mata yang besar pun terlihat di gunung tersebut.
Untungnya kapal pesiar itu sudah jauh dari gunung yang bisa bergerak itu tetapi rombongan Willy dengan mahluk terbangnya masih berada di sana.
__ADS_1
Raja Alfred Eldragon pun kaget melihat sepasang bola mata yang besar dia pun memerintahkan semua untuk naik keangkasa.
"Semua ayo naik lebih tinggi lagi keangkasa, di depan kita ada Monster Kraken"
Mereka semua langsung mengendalikan Wyvern dan Gripon mereka untuk terbang lebih tinggi.
Raja Freevik pun berteriak.
"Semua hati hari monster itu adalah kelas Raja Iblis yang bisa membuat Tsunami besar dan menghancurkan kota yang berada di pinggir pantai.
Mereka bisa menyerang kita dengan tentakel maka dari itu kalian harus berhati-hati jangan sampai tertangkap oleh tentakel nya itu"
Semua orang menjadi gemetaran mendengar perkataan dari Raja Freevik Reagon.
Mereka berdua sangat berpengalaman karena waktu masih muda mereka adalah para petualang yang hebat tetapi mereka belum pernah menghadapi monster laut kelas Raja iblis.
Monster laut kelas Raja iblis ini lebih mengerikan dan lebih kuat dari pada Monster kelas bencana, monster kelas raja iblis ini adalah monster paling kuat dan besar.
Tentakel dari Kraken mulai keluar dari dalam laut dan langsung melesat keangkasa untuk meraih para pengendara mahluk terbang.
Mereka pun dengan sigap menghindari, tetapi tentakel itu bukan hanya satu yang keluar dari dalam laut tetapi ada sekitar 10 tentakel.
Masing-masing tentakel berukuran besar dan panjang di bawah tentakel tersebut terdapat semacam alat apabila ada mahluk yang tersentuh itu maka makhluk itu akan menempel pada tentakel tersebut.
Para kapten bersiap untuk menyerang Monster Kraken tersebut dengan menggunakan senjata mereka.
Door....
Door....
Door....
Mereka menembaki Monster Kraken tersebut tetapi tidak ada yang berefek kepada kepada monster tersebut.
Meski mereka menembak bagian mata dari Kraken itu tetapi serangannya sia sia karena tidak berefek sedikit pun.
Raja Freevik Reagon pun berteriak kepada para kapten.
Prajurit selimuti senjata kalian dengan sihir kalau dengan senjata biasa tanpa sihir monster itu tidak akan bisa di tembus.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.