
Sore hari tiba, dan waktunya semua para karyawan kantor bersiap untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Tak terkecuali dengan Naziah sendiri.
Sebelum pulang, Naziah tak lupa merapikan segala pekerjaan dan mejanya. Kemudian meraih ponselnya yang terletak di atas mejanya untuk diisi kedalam tasnya. Namun, sebuah bunyi notifikasi pesan masuk ke ponselnya itu. Dengan segera, Naziah melihat pesan tersebut. Kening Naziah sedikit bertaut, saat melihat nomor asing yang tertera di sana. Naziah membuka dan membaca pesan tersebut.
* 085791******
[Assalamu'alaikum, My Future Wife! Bagaimana kabarmu hari ini?]
Setelah membaca pesan itu, Naziah pun langsung tahu siapa pemilik nomor tersebut. Namun, dia akan berpura-pura tidak tahu dan mengirim pesan balasan untuk bertanya. Sambil mengetik pesan balasan itu, tanpa sadar bibir merah ranum Naziah menampilkan senyuman manis.
* Naziah
[Wa'alaikumsalam. Ini siapa ya?]
* 085791******
[ Adrian Rega!!! ]
* Naziah
[Oh... Tuan Rega. Alhamdulillah, kabar aku baik. Tuan sendiri, bagaimana kabarnya?]
Sedang asyik berbalas pesan dengan Rega. Naziah sampai lupa, kalau Ifah sudah menunggunya sejak tadi didepan pintu ruangan mereka untuk keluar dari sana dan pulang. Hingga tiba-tiba, suara Ifah bertanya sedikit mengejutkannya.
"Lah... Mba'!!! Nggak jadi pulang nih?" ucap tanya Ifah.
Ifah bingung menatap atasan sekaligus temannya itu. Yang masih setia duduk di kursi kebesarannya dan belum beranjak dari sana. Sementara dia sudah sejak tadi menunggunya didepan pintu.
"Kok malah duduk manis dan melamun, sambil senyam-senyum sendiri sih? Bikin aku takut saja." imbuh Ifah lagi dengan sedikit bergidik ngeri.
"Eh, tidak apa-apa. Hehehe...maaf, membuatmu menunggu. Ayo!" ucap Naziah sambil nyengir kuda, memperlihatkan kedua barusan giginya yang berginsul.
Kemudian, segera beranjak dari duduknya dan melangkah keluar dari ruangan mereka itu. Lalu diikuti oleh Ifah yang menutup pintu sebelum benar-benar meninggalkan ruang kerja mereka tersebut.
"Dapat pesan dari siapa sih, Mba'?" tanya Ifah kepo. Saat sudah berada tepat dan berjalan beriringan dengan Naziah.
Belum sempat Naziah menjawab pertanyaan Ifah. Sebuah notifikasi masuk kembali ke ponselnya.
* 085791******
[ Aku sakit.]
Setelah membaca pesan itu, seketika Naziah menghentikan langkahnya dan segera membalas pesan tersebut.
Sedang Ifah yang ada di sampingnya, dia abaikan begitu saja. Membuat temannya itu kembali bingung dan mendengus kesal karenanya.
"Ada apa sih Mba'?" tanya Ifah lagi dan sedikit mengintip ke dalam ponsel Naziah.
__ADS_1
"Tuan Rega, sakit, 'Fah." jawab Naziah dengan nada khawatir.
"Tuan Rega. Dia sakit apa, Mba'?" tanya Ifah ikutan khawatir. "Bukankah beliau masih di Jepang?!" sambung Ifah.
Naziah mengendikan bahunya sekejap. Dan tangannya sibuk mengetik pada ponselnya.
* Naziah
[ Kok bisa sakit, Tuan? Memangnya, Tuan sakit apa? Dan... apakah Anda masih berada di Jepang, saat ini?]
* 085791******
[ Iya, aku sakit. Dan masih di Jepang.]
[ Seharian kemarin, aku tidak bisa makan karena merindukanmu. Dan pagi tadi, aku masih juga tidak bisa makan karena terus memikirkanmu. Akhirnya sore ini, aku kelaparan karenamu, My Future.]
* Naziah
[ ๐คจ ๐ค apa sih, gaje!!!]
Usai mengetik pesan balasan untuk Rega. Naziah kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti sejenak. Dengan raut wajah berubah kesal sendiri.
Ifah yang melihat itu, semakin dibuat bingung dengan sikap Naziah. Dia mencoba mengejar langkah Naziah yang kembali mendahuluinya. Dan sengaja meninggalkannya.
"Eh..eh..eh... tungguin Mba'! Mba' Naziah belum jawab pertanyaan aku tadi. Tuan Rega sakit apa Mba'?" ucap Ifah sambil berlari dan menuntut jawaban atas pertanyaannya.
"Dia tidak sakit. Hanya otaknya aja yang sepertinya sedang sakit. Bikin kesal aja!!!" jawab Naziah asal melampiaskan kekesalannya.
"Maksud Mba' apa?" tanya Ifah kembali bingung tujuh keliling.
Karena malas menjelaskan pada Ifah. Naziah pun menyerahkan ponsel miliknya itu ke tangan Ifah, langsung.
"Nih... baca sendiri!" ucap Naziah sambil menyerahkan ponselnya.
Dan Ifah pun membaca pesan-pesan chat dari Rega untuk Naziah itu. Baik yang baru masuk dan juga yang sudah dibaca oleh Naziah tadi.
Hingga seketika, wajah Ifah yang awalnya kebingungan. Langsung berubah dan tertawa cekikikan sambil menutup mulutnya sendiri dengan sebelah tangannya. Sedang tangan yang lain masih setia memegang dan menscroll layar ponsel Naziah yang ada di tangannya. Untuk meneruskan membaca pesan-pesan dari Big Bosnya itu yang ditujukan untuk Naziah.
* 085791******
[ Aku sangat... sangat merindukanmu, My Future Wife.]
[ ๐ Ingin rasanya aku memukul kepala si Devan ini. Karena membuatku begitu jauh darimu dengan waktu yang lama seperti ini. Hufh!!! ]
[Sungguh!!! Aku sudah sangat merindukanmu, Zi'. ]
Setelah pesan terakhir masuk dan membacanya. Ifah mengembalikan ponsel itu ke Naziah.
__ADS_1
"Nih, Mba'!" ucap Ifah. "Sepertinya, beliau sangat jatuh cinta padamu Mba'. Oh iya, gimana dengan lamaran beliau kemarin. Apa Mba' sudah memikirkannya? Ini... sudah hari terakhir dari waktu yang beliau berikan padamu 'kan, Mba'?!" sambung Ifah.
"Hem." jawab Naziah malas.
Kemudian mulai memasuki lift yang telah terbuka pintunya. Dan Ifah pun terus mengikuti langkahnya.
"Wah... gimana-gimana, Apa Mba' sudah memberi tahunya? Terus, jawaban Mba' apa?" ucap tanya Ifah mencerca Naziah.
"Ifah...!!! Kau kepo banget sih!" ucap Naziah sewot.
"Hehehe... Biarin! Kan pengen tahu Mba'. Aku 'kan teman dekatnya Mba' Naziah." jawab Ifah cengengesan dan mencoba merayu.
"Nggak perlu aku kasih tahu sekarang, 'Fah. Nanti juga kamu tahu sendiri." jawab Naziah cuek.
"Ish...! Mba' ini, pelit amat sih!" gerutu Ifah memberenggut. Hingga bibirnya menyerupai mulut seekor bebek.
Naziah tak perduli. Sesampainya di lantai basement, Naziah langsung menaiki motornya sambil mengenakan helm di kepalanya. Dan menunggui Ifah yang tadi masih berjalan pelan dibelakangnya. Meski jarak antara perusahaan itu dengan Mess mereka hanya berbataskan tembok tinggi. Namun, Naziah ingin selalu cepat sampai ke Messnya untuk segera beristirahat. Karena itu, dia tetap mengendarai motornya meski dekat.
Naziah akan membonceng Ifah dan mengantarnya lebih dulu ke Mess milik Ifah. Barulah dia menuju Messnya sendiri.
*****
Hanya butuh waktu lima menit saja, Naziah telah sampai di Mess miliknya. Dia sudah memarkir motor matic kesayangannya itu di teras depan. Dan mulai membuka pintu yang dikuncinya itu, saat ditinggal pergi bekerja.
Sesampainya di kamar, Naziah langsung duduk di atas tempat tidurnya. Dan merogoh ponsel yang tadi dia letakkan kedalam tas jinjingnya. Dia ingin tahu, apa saja isi pesan chat dari Big Bosnya itu. Hingga ponselnya itu, sejak tadi masih terus berbunyi. Tanda beberapa pesan baru yang masuk.
* 085791******
[ Apa kau tak merindukanku, Hem...? ]
[ *Oh iya, apa kabar dengan lamaranku kemarin? Apa kau sudah siap memberikan jawabanmu untukku?]
[ Kenapa tidak menjawab pesanku? Apa kau marah?]
[Oh astaga! Kau pasti sedang didalam perjalanan pulang ke Mess mu ya?!]
[ Hati-hati di jalan. Hatinya jangan jalan-jalan. Ingat!!! Ada hati yang lagi jalani. ๐ค*]
* Naziah
[ ๐ Hem!!! Memangnya situ siapanya aku ya...? Kenapa aku harus rindu?]
* 085791******
[ ๐ค๐ Awas kau ya?!!! Besok pagi-pagi sekali, aku sudah akan sampai di Indonesia. Dan aku akan langsung membawamu ke KUA. Bersiaplah!!!]
* Naziah
__ADS_1
[ ๐ ]
Bersambung....