
Betapapun keras dan cepatnya suara Naziah meneriaki Rega untuk memperingatinya dan agar segera menghindar. Namun, takdir telah berkata lain dan Rega tak bisa lagi menghindari musibah yang akan menimpanya itu.
"A-a-ahh..."
Suara Rega seperti tercekat di kerongkongannya. Saat tiba-tiba merasakan sesuatu telah merobek bagian pinggang belakang, tepat di sisi sebelah kanan tubuhnya. Dia berusaha berbalik dengan sisa tenaganya dan berniat melihat siapa yang telah menusuknya. Tetapi naas, bos preman itu malah kembali menarik belatinya dengan cara menendang tubuh Rega hingga tersungkur tak berdaya.
"Astagfirullah!!!" ucap spontan Naziah dengan pandangan penuh amarah melihat perlakuan sadis dari preman itu terhadap Bos besarnya.
Dan ketika amarah itu muncul dari dalam dirinya. Naziah seperti baru saja mendapat suplemen penambah tenaga ekstra. Seketika itu, dia berdiri dan berlari menerjang bos preman yang telah menikam Rega itu. Dia kembali melawan kesepuluh preman tersebut dan kini perlawanannya sungguh diluar kendali. Dia memukul, menendang, dan masih banyak lagi gerakan-gerakan yang dilakukannya untuk menyerang para preman itu. Dan gerakan-gerakan itu seakan tak memberi kesempatan kepada lawannya untuk balik menyerangnya. Hingga dalam hitungan menit saja, kesepuluh preman itu terkapar tak berdaya dibuatnya.
Usai membuat kesepuluh preman itu terkapar tak berdaya. Naziah langsung menghampiri Rega yang tampak hampir kehilangan kesadarannya, akibat lukanya yang tak henti mengeluarkan darah segarnya.
"Ya Allah, Tuan!!! Lukamu terus mengeluarkan darah." ucap Naziah panik. "Aku harus menelfon ambulans untuk menjemputmu. Dimana tasku?" lanjutnya sambil melirik ke sana kemari mencari keberadaan tasnya yang entah terlempar kemana tadi? Saat ia berusaha melindungi diri dari para preman itu.
"Tidak perlu. Aku sudah menelfon Devan tadi untuk menjemputku dengan ambulans. Dan juga memberitahu anggota kepolisian untuk menjemput para preman itu." ucap Rega pelan dan sedikit lirih dengan sisa tenaganya.
"Oh syukurlah." ucap Naziah lega dan berusaha tenang setelah mengetahui kalau sebentar lagi ambulans akan datang menjemput Bos besarnya itu.
Ya, disisa tenaganya yang terkuras saat perkelahian tadi. Dan juga darahnya yang terus menerus keluar dari luka tusuk itu. Rega berusaha menelfon Devan dan memintanya untuk segera ke gedung perusahaannya. Dengan membawa dua mobil ambulans dan satu mobil patroli lengkap dengan beberapa anggota polisinya.
Mendapat perintah seperti itu dan juga mendengar nada suara Rega yang seperti kesakitan. Tanpa banyak bertanya, Devan langsung melaksanakan semua permintaan Bos sekaligus Kakak sepupunya itu. Dan setelahnya, Devan pun langsung menuju ke perusahaan Rega tersebut.
__ADS_1
Sementara itu, meski sudah berusaha tenang. Namun, saat mata Naziah melihat darah yang terus mengalir dari belakang tubuh Rega. Dia berpikir apa yang harus dia lakukan untuk menghentikan pendarahan pada luka Rega itu? Jika pendarahan itu tidak segera dihentikan, akibatnya akan sangat fatal. Bisa-bisa Bosnya itu akan kehabisan darah dan mati dengan perlahan.
Untuk itu, melihat posisi Rega yang duduk bersandar pada dinding basemant itu. Dengan hati-hati, Naziah memohon izin terlebih dahulu pada Rega. Untuk melakukan pertolongan pertama pada luka tusuknya.
Namun sebelum itu, dengan gerakan cepat. Naziah melepas pashmina yang melilit di kepalanya. Dan memastikan tidak ada jarum pentul atau peniti yang tertinggal pada pashmina tersebut.
Beruntung, saat itu ia memang mengenakan Ciput panjang yang bisa menutupi sempurna area kepala, sebagian sisi wajah dan juga lehernya. Sehingga, dia bisa bebas melepaskan pashmina itu tanpa harus khawatir sebagian auratnya akan terlihat oleh orang lain.
Dengan sisa kesadarannya, Rega cukup bingung melihat aksi Naziah tersebut. Hingga kedua alis tebalnya tampak saling bertaut dalam. Ketika Naziah yang tiba-tiba melepas pashmina yang ada di kepalanya itu. Dalam hati, Rega hanya bertanya-tanya; "Apa yang akan dilakukan gadis ini? Kenapa dia melepas sebagian penutup kepalanya?"
"Tuan...! Bisakah Anda melepas jasnya dan berbaring dengan posisi telungkup. Saya akan membantu Anda menghentikan sementara pendarahan pada luka itu dengan menutup luka itu dengan ini." ucap Naziah hati-hati dan menunjukan pashmina yang ada ditangannya.
"Tuan, biar saya yang melepasnya?! Anda duduk tegap saja, sementara." ucap Naziah menahan gerakan Rega.
Dan mulai melepaskan dengan hati-hati jas itu dari tubuh Rega. Kemudian, dengan gerakan pelan dan hati-hati pula. Naziah membantu Rega untuk tidur tertelungkup. Lalu setelahnya, dengan cepat Naziah menutup luka tusuk pada belakang tubuh Rega itu dengan gulung pashminanya tadi.
Tak berapa lama, dua bunyi suara sirene mobil patroli dan juga ambulans yang memasuki area gedung perusahaan itu mulai terdengar. Dan yang tampak lebih dulu memasuki area basement itu adalah mobil milik Devan. Kemudian disusul mobil ambulans dan juga mobil patroli di belakangnya.
Setelah memarkir asal mobilnya, Devan langsung berlari menghampiri Rega dan Naziah.
Karena jam kantor telah usai, otomatis keadaan tempat parkir basement itu telah sepi kendaraan dan hanya tersisa beberapa saja di sana. Untuk itu, Devan dengan bebas memarkirkan mobilnya asal seperti itu.
__ADS_1
"Astaga 'Ga!!! Apa yang terjadi sebenarnya?" ucap tanya Devan terkejut melihat keadaan Rega yang sudah pucat dan bersimbah darah.
Devan sejenak melihat kearah Naziah yang tangannya telah berlumuran darah dan masih setia menekan luka Rega.
Setelah dua perawat pria datang dengan membawa tandu dan bersiap mengangkat tubuh lemah Rega. Devan segera menggeser tubuhnya untuk memberi ruang pada kedua perawat pria itu.
"Nona, mohon tetaplah menekan luka itu ya!!! Sambil kami membawa Tuan ini ke rumah sakit. Jadi, Nona harus ikut bersama Tuan ini!!!" ucap salah satu perawat pria itu.
Dan Naziah mengangguk cepat sambil menjawab dengan memerintah.
"Iya. Saya mengerti. Ayo cepatlah angkat dia, sekarang!!!" perintah Naziah tidak sabar.
Kemudian, dengan perlahan dan sangat hati-hati. Kedua perawat itu segera mengangkat tubuh lemah Rega ke atas tandu dan membawanya naik kedalam ambulans. Serta diikuti oleh Naziah yang tak melepas tekanan tangannya pada luka Rega seperti instruksi kedua perawat tadi.
Setelah itu, ambulans yang membawa Rega dan Naziah itu langsung segera melaju meninggalkan tempat tersebut menuju rumah sakit.
Sementara itu, saat mata Devan melihat ke sekeliling basement itu. Untuk mencari salah satu korban lagi. Yang kata Rega, ada orang lain selain dirinya yang harus dilarikan ke rumah sakit saat ini. Dan Devan pun melihat pergerakan seseorang dari balik salah satu tiang beton tidak jauh dari dirinya berdiri saat ini.
Devan pun menghampiri seseorang tersebut. Dan menemukan seseorang itu sedang berusaha berdiri dari duduknya di lantai basement tersebut.
"Kau!!!"
__ADS_1