Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Meminta Restu


__ADS_3

Di kontrakannya, Naziah sedang melaksanakan sholat Azhar. Setelah itu, biasanya... Naziah akan menyempurnakan sholatnya dengan membaca doa dan membaca Al-Qur'an.


Namun, karena ponselnya yang terus berdering. Akhirnya, niat membaca kita sucinya itupun, ia urungkan. Dan segera menghentikan deringan pada ponselnya itu. Dengan menggeser tombol hijau yang tertera pada layar depan ponsel tersebut.


"Assalamu'alaikum Dede! Ada apa? Kok tumben, nelfon jam segini? " sapa dan tanya Naziah dengan nada lembut.


Ya, Naziah mendapat panggilan dari adik pertamanya yaitu Elvira.


"Wa'alaikumsalam Kak. Iya, bisa beralih ke panggilan video nggak Kak?" balas dan tanya Elvira. Setelah panggilannya terhubung.


"Emm... boleh." jawab Naziah lembut.


Naziah pun mengalihkan panggilan suaranya ke panggilan video. Sehingga, tampaklah wajah cantik Elvira pada layar ponselnya. Dan dari ponsel Elvirapun, langsung menampakan wajah Naziah yang masih mengenakan mukenahnya. Meskipun masih terlihat sedikit pucat, namun tetap cantik dan segar.


Melihat penampakan Naziah seperti itu. Elvira langsung terkejut dan beristigfar.


"Astagfirullah!!!" ucap Elvira. "Gara-gara tamu Kakak ini! Dede sampai lupa, kalau sekarang sudah masuk waktu shalat Azhar ya?!!." sambungnya dengan wajah murung. Karena merasa bersalah telah mengganggu ibadah yang sedang dilakukan Kakaknya.


"Hem...tamu Kakak? Siapa?!" tanya Naziah dengan kening terangkat dan berkerut dalam.


"Hai... Zi'! Apa kabar? Aku merindukanmu." sapa Rendi


Dengan tiba-tiba, Rendi menampakkan wajahnya dari balik punggung Elvira. Sambil melambai-lambaikan tangannya kearah Naziah.


Naziah yang tak menyangka, jika tamu yang mencarinya itu adalah Rendi. Langsung terkejut dan membuat ponsel yang sedang ia pegang, terlepas dari tangannya.


Beruntunglah, Naziah masih dalam posisi duduk di atas sajadahnya di lantai. Sehingga, ponselnya aman dari retak ataupun rusak. Dan panggilan videonya pun masih terhubung.


"Astagfirullahal'adzim, Rendi...! Ngapain kamu disitu? Dan... darimana kamu tahu alamat rumah orang tuaku?" ucap Naziah yang terkejut. Dan langsung mencerca Rendi dengan pertanyaan.


"Astaga, De'! Kok bisa orang itu ada disitu sih?" tanya Naziah lagi beralih pada Elvira Sambil mengusap wajahnya yang tampak frustasi.


Melihat wajah pujaan hatinya seperti itu, Rendi malah tersenyum geli.

__ADS_1


"AU ah. Aku sama Mama mau sholat dulu. Hapenya, aku kasih ke Kak Rendi aja ya. Dan Adek juga lagu uzur. Jadi, Kakak tanya aja sendiri. Nih... sama Kak Rendi nya!!!" jawab dan pamit Elvira. Sambil menyerahkan ponselnya ke tangan Rendi.


"Assalamu'alaikum Calisku!" ucap Rendi sambil menampakkan senyum menawannya. Yang menambah kadar ketampanannya.


"Calisku ??? Apa artinya itu?" tanya Naziah dengan wajah bingung.


"Calisku itu artinya Calon istriku." jawab Rendi santai tanpa menghilangkan senyum di wajahnya.


"Jangan asal bicara deh Rendi!!! Kau belum menjawab pertanyaanku tadi. Sedang apa kau di rumah Mamaku? Dan siapa yang memberikan alamat rumah orang tuaku itu padamu?" ulang Naziah pertanyaannya, karena belum terjawabkan oleh Rendi.


"Aku tidak asal bicara Zi'. Dan aku berada di rumahmu ini, untuk melamar secara langsung seorang Naziah Chairunnizwa. Untuk menjadi istri seorang Rendi Rahardian. Dan masalah darimana aku mendapat alamat rumah ini?! Itu tidaklah penting." Rendi menjeda ucapannya.


"Terus, lamarannya diterima apa nggak?" tanya Naziah kepo dan sedikit ketus.


"Diterima dong. Malah... kata ibunya, bungkus aja dan bawa pulang. Iyakan Dek'?" jawab Rendi santai dan meminta dukungan pada Lastri yang sedang duduk di kursi tepat di depan.


Dan Lastri hanya memperlihatkan senyum kecilnya kearah Naziah dibalik layar ponsel itu. Tanpa menghentikan tangannya yang sibuk menscroll layar ponselnya.


"Tapi aku hanya menginginkan kamu, Zi'. Jadi, berikan aku alasan. Kenapa kau belum ingin menikah dan menolakku?" ucap tanya Rendi


"Aku masih berkuliah. Insya Allah, setelah lulus nanti. Aku juga masih harus bekerja dan mengumpulkan uang untuk menyekolahkan kedua adik-adikku itu. Terus, sebagai anak pertama. Aku adalah tulang punggung keluarga. Jadi, aku punya tanggung jawab untuk merawat Mamaku. Itu semua yang menjadi alasanku untuk belum ingin menikah muda. Oke!!! Sekarang kau sudah mengerti kan?" jelas Naziah pelan dan lembut.


"Hem... aku mengerti sayang. Baiklah, aku akan pulang. Tapi, setelah ibumu selesai sholat." jawab Rendi.


"Sayang...sayang... 'pala lu peang!!!" ucap Naziah ketus. Mengikuti jargon salah satu artis di televisi.


"Kakak... kok gitu ngomongnya?!!!" ucap Ibu Adelia,


"Mama...!" ucap Naziah


"Ibu...!" ucap Rendi.


Tiba-tiba ibu Adelia sudah berada di teras itu kembali dengan Elvira. Usai menimpali pembicaraan antara Rendi dan Naziah. Ia kembali duduk di kursinya tadi. Sedang Elvira yang datang bersamanya. Terlihat membawa sebuah nampan berisi sajian untuk para tamu mereka itu dan menyajikannya.

__ADS_1


"Silahkan diminum Kak Rendi dan Kak Aldi!" ucap Elvira sopan.


"Iya. Terima kasih Dek" ucap Rendi dan Aldi hampir bersamaan.


"Ini ponselmu. Biarkan Ibu berbicara dengan kakakmu dulu." ucap Rendi sambil mengembalikan ponsel Elvira.


"Iya. Ini Ma!" jawab Elvira. Dan menyerahkan ponselnya itu ke tangan Ibu Adelia.


"Aku sedikit kesal padanya Ma'! Padahal, tadi aku hanya bercanda padanya. Ekh...!!! Ternyata, dia malah datang benaran ke rumah dan ketemu Mama." jelas Naziah mengadu pada Mamanya.


"Kenapa harus kesal??? Itu tandanya, Nak Rendi ini serius dan tak main-main denganmu, Kakak...! Jadi, jangan seperti itu." ucap Ibu Adelia.


"Karena kedatangannya tiba-tiba, Mama sempat berpikir yang tidak-tidak tentangmu. Tapi, setelah Nak Rendi menceritakan semuanya. Mama mulai mengerti. Karena itulah, Mama menyuruh Dede untuk menghubungimu. Dan ingin berbicara serta mendengarkan langsung dengan kalian berdua. Seperti apa jalan cerita sebenarnya tentang hubungan Kalian ini?! Kalian bisa menjelaskannya 'kan!" ucap Ibu Adelia


Dari balik layar ponsel Elvira, Naziah tampak mengangguk patuh. Rendi pun demikian.


"Kak, tadi Nak Rendi mengatakan pada Mama. Bahwa dia serius ingin melamarmu. Tapi, kau malah menganggapnya tidak serius. Dan meminta Nak Rendi ini untuk membuktikan keseriusannya itu. Dengan meminta dan melamar dirimu langsung pada orang tuamu. Karena itulah, dia datang dan membuktikan keseriusannya itu, Kak.


"Sungguh...! Mama sempat bingung harus menjawab apa?! Dan setelah berpikir, Mama sadar. Jika yang berhak memberikan jawaban atas maksud dan tujuannya itu. Cuma kamu Kak. Jadi, jawablah sesuai dengan kata hatimu, oke!!!" jelas Ibu Adelia panjang kali lebar.


"Ma', Ziah belum siap untuk menikah. Karena Ziah masih ingin kuliah dan bekerja. Dan kami tidak punya hubungan khusus. Kami hanya teman biasa tidak lebih. Lagipula, aku berteman dengannya baru beberapa hari ini Ma'." jawab Naziah


"Zi', yang kau katakan memang benar. Bahwa kita mulai berteman baru beberapa hari yang lalu. Dan aku mengerti, kau tidak ingin menikah dengan orang yang tidak kau kenalkan?! Karena itulah, tadi aku memintamu waktu dan kesempatan padamu. Untuk bisa lebih saling mengenal satu sama lain. Dalam artian, kita bisa bertunangan saja dulu. Insya Allah, jika kita berjodoh dan kau sudah merasa siap. Maka kita akan menikah. Bagaimana menurutmu?" jelas Rendi panjang lebar. Kemudian meminta pendapat Naziah setelahnya.


*


*


*


**Bersambung dulu ya para pembacaQ 🤗


Karena kesibukan di dunia nyata, sedang sangat menyita waktuku. Maaf ya...?!!!🙏**

__ADS_1


__ADS_2