Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Lebay...!


__ADS_3

Selesai mandi dan berganti pakaian. Naziah mengintip sejenak ke ponselnya. Untuk melihat notifikasi M-Bangkingnya.


Setelah itu, Naziah memutuskan untuk melaksanakan sholat isya terlebih dahulu. Barulah dia keluar dari kamarnya. Untuk menemui teman barunya yang datang bertamu ke rumah kontrakan itu.


"Maaf ya, aku membuat kalian menunggu lagi??!" ucap Naziah pada Lusindan Maya. Sambil memilih duduk di kursi disamping sahabatnya Anto.


"Nggak pa-pa, santai aja kali Zi'! Para sahabat-sahabatmu ini, orangnya asyik-asyik Kok." ujar Lusi jujur.


"Ternyata, mereka kuliah di kampus yang sama dengan kita loh Zi'...! Hanya beda fakultas aja. Mereka belajar di fakultas manajemen bisnis." tutur Ulfi.


"Benarkah??!" tanya Naziah tidak begitu yakin. "Oh... pantas saja kita nggak pernah ketemu. Orang fakultasnya jauhan sama fakultas aku kan...?!" lanjut Naziah.


Lusi dan Maya hanya mengangguk kecil sambil tersenyum menjawab pernyataan Naziah itu.


"Hmm... Oh iya!!! Gimana dengan kabar mantan pacar kamu yang waktu itu? Setelah malam itu, apa dia masih nemuin kamu, Lus'?" tanya Naziah mengingat pertemuan pertama mereka.


"Puji Tuhan, aku belum ketemu mereka! Mungkin... masih pemulihan, karena tulang-tulang mereka yang hampir remuk akibat ulah mu. Bisa kembali pulih seperti sedia kala. Ditambah lagi dengan wajah tampan mereka yang babak belur...! Bisa turun drastis reputasi mereka sebagai pria tampan nantinya." jawab Lusi santai. "Nggak tahu kalau besok?!" lanjut Lusi lagi.


"Kalau pria-pria itu menggangu kamu lagi. Jangan sungkan untuk meminta bantuan Ziah atau Anto!" ujar Ulfi


"Yahh... karena mereka berdua itu, ahlinya dalam mematahkan tangan-tangan nakal. Dan juga meremukkan tulang-tulang manusia. Yang suka menjadi perusuh di muka bumi ini." ujar Tita menimpali


"Heh, bahasa mu itu 'Ta...'Ta... Lebay!!!" ucap Anto terkekeh. Sambil sedikit mendorong sebelah pundak belakang Tita.


Naziah dan yang lainnya hanya tersenyum kecil. Mendengar penuturan Tita tersebut.


"Emang kenyataannya seperti itu 'kan??! Kalau kalian sudah bertindak, hanya ada dua pilihan untuk lawan kalian itu. Antara masuk rumah sakit atau liang lahat kan??!!!" ucap Tita lagi membela diri.


"Iya sih... tapi nggak sembarang main patah-patah kan gitu juga...! Paling cuma rasa-rasa remuk do..ang?!!" ucap Naziah mengelak dan membela diri.


"Hahaha... sama aja kali Zi'..." ucap Lusi sambil tertawa.


Maya, Ulfi, dan Titapun ikut tertawa. Sedang Anto dan Naziah yang menjadi bahan subjek pembahasan. Hanya bisa tersenyum simpul.


Dan jadilah malam itu, empat orang sahabat dan dua orang teman baru mereka itu. Membahas tentang segala macam hal.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, udah jam 10 nih. Kami pamit pulang ya??" ucap Maya sambil melirik ke jam di tangannya.


"Oh, udah jam 10 ya...??! By the way, kalian naik apa waktu ke sini tadi?" tanya Naziah


"Jalan kaki. 'Kan deket Zi'..." jawab Lusi


"Wah...kalau begitu, kalian harus diantar aja pulangnya. Ya kan 'Nto??!" ucap Naziah sambil melihat kearah Anto.


"Iya, Ini sudah larut. Nggak baik cewek-cewek jam segini masih di jalan. Ayo, kita antar mereka Zi'?!!" ajak Anto


"Baiklah..." ucap Lusi dan Maya kompak mengalah. Sambil berdiri dari duduk mereka. Dan berpamitan pada Ulfi dan Tita.


"Sebentar, aku ambil kunci motor dulu." ucap Naziah sambil berlalu masuk ke dalam rumah.


"Tolong, sama punyaku juga ya Zi'!" ucap Anto sedikit berteriak.


Sambil menunggu Naziah yang mengambil kunci motor. Anto sudah duduk di atas Mogenya. Sementara Lusi dan Maya berdiri di anak tangga teras. Sedang Ulfi dan Tita bersandar di pagar teras.


"Nih, tangkap 'Nto!" ucap Naziah. Lalu melemparkan salah satu kunci motor kearah Anto. Dengan sigap Antopun menangkapnya.


"Siapa nih yang mau dibonceng sama aku?" tanya Naziah pada Lusi dan Maya.


Mau tak mau, Lusi harus duduk di boncengan motor milik Anto. Dengan perasaan canggung, Lusi duduk dengan posisi miring.


"Okey, sudah siap?" tanya Anto untuk memastikan penumpangnya.


Belum sempat Lusi menjawab, Ulfi langsung berteriak menimpali. "Pegangan dong Lus'! Nanti kamu jatuh lagi."


"Emm...gini aja. Nggak akan jatuh kok. Ayo jalan!!!" jawab Lusi


"Oke. Ayo berangkat!" jawab Naziah. "Kami pergi dulu ya Tita... Ulfi...?!" lanjutnya berpamitan pada kedua sahabatnya itu.


"Da-dah Ulfi... Da-dah Tita." ucap Lusi sambil melambaikan tangannya.


"Iya, hati-hati Ziah, Anto!" jawab Ulfi dan Tita hampir bersamaan. Sambil membalas lambaian tangan Lusi dan Maya.

__ADS_1


Naziah sudah melajukan motornya dengan kecepatan rendah. Keluar dari lorong menuju jalanan besar. Dan diikuti oleh Anto yang berboncengan dengan Lusi di belakangnya.


Hanya butuh waktu lima menit, Naziah yang memimpin perjalanan. Akhirnya sampai di depan kost milik Lusi dan Maya.


"Kami langsung balik ya Lusi, Maya?!" ucap Naziah


"Iya, makasih ya Ziah...Anto..." ucap Lusi mewakili Maya juga.


"Iya, sama-sama. Ya sudah, kalian langsung masuk aja. Kami balik dulu ya?! Selamat malam!" ucap Anto dan Naziah hampir bersamaan. Sambil memutar arah motor mereka.


"Selamat malam juga." balas Lusi dan Maya pun bersamaan.


Kemudian Naziah dan Anto langsung melajukan motor mereka kembali ke rumah kontrakan.


...****************...


Dua hari berturut-turut, pekerjaan Naziah di bengkel begitu padat. Hingga memaksa dia terus pulang terlambat pada malam hari.


Sesampainya di rumah dan selesai membersihkan diri. Naziah tidak langsung beristirahat. Dia masih mengisi waktunya sebelum tidur. Dengan melanjutkan menyusun proposal skripsinya.


Seperti malam ini, Naziah baru mengistirahatkan tubuh. Setelah jam sudah menunjukkan tepat pukul 00.05 WITA.


Saat pagi menjelang, Naziah masih meringkuk dibawah selimutnya. Entah mengapa? Usai melaksanakan sholat Subuh tadi. Dia merasa kedinginan sekali. Hingga membuat tubuhnya sedikit menggigil.


Pukul 6 pagi, Ulfi dan Tita sudah keluar dari kamar mereka. Dan langsung menuju dapur untuk mempersiapkan menu sarapan.


"Tumben, Ziah belum keluar dari kamarnya jam segini!" ujar Ulfi sambil melirik kearah pintu kamar Naziah.


"Iya ya. Biasanya jam setengah enam, Dia udah heboh sendiri bangunin kita. Kok sekarang sepi?!" timpal Tita


"Hem...mungkin Dia merasa sangat lelah. Sebab sudah dua hari ini, pekerjaannya di bengkel begitu padat, Katanya." ucap Ulfi sambil membuang nafas kasar. Karena merasa iba pada salah satu sahabatnya itu.


"Biarin aja dia istirahat dulu. Kita siapin sarapannya dulu. Setelah itu, nanti kita bangunin dia." lanjut Ulfi


"Ya sudah, kita buat sayur bening sama teri goreng saus aja ya, pagi ini?!" ucap Tita. "Ikan terinya masih ada kan?" sambungnya bertanya.

__ADS_1


"Masih kayaknya. Lihat aja di lemari gantung! Aku petik sayur bayam dan teman-temannya dulu." jawab Ulfi


Sambil berlalu kearah pintu belakang untuk mengambil sayuran yang dimaksud. Yang terdapat di perkebunan kecil milik mereka di halaman belakang.


__ADS_2