
Setelah drama resleting celana, perkara mengganti perban luka yang bikin gagal fokus. Dan juga melayani rengekan bayi besarnya yang pura-pura lemah tak berdaya. Meminta untuk disuapi saat makan didalam kamar.
Kini, Naziah sedang dirias kembali oleh penata riasnya, tadi pagi. Untuk ditampilkan dan menjamu undangan resepsi pernikahannya malam ini.
Tepat pukul 19.00 WITA, Naziah baru saja selesai dirias. Dan akan bergantian dengan Rega. Dan para tamu akan mulai berdatangan diluar sana. Mungkin sekitar pukul 19.30 WITA, nanti. Sedang acara resepsinya akan dimulai setengah jam setelahnya.
Karena tak ingin merasa bosan menunggu. Jadi... sambil menunggu, Rega memutuskan untuk keluar kamar. Dan ikut bergabung bersama Paman Lukman dan kerabat dekat Naziah yang ada di sana. Mengobrol santai sambil menunggu acara resepsi dimulai nantinya.
Baru saja salah satu asisten MUA itu akan memegang gagang pintu untuk keluar. Dengan maksud keluar untuk memanggil Rega untuk ikut bersiap juga. Tiba-tiba pintu itu sudah ada yang membuka dari arah luar. Yang ternyata itu adalah Rega sendiri.
Mendapati Rega yang telah berdiri didepan pintu kamar yang terbuka itu. Gadis asisten MUA itupun langsung menunduk hormat padanya. Sambil berucap:
"Eh... Tuan! Saya baru saja akan memanggil Anda. Karena, Nona Naziah telah selesai didandani. Sekarang giliran Tuan untuk sedikit bersiap. Mari, Tuan!"
Setelah mengatakan itu, gadis itupun sedikit menggeser tubuh ke samping. Demi memberi jalan pada Rega untuk masuk kedalam kamar itu.
"Em."
Dan Rega hanya sedikit bergumam untuk menjawab perkataan gadis asisten MUA itu dengan wajah datarnya. Sambil mengayunkan langkahnya untuk masuk. Dan melewati gadis asisten MUA itu begitu saja.
Sementara gadis asisten MUA itu, sejenak termangu. Sambil batinnya berucap dan melambungkan doa penuh harap ke sang Pencipta serta Pemilik raganya, saat Rega melewatinya.
__ADS_1
"Ya Allah! Betapa beruntungnya Nona Naziah. Bisa dipersunting pria seperti Tuan Rega ini. Dia termasuk dalam kategori pria yang mungkin hampir sempurna. Sudah mapan, tampan, berkharisma, dan terakhir... bentuk tubuhnya yang begitu proposional untuk seorang pria. Semoga Allah mendengar doaku ini. Aku juga ingin seberuntung Nona Naziah ini. Bisa mendapatkan jodoh seperti Tuan Rega ini. Aamiin!"
Sedangkan Rega yang masuk dan matanya yang langsung disuguhi pemandangan indah didepan. Sejenak terpaku ditempatnya berdiri saat ini. Sambil menatap wajah cantik Naziah dari pantulan cermin meja rias didepan Naziah itu. Hingga suara gadis asisten MUA yang menemuinya didepan pintu tadi, menyadarkannya. Dan segera menguasai dirinya kembali dari kekagumannya atas kecantikan Naziah itu.
"Tuan! Ini pakaian yang harus Anda gunakan. Silahkan Anda kenakan, Tuan!Setelahnya, kami akan sedikit merapikan rambut anda itu. Agar tampak semakin tampan dan mampu mengimbangi kecantikan Nona Naziah saat ini." ucap gadis asisten MUA itu. Sambil menyerahkan satu stelan jas pengantin pria kearah Rega.
Dan tangan Rega langsung terulur menyambut stelan pakaian itu. Lalu segera menuju kamar mandi dalam kamar itu. Untuk mengganti pakaian santainya itu dengan pakaian pengantin yang dibawanya itu.
Beberapa saat kemudian, setelah tepat pukul 20.00 WITA. Dan acara resepsi pun telah dibuka oleh sang pembawa acara malam itu. Dan juga beberapa sambutan dari para tokoh yang telah ditunjuk untuk mengisi acara malam itu. Kini sang MC mulai mempersilahkan kedua mempelai pengantin malam itu. Untuk memasuki tenda dan menaiki panggung serta menduduki kursi khusus mereka malam itu.
Dengan sangat hati-hati, Naziah melangkahkan kakinya untuk keluar rumah. Sambil menggandeng tangan Rega mesra. Dan tak hentinya melempar senyum kearah para tamu yang mereka lewati. Sedang dibelakang mereka, salah satu asisten MUA masih setia membantu mengangkat gaun Naziah yang kepanjangan dan berat itu. Hingga menuju singgasana mereka di atas pelaminan sana.
Sesampainya di atas pelaminan itu. Baru saja Rega akan membantu istrinya itu untuk merapikan gaunnya. Agar bisa duduk dengan nyaman. Langsung tertahan karena ucapan asisten MUA yang membantu istrinya itu. Yang mengingatkannya akan luka tusuk pada perutnya itu. Supaya Rega tidak terlalu banyak gerak.
Mendengar ucapan Astrid itu, Naziah yang saat itu ditatap oleh Rega. Memang tampak sedikit mengkhawatirkan keadaan suaminya itu. Jadi, buru-buru dia menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia sependapat dengan Astrid. Agar luka suaminya itu aman dan acara mereka malam itu dapat berjalan dengan lancar. Tanpa harus terhalang luka yang dialami Rega itu yang mungkin dapat berdarah kembali, nantinya. Akibat terlalu banyak bergerak.
Karena tak ingin membuat istrinya itu semakin khawatir padanya. Rega pun menurut dan segera duduk di kursinya dengan gerakan hati-hati. Sambil menghela nafas pelan dan memegangi perutnya. Tepat pada bagian lukanya.
Sedang Astrid, langsung bergerak cepat membantu merapikan gaun Naziah. Setelah dirasa cukup, iapun mempersilahkan Naziah untuk duduk manis di kursinya. Dan tak lupa, sebelum dirinya turun dari pelaminan itu. Ia menyerahkan sebuah kipas angin mini portabel miliknya kepada Rega.
Meski dengan wajah sedikit bingung saat menerima benda itu. Sungguh, ia tak mengerti untuk apa benda itu diberikan padanya. Namun, Rega tetap menerimanya dan meletakkan benda tersebut ke sisi sudut kursinya.
__ADS_1
Setelah melihat kedua mempelai pengantin itu sudah duduk manis ditempatnya. MC pun kembali meminta dengan hormat. Kepada para orang tua masing-masing dari kedua mempelai untuk mendampingi di atas pelaminan itu.
Dan para orang tua yang memang sudah ada di antara para undangan sejak tadi. Menyapa beberapa tamu undangan yang datang. Langsung naik dan mengambil tempat duduknya masing-masing.
Nyonya Devi yang berdampingan dengan Tuan Rully. Duduk disisi kursi sebelahnya Naziah. Sedang Mama Adel, berhubung ia adalah seorang janda yang ditinggal mati oleh ayahnya Naziah. Didampingi oleh Paman Lukman selaku wali pengganti untuk ayah Naziah. Yang juga merupakan adik kandung dari ayah Yanto, ayahnya Naziah.
Setelah itu, MC kembali melanjutkan membaca susunan acara pada malam itu. Satu persatu hingga akhir. Diantaranya yaitu;
Pemasangan cincin kawin oleh salah satu dari kedua orang tua pengantin. Ke jari manis masing-masing kedua mempelai pengantin itu.
Kemudian, pemberian doa restu dari masing-masing para tamu yang ada. Dan dilanjutkan dengan pemotongan kue pengantin oleh kedua mempelai pengantin. Yang setelahnya, kedua mempelai pengantin itu saling menyuapi satu sama lain. Sebagai simbolis mereka untuk mempersilahkan para tamu untuk mencicipi semua hidangan yang telah dipersiapkan di sana.
Dan setelah itu, para tamu dan sanak saudara yang ada dan ingin berfoto bersama pengantin. Dipersilahkan untuk naik ke panggung secara bergantian. Dan diberikan tenggang waktu selama satu jam saja. Karena setelahnya, kesempatan untuk kedua pengantin itu berfoto berdua saja. Sebagai dokumentasi dan juga kenang-kenangan atas hari bahagia mereka itu dengan berbagai pose.
Dan dalam sesi ini, Rega begitu nampak mengambil kesempatan dalam kesempitan. Sebab, saat sang fotografer meminta pose Naziah yang berdiri dan Rega memeluk pinggangnya mesra dari arah belakang. Lalu mereka sama-sama melihat ke satu titik di samping mereka sambil tersenyum bahagia. Tiba-tiba Rega mengangkat salah satu tangannya dengan menunjukan dua jarinya. Telunjuk dan jari tengahnya. Seakan memberi isyarat pada sang fotografer itu. Bahwa sesi ini dia ingin gambar mereka dua kali diambil. Dan sang fotografer yang cepat tanggap langsung mengangguk sambil mengangkat tangan membentuk huruf 'O'. Tanda ia mengerti keinginan kliennya itu.
Sementara Naziah, tampak pasrah saja. Dan tak mengerti juga arti dari isyarat yang sedang ditunjukkan oleh Rega pada sang fotografer mereka itu. Setelah Rega melakukan sesuatu yang mungkin tak pernah diduganya akan dilakukan suaminya itu padanya dan didepan umum seperti. Naziah baru mengerti dengan arti dari isyarat tersebut. Dan menyesali dirinya sendiri yang lambat loading tentang itu. Jika ia mengerti dan tahu arti isyarat itu dari awal. Mungkin ia akan menolak keras permintaan Rega itu.
Bagaimana tidak?
Karena hal itu, hampir semua para undangan yang masih muda dan ada di sana. Menyoraki mereka dengan nada penuh ke-gemes-an dan juga suara keras. Atas aksi romantis Rega padanya itu.
__ADS_1
Karena terlalu terkejut, Naziah sampai mematung sejenak ditempatnya. Dan setelah sadar, hanya mampu menutupi wajahnya dengan buket bunga yang ada ditangannya saat itu. Sedang hatinya, Entahlah!
..."Ya Allah! Sungguh!!!! Aku sangat malu sekali saat ini. Jika boleh, tolong Tuhan! Bawa Maluku ini ke pulau Ambon aja. 'kan Maluku ada di Ambon. Biar aku nggak ngerasa terlalu malu seperti ini. hiks...." batin Naziah memohon pada Tuhannya dengan hati yang menangis....