
Naziah bersiap ditengah panggung dan sedikit ke bagian depan. Dengan duduk disebuah kursi sambil memegang gitar akustik dan sebuah mikrofon bertiang didepannya.
"Apa Mba' Naziah sudah siap?" tanya MC lagi untuk memastikan.
Dan Naziah hanya menjawabnya dengan anggukan kepala dan juga acungan jempol tangannya kearah MC tersebut.
"Oke. Mari kita dengarkan bersama-sama, suara dari Mba' Naziah Chairunnizwa!!!" ucap MC itu lagi.
Naziah tampak menghela nafas dan menghembuskan pelan melalui hidungnya.
"Assalamu'alaikum dan selamat malam semuanya!" ucap Naziah
Dia sedikit menyapa para penonton yang ada. Dan itu juga dia lakukan demi menghilangkan sedikit rasa grogi yang menderanya. Sebab, ini pertama kali baginya tampil di atas panggung dan disaksikan oleh banyak orang.
"Wa'alaikumsalam dan selamat malam juga!!!" jawab semua para penonton sambil bertepuk tangan.
"Aku ucapkan terimakasih, atas kesempatan yang diberikan untukku. Aku akan mempersembahkan sebuah lagu dangdut dengan judul Akhir sebuah cerita. Semoga aku mampu menghibur kalian semua. Aamiin!" ucap Naziah
Setelah sedikit berbasa-basi, Naziah pun mulai memetik senar gitar ditangannya. Dan para penonton sejenak menyoraki serta bertepuk tangan untuk memberinya semangat.
Tak mampu lagi diri ku paksakan
Untuk tak pergi darimu
Tak sanggup lagi diriku bertahan
Untuk hidup bersamamu
Baru bait pertama saja yang Naziah nyanyikan dengan suaranya yang terdengar merdu dan syahdu. Sambil memainkan sendiri gitarnya. Langsung seperti menghipnotis para pengunjung cafe tersebut.
Bahkan beberapa dari mereka tampak sedikit memaku dengan mulut menganga. Mereka terpesona dan takjub mendengarkan suara indah serta permainan gitar yang Naziah persembahkan saat itu.
Tak terkecuali dengan Ifah, matanya tampak berkaca-kaca karena terharu. Ia bahagia bisa mendengarkan langsung suara teman sekaligus atasannya itu. Menyanyikan lagu kesukaannya tersebut.
Setelah beberapa saat, Ifah teringat akan sesuatu. Dengan segera ia mengeluarkan ponsel dari tas jinjingnya. Dan sejenak mengutak-atik ponselnya itu. Kemudian tampak memusatkan arah kamera ponselnya itu kearah Naziah. Yang ternyata, dia melakukan live streaming pada akun pribadinya atas penampilan Naziah di atas panggung tersebut.
Sementara itu, di atas panggung. Naziah terus menyanyi sambil memainkan gitar akustiknya.
Walau sesungguhnya diriku ini
__ADS_1
Teramat sayang padamu
Dan sejujurnya aku menyadari
Tiada mudah....
Bagi diriku melupakanmu
Menghapuskan bayangmu
Tak mudah pula bagi diriku
Untuk tak membencimu
Lelah diriku mencoba
Mempertahankan semua demi cinta
Walau terkadang diri rendah terhina
Namun diriku tak kuasa
Langkah terbaik hanyalah berpisah
Biarlah cinta dan kenangan
Terkubur bersama luka
Namun tak akan kubiarkan
Diriku berair mata
Di atas panggung sana, Naziah terus bernyanyi dengan penuh penghayatan. Sedang para pengunjung wanita yang ada di sana dan menyaksikan aksi panggung Naziah tersebut. Sudah ada yang memejamkan mata dan tampak menjatuhkan air mata di pipi mereka.
Entah apa yang membuat mereka menangis? Sebuah penghayatan Naziah yang menyanyikan lagunya. Atau karena lagunya yang memang tergolong lagu yang bikin mewek.
Naziah terus menyanyi dan memainkan gitarnya mengiringi lagu yang dinyanyikannya hingga selesai.
"Terimakasih!" ucap Naziah. Setelah lagu dan permainan gitarnya berakhir.
__ADS_1
Namun, bukan ucapan terimakasih kembali yang didapatkan Naziah. Melainkan sebuah teriakkan keras beberapa pengunjung yang memintanya kembali bernyanyi. Dan teriakan mereka seperti menggema serta memenuhi seluruh ruangan luas tersebut.
"Lagi... lagi... Lagi, Mba'!!! Satu lagu lagi." teriak pengunjung cafe tersebut.
MC yang tadi sejenak melipir di sisi panggung. Kembali naik dan menenangkan para pengunjung cafe yang ramai menyoraki Naziah.
"Perhatian!!! Tolong tenang sejenak dan izinkan saya berbicara dengan Mba' Naziah nya sebentar." ucap MC meminta perhatian pengunjung cafe tersebut.
Sementara Naziah, terdiam di tempatnya. Dia bingung harus berbuat apa. Sedang dia bukan pemilik panggung itu dan hanya pengunjung yang sekedar menyumbang satu buah lagu. Karena permintaan temannya sendiri.
"Mba', saya dan atas nama semua pengunjung yang sudah menyaksikan pertunjukan Mba' Naziah tadi. Sangat senang dan menikmati suara indah yang kau persembahkan. Untuk itu, bolehkah Mba' Naziah menyanyikan satu buah lagu lagi?! Sebagaimana permintaan para pengunjung itu." ucap MC berbicara tanpa menggunakan mikrofonnya dengan sangat lembut.
"Emmm... gimana ya, Mas?! Aku nggak enak sama pemilik panggung ini." ucap Naziah dengan nada sungkan. Dan menunjuk dengan pandangan kearah penyanyi sebelumnya. Yang memang pemilik panggung tersebut.
Tanpa diduga oleh Naziah, penyanyi pria yang ditunjuknya dengan pandangan, barusan itu. Langsung mengerti dengan pandangan yang terarah padanya itu. Bahwa saat ini, dia sedang menjadi topik pembahasan antara Naziah dan MC itu.
"Mba'! Mau ya... berduet denganku satu lagu?" ucap dan pinta penyanyi pria itu pada Naziah.
Naziah menatap wajah penyanyi pria itu, demi mencari keseriusan dari ucapan yang baru saja dia ucapkan. Dan yah... Naziah menemukan itu dari tatapannya.
Naziah menghembuskan nafasnya pelan dan menjawab.
"Yah... baiklah. Jika kalian sudah memaksa, aku bisa apa! Mari kita lakukan!!!" jawab Naziah kembali sedikit terpaksa untuk menyanyi di panggung tersebut.
Ya... meski Naziah terlihat tidak bersemangat dan terpaksa melakukannya. Tetapi itulah dia, meski bukan hobi. Tapi dia memang senang bernyanyi dan bermain gitar. Dikala boring dan stres ringan mendera dirinya.
Dan akhirnya, Naziah dan penyanyi pria itupun berduet. Mereka menyanyikan lagu dengan genre pop Malaysia dengan judul Romantika cinta. Dengan Naziah yang masih menyanyi sambil bermain gitar. Sesuai permintaan penyanyi pria teman duetnya itu. Agar Naziah tetap seperti tadi, menyanyi sambil memainkan gitar miliknya itu.
Mereka menyanyi dengan sangat penuh penghayatan. Sehingga, lagu yang mereka nyanyikan itu. Begitu mengena di hati para pendengar dan penonton pertunjukan yang mereka tampilkan itu. Mereka menyanyi dengan duduk di kursi masing-masing dan sedikit berhadapan.
Sementara itu, Ifah yang masih setia menunggu Naziah di samping bawah panggung. Masih juga setia merekam pertunjukan live musik yang dilakukan Naziah itu. Yang kini sedang berduet dengan seorang penyanyi pria pemilik panggung itu.
Sedang disisi lain belahan bumi itu. Rega dan Devan yang sedang dalam perjalanan pulang ke kediaman mereka menggunakan mobil taksi. Dan baru saja melakukan penerbangan dengan waktu yang cukup panjang dari Jepang menuju Indonesia.
Merasa mengantuk dan lelah setelah melakukan perjalanan panjang. Dan tak ingin tertidur di taksi yang sedang mereka tumpangi itu. Karena hanya akan memakan waktu setengah jam saja, sudah akan sampai. Devan Iseng membuka akun medsosnya. Dan menemukan akun milik Ifah yang sedang melakukan live streaming. Tentang seorang wanita berhijab yang tampil dan sedang bermain gitar sambil bernyanyi. Namun, wajah dari wanita dalam video itu sedikit buram.
Dan karena begitu, rasa penasaran memenuhi relung hati Devan. Dengan gambar yang hanya sepintas ditampilkan dari akun Ifah itu. Devan ingin tahu, kemudian menekan tanda panah pada video tersebut. Dan betapa terkejutnya Devan. Saat video yang dibuat Ifah itu memusatkan fokus kameranya ke wajah wanita berhijab itu.
"Kak, Lihat deh...!!! Bukankah ini Mba' Naziah ya?!" ucap Devan sambil merapatkan posisi tubuhnya pada Rega dan memperlihatkan layar ponselnya yang sedang menyala itu.
__ADS_1
"Ada apa Hem...? Aku sangat lelah. Biarkan aku istirahat sejenak. Nanti kau bangunkan aku, kalau sudah sampai." jawab Rega tak bergeming di tempatnya. Dengan posisi kepala yang sedikit menengadah keatas dan bersandar pada kursi duduknya. Sambil memejamkan matanya tanpa berniat melihat apa yang ditunjukan oleh Devan itu.