
Naziah hanya mampu mengucapkan satu kata untuk menjawab segala pertanyaan yang dilontarkan Rega padanya.
"Maaf...!!!" jawab Naziah pelan dan lembut. Dengan pandangan tertunduk ke bawah, tak berani menatap wajah Rega yang begitu dekat dengan wajahnya itu.
"Maaf-mu, aku terima. Tapi, karena aku sudah terlanjur marah atas sikapmu itu. Maka kau, aku hukum dengan mendorong troli belanjaan tanpa boleh protes! Biarkan, aku saja yang akan memilih oleh-oleh untuk calon mertua dan kedua calon adik ipar-ku itu. Serta keluarga-keluarga dekatmu yang lain. Oh iya, dan juga untuk ketiga sahabatmu. Ayo!!!" ucap Rega.
"Tapi,---" ucap Naziah dengan ekspresi wajah yang bingung.
"Ssst...!" potong Rega dengan menempelkan jari telunjuk ke bibirnya. "'Kan sudah kubilang jangan protes!!!" sambungnya. Sambil balik badan dan mulai melangkah untuk masuk kedalam toko oleh-oleh itu.
"Eh, tunggu!!!" ucap Naziah sambil mengejar langkah Rega. "Baiklah. Aku tidak akan protes. Aku hanya ingin bertanya saja. Darimana kau tahu, kalau aku punya tiga sahabat di sana?" sambungnya.
"Hem, kau ingin tahu saja atau ingin tahu banget?!" ucap Rega, balik bertanya.
"Ya, tentu saja ingin tahu banget! Kenapa bisa kau mengetahui segala tentangku. Sedang aku, tidak tahu banyak tentangmu. Selain sebagai seorang Direktur Utama dan pemilik perusahaan yang kau pimpin itu. Dan juga menjadi tempatku bekerja saat ini. Itu menurutku sangat tidak adil, tahu!!!" ucap Naziah, merenggut.
"Nanti saja, setelah kita menikah. Aku akan menceritakan semua tentang diriku sendiri padamu. Yang intinya, aku adalah pria baik-baik dan bukan pria jahat ataupun berandalan." jawab Rega santai. Sambil mulai mendorong pintu toko itu dan memberi jalan untuk Naziah masuk.
Sementara itu, Devan dan Ifah yang sejak tadi menunggu mereka berdua. Dengan duduk disalah satu kursi yang tersedia khusus untuk pengunjung toko itu. Ikut beranjak masuk mengikuti mereka tanpa perlu diajak lagi. Devan sendiri sudah tahu apa yang harus dia lakukan. Dan Ifah pun hanya mengikutinya saja.
__ADS_1
Saat sudah berada didalam toko yang menyediakan serba-serbi oleh-oleh khas dari kota itu. Mereka berempat langsung disambut oleh salah seorang pelayan pria penjaga toko itu.
"Selamat datang, Tuan-tuan dan Nona-nona! Ada yang bisa kami bantu? Tuan dan Nona ingin mencari oleh-oleh jenis apa? Silahkan terlebih dahulu mengambil keranjang atau trolinya di sudut sana, Tuan!" ucap ramah pelayan toko tersebut.
"Devan, pergi ambil troli itu dua! Dan berikan satu pada Naziah." titah Rega pada Devan.
"Baik, kak." jawab Devan patuh dan segera menuju barisan panjang troli itu untuk mengambil dua diantaranya. Dan memberikan salah satunya pada Naziah seperti perintah Rega.
Setelah kedua troli itu sudah berada di tangan Naziah dan Devan. Rega yang sudah memberitahu, apa-apa saja yang ingin dia cari kepada pelayan itu. Mulai mengikuti langkah pelayan yang menuntunnya kearah jenis oleh-oleh khas yang dia inginkan itu. Dan Devan, Naziah serta Ifah tinggal mengikutinya saja.
Setelahnya, Rega yang dituntun oleh seorang pelayan pria itu. Menuju ke berbagai jenis oleh-oleh yang dia inginkan. Dan Naziah benar-benar patuh pada perintah Rega. Yang hanya bisa mendorong troli saja tanpa banyak protes.
Hampir satu jam kemudian, Naziah yang dibantu oleh Ifah. Untuk mendorong troli belanjaan berukuran besar dengan isi yang hampir penuh dengan jenis makanan. Yaitu, kotak-kotak kue kering dan cemilan yang beragam macam serta rasa. Yang sesuka hati Rega memilihnya sendiri tanpa meminta pendapat dari ketiga orang pengikutnya itu.
Sedang Devan sendiri, mendapat bagian untuk mendorong troli berisi minuman, baju kaos dan kain khas daerah tersebut.
Dan dari beragam oleh-oleh jenis makanan itu. Terdapat kue bannang-bannang, Bolu Cukke, Baje', Kue Baruasa, Beppa Pute, kripik pisang ijo dan kerupuk jintan.
Sedang jenis minuman, Rega hanya mengambil satu jenis saja. Yaitu, sirup markisa. Selain itu adalah kain tenun dan baju kaos yang bergambar serta berisi tulisan ikon-ikon utama khas dari kota itu dengan beragam warna.
__ADS_1
*Dari pemaparan tentang beragam makanan, minuman, kain dan kaos yang aku tuliskan di atas sana. Kira-kira, ada nggak ya... yang tahu semua jenis oleh-oleh itu dari kota mana? Berarti dan bisa jadi, kalian termasuk penghuni pulau unik yang berbentuk huruf K. Yang juga berarti, kita se-pulau dong...😀😀😀 Ayo tuliskan komentar kalian dibawah sana!" by Author.
*Kita kembali ke cerita!
Merasa puas berbelanja, memilah dan memilih oleh-oleh khas daerahnya itu. Akhirnya, Rega mulai melangkah menuju meja kasir.
Melihat hal itu, Naziah pun menghembuskan nafas lega. Karena akhirnya, acara berkeliling toko tersebut dan mengitari beberapa lemari pajangan yang ada didalamnya, selesai juga. Dan saat ini mereka sedang berada di kasir untuk menghitung serta Rega yang akan membayar semuanya.
Sambil menunggu, Ifah merapatkan tubuhnya pada Naziah. Dan sengaja berucap lirih ke telinga Naziah. Agar ucapannya itu tak terdengar oleh Rega.
"Mba'! Apa yang terjadi? Kenapa jadi dia yang memilih segala oleh-olehnya? Udah gitu... bejibun gini lagi! Hihihi... Jika belanja seperti ini, dia lebih mirip wanita saja. Yang senangnya belanja dan semuanya ingin dibeli tanpa harus pusing memilih." bisik Ifah sambil cekikikan pelan.
"Iya ya. Hihihi.... Dia tidak mau menerima penolakanku untuk membeli sendiri oleh-oleh itu. Katanya, dia tidak mau kalau Mama dan adik-adikku akan mengatakan dia pelit. Karena, tak memberikan mereka oleh-oleh dari uangnya sendiri. Yang jadinya, ya seperti itulah! Biarkan saja. Aku juga tak perduli dengan uangnya yang akan habis hanya gara-gara belanja hal-hal yang tak penting seperti ini." ucap Naziah ikut cekikikan. Dan setelahnya bersikap masa bodoh saja dengan kelakuan calon suaminya itu.
Tepat saat mereka sudah selesai merapikan semua barang-barang belanjaan itu kedalam bagasi mobil. Terdengar kumandang adzan magrib dari salah satu mesjid terdekat dari toko tersebut.
"Wah... sudah masuk sholat magrib. Apa kau ingin sholat?" ucap Rega bertanya pada Naziah.
"Em... aku... em... aku sedang libur sholat." jawab Naziah sedikit kaku. Dia malu untuk mengatakan pada seorang pria. Kalau dia sedang dalam masa menstruasi saat itu. Beruntunglah, otaknya cepatnya menemukan kata yang tepat untuk menjawabnya.
__ADS_1
"Libur??? Maksudmu!" tanya Rega tak mengerti.