Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Aku Bukan Robot


__ADS_3

"Ul'! Makanan pesanan aku mana?" tanya Tita


Setelah dia duduk di samping Ulfi. Yang sedang duduk di atas lantai dan beralaskan sebuah matras kecil. Yang memang mereka bawah sendiri dari rumah. Sebagai bekal yang bisa mereka gunakan untuk beristirahat sambil menjaga Naziah.


"Astagfirullahal'adzim, aku lupa 'Ta! Tunggu disini, aku akan kembali ke kantin dan membelikanmu bakso." ucap Ulfi spontan menepuk jidatnya. Kemudian langsung berdiri dan berlari keluar.


Heh... Tita membuang nafasnya kasar. Kemudian menggelengkan kepalanya pelan. Sambil memandang sendu kepergian Ulfi.


Setelah beberapa saat hening terjadi di ruangan itu. Rendi mulai membuka suara.


"Kalau boleh saya tahu, Nona Ziah sakit apa Nona Tita?" tanya Rendi


Sambil mengalihkan pandangannya ke lawan bicaranya. Setelah sebelumnya pandangannya hanya tertuju pada wajah pucat Naziah yang tertidur.


"Kata dokter, dia kelelahan dan terlalu banyak pikiran. Dalam kurun waktu satu tahun ini, asam lambungnya sering tidak stabil. Hingga maagnya sering kambuh. Untuk sementara Dokter sedang menganalisis hasil Rontgennya dulu. Diperkirakan sore nanti, hasilnya sudah akan keluar. Dan akan diketahui apa penyakit yang dideritanya." jelas Tita pada Rendi.


Setelah sebelumnya dia mendapatkan penjelasan dari Ulfi dan Anto. Yang mendengar langsung penjelasan dari dokter Karina. Yang menangani Naziah saat di ruang IGD pagi tadi.


Sambil memperhatikan ruangan tempat Naziah dirawat itu. Rendi kembali bertanya; "Apa dokter mengatakan, berapa lama dia akan dirawat?"


"Jika hasil Rontgennya keluar. Kemungkinan Ziah akan dirawat selama tiga hari atau bahkan lebih." jawab Tita

__ADS_1


"Apa kalian juga akan tinggal dan menginap disini?" tanya Rendi


Kening Tita tampak berkerut dalam mendapat pertanyaan yang membuatnya bingung itu. "Apa maksudnya bertanya begitu?" batin Tita bertanya. Namun, dengan berat hati dia tetap menjawab juga.


"Tentu saja kami akan menginap. Jika tidak, siapa yang akan menjaganya?!! Orang tua kami berada jauh di desa. Otomatis, jika salah satu dari kami sakit. Kami akan bergantian untuk saling menjaga dan menemani dong..." jawab Tita mulai sedikit ketus.


"Aku mengerti Nona Tita. Maksud aku, jika kau dan Nona Ulfi menginap disini. Kalian akan tidur dimana nantinya?" ucap Rendi menjelaskan. Sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan itu.


"Oh... kau perhatian sekali Tuan. Orang-orang kecil seperti kami ini. Sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Dan semua keadaan yang terjadi nanti. Akan menjadi warna cerita bagi kehidupan kami di masa depan, Tuan." jawab Tita


"Assalamu'alaikum..." ucap Ulfi tepat didepan pintu.


"Walaikumsalam..." jawab Tita, Rendi dan Aldi bersamaan.


"Terimakasih Ul'.... kau baik dan pengertian sekali sih! Ya sudah, aku makan dulu ya?!"ucap Tita pada Ulfi. "Permisi Tuan-tuan!!! Aku izin makan dulu. Kalian sudah makan 'kan?!" ucap Tita beralih pada Rendi dan Aldi


"Iya, silahkan Nona. Kami memang sudah makan tadi." jawab Aldi mewakili Rendi.


Tita menyempatkan untuk memperlihatkan senyum terbaiknya pada Rendi dan Aldi. Sebelum mencari posisi yang nyaman untuk dirinya duduk makan di ruangan itu.


"Enghh... "

__ADS_1


Naziah terbangun dari tidurnya. Dia melenguh sambil membuka matanya perlahan-lahan. Saat melihat wajah asing yang duduk di kursi didekat itu. Kening Naziah tampak berkerut dalam. Kemudian mengedarkan pandangannya bermaksud mancari para sahabatnya.


"Ul..., siapa mereka?" tanya Naziah dengan suara lemah.


"Rendi dan Aldi. Mereka pria-pria aneh yang pernah kau tolong. Dan berbuat jahil padamu saat kita PulKam kemarin, Zi'. Apa kau ingat?" jelas Ulfi


"Oh... iya aku ingat. Ada apa, kok kalian bisa ada disini? Hem... bagaimana dengan pinggangmu? Apa terjadi sesuatu?" ucap Naziah mencerca dengan pertanyaan meski masih sangat lemah.


"Alhamdulillah, tidak terjadi apapun. Justru aku yang harus bertanya padamu. Ada apa denganmu? Kukira wanita kuat sepertimu tak akan pernah mengalami sakit seperti ini." ucap Rendi terdengar santai. Namun penuh dengan nada sedikit mengejek.


"Heh, Kau pikir aku ini robot. Aku hanya wanita biasa seperti yang lainnya. Bukan wanita kuat seperti yang kau katakan tadi. jawab Naziah sedikit sewot.


"Benarkah??! Tapi kemarin, aku dan Aldi sempat melihatmu. Kau sedang melawan dua orang pria bersenjata tajam. Dan kau melawan mereka berdua dengan tangan kosong. Menurutku, jika julukan wanita biasa disematkan padamu. Sangat tidak sesuai." ucap Rendi.


"Apa?!!! Ziah melawan dua pria bersenjata tajam? Apa itu benar Zi'?" tanya Ulfi dan Tita hampir bersamaan karena terkejut.


"Hm..." Naziah menghembuskan nafas kasar. "Benar. Itu hanya kebetulan saja, saat dalam perjalanan mau ke bengkel. Aku melihat seorang ibu-ibu yang dirampok. Jadi, karena tak tega aku berusaha untuk menolongnya. Ssst..." jawab Naziah lemah. Sambil sedikit meringis dan memegangi bagian perutnya yang terasa perih. Saat ia sedikit bergerak memperbaiki posisi duduknya.


"Ada apa?" tanya Rendi memotong. Karena melihat Naziah meringis kesakitan.


***Bersambung dulu ya para reades.....

__ADS_1


Maaf???! Jika diriku selalu terlambat untuk update. Itu dikarenakan kesibukanku di dunia nyata. Tapi aku selalu berusaha untuk tetap update semampuku.


Jadi, harap maklum ya...🥺**


__ADS_2