Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Sebuah Video dan foto


__ADS_3

Rega masuk kedalam kamarnya dengan membawa ponselnya, tentunya. Sambil melangkah masuk ke kamar, Rega terlihat mengetikan sesuatu di ponselnya tersebut. Tepat saat Rega menutup pintu kamarnya, terdengar satu bunyi notifikasi masuk. Rega pun langsung membacanya sambil naik keatas kasur tempat tidur. Rega duduk sambil menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang.


Kemudian, sejenak Rega kembali terlihat mengetikan sesuatu di sana. Lalu setelahnya, iapun mengambil bantal guling dan meletakkan keatas perut bawahnya. Guna sebagai sandaran ponselnya, agar dia tak perlu repot memegangnya lagi.


Beberapa detik kemudian, ponselnya itu kembali berbunyi. Dan di sana terpampang nomor kontak tak bernama mengiriminya sebuah video. Namun, masih tampak sangat buram. Rega pun segera menekan tanda play pada video tersebut. Agar video itu terputar dan tampak jelas terlihat.


Setelah menunggu beberapa detik video itu meloading. Akhirnya, video itupun terbuka dan langsung menampakkan seorang gadis cantik dengan pakaian adatnya.


Ya, itu adalah video Naziah yang sedang melakukan ritual upacara Nokolontigi. Seperti yang dikatakan oleh Ayahnya Anto tadi. Di sana memperlihatkan Naziah sedang dikelilingi oleh beberapa wanita paruh baya. Salah satu wanita paruh baya yang ada dihadapannya terlihat meletakan sebuah wadah khusus kehadapan Naziah.


Dan wadah khusus itu berisi beras berwarna kuning. Yang mana diatasnya telah tertata beberapa mangkok putih kecil di sana dan mengelilingi satu buah lilin putih yang menyala. Dan dari masing-masing mangkok kecil itu berisi racikan daun pacar yang sudah ditumbuk halus, kapur sirih dan bedak, minyak kelapa dan juga kain putih.


Di sana, Naziah pun sudah bersiap menjalani ritualnya dengan meletakkan sebuah bantal keatas pangkuannya. Dan di atas bantal itu sudah diletakan selembar daun pisang serta tujuh lembar daun cocor bebek. Sebagai alas kedua tangan Naziah.

__ADS_1


Melihat Naziah yang sudah sangat siap. Wanita tetua itupun memulai upacaranya dengan tak lupa mengucap basmalah dan juga doanya. Sambil mengambil sedikit racikan daun pacar dengan tangan kanannya. Lalu mengoleskan ke kedua telapak tangan Naziah. Setelahnya, wanita itu mengambil kain putih dan mengelap telapak tangan Naziah yang terkena racikan daun pacar itu. Alhasil, kedua telapak tangan Naziah itu tampak kemerahan.


Tak sampai disitu, wanita tersebut sedikit menyentuh kepala Naziah. Dengan ibu jari tangannya yang sebelumnya telah dicelupkan kedalam wadah lainnya yang tersedia dan berisi minyak kelapa. Lalu, kembali ia mengambil kapur sirih dan bedak dan dicolek kan ke leher Naziah.


Setelahnya, wanita tersebut berlalu. Dia digantikan oleh beberapa wanita paruh baya yang lainnya. Mereka semua berjumlah tujuh orang. Dan keenamnya mengikuti apa-apa saja yang sudah dilakukan wanita paruh baya tadi. Namun bedanya, wanita paruh baya yang ketujuh atau yang terakhir. Juga mendapat giliran untuk menutupi upacara itu dengan mengangkat wadah khusus itu. Dan memutar-mutarnya ke depan wajah atau tepatnya ke kepala Naziah sambil memanjatkan doa-doa terbaik. Terkhususnya doa itu untuk keberlangsungannya rumah tangga yang akan dijalani oleh sang calon pengantin wanita, nantinya. Dan semua orang yang ada di sana harus mengaminkan segala doa-doanya itu.


Dengan berakhirnya doa-doa yang dipanjatkan. Maka, video yang dikirimkan Ulfi itupun berakhir.


Ya, video itu Ulfi lah yang mengirimkan. Dia sengaja merekam saat ritual itu terjadi tadi.


Rega yang melihat foto kedua tangan sang calon istrinya itu. Entah sadar atau tidak?! Matanya tampak memancarkan binar bahagia. Seiring dengan itu, bibirnya pun langsung mengukir sebuah senyuman hangat.


🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


Malam pun berlalu, berganti dengan pagi yang begitu cerah. Dan hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Dikediaman Mama Adel atau ibu dari Naziah pun, kini sudah tampak sangat ramai dari hari kemarin. Sebab saat ini, tepat disisi lain berdirinya pelaminan. Salah satu grup musik terkenal yang ada di kota itu. Sedang memainkan musik penggiring dan mengiringi salah satu penyanyinya yang sedang menyanyikan sebuah lagu. Untuk menghibur para tamu yang mulai berdatangan di sana satu persatu. Untuk memenuhi undangannya masing-masing.


Jika kemarin orang-orang yang berlalu-lalang di sana masih mengenakan pakaian sederhana dan biasa saja. Kini sudah tampak rapi dengan pakaian terbaiknya masing-masing. Para wanita sudah tampil dengan riasan wajah serta mengenakan gaun pestanya masing-masing. Sedang para pria sudah tampak rapi dengan kemeja dan juga hampir sebagian besar kompak mengenakan celana bahan berwarna hitam.


Berbeda dengan orang-orang yang ada diarea dalam dan sekitar tenda terowongan tersebut. Orang-orang yang ada didalam ruang tamu rumah Mama Adel itu, justru tampak berbeda. Beberapa orang pria dan wanita tampak mengenakan pakaian adat. Seperti yang dikenakan Naziah semalam. Namun tanpa hiasan dan hanya mengenakan hijab terbaiknya saja.


Sementara itu, tampak dari jauh tepatnya di jalanan. Sebuah mobil sejuta umat, sebut saja seperti itu ya...hehehe. Yang di bagian depan mobil tersebut tampak sedikit dihiasi dengan bunga warna-warni. Sedang melaju dengan kecepatan dibawah rata-rata. Dan mobil tersebut disusul oleh beberapa mobil lainnya. Yang dua diantaranya adalah mobil bak terbuka. Dan salah satunya diisi oleh para remaja pria yang melantunkan shalawat penuh kegembiraan. Sambil menabuh rebana yang ada ditangan mereka masing-masing. Sementara mobil bak terbuka lainnya diisi dengan berbagai tanaman buah Tempatan.


Ternyata, itu adalah rombongan yang sedang membawa salah seorang pengusaha muda sukses dari pulau Sulawesi itu. Ya, pemuda itu adalah Tuan Adrian Rega bersama beberapa keluarga intinya dan juga beberapa tetua adat serta warga setempat. Yang diundang oleh keluarga Anto khusus ikut serta sebagai pihak pengantin pria untuk meramaikan. Karena keluarga inti yang bisa ikut bersama Rega saat itu hanya sekitar sepuluh orang saja. Jadi, Anto dan Ayahnya berinisiatif mengajak sebagian keluarganya ikut mengarak pihak pengantin pria.


Tepat didepan rumah kediaman Mama Adel yang ramai riuh itu. Akhirnya, mobil yang didalamnya terdapat calon mempelai pengantin pria, berhenti. Semua penumpangnya turun satu persatu. Begitupun dengan penumpang mobil lainnya.


Sementara itu, salah satu tetua adat dan juga beberapa anteknya. Serta beberapa orang dari pihak keluarga Naziah. Sudah bersiap menyambut Rega dan rombongannya.

__ADS_1


Rega pun turun dari mobil yang ditumpanginya dengan perlahan. Dan langsung didampingi oleh pamannya disisi kanannya, yaitu ayah dari Devan. Yang berperan menggantikan almarhum ayahnya. Dan juga salah satu tetua yang telah ditunjuk untuk membimbingnya, disisi kirinya.


Setelah memastikan semua rombongan yang dibawah sudah turun dari kendaraan masing-masing. Rega pun mulai dibimbing untuk mulai melangkah maju mendekati para rombongan dari pihak Naziah yang sudah siap menyambutnya.


__ADS_2