
Selama tiga hari tiga malam. Naziah menjalani perawatan di rumah sakit X itu. Dan selama itu pula, para sahabatnya bergantian menemaninya.
Setiap pagi, sebelum ketiga sahabatnya itu berangkat ke kampus. Mereka akan sarapan bareng bersama Naziah di sana.
Disiang harinya, Naziah hanya mengisi kesepiannya dengan membaca novel online di ponselnya.
Dan hari ini, Naziah sudah dibolehkan untuk pulang. Tapi sebelum itu, Dokter Karina harus melakukan pemeriksaan terakhir pada lambung Naziah. Yaitu dengan melakukan Rontgen. Dan akan memastikan, jika luka pada lambung Naziah itu. Sudah sembuh dan mulai tersamarkan bekas lukanya.
Mengetahui bahwa dia sudah diperbolehkan untuk pulang. Naziah merasa sangat bahagia. Sebab, beberapa hari tinggal di rumah sakit itu membuatnya jenuh. Dan dia sudah tidak sabar untuk kembali melakukan aktifitas rutinnya seperti biasa. Yaitu kuliah dan bekerja di bengkel.
Sambil menunggu hasil rekam medis dari pemeriksaan kondisi lambungnya saat ini. Dan kebetulan bertepatan hari Minggu. Naziah yang dibantu oleh Tita yang kebetulan semalam adalah gilirannya untuk menemaninya di RS itu. Mereka mengemasi pakaian dan segala perlengkapan. Yang digunakan saat menginap di sana.
Sedang Ulfi, menunggu di rumah kontrakan mereka. Sambil bersih-bersih rumah dan memasak. Demi menyambut kepulangan Naziah nanti.
Sementara Anto, sedang berada di apotik rumah sakit itu. Dia sedang menebus obat-obatan untuk perbekalan Naziah di rumah. Selama masa penyembuhan total untuk beberapa hari ke depan.
Sebagai satu-satunya pria diantara mereka berempat. Maka, disaat salah satu dari ketiga sahabat wanitanya itu membutuhkan penanggung jawab. Antolah yang menjadi pemegang kendali mereka.
Seperti saat ini, Naziah mempercayakan kartu ATMnya pada Anto. Untuk mengurusi segala yang berhubungan dengan pembiayaan tentang dirinya. Termaksud menebus semua obatnya.
Saat kakinya baru melangkah keluar dari apotik. Seseorang dari arah belakang terterdengar berteriak memanggil namanya. Seketika itu pula, Anto berbalik dan mencari sumber suara yang itu.
"Anto!!!"
Dan mendapati Aldi yang sedang melangkah untuk menghampirinya.
"Aldi. Hai, apa kabar?" sapa Anto
"Baik. Kau sendiri, bagaimana?" jawab dan tanya balik Aldi. Sambil merangkul pundak Anto. Dan mulai melangkah bersama menuju kamar rawat Naziah.
Sambil berjalan, mereka mengobrol ringan.
__ADS_1
"Alhamdulillah... seperti yang kau lihat. Em... kemana Bosmu? Biasanya, kalian selalu terlihat bersama di manapun kalian berada kan...?!" jawab dan tanya Anto lagi. Sambil melirik ke sana kemari mencari orang yang ia maksud.
"Dia sudah duluan tadi. Mungkin juga, sudah sampai di kamar Ziah. Sebab tadi, saat kami sampai disini. Aku mendapat telfon. Jadi, dia pamit untuk masuk lebih dulu." jawab jelas Aldi. Dan Anto mengangguk mengerti.
"Apa kalian tahu, jika Ziah sudah diizinkan pulang hari ini?" tanya Anto
Maksudnya bertanya untuk memastikan, bahwa teman-teman barunya itu bukan datang untuk menjenguk Naziah. Sebab akan sangat sia-sia, karena sebentar lagi sahabatnya itu sudah akan pulang ke rumah.
"Tentu saja tahu. Semalam Dokter Karina yang memberi tahukan kami. Jadi hari ini, kami datang untuk membantu mengantarnya pulang." jawab Aldi
"Ohh... begitu ya?!!" ucap Anto sambil manggut-manggut, mengerti. Namun, detik berikutnya ia tampak melipat kening dalamnya. Dan berucap: "Em... Bro!!! Boleh aku bertanya sesuatu padamu?" tanyanya dengan hati-hati.
Mendengar Anto yang bertanya dengan nada hati-hati seperti itu. Kening Aldi pun ikut berkerut. Dan menjawab dengan anggukan pelan. Untuk mengizinkan Anto mengungkap pertanyaannya itu.
"Apa itu, tanyakanlah?!!" titah Aldi ramah.
"Kenapa Bos kamu itu, begitu perhatian dan banyak memberi bantuannya pada kami? Terutama... pada sahabatku Ziah?!"
"Jika hanya untuk membalas jasa Ziah... Yang telah membantu kalian. Aku rasa, sepertinya... ini semua terlalu berlebihan 'Di." sambung Anto lagi.
"Wahh....kau mulai curiga ya?!!" duga Aldi. "Hem.... baiklah. Sebelum itu, aku ingin bertanya padamu. Apa kau sudah punya kekasih? tanya Aldi.
"Saat ini, tidak. Kenapa memangnya, kau sampai bertanya tentang itu?" tanya balik Anto bingung.
"Tapi, kau pernah jatuh cinta kan?"
Mendengar pertanyaan Aldi itu. Dengan seketika Anto menghentikan langkah kakinya. Dan menatap wajah Aldi dengan seksama.
"Maksudmu apa sih Bro...? Aku tanya apa, yang kau jawab apa? Aku jadi bingung." ucap Anto sedikit ngegas.
"Sorry...sorry...Bro??!!! Baiklah, aku akan to the poin." ucap Aldi sedikit kelabakan. Dia menghembuskan nafasnya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Semua bantuan yang diberikan Rendi pada Ziah selama beberapa hari ini. Itu adalah bentuk rasa sayang dan cintanya pada sahabatmu itu, Bro. Masa begitu saja kau tak mengerti...!" jawab Aldi
"Ooohh... begitu. Dari tadi ke'! Kau bicara seperti itu. Aku kan bisa langsung ngerti. Ini malah muter-muter!!! Aku kan jadi kesal." ucap Anto tersenyum lebar. Hingga menampakan kedua baris gigi putihnya.
"Maaf...?!! Aku hanya bermaksud memberimu teka-teki saja tadi." ucap sesal Aldi dengan muka datarnya.
"Heem... ya sudah, tidak apa-apa." ucap Anto. "Tapi Bro, Rendi akan sangat membutuhkan kesabaran ekstra nantinya." ucap Anto.
"Maksudmu???" tanya Aldi dengan kening berkerut dalam.
"Iya. Karena Ziah itu, selama ini sangat tidak perduli sama pria-pria yang suka mengumbar kata cinta dan sayang padanya. Katanya, cinta dan sayang mereka itu hanya sementara saja. Setelah dibalas cinta, terus pacaran. Kemudian, setelah bosan, putus. Semua itu, katanya buang-buang waktu saja." jelas Anto
"Jadi, jika Rendi serius dengannya. Kemungkinan, Rendi harus berjuang keras dan punya kesabaran ekstra deh!!!" sambung Anto lagi.
"Wah... Ziah memang gadis yang unik!" puji Aldi. "Dan Rendi juga adalah tipe pria yang menyukai tantangan. Jadi, mari kita lihat! Seperti apa nanti, usaha yang akan dilakukan Rendi. Untuk mendapatkan cinta dari gadis unik seperti Ziah itu. Semoga berakhir dengan bahagia??!!!" lanjutnya berharap.
"Aamiin..." jawab Anto singkat.
Dan tak terasa mereka sudah sampai didepan pintu kamar rawat Naziah.
(Tok...tok...) Anto mengetuk pintu terlebih dahulu. Sebelum akhirnya mengucap salam sebelum membuka sendiri pintu tersebut.
"Assalamu'alaikum...!" ucap Anto dan Aldi
"Walaikumsalam...!" jawab semua orang yang ada didalam kamar tersebut.
"Anto. Kok lama banget sih tebus obatnya!!! Hasil rekam medisnya Ziah aja udah keluar dari tadi. Kok kamu baru datang??!" ucap kesal Tita.
"Santai Tita...!! Ziah aja nggak marah sama aku. Kok kamu yang ngegas?!! Yang penting aku sudah disini kan?!!!" ucap Anto membela diri.
"Iya. Trus... Kau sudah pesan taksi onlinenya. Apa belum?" jawab dan tanya Tita lagi.
__ADS_1
"Ekh...! Untuk apa taksi online? Aku dan Aldi yang akan mengantar kalian pulang. Jadi, tidak perlu pesan taksi, okey?!!!" ucap Rendi tegas.