Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Fans Fanatik


__ADS_3

Baru saja Rega akan berbicara lagi. Sebuah deru suara motor yang berhenti tepat didepan rumahnya itu. Langsung mengalihkan perhatiannya dan tak jadi bicara.


     "Tuh, Si Ifah nya udah datang. Kami duluan ya, Mas!" tunjuk Naziah pada Ifah yang masih sibuk memarkirkan motornya.


Sambil melangkahkan kakinya untuk menghampiri Ifah. Tetapi, sebelum Naziah benar-benar mendekati Ifah. Ia terlebih dahulu menghampiri Rega. Yang posisinya saat itu akan dilewati Naziah sebelum mencapai posisi Ifah sekarang. Yang mana, suaminya itu sejak tadi masih setia berdiri didekat pintu mobilnya yang terbuka. Naziah meraih dan menyalami tangan suaminya itu, takzim. Kemudian, sebelum kakinya benar-benar melangkah pergi. Naziah tampak memberi kode pada Rega. Dengan menunjuk kearah ponselnya sambil mengucapkan kata tanpa bersuara. Yang seperti maksud kodenya itu adalah lihat dan baca ponsel. Dan Rega harus melihat dan membaca isi pesannya dalam ponselnya itu. Setelahnya, Naziah pun benar-benar pergi dari sana dengan diboncengi oleh Ifah.


"Langsung putar balik aja, 'Fah. Kita langsung berangkat! Itu helm buat aku 'kan?" ucap Naziah. Setelah posisinya sudah berada didekat Ifah.


    "Oh iya, ini." jawab Ifah, sambil menyerahkan helm yang dimaksud oleh Naziah itu. "Oke. Siap, Nyonya!!! Sebentar, aku putar dulu motornya." lanjut Ifah sambil menganggukkan kepalanya cepat. Dan memutar balik arah motor milik Naziah. Yang memang sebelumnya dititipkan padanya saat Naziah pulang kampung, kemarin.


    Meski sedikit bingung dengan maksud istrinya itu. Tapi, Rega menganggukkan kepalanya saja, patuh. Dia putuskan untuk kembali masuk kedalam mobil. Dari dalam mobilnya itu, Rega dapat melihat istrinya yang bersama temannya itu. Pergi lebih dulu menuju kantor mereka dengan menaiki motor maticnya. Sedangkan dia dan Devan menaiki mobil mengikuti dibelakang.


Setelah mobil benar-benar keluar dari carport dan memasuki jalan raya. Rega mengeluarkan ponsel miliknya dari kantong dalam yang ada dibalik jasnya itu. Dan berniat membaca pesan yang dimaksud istrinya tadi.


     "So romantis banget sih, si istrinya kak. Pakai rahasia-rahasia-an segala." ucap Devan, mencibir kelakuan Naziah barusan.


     "Kenapa lu? Iri bilang Bos! Suka, bekeng...!!!" ucap Rega. Menirukan gaya bicara anak jaman now suku yang ada di daerah Sulawesi Utara, sana.


     "Eits! Semenjak menikah, Bos udah beda ya gaya bicaranya?! Ckckck... Kok aku jadi nggak habis pikir ya...! Emang hubungannya dimana, coba?!!" ucap Devan dengan sekilas menatap sinis Rega. Dan berdecak sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


      "Tau... Emang siapa yang bilang padamu. Kalau antara gaya bicara dan orang yang menikah itu, ada hubungannya." jawab Rega lagi, menanggapi ucapan absurd adik sepupu sekaligus asisten pribadinya itu. "Sudah ah. Nyetir aja yang benar. Aku mau lihat dan membaca pesan atau apa yang dimaksud dari istriku tadi itu." lanjut Rega, mulai menscroll pesan yang masuk pada ponselnya itu. Dan mencari kontak istrinya itu


"Nah, ini dia pesannya." ucap Rega, setelah menemukan apa yang dia cari dari ponselnya itu. Dan mulai memfokuskan dirinya membaca pesan dari Naziah tersebut.

__ADS_1


*Isi pesan chat Naziah


📩 Maaf!!! Siapa tahu Mas lupa?! Aku akan ingatkan kembali. Kalau selama acara resepsi pernikahan kita ini belum digelar, disini. Aku ingin Mas merahasiakan terlebih dahulu hubungan kita ini. Ya...?!!!🙏🙏🙏😇


📩 Jujur, Aku belum siap mendengar segala tanggapan yang akan diberikan para fans fanatik dari Mas Rega di kantor. Jangan Mas atau aku yang mengumbarnya! Biarkan mereka tahu dengan sendiri nanti. Seiring dengan berjalannya waktu yang terus berputar.



📩 Boleh ya, Mas? Please....🙏🥺



📩 Oh iya, jangan lupa beritahu Devan juga ya..! Takut, kita yang merahasiakan. Eh, malah Devannya yang mengumbar. Aku juga akan bilang sama Ifah, nanti.


*Isi chat balasan Rega


📤 Hem... Baiklah, Sayang. Lakukanlah sesuai mau kamu. Jika memang itu menurutmu yang terbaik. Aku nurut saja.


Usai membalas pesan chat dari istrinya itu. Rega tampak menghembuskan nafasnya sedikit kasar melalui hidung.


Dan hembusan nafas Rega itu terdengar oleh Devan. Sehingga membuat Devan sekilas menatapnya dan kembali fokus pada kemudinya.


"Ada apa, Kak?" tanya Devan sambil tetap menjaga fokusnya menyetir.

__ADS_1



"Mba' mu itu, dia minta pada Mas dan kamu. Untuk merahasiakan terlebih dahulu pernikahan kami ini. Sampai nanti hari resepsi itu digelar. Alasannya cukup masuk akal. Dia belum siap mendapat tanggapan buruk dari para karyawati-karyawati di kantor. Yang menjadi fans fanatik aku selama ini." jawab Rega, lugas, menjelaskan. "Apa iya, aku punya fans fanatik seperti itu di kantor sana, Van'? Kok aku nggak ngerasa ya!" sambungnya lagi.


Rega sedikit tak percaya kalau selama tiga tahun dia memimpin perusahan almarhum ayahnya itu. Dia akan memiliki orang-orang atau khususnya para karyawatinya. Yang sampai ngefans banget begitu padanya. Perasaannya, dia biasa-biasa saja. Meski ia memang tak memungkiri ketampanan yang dimilikinya itu. Bisa membuat para gadis akan terhipnotis dan jatuh hati atas ketampanannya itu. Kadar ketampanan yang didapatkan dari perpaduan tampan dan cantiknya almarhum ayah dan almarhumah bundanya itu. Cukup membuat hati para cewek-cewek meleleh saat melihatnya.


Dan ditambah dengan sikap dinginnya. Tetapi saat berbicara didepan umum, Rega begitu lembut namun tegas. Memancarkan kharismatik dan kewibawaannya itu. Membuat para cewek-cewek semakin penasaran dan ingin memilikinya.


"Hem.... Kakak terlalu naif sih. Kalau ke kantor, jangankan menyapa! Senyum saja jarang. Terlalu cuek dan masa bodoh dengan suasana dan keadaan kantor. Yang kak Rega tahu itu, hanya bagaimana cara para karyawan kakak itu bekerja dengan baik. Dan berdedikasi memajukan perusahaan itu. Makanya, kak Rega nggak tahu kan? Kalau selama ini, setiap berpapasan dengan kakak. Mereka bahkan diantaranya akan terus mangap akibat terpesona akan ketampanan kakak itu. Dan terkadang ada yang sampai ileran karena melihatmu, kak." jelas Devan



"Ya, jangan salahkan aku! Kalau mereka sampai seperti itu. Salahkan diri mereka sendiri! Memangnya pria tampan di dunia ini cuma aku?! Di luaran sana 'kan banyak juga." ucap Rega tak terima kalau ketampanannya itu menjadi masalah bagi para cewek-cewek itu.


"Iya, memang banyak. Tapi yang didepan mata mereka kan cuma kak Rega. Jadi bagi mereka, mubazir aja kalau melewatkan hal yang indah didepan mata mereka itu." jelas Devan lagi.


"Au ah...! Bingung aku sama pemikiran para cewek-cewek itu. Intinya, diriku ini hanya milik Naziah seorang. Begitupun sebaliknya.


Tak terasa, mobil yang dikemudikan oleh Devan itu. Mulai memasuki area perkantoran mereka.


Karena masih berada di atas motor. Naziah yang mendengar ada sebuah Notifikasi yang masuk pada ponselnya, tadi. Ia memutuskan untuk tak menggubrisnya dahulu. Nanti setelah sampai dan sudah duduk manis di kursi kerjanya. Barulah ia akan membuka dan membaca pesan itu. Dia tahu itu pasti chat balasan dari Rega.


Setelah berkendara selama lima menit dengan kecepatan pelan. Akhirnya, motor Naziah yang dikemudikan oleh Ifah itu. Mulai memasuki pelataran kantor mereka. Dan langsung memasuki area parkir khusus karyawan.

__ADS_1


__ADS_2