Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Terlelap Bersama


__ADS_3

Saat Naziah sibuk menyanyi sambil memainkan gitarnya.


Dan saat bait-bait awal lagu yang Naziah nyanyikan. Rega yang sesekali menyuapkan kue ditangannya kedalam mulutnya. Masih tetap memfokuskan dirinya pada ponselnya. Untuk mempelajari setiap email yang sudah dikirimkan ke ponselnya.


Namun, saat bait yang juga merupakan reff dari lagi tersebut. Perhatian Rega seakan pecah dan tertarik untuk memusatkan kearah istrinya itu. Dan seakan terhipnotis dengan lagu yang dinyanyikannya. Padahal, jangankan seluruhnya, satu ataupun dua dari perkata setiap syair lagu tersebut. Rega sama sekali tak tahu dan tak mengerti arti dari bahasa negara yang dijuluki Anak Benua itu.


Tetapi, saat mendengar lagu yang sedang dinyanyikan Naziah itu. Rega seperti mengerti dengan artinya. Yang mana lagu tersebut menurutnya, menceritakan suatu perasaan mendalam seseorang terhadap pasangannya. Dengan hanya melihat mimik dan gestur tubuh yang ditampilkan oleh Naziah sendiri saat menyanyikannya.


Sehingga, Rega putuskan untuk menghentikan sementara pekerjaan di ponselnya itu. Lalu membuka aplikasi kamera untuk merekam dan memvideokan istrinya. Yang sedang menyanyi dan bermain dengan gitarnya itu secara diam-diam. Hingga Naziah mengakhiri lagunya itu.



Hamari Adhuri Kahani~~~


Setelahnya, langsung saja Rega meng-upload video itu ke akun IG pribadi miliknya.


Sementara Naziah, setelah lagu India yang dinyanyikan selesai. Kini dia kembali menyanyi. Namun kali ini, dia bernyanyi syair shalawat Burdah. Yang sesekali terdengar ketiga sahabat serta kedua adiknya yang juga sudah ikut berkumpul dan mengerubunginya itu. Ikut bernyanyi dan bersholawat bersamanya.


Sedang Rega, setelah selesai dengan akun medsosnya. Kini, hanya bisa sibuk menikmati suara indah dan juga permainan musik yang merdu dari istrinya itu. Dalam hati, Rega begitu penuh rasa syukur pada Tuhannya. Karena, dia bisa memiliki wanita multitalenta seperti istrinya ini.


Bagaimana Naziah tidak disebut oleh Rega, wanita multitalenta. Sebab, selama beberapa tahun mengenal Naziah sebagai karyawati di perusahaannya. Naziah termasuk dalam salah satu karyawan yang memiliki penilaian tinggi atas kinerjanya setiap tahunnya.


Dan setelah memutuskan menjadi tunangan dari Naziah. Satu persatu jati diri dari istrinya itu mulai nampak. Ternyata, Naziah memiliki ilmu beladiri yang cukup tinggi. Pandai bernyanyi dan memainkan alat musik yang contohnya, gitar. Dan terakhir menurut Rega, ternyata istrinya itu juga mantan seorang montir cantik. Saat masih duduk di bangku kuliah.

__ADS_1



Dan bukan hanya multitalenta saja. Rega pun merasa juga diberi bonus atas itu. Yaitu, Naziah yang baginya termasuk wanita muslimah. Yang membuat Rega sangat-sangat bahagia dan sedikit bangga pada dirinya sendiri.


*


*


*


Tepat setelah waktu telah menunjukkan pukul 01.05 WITA. Naziah dan ketiga sahabatnya itu pun memutuskan untuk membubarkan diri mereka. Karena sudah lewat dari tengah malam. Dan juga sudah merasa lelah serta mengantuk akhirnya.


Setelah bubar, ketiga sahabat Naziah itu pun pulang kerumahnya masing-masing dengan berangkat bersama-sama. Yang kebetulan rumah dari ketiganya hanya bertetanggaan. Dan hanya rumah Naziah-lah yang sedikit jauh diantara mereka. Karena berjarak sekitar 300 meter, jauhnya.


Saat masuk kamar, Naziah langsung meluruskan langkah kakinya menuju kamar mandi. Untuk membersihkan wajahnya dan menyikat gigi.


Setelah Naziah keluar dari kamar mandi. Dan melanjutkan dengan memakaikan krim malam pada wajahnya. Rega pun menggantinya dan masuk ke kamar mandi.


Saat sedang mengoleskan krim ke wajahnya. Tak sengaja mata Naziah melihat kearah tempat tidurnya. Yang terpantul kedalam cermin hiasnya saat itu dan berada dibelakang tubuhnya. Dan otaknya langsung terlintas suatu pikiran yang sekaligus membuat jantungnya seketika itu juga berdetak cepat.


'Bukankah ini malam pertama aku dan Mas Rega, ya... Aduh....! Bagaimana ini? Apakah Mas Rega akan langsung meminta haknya sebagai suami,malam ini juga? Ya Allah.... jujur saja! Saat ini sesungguhnya, aku belum siap menyerahkan mahkota berhargaku yang selama ini ku jaga dengan segenap hati dan jiwa. Bahkan raga yang terkadang berdarah-darah karenanya. Hiks...' batin Naziah, sedih.


'Ah, tidak mungkin! Perut Mas Rega kan masih terluka. Dan luka itupun belum kering. Sebab baru didapatkannya tadi pagi. Hem... jadi, tidak mungkin dia mampu melakukannya malam ini. Kecuali... jika dia sudah sangat berhasrat dan memaksa melakukannya. Tapi, dengan cara... lain. Astaga!!! Sungguh aku belum siap untuk itu.' ucap batin Naziah lagi.

__ADS_1


Hati dan pikiran Naziah terus bermonolog. Sementara tangannya juga terus bergerak mengoles dan memijat krim pada keseluruhan kulit wajah hingga lehernya.


'Ah....!!! Daripada aku pusing sendiri. Lebih baik aku langsung tidur duluan aja sekarang. Mumpung, Mas Rega masih di kamar mandi. Oh iya! Itung-itung, ini sebagai hukuman untuknya. Karena tadi saat masih di atas pelaminan, dia main nyosor aja. Jadi, jika nanti dia bertanya dan merasa keberatan dengan tingkahku. Aku akan jawab begitu saja. Iya, begitu saja!' putus batin Naziah akhirnya.


Dengan sedikit tergesa-gesa, Naziah segera menyelesaikan ritual malamnya itu. Dan merapikan kembali segala peralatan make-upnya itu. Lalu segera naik ketempat tidurnya dan menutup tubuhnya dengan selimut. Hingga, selimut itu menutupi sebatas lehernya. Dan menyisakan kepalanya saja yang tentunya masih setia mengenakan jilbab instannya.


Naziah membaringkan tubuhnya disisi kiri ranjangnya. Sedang sisi kanan ranjangnya, ia sisakan untuk Rega.


Karena kamar Naziah itu hanya berukuran 4 x 3 meter saja. Jadi, ranjang yang muat untuk masuk didalam kamarnya itu. Hanya bisa yang berukuran 180 x 200 centimeter saja. Jadi, jika diisi dengan ukuran king size. Bisa-bisa nggak ada tempat untuk menyimpan lemari pakaian dan meja riasnya. Walaupun dengan ukuran ranjang seperti itu. Tapi, masih cukup muat kok untuk dia dan Rega. Ukuran tubuh mereka berdua kan, sama-sama proposional.



Setelah cukup lama didalam kamar mandi. Akhirnya, Rega selesai dengan ritualnya dikamar mandi itu dan keluar. Dia mendapati, kalau istrinya itu telah tidur lebih dulu darinya.


"Hem... dia sudah tidur lebih dulu, rupanya. Tanpa menunggu ku! Tapi, biarlah... Dia mungkin lelah. Setelah melewati beberapa ritual adat dan acara resepsi. Juga menungguiku tadi saat di rumah sakit. Dan ditambah lagi dengan acara nongkrong bareng para sahabatnya tadi. Pasti dia sangat lelah sekali. Dan aku pun juga sudah lelah, sebenarnya." ucap Rega pelan.


Sambil meletakan handuk kecil yang selesai ia gunakan untuk mengelap wajahnya yang basah. Usai dilakukan treatment kecil khususnya yang memang sering dan sudah menjadi kebiasaannya setiap menjelang akan tidur malam.


Setelahnya, Rega langsung naik keatas tempat tidur dengan perlahan. Agar gerakannya itu tak mengganggu sang istri. Yang mungkin sudah tertidur lelap saat ini.


"Kau pasti sangat lelah ya, Sayang? Ya sudah, mari kita tidur! Semoga kau mimpi indah dan berjumpa denganku di alam mimpimu itu." ucap Rega sambil membelai lembut kepala Naziah. Dan kemudian, mencium kening istrinya itu sebagai ucapan selamat tidur.


Sementara itu, Naziah yang sebenarnya masih terjaga. Dan hanya berpura-pura menutup matanya. Begitu tersanjung dengan sikap dan perilaku lembut suaminya itu terhadapnya. Sehingga, ia mengucap syukur dalam hati. Karena telah diberikan suami selembut suaminya itu. Dan setelahnya, mereka pun terlelap bersama-sama.

__ADS_1


__ADS_2