Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Saling Memperkenalkan Diri


__ADS_3

Setelah dirasa hatinya tak lagi trauma. Akan sakit dan perih pada org*n int*mnya, tadi. Dengan secara perlahan, Naziah mulai menopang tubuhnya itu lagi untuk berdiri. Kemudian, mencoba melangkahkan kakinya sedikit demi sedikit. Dengan cara melangkah tanpa membuka bagian paha dalamnya. Dan cara itu dirasa Naziah berhasil. Sebab, ia tak merasakan lagi sakitnya. Naziah berucap hamdalah dalam hati. Sambil terus melangkah kakinya itu menuju kamar mandi.


Sementara Rega, hanya terdiam sambil terus mengarahkan pandangannya mengikuti langkah istrinya itu. Hingga tubuh istrinya itu menghilang dibalik pintu kamar mandi.


'Apa aku sudah keterlaluan banget ya semalam? Sampai-sampai membuat istriku itu tak bisa berjalan dengan normal seperti itu! Ah... padahal niat awal aku semalam sebelum menyentuhnya. Hanya akan bermain tipis-tipis aja. Tapi, begitu melihat tubuhnya dan mendengar l******n serta d*****n n****tnya itu. Aku jadi tak bisa mengendalikan diriku sendiri. Dan akhirnya kebablasan hingga membuatnya tersiksa begitu. Ya ampun, Rega...!!! Seharusnya kau bertanggung jawab atas itu!' batin Rega, masih menyalahkan dirinya sendiri.


Rega turun dari tempat tidurnya. Dan kemudian mendekati pintu kamar mandi yang terdapat Naziah didalamnya itu.


"Sayang...!" panggil Rega "Berendam lah sebentar dengan air hangat kedalam bathtub. Tidak perlu terburu-buru. Mas akan mandi di kamar mandi didalam kamar tamu dibawah saja, sambil menunggumu." ucap Rega selanjutnya dengan sedikit berteriak. Agar, Naziah didalam sana bisa mendengarkan suaranya itu.


"Iya, Mas. Akan aku lakukan. Terimakasih, pengertiannya." jawab Naziah dari arah dalam.


"Ya sudah, Mas kebawah dulu ya!" pamit Rega.


"Iya, Mas." sahut Naziah,


Dan setelah berpamitan pada istrinya itu. Rega dengan segera meraih handuk miliknya yang tergantung pada tiang gantungan. Yang memang berdiri didekat pintu kamar mandi itu. Kemudian berlalu keluar dari kamar itu menuju kamar mandi dikamar tamu.


Sementara itu, didalam kamar mandi. Setelah selesai mencuci terlebih dahulu bagian org*n int*mnya itu dengan air hangat. Ia pun mulai mengisi bathtub itu dengan air hangat dan juga beberapa tetes sabun cair beraroma terapi yang tersedia di sana. Dan kemudian mulai memasukkan serta merendam tubuh lelahnya. Yang terasa remuk redam itu, hingga sebatas lehernya.


Setelah lebih dari 30 menit lamanya. Akhirnya, Rega pun selesai mandi dan kembali ke kamarnya itu. Mengetahui Naziah yang mungkin masih asyik berendam. Saat memasuki kamar, Rega langsung mendekat kembali ke pintu kamar mandi.


Tok...tok...tok... bunyi daun pintu yang diketuk oleh Rega.

__ADS_1


"Sayang...!" panggil Rega lagi dari balik pintu kamar mandi itu. "Aku sudah selesai mandinya. Ayo, bergegaslah membilas tubuhmu itu! Sebab, waktu subuh nya tinggal bentar lagi. Kamu nggak mau ketinggalan waktunya 'kan?!" titahnya, lembut. Sambil menjelaskan maksud dari perintahnya itu.


"Oh iya, Mas. Tentu, aku tak mau ketinggalan. Tunggu 2 menit saja ya, Mas. Aku sudah akan selesai." ucap Naziah sedikit terkejut. Sebab, sejenak ia sudah sempat tertidur tadi. Didalam bathtub itu dengan posisi tubuhnya yang masih terendam itu, saking nyamannya.


"Iya. Bergegaslah. Mas tunggu, sambil bersiap." jawab Rega.


Dan benar saja, Naziah pun selesai membersihkan dirinya itu. Hanya dalam waktu 2 menit saja. Naziah sudah keluar dari kamar mandi itu. Namun, Rega yang sedang menunggunya sambil duduk ditepian ranjang tempat tidur. Dibuat terkejut bukan main dan terbengong sesaat. Dan baru tersadar setelah Naziah mengajaknya untuk segera memimpin sholat mereka itu.


Bagaimana tidak??!


Sang istri yang sedang ditunggunya itu. Hanya dalam sekejap matanya saja. Bahkan, tanpa disadari oleh Rega telah siap berdiri di posisinya sebagai makmumnya. Sudah lengkap dengan peralatan dan perlengkapan sholatnya. Yaitu mukena yang membungkus tubuhnya dan juga sajadah untuk mereka. Yang telah tergelar sempurna di atas lantai kamar itu dengan menghadap kiblat.


"Mas...! Mas...!!! Ayok, pimpin sholatnya! Waktunya udah hampir habis nih." panggil dan ucap Naziah pada suaminya itu.


"Eh, iya Sayang." jawab Rega.


Setelah tersadar dari bengongnya. Sambil segera beranjak dari duduknya dan berdiri di atas sajadahnya. Dan berusaha memfokuskan pikirannya itu. Sebelum akhirnya, mulai mengumandangkan adzan dan lanjut iqamah. Kemudian, mereka pun mulai mendirikan dan menyelesaikan kewajibannya sebagai seorang muslim itu dengan khusyuk.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatu!" ucap Rega


Menutup rakaat dalam sholat mereka itu. Dan dilanjutkan dengan memanjatkan doa-doa kepada Rabbnya. Terkhusus, doa untuk sakinah, mawadah dan warahmah nya mereka. Sebagai pengantin baru yang akan membentuk sebuah keluarga di masa depan.


Sementara Naziah sebagai makmum dan seorang istri. Hanya mengaminkan dalam hati dengan tulus dan berpasrah akan doa-doa. Yang dipanjatkan oleh sang imam sekaligus suaminya itu.

__ADS_1


Seperti sebelum-sebelumnya, setelah usai membaca doa. Rega akan memutar tubuhnya menghadap Naziah, sang istri. Sambil mengulurkan punggung tangannya untuk disalami takzim oleh sang istri.


Dan Naziah pun akan langsung mengerti serta memahami adab itu. Dia segera menyambut uluran tangan Rega dan menciumnya takzim. Kemudian, Rega dengan mesranya membalas penghormatan sang istri atas dirinya itu. Dengan memberi kecupan mesra ke puncak kepalanya. Yang tentunya masih terbungkus mukenah itu.


Setelahnya, saat Naziah akan beranjak dari duduknya. Dan berniat mengambil dan membaca sedikit kitab sucinya seperti biasa dia menyambut pagi harinya. Seketika tertahan, akibat genggaman tangan Rega yang menahan tangannya itu.


"Mau kemana?" tanya Rega, pelan.


"Mau ambil Qur'an dulu, di sana." jawab Naziah, datar. Sambil menunjuk dengan matanya kearah lemari kecil di samping tempat tidur mereka.


"Sebentar, duduk dulu. Mas ingin bertanya padamu?" titah dan ungkap Rega.


"Baiklah. Emang, Mas mau tanya apa?" patuh dan tanya Naziah. Sambil kembali mendudukkan dirinya di atas sajadahnya itu.


"Kok, tadi bisa begitu? Mas nggak lihat kamu keluar dari kamar mandi. Hanya pintu kamar mandi saja yang terlihat dibuka. Tapi tiba-tiba, kamu udah berdiri aja disini!" ungkap Rega atas kebingungannya tadi.


"Hehehe... karena panik dan tak ingin ketinggalan waktu. Jadi, aku reflek aja kayak gitu, Mas." tutur Naziah, sambil cengengesan. Memperlihatkan barisan giginya yang putih dan tersusun rapi itu.


Mendengar penuturan Naziah yang ambigu itu. Rega mengangkat sambil menautkan kedua keningnya. Bingung dan tak mengerti sama sekali maksud dari penuturan istrinya itu.


"Reflek!!! Maksudnya? Mas nggak ngerti, Sayang. Bisa jelaskan lebih detail?! Oh iya, sekalian... mulai saat ini, kita harus saling terbuka dan saling memperkenalkan diri kita masing-masing. Agar kedepannya, Mas bisa tahu siapa sebenarnya sosok wanita cantik dan Sholehah. Yang ada didepan Mas ini." ucap Rega, sambil memegang dan mengangkat dagu Naziah. Kemudian m*ng*c*p sekilas hidung lancip istrinya itu, gemes.


"Begitupun sebaliknya. Kamu juga akan bisa lebih mengenal diri Mas ini. Lebih dari siapapun yang mengenal Mas mu ini. Oke!!!" lanjut Rega dengan lugas. Dan seperti perintah yang harus dilaksanakan serta dituruti oleh istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2