Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Bertemu Klien


__ADS_3

Naziah dan ketiga bawahan di divisinya itu mulai fokus pada pekerjaan dan tugas masing-masing. Hingga jam makan siang tiba, mereka baru membubarkan diri dan menuju kantin perusahaan.


Namun, saat Naziah baru akan beranjak dari duduknya. Dan kompak akan makan siang bersama para bawahan sekaligus rekan kerja satu ruangannya itu.


Sebuah nada dering ponsel pertanda notifikasi yang masuk berasal dari ponsel Naziah. Berhasil menghalangi gerakannya yang akan beranjak itu. Ia putuskan untuk meraih benda pipih miliknya itu. Dan melihat notifikasi tersebut.


β€‚β€‚πŸ“© 'Assalamu'alaikum, Sayang...! Mas tunggu di lobby. Kita akan makan siang bersama Tuan Funihiro. Klien Mas yang berasal dari Jepang itu.'


 Setelah dia selesai membaca isi notifikasi pesannya itu. Naziah tampak menghela nafasnya panjang dan membuangnya pelan melalui hidung mancungnya. Sambil menatap ketiga temannya yang saat itu sudah sedang menunggunya untuk berangkat bersama menuju kantin. Dengan raut wajahnya murung.


    "Hem.... maafkan aku! Aku tidak bisa ikut makan bersama kalian. Nggak pa-pa 'kan?!" ucap Naziah, merasa tak enak hati pada ketiga rekannya itu.


    "Apa itu pesan dari pacar Mba' Ziah?" tanya Iwan sedikit mengintrogasi. Dan Naziah hanya menjawab pertanyaannya itu dengan sebuah senyuman keterpaksaan.


   "Ya sudah, tidak apa-apa. Kami akan makan bertiga saja. Mba' Ziah hati-hati! Jangan mudah percaya pada keadaan dan tampilan luar saja dari seorang pria. Mba' Ziah harus jeli melihat dan pandai membaca gerak-gerik mereka. Dan, waspadalah saat memesan makananmu! Jangan sampai makananmu kemasukan sesuatu nantinya. Yang mungkin akan membahayakan dirimu, Mba'. Kami duluan ya..?!" ucap Sahrul, dingin. Penuh pesan peringatan untuk Naziah. Agar berhati-hati saat bersama dengan lelaki yang baru dikenal.


Mendengar ucapan yang penuh peringatan dari salah satu rekan kerja mereka itu. Bibir Naziah sedikit menyunggingkan senyum tipis, bahagia.


Ternyata, meski mereka hanya orang lain yang dipertemukan dalam satu tempat kerja seperti itu. Tetapi, mereka begitu saling menghargai, menyayangi dan menjaga satu sama lain. Hanya karena hampir memiliki kesamaan karakter. Hingga mereka mampu membangun hubungan layaknya saudara satu sama lainya.


  "Iya. Terimakasih atas perhatianmu, 'Rul. Selamat makan siang." jawab Naziah.

__ADS_1


Setelah kepergian para rekannya itu. Naziah pun mulai melangkahkan kakinya dengan sedikit terburu-buru menuju lift. Saat mendapat pesan chat dari suaminya itu. Setelah sebelumnya, Naziah sedikit tersenyum dan kemudian bergegas menarik half moon bag-nya. Lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerjanya itu.


Mengingat jika suaminya sudah menunggunya. Untuk makan siang bersama yang katanya juga sedang bersama kliennya saat itu. Didalam perjalanannya menuju lantai dasar. Naziah mencoba membalas chat dari suaminya itu.


β€‚β€‚β€‚πŸ“€ Wa'alaikumsalam, Mas! Iya. Aku sudah didalam lift sekarang dan sedang menuju mu. Tapi, tolong jangan tunggu aku di situ, Mas. Tolong biarkan aku jalan keluar pelataran kantor. Nanti, Mas bisa jemput aku ditepi jalan sana ya?!πŸ™πŸ™πŸ™


  Sambil sedikit memanyunkan bibirnya, Rega membalas pesan chat dari istrinya salehah ya itu.


β€‚πŸ“© Hem... baiklah. Pergilah. Nanti Mas jemput di luar. Tapi, jangan jauh-jauh ya jalannya! Mas takut nanti kamu diculik orang, lagi. πŸ₯Ί


Sesungguhnya, perasaan Naziah cukup sungkan saat mendapat pesan dari suaminya itu. Jika, mengingat harus bergabung dengan klien suaminya itu nanti. Tetapi, Naziah berpikir, jika tidak memulai dari sekarang dia belajar berbaur dan membuka diri dengan lingkungan suaminya itu. Maka, selamanya dia akan terus tertutup dan tak tahu tentang lingkup kerja suaminya itu.


Yang mana di restoran tersebut, mungkin sudah menunggu Devan dan Kliennya itu. Yang sudah berangkat lebih dulu ke sana.


Sementara itu, Rega dan Devan yang hari itu memang memiliki jadwal bertemu klien mereka. Setelah pembicaraan penting mereka selesai. Rega yang terlanjur mengajak kliennya itu. Untuk makan bersama disebuah restoran sederhana yang direkomendasikannya. Namun, juga tak ingin melewatkan makan siang bersama Naziah. Memutuskan untuk sekalian mengundang Naziah makan siang bersamanya saat itu. Dan juga bersama Devan serta klien dan asisten pribadinya itu.


Setelah berada kurang lebih tiga menit didalam lift. Akhirnya, Naziah sampai di lantai dasar. Dan dari kejauhan, Naziah dapat melihat kalau Rega sudah menunggunya di tempat parkir. Sambil menyandarkan tubuhnya ke body mobil.


Saat sang istri mulai tampak oleh matanya dari kejauhan. Tanpa sadar bibir Rega menyunggingkan sebuah senyuman.


Hati Rega begitu bahagia setelah beberapa jam yang lalu tak melihat wajah istrinya itu. Karena permintaan Naziah yang ingin hubungan antar mereka itu disembunyikan terlebih dahulu. Dengan berat hati dan juga telah melalui pertimbangan yang matang. Akhirnya, Rega setuju dan merahasiakan saja dulu hubungan mereka itu. Dan menganggap, jika saat itu mereka sedang menjalani hubungan tersembunyi.

__ADS_1


Rega terus mengawasi gerak-gerik langkah kaki Naziah dari kejauhan. Demi memastikan jika istrinya itu sudah keluar. Dan aman untuknya menghampirinya.


Sementara itu, Naziah terus memacu langkah menuju keluar pelataran kantor. Dan memutuskan menunggu Rega ditepian persimpangan jalan yang ada didekat perkantoran mereka itu.


Tak berselang lama, sebuah mobil yang tentu sangat dikenalinya. Berhenti tepat didepannya dan membukakan pintu untuknya. Naziah yang memang tak ingin ada salah seorang pegawai di kantornya. Yang tahu tentang hubungannya dengan Big Bos mereka itu. Langsung saja masuk kedalam mobil tersebut. Dan segera menutup kembali pintu mobil itu.


"Assalamu'alaikum, Mas!" ucap Naziah, sesaat setelah berhasil masuk kedalam mobil suaminya itu. Sambil memasang sabuk pengaman pada tubuhnya. Kemudian meraih telapak tangan Rega untuk disalaminya.



"Wa'alaikumsalam, Sayang." balas Rega sambil tersenyum senang. Dan memberikan punggung tangannya untuk disalami takzim oleh sang istrinya itu. Kemudian ia membalas dengan memberikan kecupan hangat kepuncak kepala Naziah.


"Sudah siap? Kita berangkat ya!" izin Rega pada Naziah. Sebelum dia menarik tuas perseneling dan menginjak pedal gas mobilnya.


"Iya, Mas." jawab Naziah


Dan setelah mendapat izin dari istrinya itu. Rega pun mulai memacu kecepatan kuda besinya itu. Menuju ketempat yang mereka tuju saat itu. Yang mana di sana mungkin sudah menunggu kedatangan mereka. Yaitu, Devan dan Tuan Funihiro beserta asistennya.


Hanya butuh waktu beberapa menit saja berkendara. Akhirnya, Rega dan Naziah sampai di restoran yang dituju itu.


Sementara itu, di sebuah ruangan tamu VVIP. Devan, Tuan Funihiro dan asistennya sedang berbincang-bincang santai. Sambil menunggu makanan pesanan mereka siapa disajikan. Serta menunggu kedatangan Rega dan Naziah.

__ADS_1


__ADS_2