Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Ciuman Selamat Pagi


__ADS_3

Harap bijak dalam membaca ya... Di bab ini, ada sedikit adegan 18+ nya. Jadi, yang masih dibawah umur harap di skip aja bab yang ini ya?! Hehe... 😁😁😁🙈✌️ Karena ini khusus area 18+.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*


Tepat pukul 04.30 WITA, Naziah yang memang terbiasa bangun sebelum adzan subuh berkumandang. Mulai menggeliatkan tubuhnya dengan bebas dan perlahan-lahan. Namun, saat tubuhnya akan sedikit dimiringkan kearah kanan. Pada bagian perut atas dan paha kirinya. Serasa seperti sedang tertimpa sesuatu yang sedikit berat. Naziah pun berusaha melihat kearah bagian tubuhnya yang terasa tertindih itu. Dan mendapati sebuah tangan berkulit putih dan kekar, serta kaki yang terbalut celana piyama warna biru Dongker. Sedang memeluk tubuhnya bak sebuah bantal guling.


Melihat itu, seketika kedua kening Naziah bertaut dan terangkat salah satunya. Demi mengetahui pemilik dari kaki serta tangan tersebut. Naziah memalingkan wajahnya kearah kiri. Namun, bukannya mendapati wajah seseorang. Naziah malah hanya melihat bagian tubuh yang lain, yaitu leher.


Dan melihat bagian leher yang tentunya memiliki jakun itu. Langsung saja otak Naziah bisa menebak. Jika pemilik tubuhnya itu pastilah seorang pria. Hingga, jantungnya tiba-tiba sedikit memompa dengan cepat.


Entah bagaimana cara kerja otak Naziah saat itu? Sehingga, ia belum juga bisa mengingat. Bahwa sebenarnya, sejak hampir 19 jam yang lalu. Dia telah berganti status dari seorang gadis menjadi seorang istri. Yang tentunya, saat ini dan seterusnya. Dia akan ada yang terus menemani dan menghangatkan tempat tidurnya itu. Yang tidak lain adalah suaminya sendiri, yaitu Rega.


Dengan otak yang belum konek juga. Naziah melanjutkan pandangannya itu, hingga membuat wajahnya sedikit menengadah. Sebab, posisi wajah dari Rega saat itu berada sedikit lebih tinggi di atas kepala Naziah.


"Em'! Dia....!!" ucap Naziah, lirih.

__ADS_1


Ucapannya itu tertahan karena sedikit terkejut. Dan karena itu pula, saraf pada otaknya seperti mulai bekerja dengan benar. Hingga membuat dirinya tersadar sepenuhnya.


"Ya Allah.... Kenapa aku sampai lupa sih! Bukankah Mas Rega dan aku memang sudah menikah kemarin pagi. Jadi, sudah sewajarnya lah... dia ada disini dan tidur seranjang dengan ku." lanjut Naziah, berbicara sendiri dengan suara pelan. "Hem.... Ternyata, dia memang sangat-sangat tampan ya. Jika dilihat dalam jarak yang sangat dekat seperti ini. Pantas saja, hampir semua karyawati di kantor sangat tergila-gila dan mengidolakannya, kecuali aku. Hidungnya mancung, kulit wajahnya putih mulus tanpa noda dan juga..."


Cup...! "Assalamu'alaikum dan selamat pagi, Sayang!" ucap Rega.


Kemudian menampilkan senyumnya yang cerah. Sambil menatap lembut tepat ke mata sayu Naziah. Yang hanya berjarak beberapa centimeter saja dari wajahnya itu. Setelah berhasil mencium tepat di bibir istrinya itu secara tiba-tiba.


Karena hal itu, Naziah seperti mengalami shock berat. Yang mengakibatkan saraf otaknya yang baru saja konek itu. Kembali eror dan membuat tubuhnya seketika itu membeku. Menyisakan kelopak matanya saja yang mampu berkedip sesekali, namun dengan gerakan perlahan.


Melihat kondisi istrinya seperti itu. Bukannya kasihan dan berusaha mengembalikan kesadaran Naziah. Rega malah gemas sendiri dan kembali semakin mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya itu.


Namun saat dia mendengar Naziah menyebut nama Allah. Rega sudah mulai membuka matanya sedikit-sedikit dan perlahan. Tetapi, saat telinganya menangkap ucapan Naziah yang mulai memuji wajahnya. Sambil menyentuhkan ujung jari ke batang hidungnya. Dan juga hembusan nafas Naziah yang ia rasa langsung menerpa wajahnya. Rega berusaha membuka sedikit kelopak matanya itu. Dan pandangannya langsung jatuh tepat ke bibir indah istrinya itu. Sehingga, naluri Rega pun menuntut untuk mengecup dan mencicipi manisnya bibir itu.*


Rega terus mel*mat dengan sangat pelan bibir istrinya yang masih tampak shock itu. Yang awalnya, hanya mel*mat bibir bawah dan bibir atas milik istrinya itu saja secara bergantian. Namun, karena rasa manis yang ia rasakan dari bibir itu. Iapun ketagihan dan ingin mengeksplor lebih dalam lagi.


Merasa mulut Naziah sedikit terbuka. Rega seperti mendapat lampu hijau untuk itu. Tangan kiri Rega mulai sedikit menekan tengkuk leher Naziah. Demi memperdalam ci*man mereka yang mulai terasa panas itu. L*d*h Rega mulai menerobos masuk dan mengeksplor setiap rongga mulut istrinya itu. Dan Rega sangat menikmatinya itu.

__ADS_1


Sementara itu, karena memang sangat terkejut. Saat suaminya yang ia kira masih tidur itu tiba-tiba mengecup bibirnya. Membuat otak Naziah langsung blank seketika. Sehingga, saat suaminya itu mengucap salam. Naziah tak mampu membalas ucapannya itu. Namun, setelah beberapa saat Naziah seperti terhipnotis. Dia mulai menikmati ci*man dan l*matan itu. Apalagi Rega mulai menerobos dan mengeksplor rongga mulutnya. Sehingga, entah sudah sadar atau bagaimana? Dengan perlahan Naziah pun mulai menikmati dan balas mel*mat bibir Rega itu.


"**Ya Allah, apa yang terjadi padaku? Kenapa tubuhku tidak mampu menolak hal ini. Dan malah sangat menikmatinya**." batin Naziah, bingung terhadap respon dirinya sendiri atas hal itu.


*Sesungguhnya, ini sama-sama adalah hal pertama kali bagi mereka berdua. Namun, sebagai pria dan wanita yang sudah berumur dan cukup dewasa seperti mereka. Diam-diam mereka sudah mengetahui segala teori tentang hal seperti itu. Hanya tinggal praktek saja yang baru terlaksana saat itu. Jadi, mereka bergerak sesuai naluri mereka saja.*


Merasa bahwa istrinya itu mulai memberikan respon. Tidak seperti saat awal-awal tadi, hanya diam saja tanpa membalas. Kini, Rega pun semakin berg\*\*\*\*h dan ingin melakukan lebih dari itu. Yang niat awal hanya ingin memberikan morning kiss saja untuk istrinya itu. Eh... ternyata, kini sudah lebih dari itu. Bahkan, kumandang adzan subuh yang mulai terdengar dari salah satu mesjid terdekat di sana. Tak membuat mereka menghentikan aksi mereka itu.


Lama mereka saling ******* dan bertukar saliva. Hingga tanpa sadar, sebuah des*h*n nikmat dari mulut Naziah keluar begitu saja. Ditengah ci*man panas itu. Sebab, satu tangan Rega mulai bergerak m*r*m*s salah satu gunung kembar Naziah. Yang sejak tadi terasa menekan lembut ke dada bidangnya.


"Aahhh...."


Mendengar suara des*h*n n*km*t yang keluar dari mulut istrinya itu. N**s* Rega seperti semakin menanjak saja. Dan mencoba untuk sedikit bangkit untuk memposisikan tubuhnya di atas tubuh Naziah. Agar bisa bergerak lebih bebas. Tetapi, karena otot perut dan pinggang bagian kirinya sedikit ke tekuk. Akibatnya, luka tusuk pada perutnya itu menjadi tertekan. Dan membuat Rega spontan melepas tautan mereka, kemudian sedikit berteriak kesakitan.


"Aauhh....!!!! Perutku." ucap Rega, sambil memegangi perutnya yang terluka itu.


__ADS_1


"Astagfirullahal'adzim! Kenapa, Mas?" ucap dan tanya Naziah, spontan bangkit dari posisinya tadi.


__ADS_2