
"Terus.... kalau pacar-pacar dari kalian berempat gitu?" tanya Lastri kepo. Yang tadinya serius menonton, mulai penasaran akan aturan yang dibuat oleh kakak dan teman-temannya.
"Pacar ataupun teman...tetap saja disebut tamu 'kan, jika datang ke rumah kita? Jadi, tidak ada pengecualian." jawab Ziah tegas.
"Terus...Kakak udah punya pacar atau belum?" tanya Lastri serius.
"Nggak ada...." ucap Ziah santai sambil menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. "Kakak malas pacaran, bikin pusing kepala!!! Mikirin skripsi aja, kepala sudah pusing tujuh keliling dan sakit kepala. Apalagi kalau punya pacar yang banyak tingkah. Hem.... buang-buang waktu saja!" sambungnya.
" Udah ah, kakak ngantuk! Sudah lewat jam 9 malam nih. Ayo tidur!!!" titah Ziah pada adik-adiknya.
"Malam Minggu Kak... kita mau nonton film box office dulu. Kakak duluan aja!" ucap Elvira santai tanpa bergerak dari tempat duduknya.
"Iya deh...terserah. Ya udah, selamat menonton...! Kakak duluan ya...?!" ucap Ziah sambil beranjak dari duduknya menuju ke kamarnya.
*Di dalam kamar
Setelah sampai di dalam kamar, karena belum melaksanakan sholat isya. Jadi, dia langsung menuju kamar mandi di kamarnya. Untuk mencuci muka sekaligus berwudhu.
__ADS_1
Selesai sholat, Ziah langsung merapikan peralatan sholatnya. Kemudian mengganti pakaian rumahannya dengan pakaian tidur. Lalu, bersiap menuju ke alam mimpi.
Namun, baru saja Ziah merebahkan kepalanya di bantal. Tiba-tiba, ponselnya di atas nakas berdering.
"Assalamualaikum Ul'...!" sapa Ziah melalui panggilan telefon. "Ada apa, hampir saja aku udah sampai ke alam mimpi?! Kau baru nelfon." sambung Ziah lagi.
"Wa'alaikum salam! hehehe... aku cuma mau nanya, jam berapa kita balik ke kota?" jawab dan tanya Ulfi diseberang telefon.
"Jam 2 siang aja. Biar nggak kemalaman di jalan. Dan takutnya, sore hari di gunung akan hujan. Karena saat ini, cuaca susah diprediksi." jawab Ziah
"Iya ya... Baiklah. Si Tita udah taukah?" tanya Ulfi lagi.
"Ya udah, nanti aku kasih tahu Dia besok pagi saja. Sekarang, kayaknya dia sudah tidur. Sebab, semua lampu dirumahnya sudah dimatikan." ucap Ulfi
"Iya, besok saja." ucap Ziah dengan nada lemah karena sudah sangat mengantuk.
"Ya sudah, selamat tidur dan sampai jumpa besok. Assalamu'alaikum!" ucap Ulfi mengakhiri panggilan teleponnya.
__ADS_1
"Iya, wa'alaikum salam." balas Ziah semakin lemah.
Karena sudah sangat mengantuk, setelah panggilan telepon diakhiri oleh Ulfi. Langsung saja Ziah membaringkan tubuhnya. Sambil meletakan ponselnya ke atas nakas di samping tempat tidurnya. Tanpa membutuhkan waktu lama, Ziah sudah terlelap dengan sempurna.
***
Seperti biasa, pukul 04.30 WITA Ziah akan terjaga dari tidurnya. Setelah kesadarannya pulih dengan sempurna. Dia akan membaca doa bangun tidur terlebih dahulu. Baru beranjak ke kamar mandi. Untuk membersihkan diri dan berwudhu. Dan melaksanakan sholat Subuh, sebelum memulai harinya.
Usai melakukan ritual paginya. Ziah menuju dapur dengan wajah segar dan ceria. Dia mendapati ibunya di dapur sedang mengupas pisang.
"Assalamualaikum... Mama! Mau buat sarapan apa pagi ini?" tanya Ziah pada ibunya setelah memberi salam.
"Eh... Kakak, wa'alaikum salam. Mama mau buat Pallu Butung(sebuah makanan khas daerah Sulawesi Tengah). Kebetulan nih, ada pisang masak dari Om Lukman kemarin." jawab Ibu Adel.
"Oh... Kalau begitu, biar Kakak aja yang buat Pallu butungnya Ma! Mama kasih makan ayam aja sana! Soalnya, ayamnya sudah pada teriak-teriak lapar tuh... Ribut banget!" ucap Ziah mengusir dengan nada lembut.
"O iya... baiklah, Mama pergi dulu. Buat yang enak ya pallu butunnya...!!!" ucap Ibu Adel pasrah. Sambil beranjak dari tempat duduknya dan digantikan oleh Ziah.
__ADS_1
Setelah ditinggal ibunya, Ziah segera beradu dengan segala peralatan dan bahan yang sudah disiapkan ibunya. Sedang kedua adiknya yang juga sudah bangun. Langsung menuju ke ruang cuci yang ada didekat sumur dan masih didalam rumah mereka. Untuk mencuci semua pakaian kotor yang ada di sana.
Itulah pekerjaan yang akan mereka lakukan sehari-hari. Jika sedang berada didalam rumah. Orang tua Ziah sudah membiasakan mereka. Untuk saling bergotong royong mengerjakan segala pekerjaan yang ada.