Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Ada apa dengannya?


__ADS_3

'Ada apa dengan jantungku? Kenapa masih berdebar-debar saja sih...! Apa mungkin, aku telah jatuh cinta pada Rega ya?'


Batin Naziah bertanya dan bermonolog. Masih dengan tangan yang ditempelkan ke sisi dada kirinya. Merasa kedua pipinya tiba-tiba memanas. Naziah pun merangkum pipinya itu dengan kedua tangannya sendiri. Sambil bibirnya tampak tersenyum kecil.


Tiba-tiba pintu ruangannya itu terbuka dan menampakan wajah datar Ifah. Kemudian diikuti oleh Iwan dan Sahrul dibelakangnya.


"Eh...! Mba' Naziah udah datang rupanya. Mba' Naziah udah makan siang dan sholat Dzuhur, belum?" tanya Ifah sambil melirik jam yang melingkar ditangannya.


Karena setahu Ifah, biasanya jam segitu Naziah pasti belum berada di ruangannya. Sebab biasanya, setelah selesai istirahat makan siang. Naziah pasti akan langsung ke mushollah terlebih dahulu. Sebelum memutuskan ke ruangannya untuk bekerja kembali. Tapi kini, jam istirahat masih tersisa sekitar 15 menit lagi. Naziah, malah sudah tampak duduk santai di kursinya dalam ruangan itu.


Seketika Naziah menepuk jidatnya sendiri karena terkejut mendengar pertanyaan dari Ifah itu. Sebab, mengingat sesuatu yang terlupakan olehnya.


"Astagfirullahal'adzim, Aku belum sholat 'Fah! Aku benar-benar lupa." ucap Naziah terkejut. "Aku sholat dulu ya?! Terimakasih sudah mengingatkan. Kau memang teman terbaikku." sambungnya. Sambil tangannya meraih mukenah miliknya yang memang tersimpan dalam laci mejanya. Kemudian mengacungkan jempol kearah Ifah.


Setelahnya, Naziah berdiri dari duduknya untuk segera melangkah keluar menuju ke mushollah kantor. Yang berada di bagian rooftop dari kantor tersebut.


Naziah menaiki lift untuk mengantarkannya ke lantai paling atas bangunan tersebut. Sesampainya di rooftop, Naziah langsung berwudhu terlebih dahulu. Barulah kemudian menuju mushollah untuk melaksanakan sholat Dzuhurnya.


Saat kaki Naziah menapaki lantai mushollah itu. Matanya mendapati dua orang pria yang sedang berdiri melaksanakan sholat pula di sana. Yang tampaknya, sudah melaksanakan rakaat yang ketiganya. Dan ternyata kedua pria itu adalah Rega serta Devan. Namun, Naziah tak mengenali mereka. Karena posisi mereka yang membelakanginya.


Sehingga, Naziah bersikap cuek saja. Dan bergegas mengenakan mukenah-nya serta memulai sholatnya dengan khusyuk.


Sementara itu, Rega yang bertugas sebagai imam dari Devan. Mulai menutup sholat mereka dengan bacaan doa-doanya. Setelahnya, Rega berbalik dan mengulurkan tangannya untuk disalami oleh Devan.


Tepat saat Rega membalikkan badannya. Tak sengaja, dia melihat Naziah yang sedang sholat sendiri di belakang mereka. Dengan jarak kurang lebih 3 meter dari mereka. Refleks, bibir Rega menyunggingkan senyum bahagia.

__ADS_1


Dan Devan yang mendongakkan kepalanya usai menyalami tangannya. Menatap bingung ekspresi Rega itu. Melihat Rega yang menatap ke satu arah, yaitu di belakang mereka. Devan pun mengikuti arah pandangannya itu. Dan mendapati seorang wanita yang sedang bersujud dalam sholatnya.


Beberapa detik berikutnya, Naziah bangkit dari sujud-nya. Devan yang masih melihat kearahnya. Langsung mengerti dan mengangguk-anggukan kepalanya. Sebab, kebingungannya atas senyuman bahagia yang diterbitkan oleh bibir Rega itu. Karena melihat Naziah yang ada di sana. Dan sedang melakukan hal yang sama seperti yang baru saja mereka lakukan juga.


"Kak!" panggil Devan. "Jangan terlalu lama memandanginya! Belum muhrim. Bersabarlah!!! In Syaa Allah, tinggal seminggu lagi kok. Setelah itu, kau bisa dengan puas memandanginya." sambungnya mengingatkan.


"Tidak baik, jika aku meninggalkan kalian disini berdua saja. Ayo kita pergi! Masih banyak yang harus kulakukan." imbuh Devan, mengajak Rega untuk meninggalkan mushollah itu dan juga Naziah yang masih melaksanakan sholatnya.


"Astagfirullah!!! Baiklah. Ayo!" ucap Rega sambil membuang pandangannya.


Kemudian, segera berdiri dari duduknya dan diikuti pula oleh Devan. Mereka pun pergi dari sana. Meninggalkan Naziah yang telah di posisi duduk melaksanakan tasyahud akhirnya.


Beberapa saat, Naziah pun akhirnya selesai melaksanakan sholatnya. Setelah melipat kembali mukenah-nya, dia pun kembali ke ruang kerjanya.


"Ifah, kok kamu duduk disitu? Ada apa?" tanya Naziah, bingung. Sambil terus melangkahkan kaki mendekati kursi singgasananya.


"Duduk dulu, Mba'. Dan baca ini!" pinta Ifah dengan menyodorkan selembar amplop putih panjang ke hadapan Naziah, di atas meja.


"Hem... Apa ini?" tanya Naziah lagi. Tetapi, tangannya telah meraih amplop tersebut dan membukanya.


Setelah membaca isi tulisan yang terdapat pada selembaran kertas dari dalam amplop tersebut. Naziah terlihat menghela dan membuang nafasnya kasar melalui mulutnya.


"Huff....!" desah Naziah. 'Dia benar-benar sudah memikirkan dan mempersiapkan semuanya.' lanjut batinnya bermonolog.


Ternyata amplop tersebut, berisi formulir izin cuti milik Naziah. Yang telah terisi dan tinggal ditanda tangani-nya saja dan akan diserahkan kepada wakilnya. Agar dimasukkan kedalam data base karyawan nantinya. Karena, Naziah adalah anggota tim HRD itu sendiri. Dan juga, Naziah sendirilah kepala bagian HRD-nya itu. Jadi, formulir izin cutinya itu harus diserahkan kepada wakilnya yaitu Sahrul.

__ADS_1


* Flashback On


Saat Naziah masih di mushollah tadi. Ternyata, Devan datang ke ruangan HRD itu, sendiri. Dan menyerahkan surat itu pada Ifah tanpa mengatakan sepatah katapun. Sehingga, Ifah yang bingung dan penasaran akan apa isi dari surat itu. Dengan terpaksa membuka dan membaca isi surat tersebut untuk diketahui isinya.


Dan betapa terkejutnya Ifah saat mengetahui isinya. Hingga membuat matanya membulat sempurna. Dengan berteriak mengatakan; "Apa?!!!" sambil menutup mulutnya sendiri dengan tangannya.


Sehingga, suaranya itu mengundang perhatian kedua teman prianya yang ada dalam ruangan sama tersebut dan mendekatinya. Yaitu Sahrul dan Iwan.


Karena melihat ekspresi Ifah yang seperti itu. Membuat Sahrul dan Iwan ikut penasaran seperti Ifah. Mereka merebut paksa surat tersebut dari tangan Ifah dan membacanya. Dan akhirnya, mereka pun ikut terkejut seperti Ifah. Lalu kompak akan mengintrogasi atasan mereka itu.


* Flashback Off


"Apa Mba' Naziah mengambil cuti untuk menikah? Apa dengan Pak Rega, Mba'?" tanya Ifah pelan dan sedikit berbisik kearah Naziah. Takut ia akan salah tebak dan akan membuat heboh sekantor nantinya.


Naziah hanya mengangguk pelan saja untuk menjawab pertanyaan dari Ifah itu.


"Benarkah!!!" ucap Ifah dengan nada tinggi. "Ya ampun, Mba'! Kok nggak cerita-cerita ke aku sih. Kalau akan secepat ini, kalian ke jenjang itu. Apa kalian memang ingin merahasiakannya?" sambung Ifah seraya tersenyum bahagia.


"Sebenarnya sih... mau aku seperti itu. Tapi... heh!!! Sudahlah. Nanti malam, kau menginap di mess aku ya! Nanti aku cerita semuanya di sana." jawab Naziah. Tak ingin Sahrul dan Iwan mengetahui itu sekarang.


"Apa sebenarnya yang kalian rahasiakan dari kita? Dan formulir izin itu, sebenarnya alasannya apa, Mba'? Kami ini 'kan tim HRD. Jadi, kami juga wajib mengetahui alasan Mba' Naziah mengajukan izin cuti itu. Selain kami adalah timmu, kami juga temanmu kan Mba'?! Jadi, kau juga harus berbagi informasi dengan kami, tentunya. Bukan hanya dengan Ifah seorang saja. Itu nggak adil Mba'!" ucap Sahrul panjang kali lebar. Dengan banyaknya pertanyaan yang bernada wajib untuk dijawab oleh Naziah saat itu juga.


Naziah, Ifah dan Iwan yang mendengar segala kalimat-kalimat yang keluar dari mulut Sahrul itu. Sejenak terpaku dan saling melempar pandangan mereka. Itu karena mereka, baru kali ini melihat dan mendengar seorang Sahrul berbicara panjang kali lebar seperti itu. Sebab biasanya, Sahrul hanya berbicara seadanya dan seperlunya saja.


Dari pandangan Naziah, Ifah dan Iwan seakan memiliki arti "Ada apa dengannya?"

__ADS_1


__ADS_2