
Tepat pukul tujuh malam, Ulfi dan Tita sampai di kontrakan mereka. Dengan diantar oleh Aldi sendiri menggunakan mobil milik Dokter Karina. Mereka bertiga sudah tampak sangat cantik-cantik dan tampan dengan pakaian pesta.
"Assalamu'alaikum...!!!" ucap Ulfi, Tita dan Aldi bersamaan saat berada tepat didepan pintu.
"Wa'alaikumsalam." jawab Anto dari dalam rumah. Sambil membuka pintu rumah tersebut dengan malas.
"Wahh... kalian sudah pada cantik semua rupanya." ucap Anto berbinar saat matanya melihat penampilan ketiga orang yang ada didepan pintu yang baru saja dibukanya. "Tapi sayang...?! Orang yang ingin kalian jemput itu sudah pergi." ucap Anto lagi, ambigu.
Mendengar perkataan Anto seperti itu, Ulfi, Tita, dan Aldi menautkan kening mereka.
"Ziah pergi???" tanya mereka kompak bingung.
"Dia pergi kemana Anto? Kenapa kau tak menahannya?" tanya Tita kemudian dengan kesal yang ditujukan pada Anto.
"Masuklah dulu?!! Kita bicara didalam saja." ucap Anto datar dan mengajak mereka masuk ke ruang tamu.
Setelah Ulfi, Tita dan Aldi sudah duduk manis di kursi sofa ruang tamu itu. Tanpa basa-basi, Anto mulai membuka pembicaraannya.
"Ziah sudah mengetahui semua acara malam ini sejak tiga hari lalu. Dan dia mengetahuinya dari pembicaraan kalian berdua dengan Bunda Karina, lewat telefon." ucap Anto dengan menunjuk Ulfi dan Tita dengan matanya saja.
Mendengar pernyataan Anto itu, Ulfi dan Tita saling pandang dengan mata sedikit terbelalak. Kemudian langsung tampak lesu di detik berikutnya. Mereka berdua menjadi terdiam seribu bahasa. Dan saling menyalahkan diri masing-masing.
"Dan kau tahu Aldi?! Melihat video tersebut, sejak awal Ziah memang sudah memiliki spekulasi sendiri. Meski, aku sudah memperdengarkannya semua rekaman tentang penjelasan Rendi tadi siang. Dia tetap kukuh dengan keputusan yang memang telah ia siapkan sejak beberapa hari yang lalu. Yang sebenarnya, dia hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengutarakan segala keputusan yang dipilihnya itu. Serta menjalankan rencana yang memang telah ia susun rapi sejak kemarin." jelas Anto pada Aldi.
__ADS_1
Sementara itu, mendengar penjelasan Anto pada Aldi tentang Naziah. Dan juga kata video yang baru saja dilontarkannya. Ulfi dan Tita saling tatap yang arti dari tatapan itu 'Video apa??? Kok kita nggak tahu.'
"Dan karena melihat raut wajahnya yang begitu menyedihkan saat mencurahkan segala isi hatinya, tadi siang. Aku menjadi tidak tega kalau harus memaksakan dia untuk tetap menerima Rendi. Dan keputusannya untuk pulang sore tadi, baru aku ketahui setelah dia mengatakan hampir sejam sebelum dia akan berangkat. Aku cukup syok dengan keputusannya itu. Tapi, apa boleh buat? Aku sangat menyayangi para sahabatku, terutama Ziah yang sudah aku anggap seperti adikku sendiri. Jadi, aku tidak mau melihatnya sedih berkepanjangan. Karena itu, meski terpaksa, aku akan mendukung keputusannya itu. Dan dia menitipkan ini padaku serta memintaku untuk menyerahkan langsung pada Rendi." ucap Anto selanjutnya. Dan menjelaskan semua alasannya, kenapa tak berusaha menahan Naziah untuk tidak pergi?!. Kemudian menunjukan cincin yang tadi dititipkan Naziah padanya.
Setelah mendengar semua penjelasan Anto. Aldi segera mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menghubungi seseorang di sana.
"Halo, Ren'!" sapa Aldi yang ternyata menelfon Rendi
"Iya. Halo 'Di. Ada apa? Apa Ziah sudah siap?" tanya Rendi di sebrang telfon itu.
"Ziah sudah tidak ada disini, Ren'. Dia telah kembali ke kampungnya. Dia hanya menitipkan sesuatu pada Anto dan meminta Anto menyerahkan langsung benda ini padamu.
Rendi terpaku ditempatnya beberapa menit saat mendengar kabar kepergian Naziah itu. Kemudian tersadar kembali saat Aldi mengatakan ada sesuatu benda yang dititipkan Naziah pada Anto untuknya.
* Flashback On
Tepat pukul setengah tujuh malam, dua buah taksi rental pesanan Naziah sudah memarkir sempurna didepan rumah kontrakannya. Dengan dibantu oleh Anto dan ayahnya serta kedua orang sopir taksi tersebut. Mama Adel dan Lastri memasukan barang-barang Naziah yang akan dibawah pulang bersama mereka.
Satu mobil taksi itu akan di tumpangi Mama Adel, Lastri dan juga sebagian barang Naziah itu. Sedang mobil yang satunya lagi, akan ditumpangi oleh kedua orang tua Anto dan sisa barang-barang Naziah yang lainnya.
Awalnya Naziah berpikir, dengan semua barang-barangnya yang akan dibawa pulang. Jika hanya menyewa satu mobil taksi rental saja, mungkin takkan muat. Sehingga, saat melihat kedua orang tua Anto masih berada di sana. Dan setelah mengetahui, kalau kedua orang tua itu juga ingin kembali malam ini. Dengan senang hati, Naziah pun kembali memesan satu mobil taksi lagi. Untuk kedua orang tua sahabatnya itu dan memprediksi, dengan dua buah mobil, maka semua barang-barangnya itu akan bisa dibawa pulang sekaligus. Dan... begitulah akhirnya.
Sedang Naziah sendiri sudah berangkat lebih dulu menaiki motornya bersama Elvira. Naziah sengaja lebih cepat keluar dari rumah itu. Demi menghindari Ulfi dan Tita yang menjadi orang suruhan Rendi malam ini. Untuk datang menjemput paksa dirinya seperti rencana yang telah mereka susun sebelumnya. Dan tanpa sepengetahuan mereka, Naziah telah mengetahui semua rencana itu.
__ADS_1
Dan saat Mama Adel bertanya, kenapa Naziah tampak begitu terburu-buru untuk pulang? Naziah pun terpaksa berbohong pada ibunya itu. Dengan mengatakan, kalau sebelum pulang dia ada sedikit keperluan yang harus diselesaikan di kampusnya.
Dan alasan Naziah itu memang cukup masuk akal bagi ibunya. Sebab jalan pulang menuju kampung Naziah juga sejalur dengan jalan menuju kampusnya. Karena itulah, setelah mengetahui alasan Naziah kenapa terlihat terburu-buru. Ibunya pun tak lagi bertanya panjang lebar. Dan membiarkan saja anaknya itu pulang bersama salah satu adiknya, lebih dulu.
Sedang saat itu, Naziah dan Elvira sudah melewati setengah dari perjalanan menuju kampungnya. Itu karena mereka mulai jalan setengah jam sebelum waktu magrib tiba. Sementara, lama perjalanan dari kota P itu menuju ke desanya. Memakan waktu tiga jam-an, jika tak berhenti-henti di jalan.
Sedangkan Naziah dan Elvira hanya berhenti sejenak. Saat kumandang adzan hampir usai dikumandangkan disalah satu mesjid ditepi jalan yang mereka lalui. Mereka berhenti hanya untuk sholat magrib. Setelah itu, mereka langsung melanjutkan kembali perjalanan mereka.
* Flashback Off
-> Kita ke Naziah,
Ketika melewati kota kecil sebelum sampai ke desanya. Karena merasa lapar dan waktu makan malam pun hampir usai. Naziah dan Elvira memutuskan untuk mampir makan, disebuah warung makan pinggir jalan.
Tepat pukul 22.20 WITA, taksi yang membawa Mama Adel dan Lastri telah memasuki pekarangan rumah mereka. Dan disusul pula oleh taksi yang membawa kedua orang tua Anto.
Sementara di teras rumah sederhana milik keluarga Naziah. Sudah berdiri Naziah dan Elvira untuk menyambut kedatangan ibu dan juga adik mereka.
Setelah mobil taksi itu sudah memarkir dengan sempurna. Naziah memindahkan semua barang-barangnya dari dalam kedua buah mobil taksi itu kedalam rumahnya. Dengan di bantu oleh semua orang yang ada di sana.
Ketika semua barang-barang itu berhasil dipindahkan. Naziah mengajak kedua sopir taksi itu untuk mampir terlebih dahulu. Karena dia dan Elvira telah menyiapkan makan malam untuk mereka dan juga kedua orang tua Anto serta ibu dan adiknya, Lastri.
Naziah tahu, semua orang yang menaiki mobil. Pasti belum sempat makan malam tadi. Karena itulah, saat di warung makan tadi dia juga membeli beberapa porsi untuk dibawa pulang.
__ADS_1
Alhasil, akibat menghindari acara untuk dipublikasikannya pertunangannya dengan Rendi. Hari itu, Naziah mengeluarkan banyak uang demi kelancaran aksi yang bisa dibilang melarikan diri.