
"Baiklah. Permainan seperti apa yang kau inginkan gadis kecil? Dan... silahkan kau pilih, ingin bermain dengan yang mana terlebih dahulu!!!" tanya dan tawar Bos begal itu
"Em... dengan kalian semua sekaligus juga boleh." jawab Naziah santai.
Para begal tersebut saling melempar pandang. Kemudian tersenyum penuh maksud. Lalu, mereka dengan perlahan namun kompak mendekati Naziah.
"Astagfirullah, Ziah!!! Apa yang kau lakukan di sini Nak?" ucap dan tanya Dokter Karina tiba-tiba.
"Astaga, Bunda!" ucap Naziah terkejut. "Apa kau yang telah menelfon Bos Ardiansyah?" sambung Naziah bertanya.
" Iya. Tapi, kenapa kau di sini Nak? Mereka itu begal Zi. Cepat pergi dari sini!!!" perintah Dokter Karina dengan penuh rasa takut dan khawatiran.
"Aku tahu Bunda. Karena itulah, Bos Ardi mengutus aku ke sini." jawab Naziah. "Tapi, Aku tidak menyangka jika itu Bunda. Jangan pedulikan aku Bunda. Masuklah kedalam mobilmu dan kunci semua pintunya." pinta Naziah.
"Tapi Nak...."
"Tidak ada tapi-tapian Bun'. Masuklah, kumohon!!!" titah Naziah
"Bos, wanita itu?!!" ucap salah satu anak buah begal itu menunjuk Dokter Karina dengan matanya.
"Tangkap dia!!! Kita akan bereskan wanita itu, Setelah membereskan gadis kecil ini." titah Bos begal tegas.
Mendapatkan perintah itu, satu dari anak buah begal tersebut. Langsung bergerak cepat menangkap Dokter Karina. Sehingga, Dokter Karina pun tertangkap. Saat baru akan masuk kembali kedalam mobilnya.
"Mau kemana kau hah?!!!" ucap anak buah begal itu pada Dokter Karina. Sambil mengalungkan lengannya dan mengancam dengan mengarahkan sebilah pisau tepat ke leher Dokter Karina.
Mendapatkan perlakuan seperti itu. Wajah Dokter Karina tampak pucat, karena ketakutan.
__ADS_1
"Ziah....!" ucap lirih Dokter Karina.
"Tenanglah Bunda. Jangan melakukan apa-apa! Insya Allah, aku bisa menangani mereka. Tenanglah...!!!" ucap Naziah menenangkan calon mertuanya itu.
"heh, kau akan menangani kami?!! Seperti apa kau akan menangani kami heh??!!!" ucap Bos begal sambil menyunggingkan senyum meremehkan ke arah Naziah.
"Jangan suka meremehkan orang yang terlihat lebih kecil darimu Bang. Ayo maju dan tangkap aku sekarang!!!" ucap Naziah masih dengan posisi tenang dan tampak santai.
"Gadis kecil ini ck...ck...ck... Ayo maju dan tangkap dia!!!" ucap dan titah Bos begal itu pada dua anak buahnya yang lain.
Kembali para anak buah begal itu mendekati Naziah. Dan Naziah mulai memasang kuda-kuda untuk siap menangkis serangan dari lawannya.
Bos begal tampak melipat tangannya di dada dan menyunggingkan senyum sinis. Ia bak seorang juri yang siap memberikan nilai buruk pada lawan didalam sebuah pertandingan. Yang dilakukan oleh grupnya sendiri dengan grup dari kubu lainnya.
Tetapi, ini sungguh sebuah pertandingan yang tidak imbang. Sebab, satu orang gadis bertubuh mungil melawan dua orang begal yang bertubuh besar dan tinggi.
Kedua anak buah begal itupun mulai menyerang Naziah dengan senjata yang ada pada tangan mereka masing-masing.
Dhuk... bugh...
krack... Sreett....
Beberapa saat, Naziah masih tampak menghindar saja. Dari sabetan celurit dan belati yang terarah ke tubuhnya. Hingga membuat para lawannya menjadi semakin gencar untuk bisa melukainya.
Setelah lawan mulai tak memberi ruang untuknya menghindar. Akhirnya, Naziah mengeluarkan sebuah benda yang bisa membantunya untuk melumpuhkan para lawannya itu. Yaitu sebuah rantai motor trail yang tadi ia sempat ambil dari dashboard mobilnya. Dan disembunyikannya dibalik saku belakang pakaian montir yang berbentuk jumpsuit itu.
Sementara itu, Dokter Karina yang berada dalam kukungan dan ancaman senjata tajam salah satu dari anak buah begal itu. Begitu ketakutan dan khawatir dengan keselamatan Naziah serta dirinya sendiri. Ia tak tahu harus berbuat apa.
__ADS_1
Keringat dingin tampak bercucuran di wajahnya. Saat menyaksikan perkelahian antara gadis kecil yang merupakan calon menantunya itu. Dengan dua orang anak buah begal yang bertubuh besar dan tinggi.
Bahkan, perlawanan yang dilakukan oleh para begal itu atas Naziah. Bukan hanya menggunakan tangan kosong. Melainkan menggunakan senjata tajam berupa celurit dan pisau belati. Sedang Naziah hanya menggunakan sebuah rantai motor untuk melawan.
"Allahu Akbar lindungi calon menantuku. Jangan biarkan dia terluka sedikitpun." ucap batin Dokter Karina berdoa penuh harap. "Rendi... kau sudah dimana Nak? Cepatlah ke sini! Selamatkan Naziah!!! Dia dalam bahaya sekarang ini Nak..." sambungnya lagi. Sambil melempar pandangannya jauh ke jalanan yang ada di depannya.
Dokter Karina berharap Rendi akan segera datang bersama polisi. Yang akan menangkap para begal itu dan menyelematkan dia dan Naziah.
Ya, sebelum Dokter Karina keluar dari dalam mobilnya tadi. Dan karena mendapat tekanan dari para begal itu sebelum akhirnya Naziah datang. Dia sempat menelfon Rendi. Dan memberitahu bahwa ia sedang mengalami pecah ban di jalan X.
Kemudian, saat sedang menunggu seorang montir yang akan membantunya menggantikan ban mobilnya. Tampak beberapa orang dengan senjata tajam mendekati mobilnya. Dia ketakutan sekali. Namun, saat melihat seseorang yang mengalihkan perhatian para begal itu darinya. Ia merasa sedikit lebih lega.
Tetapi dia tak melihat dengan jelas. Jika seseorang itu adalah calon menantunya yang juga merupakan seorang montir pesanannya. Dari sebuah bengkel yang tadi ia hubungi.
Setelah dia memperhatikan dengan seksama wajah Naziah yang terkena cahaya lampu jalan. Betapa terkejutnya dia setelah tahu. Ternyata seseorang yang yang datang itu adalah Naziah, calon menantunya.
Perkelahian antara Naziah dan kedua anak buah begal itu terus berlangsung. Bahkan saat ini, Bos dari begal itupun sudah turun tangan membantu anak buahnya melumpuhkan Naziah. Sebab kedua anak buahnya sudah tampak babak belur. Dan juga terluka akibat senjata dari teman mereka sendiri.
Sementara Naziah, hanya tampak terluka diujung bibir dan sedikit memar di pipinya. Dan luka itu dia dapat, setelah Bos dari begal itu mulai turun tangan. Dan menyerangnya tiba-tiba dari arah belakang. Dan perkelahian itupun terus berlanjut hingga beberapa saat kemudian.
Door...!!!
Tiba-tiba sebuah suara tembakan dan teriakan kesakitan dari Bos begal itu menghentikan perkelahian tersebut. Dan sebuah luka menganga tampak terlihat di lengan kanan Bos begal itu. Akibat timah panas yang baru saja bersarang di sana.
Karena dari jauh, kepala polisi mendapatinya Bos begal tersebut mengacungkan senjata api kearah Naziah. Jadi, demi melindungi Naziah dan melumpuhkan para begal itu. Kepala polisi itu terpaksa melepaskan timah panasnya ke lengan Bos begal tersebut.
"Turunkan senjata kalian!!!" ucap tegas kepala polisi kemudian. "Jangan coba-coba kabur. Jika tidak ingin nasib kalian sama sepertinya." sambungnya lagi.
__ADS_1
Kepala polisi itu menunjuk kearah Bos begal itu dengan senjata api yang ada ditangannya. Sebagai contoh dan peringatan untuk para begal yang lainnya agar tak mencoba untuk kabur.
Dan muncullah dari kegelapan dan dibalik semak-semak yang ada ditepi jalan itu. Beberapa orang polisi yang sedang menodongkan pistol masing-masing kearah para begal itu. Lalu membekuk satu persatu kelima begal tersebut. Termaksud yang menyandra Dokter Karina.