Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Kedatangan Dokter Karina


__ADS_3

Malam hari pun tiba, usai melaksanakan sholat magrib. Rendi, Aldi dan Dokter Karina mulai bersiap-siap. Sebelumnya, Rendi sudah memberi kabar pada Anto. Bahwa mereka akan datang selepas makan malam nanti.


Dan di kontrakannya, selepas waktu magrib. Anto mulai mengatur siasat. Agar Naziah bisa sedikit berdandan rapi untuk menyambut kedatangan Rendi.


Anto mengatakan pada Naziah dan sahabatnya yang lain. Bahwa, mereka akan jalan-jalan ke taman kota untuk melepas penat. Karena bertepatan, malam ini adalah malam Minggu. Dengan hati bahagia dan tanpa menaruh curiga apapun pada Anto. Naziah, Ulfi dan Tita pun menurut saja dengan apa kata Anto. Sebab, jarang sekali Anto bisa mengajak mereka jalan-jalan.


Waktu sudah menunjukan pukul 19.30 WITA. Naziah, Ulfi dan Tita sudah selesai berdandan rapi. Mereka terlihat sedang duduk santai di ruang tamu. Sambil menunggu Anto yang sedang bersiap di kamarnya, katanya.


"'Nto...! Bisa cepat sedikit nggak sih??! Lama amat siap-siapnya. Nanti kita nggak puas jalan-jalannya, karena keburu kemalaman. Tau...?!!!" teriak Tita dan mulai menggerutu karena kesal. Sudah menunggu terlalu lama.


Mereka bertiga selesai berdandan dan bersiap sejak hampir sejam yang lalu. Namun, Anto belum juga selesai bersiap dan keluar dari kamarnya.


"Sabar 'Ta!!! Tadi aku sakit perut. Jadi, aku harus bolak-balik ke kamar kecil dulu. Sebentar lagi, aku sudah hampir siap kok." teriak Anto dari dalam kamar.


Sementara itu, alih-alih bersiap. Anto malah sibuk dengan ponselnya dan duduk santai di atas kasurnya.


"Assalamu'alaikum Rendi! Kau sudah dimana sekarang?" tanya Anto pada Rendi melalui panggilan telfonnya dengan suara lirih.


Ia sengaja berbicara dengan suara lirih. Agar tak ketahuan sedang berpura-pura. Karena yang sebenarnya, ia sengaja mengulur waktu saja. Sampai Rendi datang ke kontrakannya itu. Sebelum mereka jadi berpergian untuk jalan-jalan. Yang sebenarnya hanya sebuah alibi semata. Agar Naziah bisa sedikit berdandan dan berpakaian rapi.


Jika Anto tak beralibi seperti itu. Sudah dipastikan, saat kedatangan tamu pentingnya nanti. Naziah hanya akan mengenakan daster saja.


@Kita kembali ke laptop


Karena terlalu lama menunggu Anto yang sedang bersiap. Naziah mencoba menenangkan hatinya yang sedikit terasa ketar-ketir tanpa sebab. Dengan mengambil gitar yang ada di ruang televisi.


Merasa malas untuk kembali ke ruang tamu. Naziah memutuskan tetap di ruang televisi itu saja. Dia mulai memainkan gitarnya dan mulai menyanyi. Sebuah lagu akustik dari Santri Njoso menjadi pilihan lagunya.


Dengan nada yang terdengar sedikit sendu. Namun begitu indah saat tertangkap oleh pendengaran dari setiap insan yang mendengarkannya. Naziah terus bernyanyi dengan suaranya yang merdu. Sambil memainkan gitar yang ada di pelukkan dan pangkuannya.

__ADS_1


Naziah bernyanyi sambil menutup matanya. Ia begitu meresapi lagu yang sedang dia nyanyikan. Hingga iapun, tak mendengar deru kendaraan ataupun salam tamu yang datang ke rumah tersebut.


"Assalamu'alaikum...!" ucap salam Rendi, Aldi dan Dokter Karina bersamaan.


"Wa'alaikumsalam." balas Ulfi dan Tita bersamaan pula.


"Rendi... Aldi... Astaga!!! Dokter Karina... Mari silahkan masuk Dokter!" ucap Tita dan Ulfi kompak terkejut.


"Bro, kenapa lama sekali sampai?" ucap Anto, tiba-tiba keluar dari kamarnya.


Membuat Tita dan Ulfi menatapnya bingung. Karena Anto, tampak sudah sangat menunggu kedatangan para tamu mereka itu.


"Apakah Anto memang sedang menunggu mereka? Atau memang Anto tahu, kalau mereka ini akan datang?"


Pertanyaan-pertanyaan itu muncul dibenak Ulfi dan Tita. Tanpa melepas pandangan mereka kearah Rendi dan Anto serta Aldi. Yang sedang saling menyapa dan bersalaman itu.


"Dokter, mari silahkan duduk!" ucap Ulfi pada Dokter Karina.


Saat melangkahkan kaki untuk memasuki rumah tersebut. Pendengaran Dokter Karina memang sudah menangkap suara seseorang yang sedang bernyanyi dari dalam rumah itu. Karena itulah, mendapat kesempatan untuk bertanya pada para penghuni rumah itu. Ia pun langsung bertanya dan menolak sebentar, saat dipersilahkan untuk duduk.


"Oh...itu Naziah, Dokter. Saat sedang galau, dia memang suka bermain gitar sambil shalawatan." jawab Ulfi kemudian. Setelah sebelumnya, saling melempar pandangan terlebih dahulu dengan Tita.


"Naziah??!" ulang Dokter Karina demi memastikan bahwa pendengarnya tidak salah. "Boleh aku menemuinya?" sambungnya meminta izin pada Ulfi dan Tita.


Kembali Tita dan Ulfi saling pandang. Kemudian kompak menganggukkan kepala mereka. Untuk menyetujui permintaan Dokter Karina tersebut.


"Silahkan Bu Dokter!!!" jawab Tita mewakili Ulfi.


Sementara itu, Anto mempersilahkan Rendi dan Aldi untuk duduk. Di sofa yang tersedia di ruang tamu itu.

__ADS_1


Mendapat izin dari Ulfi dan Tita untuk menemui Naziah yang ada di ruang televisi. Dokter Karina begitu senang, hingga langsung melangkahkan kakinya. Untuk lebih memasuki ruang terdalam dari rumah tersebut. Dan bisa menemui pemilik suara yang sedang bernyanyi itu.


Tak butuh langkah banyak, Dokter Karina sudah memasuki ruang televisi. Dimana Naziah? Saat ini sedang asyik bernyanyi dan bermain gitar. Dengan gerakan perlahan, Dokter Karina menduduki sofa tunggal yang ada diruang televisi itu. Dan sofa tersebut, tepat di samping sofa panjang yang diduduki oleh Naziah.


Karena menutup matanya, Naziah tak menyadari kedatangan Dokter Karina itu. Naziah terus bernyanyi hingga lagu yang ia nyanyikan selesai. Kemudian, barulah dia membuka matanya.


Karena matanya langsung menangkap sosok Dokter Karina yang sedang duduk didekatnya. Naziah merasa sedang berhalusinasi. Untuk itu, ia kembali menutup matanya beberapa detik. Kemudian, membuka matanya kembali dan memandang kearah Dokter Karina berada.


Melihat tingkah absurd Naziah seperti itu. Dengan susah payah Dokter Karina menahan tawa dan hanya tersenyum geli.


Saking terkejutnya, hampir saja Naziah melompat dari tempat duduknya.


"Astaghfirullahal 'adzim Dokter!!! Kenapa kau bisa ada di sini? Dan sejak kapan kau datang?" ucap Naziah terkejut. Dan langsung bertanya dengan wajah penuh kebingungan.


"Tentu saja bisa. Aku berada di sini, sejak hampir dua menit yang lalu. Apa kau tak menyadarinya?" jawab Dokter Karina santai


Dan kemudian bertanya untuk memastikan, jika Naziah benar-benar tak menyadari kedatangannya. Dan Naziah pun menjawab pasti dengan anggukan kepala.


"Dokter... Bagaimana bisa kau datang kemari? Dan... darimana kau tahu alamat rumah ini?" ucap dan tanya Naziah dengan suara lembut.


"Kau tahu Rendi itu anakku 'kan?! Dia yang mengajakku kemari." tanya dan jawab Dokter Karina. Naziah langsung menjawab dengan anggukan kepala.


"Sebelumnya, aku minta maaf??! Karena sudah mengganggumu. Saat sampai tadi, pendengaranku langsung menangkap suara merdu darimu. Karena penasaran, aku meminta izin pada Tita dan Ulfi untuk menemuimu disini. Demi memastikan, jika pemilik suara merdu itu benar kau. Dan ternyata benar, itu adalah kau. Suaramu sungguh indah Nak!" ujar Dokter Karina


"Ah... Dokter, jangan memujiku!!! Kepalaku bisa besar nantinya. Akibat mendapat pujian dari Dokter cantik sepertimu. Hehehe..." ucap Naziah mencibir diri sendiri dan memuji lawan bicaranya.


"Ck..ck... Sini ku ketuk kepalamu itu?! Biar tak menjadi besar nantinya." ucap Dokter Karina dengan berdecak kesal.


"Eits... jangan dong... Nanti kepalaku bukannya besar, malah jadi sakit. Lebih baik menjadi besar daripada sakit Dokter...!" ucap Naziah mengelak.

__ADS_1


"Kau itu..." ucap Dokter Karina menggantung. Lalu tersenyum senang. Karena memang, ia selalu merasa terhibur saat berbicara dengan Naziah.


__ADS_2