
"Sehubungan dengan ini, sebelumnya... Mama Ziah sudah sedikit banyak menceritakan tentang hubungan kalian pada saya. Jadi, sebagai paman dan juga wali pengganti dari ayah kandung Ziah. Mulai dari sekarang hingga nanti tiba saat acara sakral pernikahan kalian akan dilangsungkan. Apa-apa saja yang akan dilakukan, harus melalui izin saya dan juga ibunya Ziah. Karena itu, jika ada yang ingin kau sampaikan saat ini. Saya persilahkan Nak...?!" ucap Paman Lukman tertahan setelah panjang lebar menjelaskan keberadaannya saat itu.
Namun, dia lupa nama dari calon mantu keponakannya tersebut. Maka dengan sigap, Rega memberitahukan kembali namanya.
"Adrian Rega. Panggil saja, saya Rega, Paman!" ucap Rega, menjelaskan.
"Ya, Nak Rega. Saya persilahkan untuk bicara." ucap Paman Lukman meneruskan perkataannya yang sempat terpotong itu.
"Baik, Paman. Terima kasih." jawab Rega pelan.
Dan setelahnya, Rega pun mulai menjelaskan segala rencana yang telah dia dan Naziah serta ibu dan ayah dari Devan sebagai orang tua Rega sepakati, sebelumnya.
Setelah mendengar segala rencana yang diuraikan oleh Rega tersebut. Paman Lukman berserta istrinya dan Ibu Adel pun ikut setuju dan sepakat dengannya. Dan dengan demikian, pembahasan merekapun berakhir. Dan ditutup dengan acara makan siang bersama kediaman Ibu Adel tersebut.
Dan tanpa terkecuali, pak sopir paruh baya pun ikut makan bersama dengan mereka.
Setelahnya, Rega dan Devan pun pamit undur diri untuk kembali ke kota M.
******
__ADS_1
Tepat pukul 20.07 WITA, akhirnya Rega dan Devan sampai di kediaman mereka dengan selamat.
Usai melakukan perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan. Dan mereka pun telah makan malam sebelum sampai ke rumah. Kini, saatnya mereka mengistirahatkan tubuh lelahnya masing-masing.
Saat memasuki rumah, tanpa banyak kata yang terucap dari bibirnya. Rega langsung saja menuju kamar pribadinya. Begitupun halnya dengan Devan, ia juga langsung menuju kamarnya di lantai dua.
Setibanya didalam kamarnya, Rega segera membersihkan dirinya di kamar mandi. Cukup lama Rega didalam ruangan kecil itu. Karena, punggung dan pinggulnya terasa sedikit kaku akibat duduk terlalu lama dalam kendaraan tadi. Rega pun memutuskan untuk sejenak merilekskan tubuhnya itu dengan berendam ke dalam bathtub. Yang berisi air dan juga telah dibubuhi wewangian yang beraroma terapi.
Lebih dari setengah jam kemudian, Rega pun baru keluar dari kamar mandi itu. Dengan hanya mengenakan handuk kecil untuk menutupi area bawah pusarnya hingga sebatas lutut. Sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk yang paling kecil yang ada ditangannya. Kini, wajahnya sudah tampak lebih segar di dari sebelumnya.
Tiba-tiba dari dalam kantong jas yang ia kenakan tadi dan terletak di atas kasur tempat tidurnya. Terdengar deringan ponsel yang berhasil mengalihkan perhatian Rega. Dia pun segera menghentikan aktivitas mengeringkan rambutnya.
Ucap pelan Rega seraya bibirnya menyunggingkan senyuman kecil di sana. Dan sambil melangkah pelan, Rega meletakkan dengan asal handuk kecil yang ada ditangannya ke atas sudut meja riasnya. Dia mendekati tempat tidurnya dan mengambil ponselnya tersebut. Setelah benda pipih itu sudah ada ditangannya. Langsung saja, mata Rega memancarkan binar bahagia di sana. Saat melihat nama yang tertera pada layar ponsel tersebut.
📞 "Assalamu'alaikum, My Future! Maaf...! Aku lupa memberi kabar padamu, tadi. Karena terlalu lelah dan penat setelah melakukan perjalanan jauh dari situ dan bolak-balik. Saat tiba di rumah, Aku langsung memutuskan membersihkan diri dan berendam sebentar untuk menghilangkan rasa lelahku. Jadi, apa kau mau memaafkan kekhilafan calon suamimu ini, Hem...?!" ucap tanya Rega setelah panjang lebar menjelaskan kekhilafannya itu.
Sementara itu, di seberang telefon sana. Naziah yang baru saja akan membuka suara dan membalas salam dari calon suaminya itu, langsung urung melakukannya. Di karenakan, calon suaminya itu terdengar sedang berbicara panjang kali lebar untuk memberinya penjelasan. Jadi, dia putuskan untuk menunggu hingga calon suaminya itu selesai berbicara saja. Baru dia akan menjawab salamnya.
📞 "Wa'alaikumsalam, Mas. Syukur Alhamdulillah, jika Mas Rega dan Devan sudah sampai dengan selamat. Dan... seperti itu ya, ceritanya! Oh... Baiklah... Aku maafkan. Tapi, apa Mas Rega sudah makan malam?" tanya Naziah, balik. Setelah menjawab permintaan maaf dari Rega tersebut.
__ADS_1
📞 "Alhamdulillah, sudah Sayang. Tadi, kami mampir sebentar di restoran untuk makan malam sebelum sampai di rumah. Kau sendiri, di jam segini, apa sudah makan? Jujur, baru beberapa jam jauh darimu. Aku sudah merindukanmu, My Future. Apa kau juga sedang merindukanku tadi, hingga menelfonku?" ucap dan tanya Rega, jujur dari hati terdalamnya.
📞 "Alhamdulillah, aku juga sudah makan. Em... tentang Rindu...??? Sepertinya tidak. Aku hanya sedikit khawatir saja tadi. Karena, belum mendapat kabar darimu tentang perjalanan kalian yang telah sampai atau belum. Itu saja." jawab Naziah, juga jujur apa adanya.
📞 "Hem... benarkah?!! Apa Allah sedang mengujiku? Hingga membuatku merindukanmu sedemikian rupa. Sedang, kau tidak merindukanku. Jika demikian, ini tidak adil bagiku!" ucap Rega, berkeluh kesah.
📞 "Sssst... Astagfirullah al'adzim!!! jangan berkata seperti itu, Mas! Tidak baik mengatakan Allah SWT, seperti itu. Mungkin, Dia memang sedang menguji Mas saat ini. Agar in syaa Allah, Mas bisa lebih menghargai kebersamaan kita, nantinya." ucap Naziah, mengingatkan.
📞 "Astagfirullahal'adzim, alladzi la Ilaha Illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih! Ampuni aku ya Allah! Karena sempat meragukan mu. Dan syukur Alhamdulillah aku ucapkan atas nikmat rasa rindu yang Engkau berikan ini. Yang In Syaa Allah, segera rasa rinduku ini Engkau akan gantikan dengan rasa bahagia yang luar biasa dan menakdirkan kami berjodoh. Tak hanya di dunia saja, melainkan di akhirat kelak. Dan menjadikan kami sepasang suami istri penghuni surga terindah-Mu kelak. Aamiin!!!" ucap Rega seraya memanjatkan doa.
📞 "Aamiin Aamiin ya rabbal alamiin." ucap Naziah khusyuk. "Ya sudah, karena Mas Rega sudah sampai dengan selamat dan juga sudah makan. Dan karena malam juga sudah mulai larut. Ayo kita istirahat sama-sama! Mas disitu, aku disini. Selamat malam dan Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatu...!" sambung Naziah berpamitan.
📞 "Hem... sebenarnya, aku masih rindu dan ingin mendengar suaramu lebih lama. Tapi, tubuhku sedang lelah dan butuh istirahat. Ya sudah, nanti kita lanjut bicara di lain waktu. Selamat malam juga dan Wa'alaikumsalam warahmatullahi wa barakatu." jawab Rega terdengar pasrah.
Dan panggilan telepon mereka pun berakhir. Sedang Naziah, mendengar nada suara Rega yang seperti itu di telinganya. Hanya bisa tersenyum geli dibuatnya.
Dan usai panggilan teleponnya terputus. Rega yang sejak tadi masih setia mengenakan handuknya. Segera menuju lemari pakaian dan mengeluarkan piyama tidurnya untuk ia kenakan malam itu. Sambil bibirnya terus tersenyum karena bahagia mendapat telepon dari sang wanita idamannya itu.
Sementara itu, Naziah sendiri baru akan melaksanakan shalat isya. Karena sejak tadi, dia terlalu khawatir dan cemas menunggu kabar dari Rega. Untuk itu, setelah merasa tenang iapun segera menjalankan kewajibannya yang sempat ditundanya itu.
__ADS_1