Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Kesan Pertama Bertemu


__ADS_3

"Eh, maafkan aku?!! Aku melupakannya di kamar mandi tadi. Sebentar aku ambil dulu!" ucap Naziah.


Kemudian, setengah berlari ia menuju kamar mandinya di belakang. Untuk mengambil cincinnya yang ia tinggalkan di sana. Dan tak lama kemudian iapun kembali. Serta menyematkan cincin tersebut ke jari manisnya.


Ketika Naziah akan duduk kembali. Anto berdiri dari duduknya.


"Hei, mau kemana?" tanya Naziah pada Anto


"Sebentar, aku melupakan sesuatu di kamarku! Tidak apa-apa. Sebentar saja!" jawab Anto. Sambil berlalu pergi keluar dari Mess Naziah itu. Dan meninggalkan Naziah dan Rendi di sana.


Ditinggalkan berdua saja, Naziah menjadi canggung sendiri. Sejujurnya, dia begitu gugup sekali. Baru kali ini dia berada didalam satu ruangan tertutup bersama pria. Namun ia berusaha untuk tetap terlihat biasa saja.


"Em... apa yang membawamu tiba-tiba mengikuti aku sampai kesini?" tanya Naziah lagi


Rendi beranjak dari duduknya. Kemudian duduk berlutut dihadapan Naziah yang masih tetap di atas kursinya. Rendi menggenggam tangan Naziah lembut.


"Aku sungguh tidak sanggup berjauhan lama darimu, Zi'. Untuk itu, aku kemari dan menemuimu. Dan kau tahu?! Aku juga membawa kabar baik untukmu. Sebulan setelah kau kembali dari sini. Kita akan segera menikah. Karena Aku sudah meminta pada orang tua kita. Untuk mencarikan hari, tanggal dan bulan yang baik. Dan itu, kurang lebih tiga bulan dari sekarang. Kau siapkan?" jelas Rendi.


"Apa??! Kenapa secepat itu?" tanya Naziah terkejut. "Aku kan..."


"Aku tahu. Kau mau bilang bahwa kau masih ingin kuliah kan?" jawab dan tanya Rendi memastikan.


Dan Naziah menjawab dengan menganggukkan kepalanya saja


"Meski kau sudah menikah, kau masih bisa melanjutkan kuliahmu ini Zi'. Aku tidak akan menghalangi sekolahmu. Aku hanya tidak ingin kehilangan kesempatan untuk memilikimu, Naziah. Apa kau mengerti itu?" lanjut Rendi. Dan meminta pengertian Naziah atas maksud hatinya itu.


Baru saja Naziah akan menanggapi pertanyaan Rendi tersebut. Dan karena keadaan pintu masuk yang sengaja dibiarkan oleh Anto terbuka lebar. Agar tak menimbulkan fitnah bagi Naziah dan Rendi nantinya.


Tiba-tiba dari arah luar Mess tersebut. Tampak Anto yang sedang menghalangi jalan seseorang yang akan masuk kedalam Mess Naziah itu. Dan Anto pun terdengar mencerca dengan nada tinggi seseorang tersebut.


Dan Naziah mendengar dengan sangat jelas cercaan itu. Karena bertepatan didepan pintu Messnya.

__ADS_1


"Apa yang ingin kau lakukan hah?!!! Aku sudah katakan untuk jangan mengganggu mereka dulu. Bisakah kau mengerti?" sarkas Anto pada seseorang tersebut.


Naziah segera melepaskan genggaman tangan Rendi dari tangannya. Kemudian beranjak dari duduknya dan menemui Anto dan seseorang yang ada didepan pintu masuk Mess itu.


"Ada apa ini Anto? Dan siapa dia?" tanya Naziah


Anto berbalik dan melihat kearah Naziah yang berdiri tepat dibelakangnya.


"Ekh Zi'?! Bukan apa-apa. Masuklah!!!" jawab Anto


"Hei kau!!!" panggil seseorang itu pada Naziah.


Yang ternyata seorang wanita dengan pakaian minim bahan.


"Dimana Rendi? Kenapa kalian menyembunyikannya dariku?" tanya Wanita itu dengan nada meninggi.


Mendengar pertanyaan itu, kening Naziah terangkat dan berkerut dalam.


"Jangan dengarkan perkataan wanita sinting ini Zi'! Pergilah masuk dan tutup pintunya!!!" sela Anto dan memerintahkan Naziah untuk meninggalkannya.


Mendengar pernyataan Naziah bahwa Rendi ada didalam Mess yang ada dihadapannya itu. Wanita tersebut menggila dan berusaha keras mendorong tubuh kekar Anto yang menghalangi jalanya.


Namun Anto tak bergeming ditempatnya. Meski ia mendapat pukulan-pukulan di dadanya dari wanita tersebut. Ia tetap berdiri diantara Naziah dan wanita tersebut. Dan menjadi tameng bagi sahabatnya, Naziah. Kalau-kalau wanita tersebut berniat jahat pada Naziah.


Anto menahan kedua tangan wanita itu dengan kedua tangannya. Karena tak hentinya memukul dadanya dan memaksa untuk masuk ke Mess Naziah.


Sedang Rendi yang menjadi topik pembicaraan dua wanita itu. Sepeninggalan Naziah, ia kembali duduk di kursi tempatnya semula. Kemudian berulang kali menghembuskan nafasnya kasar. Dan dia tampak mengeratkan rahangnya serta mengepalkan tangan karena menahan geram.


Lalu, di detik berikutnya Rendi menutup mata dan menengadahkan wajahnya keatas. Untuk meredam kemarahan yang seperti kobaran api didalam hatinya itu.


"Apa maksudmu Anto? Jangan suka mengatai orang sembarangan. Lepaskan dia!!! Kenapa juga kau harus menahannya?" sarkas Naziah kesal terhadap sikap sahabatnya itu.

__ADS_1


"Dan kau Nona, berhenti memukuli sahabatku. Kita bisa bicarakan semuanya dengan baik-baik. Jangan membuat keributan di sini!!!" ucap Naziah lembut pada wanita tersebut.


Mendengar nada bicara Naziah yang kasar mulai berubah lembut seperti itu. Anto pun luluh dan melepaskan genggaman tangannya dari wanita tersebut. Dan Wanita itu pula mulai berhenti memukulinya.


Kemudian wanita itu sedikit mendorong tubuh Anto. Agar menyingkir dari jalanya. Lalu, wanita itu pun mendekati Naziah.


"Maafkan atas perlakuan sahabatku tadi Nona?! Rendi ada didalam. Silahkan masuk!" ucap Naziah dengan wajah datar.


Dan Naziah memberi jalan pada wanita itu masuk kedalam Messnya untuk menemui Rendi.


Masih dengan wajah juteknya, wanita itu melewati Naziah yang berdiri di teras Mess tersebut, begitu saja.


Setelah wanita yang asing bagi Naziah itu melangkah masuk kedalam ruang tamu Messnya. Sejenak, Naziah menatap datar wajah Anto. Kemudian menyusul langkah wanita itu dibelakangnya. Tak mau ketinggalan, Anto pun menyusul masuk.


"Rendi, kenapa kau menghindariku? Sudah hampir setengah tahun kau tak kembali ke Surabaya. Aku sangat merindukanmu." ucap wanita itu dengan nada manja. "Tempat siapa ini? Dan... siapa wanita itu?" sambungnya sambil menunjuk Naziah dengan matanya.


Wanita tersebut mengambil duduk di samping Rendi dengan begitu rapat. Sambil mengaitkan lengannya ke lengan tangan Rendi. Sehingga membuat Rendi menjadi risih. Dan berusaha menjauhkan posisi duduknya dari wanita tersebut.


"Ini tempatku Nona. Jangan menunjuk diriku dengan ekor mata seperti itu!!! Ibaratnya... Kau berada didalam kandangku. Aku tidak suka orang memandangku dengan cara seperti itu. Jika aku kesal, aku bisa saja mencongkel bola mata dari orang tersebut." jawab Naziah menimpali.


Sejujurnya, Naziah memang sangat tidak suka pada wanita yang sangat asing baginya itu. Apalagi, kesan pertama bertemu dengannya seperti tadi. Sungguh membuatnya kesal dan ingin mengusir saja. Tetapi, karena rasa penasaran akan siapa wanita yang mencari calon suaminya itu. Naziah pun mengizinkannya masuk kedalam Messnya.


Namun wanita itu malah berbuat ulah dan semakin membuat hati cemburu. Dengan menggoda calon suaminya didepan matanya sendiri. Karena itulah, Naziah sengaja menakut-nakuti wanita tersebut dengan ancamannya.


"Bisakah kau menjelaskan ini padaku, Rendi? Siapa dia dan... kenapa dia berkata jika aku dan Anto menyembunyikanmu di sini Hem...???" tanya Naziah datar sambil melipat tangannya didepan dada. Setelah ikut duduk di kursi semula. Sebelum dia meninggalkan Rendi tadi.


"Eh... Maafkan aku Nona?!! Aku tidak bermaksud merendahkan mu." ucap sesal Wanita itu dan tampak bergidik ngeri mendengar ancaman Naziah yang tertuju langsung padanya.


"Kenalkan Nona, namaku Tasya. Aku tunangan Rendi." ucap wanita itu memperkenalkan diri pada Naziah. Sambil mengulurkan tangannya kearah Naziah.


Ketika mendengar pengakuan terang-terangan wanita bernama Tasya itu didepannya. Hati Naziah tiba-tiba seperti mendengar bunyi halilintar yang menggelegar di siang bolong. Dan Naziah langsung melayangkan tatapan tajamnya ke wajah Rendi.

__ADS_1


Mendapat tatapan tajam seperti itu. Nyali Rendi langsung menciut seketika dibuatnya. Dan terlihat kesulitan menelan salivanya sendiri.


__ADS_2