Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Sholat Sunnah


__ADS_3

"Maaf... Mas!" ucap Naziah merasa bersalah karena sudah sedikit memaksa suaminya itu.


Kemudian, dengan perlahan Naziah pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi itu. Mendekati lemari pakaiannya dan mengambil pakaian gantinya saja. Dan akan mengganti handuk sepenggal yang melekat pada tubuhnya itu dengan pakaian itu. Toh, jika mengambil handuk kimono-nya, percuma. Dia sudah terlanjur terlihat mengenakan handuk sepenggal itu


Mesti perasaan malu sedang menyelimuti hatinya saat itu. Tetapi, Naziah berusaha masa bodoh saja. Jika Rega akan melihat tubuh setengah polosnya itu. Dan terus bicara dalam hati. Dan bicaranya itu bagaikan sebuah mantra di hati kecilnya. Agar ia masa bodoh dan cuek aja.


'Mas Rega kan udah bilang nggak akan lihat. Kalaupun dia lihat, dia kan juga suami aku sekarang. Yang sebenarnya, punya hak penuh atas tubuhku ini. Hemm... Ya sudah, cuekin aja. Aku nggak mau juga dong mati kedinginan. Hanya karena menunggu dia buat nolongin aku ambil handuk itu dan membawakan aku kesini'. batin Naziah


Sambil terus berbicara pada dirinya sendiri, dalam hati. Beberapa saat, Naziah fokus mencari dan memilih pakaian tidur. Yang nyaman dan akan ia kenakan malam itu. Setelah mendapatkannya, ia pun buru-buru masuk kembali ke kamar mandi. Dan mengenakan pakaiannya itu di sana.



Sementara itu, Rega yang pura-pura fokus menatapi layar laptopnya. Tak sanggup untuk tidak melihat kearah Naziah yang sedang memilih pakaiannya di lemarinya itu. Dalam hati, mana mungkin aku melewatkan pemandangan indah ini. Sambil susah payah menelan saliva nya sendiri. Yang tiba-tiba tenggorokannya terasa sangat kering sekali. Saat melihat tubuh putih, mulus, tanpa noda dan bercahaya dari tubuh istrinya itu. Karena diterpa sinar lampu dari dalam kamar mereka itu.



Jika tak mengingat mereka harus melaksanakan sholat wajibnya dahulu sebagai sepasang suami istri. Seperti yang dianjurkan oleh nabi dan agamanya. Agar mendapat keturunan yang Sholeh dan Sholehah nantinya. Mungkin saja, Rega sudah menerkam istrinya itu, saat itu juga. Namun beruntung, keimanannya mampu mengalahkan desakan syahwatnya saat itu. Sehingga, ia hanya diam saja ditempatnya dan menunggu hingga istrinya itu selesai bersiap-siap. Dan akan mendirikan sholat Sunnah bagi mereka setelahnya. Sebelum melakukan hubungan intim pertama kalinya sebagai sepasang pengantin baru. Yang akan mendatangkan banyak pahala bagi mereka berdua.



Setelah kurang lebih lima menit, akhirnya Naziah keluar dari kamar mandi. Dan telah mengenakan pakaian tidurnya seperti biasanya. Hanya yang berbeda darinya malam itu. Yaitu, ia tak lagi mengenakan jilbab di kepalanya. Dan rambutnya yang masih tampak basah itu. Ia biarkan tergerai begitu saja.



Naziah sedikit tersentak, karena tiba-tiba Rega sudah berdiri didekatnya. Saat ia baru selangkah keluar dari kamar mandi itu.


"Astagfirullahal'adzim, Mas. Kau mengagetkanku!" ucap Naziah sambil memegangi dadanya dengan handuk yang masih setia melekat di tangannya.


"Hehe... Maaf, Sayang! Aku nggak maksud mengagetkan kamu. Kamu sudah sekalian wudhu, hem?" tanya Rega. Naziah hanya mengangguk pelan menjawab pertanyaannya itu.


Dan tanpa banyak tanya lagi. Rega langsung menggantikan Naziah dan masuk ke kamar mandi. Berniat untuk berwudhu segera dan akan sholat bersama istrinya itu.



Sementara Naziah, sepeninggalan Rega ke kamar mandi. Langsung bergerak mengambil mukenah dan mengenakannya. Kemudian menggelar dua lembar sajadah untuk mereka berdua.


__ADS_1


Tak berapa lama, Rega pun keluar dari kamar mandi. Dan langsung mengimami nya sholat Sunnah. Setelah sebelumnya mengenakan sarung dan pecinya.


Ini adalah sholat berjamaah mereka yang kesekian kalinya setelah menjadi suami istri. Namun, Naziah masih saja merasa haru ketika suara Rega mulai terdengar mengumandangkan takbir. Dan menjadi imamnya saat sholat.




"Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatu."



"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatu."



Rega menutup rakaat sholat mereka dengan salam. Dan lanjut memanjatkan do'a khusus bagi sang pengantin baru Sebelum mengerjakan tugas mereka yang imbalannya adalah limpahan pahala lebih banyak lagi dari sholat Sunnah itu.




Setelahnya, Rega berbalik dan merubah posisinya menghadap Naziah. Sambil mengulurkan tangan kanannya kearah istrinya itu. Dan tanpa disuruh pun, Naziah langsung menyambut uluran tangan dari Rega itu serta menciumnya takzim.



Kemudian dibalas kecupan mesra di puncak kepalanya oleh Rega. Tak lupa Rega membacakan doa di sana. Sebagai Sunnah sebelum dia menggauli istrinya itu.



Setelah itu, Rega meraih dagu Naziah dan membuatnya melihat kearahnya. Kemudian, dengan gerakan lembut, Rega mencium kening Naziah mesra.



Sementara Naziah, hanya tampak pasrah sambil menutup kedua matanya. Demi meresapi kecupan lembut yang terasa hangat dan mesra dari suaminya itu.


__ADS_1


Setelah mengecup kening, Rega turun ke kedua kelopak mata yang tertutup itu. Pindah ke hidung yang sedikit mancungnya. ( *Hanya sedikit mancung ya... Nggak mancung-macung amat. Hehe\* author*). Kemudian Rega pindah lagi kedua pipi mulus Naziah. Setelahnya, Rega sejenak berhenti dan sedikit memberi jarak beberapa centimeter antara wajahnya dan wajah Naziah itu.



"Sayang...! Apa kau sudah siap, jika kita melakukannya malam ini, hem?" panggil dan tanya Rega.



Dengan suara sangat pelan tak ubahnya sebuah bisikan. Sambil jari jempol tangan kanannya. Membelai lembut bibir yang tampak merah seperti buah Cherry milik istrinya itu. Yang jika semakin dipandang, maka akan semakin menantang untuk segera dicicipi.



Mendapat perlakuan manis dan sangat lembut dari suaminya itu. Naziah sudah tak sanggup untuk berucap walau sepatah katapun. Dia hanya mampu menganggukkan kepalanya pelan. Dengan pipinya yang mulai tampak merah merona karena malu.



Setelah mendapat persetujuan dari istrinya itu. Tanpa membuang banyak waktu lagi. Rega langsung meraup bibir merah merona itu dan \*\*\*\*\*\*\*\*\*\* dengan lembut. Cukup lama Rega bertahan pada adegan itu. Sebab, Naziah pun tak tinggal diam. Sebagai wanita dewasa dan juga sudah pernah sekali melakukan hal itu dengan suaminya itu. Dia mulai mengikuti nalurinya dan membalas ciuman dari suaminya.



Hingga, pasokan oksigen antara keduanya hampir habis. Barulah mereka melepaskan diri satu sama lain.



Setelah ciuman mereka terlepas. Sambil mengambil nafas Rega menempelkan kedua jidat mereka. Dengan tangannya yang entah kapan sudah melingkar pada tengkuk Naziah. Yang saat itu masih terbungkus rapi dengan mukenah.



Beberapa saat kemudian, merasa oksigen yang dihirupnya sudah cukup. Dengan gerakan perlahan, Rega melepaskan mukenah yang dikenakan oleh Naziah itu. Dan terlihatlah rambut hitam dan indah dari Naziah. Yang tergerai begitu saja tanpa diikat. Karena masih sedikit basah usai tadi ia berkeramas.



Setelahnya, sambil berdiri Rega pun melepaskan peci di kepalanya. Dan sarung yang dikenakannya itu.



"Sayang, Ayo berdiri dan lepaskanlah sarung mukenah-mu itu!" titahnya lembut pada Naziah. Dan Naziah pun menurut saja meski masih malu-malu.

__ADS_1


__ADS_2