Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Menikmati Permainan


__ADS_3

 Setelah semua perlengkapan sholat yang mereka kenakan sudah terlepas dari tubuh masing-masing.


Rega pun kembali merapatkan tubuhnya ke tubuh Naziah. Dan kembali ******* bibir istrinya itu, lembut. Cukup lama Rega berhenti di sana dan memberikan sapuan nan lembut serta basah. Bahkan lidahnya mulai bermain nakal. Dengan sesekali mengecap dan merasai manisnya bibir dari istrinya itu. Saking lembutnya, membuat Naziah begitu terbuai olehnya. Dan mulai membalas ******* benda kenyal milik suaminya itu.


Merasa kurang nyaman dengan suasana terang benderang dari dalam kamar itu. Seketika sebuah ide muncul di otak Rega itu. Masih bertahan dengan posisi seperti itu. Rega sedikit mengangkat tubuh Naziah itu. Dengan memegangi tepat pada pinggang ramping istrinya itu.


Membuat Naziah sedikit terkejut dengan mata yang spontan membulat sempurna. Dan juga, kedua tangannya yang ikut spontan menyilang sempurna ke tengkuk suaminya itu. Atas aksi Rega yang mengangkat tubuhnya dengan tiba-tiba itu.


Karena hal itu pula, tanpa melepas tautan di bibirnya dari bibir Naziah. Bibir Rega sedikit bergerak menyunggingkan senyum. Dan setelahnya, seakan tak perduli. Rega melanjutkan kembali maksud hatinya mengangkat tubuh istrinya itu. Dengan menelusup kan kedua tapak kakinya ke bawah tapak kaki Naziah. Hingga posisi tapak kaki Naziah itu berpijak di atas tapak kakinya itu.


 Setelah merasa posisi tapak kaki Naziah itu sudah pada posisi yang diinginkannya. Rega mulai melangkahkan kakinya maju. Yang artinya melangkah mundur untuk Naziah. Mereka bergerak perlahan mendekati dinding didekat pintu kamar mereka itu.


 Membuat Naziah kembali mengekspresikan wajahnya, bingung. Dan seakan bertanya lewat matanya ke mata suaminya itu. 'Kau mau apa dan mau kemana membawaku, Mas?' . Namun, Rega hanya tersenyum lewat matanya. Tanpa mau melepaskan tautan bibir mereka itu.


Setelah tubuh Naziah sudah sedikit menempel pada dinding. Salah satu tangan Rega terulur kearah saklar lampu kamarnya itu. Yang saat itu posisinya tepat disisi kanan belakang tubuh Naziah. Sedang tangan Rega yang satunya lagi. Masih setia menahan punggung istrinya itu. Sambil sedikit menekan kedalam, tubuh dari istrinya itu. Agar tubuh mereka itu tetap menempel bagai prangko.


   (Klik)


Bunyi saklar lampu yang dimatikan setelah sedikit ditekan oleh Rega. Dan seketika itu pula, ruangan kamar itu menjadi remang-remang. Karena hanya menyisakan cahaya lampu tidur dan juga cahaya dari lampu dalam kamar mandi di kamar itu.


 Ya, ternyata maksud Rega membimbing langkah kaki istrinya itu. Untuk mematikan lampu utama dari kamarnya itu. Dan mengisahkan lampu tidur yang otomatis menyala saat lampu utama itu dimatikan.

__ADS_1


Setelah menurut Rega, suasana didalam kamarnya itu mulai mendukung. Rega yang tadinya hanya bergerak sebatas wajah Naziah saja. Kini mulai turun ke curug leher Naziah. Yang sejak tadi, saat Naziah keluar dari kamar mandi. Tak lagi mengenakan hijab untuk menutupi rambut indahnya itu. Sudah sangat menggoda Rega untuk menyesapnya. Karena begitu tampak putih dan mulus tanpa ada goresan sedikitpun yang terlihat di sana.


Rega seakan menggila karenanya. Ia, menyusuri sambil menghirup dan menyesap leher jenjang itu. Pelan dan sangat lembut bagaikan sebuah es krim. Hingga, hal itu berhasil menghadirkan gelenyar aneh bagi Naziah.


Sementara bibirnya terus menyusuri leher jenjang putih dan mulus itu. Dibawah sana, tangan kiri Rega mulai nakal. Dengan menelusup masuk kedalam baju tidur Naziah.


"Eemmmm...!"


Lenguhan samar dari mulut Naziah tanpa sadar keluar begitu saja. Berbarengan dengan tubuhnya yang sedikit menggeliat. Dan bulu-bulu yang ada ditubuhnya seketika itu juga merinding disko karena sentuhan tersebut. Pertanda ia mulai sedikit terangsang.


Saat tangan Rega yang menelusup kedalam baju tidurnya itu. Meraba dan meremas lembut dua buah gunung kembar miliknya, secara bergantian. Yang masih tertutup oleh selembar kain berbentuk kaca mata itu.


"Eemmmmm...!" kembali Naziah melenguh.


Tetapi, sambil tanpa sengaja sedikit menggigit bibir bawah Rega. Sehingga, Rega pun spontan melepaskan tautan bibirnya dan sedikit menjauhkan wajah mereka. Membuat Naziah seketika merasa bersalah pada suaminya itu. Dan meraba bibir suaminya itu tepat pada bekas gigitannya tadi. Sambil meminta maaf dengan penuh rasa sesal di hatinya.


"Maaf, Mas! Aku..." ucap Naziah terpotong. Karena Rega kembali \*\*\*\*\*\*\* bibirnya, sekejap. Benar-benar hanya sekejap.



"Tidak perlu minta maaf. Mas tahu kau tidak sengaja bukan?" ucap dan tanya Rega dengan berbisik. Dan Naziah menjawabnya cepat dengan anggukan kepala pasti. "Apa itu berarti... kau mulai menikmati permainan kita ini, Hem?" lanjut Rega.

__ADS_1


Tetapi diakhir kalimatnya, tanpa memberi kesempatan pada Naziah untuk menjawab pertanyaannya itu. Rega sudah kembali mencumbuinya. Dengan sedikit memiringkan kepala dan menciumi leher jenjang istrinya itu. Dimulai dari pangkal leher bagian atas kanan hingga kebagian pangkal leher bagian atas kiri. Dan lanjut ke pangkal leher bawah hingga pundak. Membuat Naziah seketika itu menengadahkan kepalanya ke atas. Agar mempermudah akses suaminya itu untuk mencumbui leher jenjangnya itu.


Hingga pada akhirnya, Naziah merasa kalau Rega menghisap lehernya itu. Untuk meninggalkan jejak kepemilikannya di sana. Dan karena itu, bukannya merasa kesakitan. Naziah justru merasakan sensasi yang berbeda. Yang membuatnya seketika menggelinjang nikmat sambil sedikit menekan kepala suaminya itu.


Sementara kedua tangan Rega semakin aktif saja. Bermain dan meremas kedua gunung kembar istrinya itu. Yang sepertinya akan menjadi tempat favorit untuk kedua telapak tangannya itu.


"Aahhhh... Mas!"


Satu ******* mulai lolos dari mulut Naziah. Yang semakin membakar gairah Rega untuk semakin meningkatkan lever permainannya itu.


"Astagfirullahal'adzim, Mas!!!" jerit Naziah, terkejut. Sambil mengalungkan kedua tangannya ke leher Rega.


Karena tiba-tiba, tubuhnya melayang dan sudah berada di atas kedua tangan kekar suaminya itu. Beruntung, kamar Rega itu sudah kedap suara. Jadi, meskipun Naziah berteriak sekeras mungkin. Orang yang ada diluar kamar itu tak akan mendengar teriakannya itu.


Rega menurunkan tubuh Naziah didekat kursi meja rias didalam kamar itu. Masih dengan posisinya berdiri. Kemudian memerintahkan Naziah untuk duduk di kursi meja rias itu sambil menghadap padanya. Lalu tangan Rega terulur melepaskan baju tidur yang dikenakan Naziah itu. Serta bra yang juga masih melekat tetapi talinya yang sudah tak terkait itu.


"Duduklah..!" pinta Rega


Setelah kedua benda itu sudah terlepas dari tubuh istrinya itu. Rega langsung membuang asal kedua benda itu. Dan setelahnya, Rega dengan gerakan hati-hati duduk bertekuk lutut dihadapan Naziah itu.


Kenapa harus dengan gerakan hati-hati? Itu karena dia tak ingin luka tusuk pada perutnya itu kembali berdarah. Akibat dia terlalu bergerak cepat dan bebas. Dan otomatis akan merusak acara mereka malam itu.

__ADS_1


__ADS_2