Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Meminta Bantuan Anto


__ADS_3

Setelah mendengar semua penjelasan Rendi tentang masalah sebenarnya. Aldi berpikir, akan segera menemukan solusi dari penyelesaian masalah yang dihadapi Bos sekaligus sahabatnya dengan tunangannya. Tetapi kenyataannya, masalah itu sangat rumit untuk ia pecahkan.


Melihat Rendi sedang menjambak rambutnya karena frustasi. Aldi pun ikut merasa frustasi. Mengingat Naziah, Aldi tahu... saat melihat video tersebut. Hati wanita itu pasti sangat sakit, atau bahkan terasa hancur berkeping-keping. Dan sakit yang diakibatkan oleh luka tak berdarah seperti itu. Akan sangat sulit untuk sembuh dan terlupakan begitu saja.


Saat tak menemukan satupun solusi yang baik. Aldi menyerah dan menyuruh Rendi untuk menyelesaikan masalahnya itu sendiri dengan segera. Karena jika tidak, masalah itu akan semakin memburuk nantinya. Dan acara yang sudah mereka persiapkan untuk nanti malam pun terancam batal.


Ya, selama dua hari ini dari kemarin. Rendi, Aldi dan juga Dokter Karina sibuk mempersiapkan acara untuk ulang tahun pernikahan Dokter Karina dan Suaminya yang ke-33. Dan juga membuat acara kejutan untuk Naziah atas pengumuman pertunangannya bersama Rendi. Yang mana acara tersebut juga diketahui oleh para sahabat Naziah.


"Saranku, Sebaiknya kau temui Naziah sekarang juga di kontrakannya. Dan jelaskan, kalau video itu hanya rekayasa Risma untuk menjebakmu. Dan katakan, kalau semua yang dikatakan Risma dalam video itu tidak benar." ucap Aldi memberi saran akhirnya.


"Kau harus meyakinkannya!!! Karena jika tidak, dia tidak akan pernah percaya omonganmu. Kau tahukan, Naziah gadis seperti apa?!" lanjut Aldi


"Aku tahu. Baiklah, aku akan menemui sekarang juga. Doakan aku, semoga Ziah mau mendengarkan dan percaya padaku??!!!" jawab Rendi dan meminta doa untuk keberhasilan usahanya. Demi meyakinkan Naziah.


"Iya. Semoga kau berhasil. Pergilah dan hati-hati di jalan!!!" ucap Aldi


Dan Rendi pun pergi dengan mengendarai mobilnya. Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit. Akhirnya, Rendi sampai di kontrakan Naziah dan juga sahabatnya itu.


Tok...tok...tok...

__ADS_1


"Assalamu'alaikum...!" ucap Rendi tepat didepan pintu kontrakan tersebut. Setelah sebelumnya mengetuk pintu itu.


Sementara itu, di dalam kamar Ulfi dan Tita. Mendengar suara ketukan pintu dan ucap salam seseorang yang sangat ia kenal. Naziah yang sedang numpang beristirahat di kamar tersebut. Langsung terjaga dari tidur siangnya. Dan segera mengambil ponsel yang sejak tadi ia letakan di atas nakas di samping tempat tidur itu.


Dan bergerak cepat menelfon Anto yang entah sedang berada dimana saat itu. Sebab, setelah hampir satu jam lalu Naziah pamit untuk beristirahat. Dia sudah tidak tahu dengan sahabatnya itu. Dimana dan sedang apa? Yang pasti, sahabatnya itu masih berada didalam rumah itu. Karena itu, dia memutuskan untuk menelponnya. Agar tamu yang berada didepan pintu rumah itu tak terlalu lama menunggu.


"Halo...." ucap Anto dengan menautkan keningnya bingung.


"Anto, itu pasti Rendi!!! Aku sedang tidak ingin bertemu dengannya saat ini. Jadi, jika dia bertanya tentang ku. Katakan aku sedang keluar untuk berbelanja keperluan Mamaku. Oke!!!" ucap Naziah pada Anto melalui panggilan telefonnya. Setelah panggilan itu tersambung. Dan tanpa memberi kesempatan Anto untuk berbicara lagi, Naziah kembali memutus panggilannya.


Mendapatkan perlakuan seperti itu dari Naziah. Anto hanya bisa berdecak kesal. "Ckckck... anak ini!!!"


Ternyata sejak tadi, Anto memang tidak kemana-mana dan berada diruang televisi didalam rumah itu. Sedang menyibukkan diri dengan berselancar di dunia Maya. Mencari lowongan pekerjaan yang cocok untuknya.


Setelah mendapat perintah untuk menyambut tamu yang sedang menunggu didepan pintu rumah mereka dari Naziah melalui panggilan teleponnya. Akhirnya, Anto menemui tamu tersebut.


"Wa'alaikum salam. Eh, Rendi! Ayo, silahkan duduk?!" ucap Anto pura-pura terkejut dan tersenyum ramah. Padahal sesungguhnya, ia telah mengetahui bahwa tamu itu adalah Rendi. Dan mempersilahkan Rendi untuk duduk di bangku teras.


"Ada apa Ren'? Kenapa kau tiba-tiba datang kemari? Bukankah seharusnya kau tidak menemui Ziah dulu?" tanya Anto dengan sedikit berbisik. Agar rahasia yang sedang mereka sembunyikan. Tak terdengar oleh orang lain, terutama oleh Naziah.

__ADS_1


"Aku tahu 'Nto. Tapi, masalah video yang kau kirimkan pada Aldi. Aku takut Ziah tidak akan datang ke rumahku, nanti malam. Karena itu, untuk mencegah Naziah tidak datang. Aku harus menjelaskan dan meluruskan semuanya, pada Ziah." jawab Rendi lemah sambil berusaha tetap tenang di balik kegelisahannya.


"Apa Ziah ada didalam?" tanya Rendi sambil melirik ke arah dalam rumah itu.


"Wah... kebetulan, Ziahnya lagi ke luar. Tadi dia pamit, katanya mau belanja oleh-oleh untuk Mama dan kedua adiknya bawa pulang nanti." jawab Anto berbohong seperti perintah Naziah tadi dengan santai.


"Apa dia mengatakan akan pergi kemana saja?" tanya Rendi lagi.


"Dia tak mengatakannya, Ren." jawab Anto. "Kenapa kau tidak menelponnya saja? Dan tanyakan dia dimana sekarang?" lanjut Anto mengusulkan.


"Sejak satu Minggu ini, Naziah selalu mematikan dan mengalihkan panggilanku. kupikir, itu hanya aksi merajuknya karena aku tak menanggapi pertanyaan kekehnya yang ingin tahu apa saja kegiatanku saat di kota X, kemarin dan bersama siapa. Sedang saat itu, aku hanya menanggapinya dengan candaan saja. Aku sungguh tidak tahu tentang video itu." jelas Rendi Jujur.


"Sebenarnya, Aku dijebak oleh wanita itu. Dan malam saat selesai acara ulang tahun dari ayah wanita itu. Aku sudah berpamitan pulang. Tetapi, wanita itu dan juga ayahnya menahanku untuk sekedar menemani mereka sebentar lagi, malam itu. Terpaksa dan dengan berat hati aku duduk kembali menemani mereka. Wanita itu menawarkan ku sekaleng minuman soda yang telah ia tuangkan kedalam gelas. Dan setelah aku meminum habis minuman itu. Tiba-tiba kepalaku pusing dan di detik berikutnya aku sudah hilang kesadaran."


Rendi menghela napas panjang dan berat untuk menjeda ucapannya.


"Pagi hari, saat aku terbangun dan sadar. Aku sudah bersama wanita itu didalam sebuah kamar hotel. Dan memang benar kondisiku seperti yang ada di video itu. Tapi, semua yang dikatakan wanita dalam video itu tidak benar. Karena seingat ku, aku tidak melakukan apa-apa selain tidur. Dan aku tak terpikirkan kalau wanita itu mengirimkan video seperti itu pada Ziah. Karena itu, masalah bersama wanita itu sudah aku selesaikan saat itu juga. Dan menganggap semuanya sudah selesai. Jadi, aku putuskan untuk tidak memberitahu Naziah tentang masalah tersebut. Wanita itu juga telah berjanji untuk tidak menggangguku lagi." lanjut Rendi panjang kali lebar pada Anto.


"Aku sungguh tidak tahu kalau malam itu wanita ular itu merekam menggunakan ponselku dan mengirimkan rekamannya pada Naziah. Sebab dia langsung menghapus laporan pengirimannya saat itu. Jadi, tolong bantu aku untuk menjelaskan semuanya pada Ziah, 'Nto??!" tambah Rendi dan meminta bantuan Anto untuk menjelaskan semuanya lagi pada Naziah.

__ADS_1


__ADS_2