
Bagaimana tidak menangis? Video tersebut diperankan langsung oleh pria yang sejak siang tadi mengganggu hati dan pikirannya.
Ya, video itu mengandung adegan yang cukup vulgar. Sebab, kedua pemerannya tampak hanya mengenakan selembar selimut untuk menutupi tubuh mereka.
Sang pria yang ternyata adalah Rendi. Tampak sedang tertidur dengan pulas. Dengan selimut yang hanya menutupi tubuhnya sebatas pusarnya.
Sedang Si wanita yang ada disampingnya. Sedang asyik merekamnya sambil sesekali menc**mi pipinya mesra. Tak sampai disitu, Si wanita juga mencoba membaringkan kepalanya keatas dada bidang Rendi dan membelai lembut dada bidang itu. Sambil berceloteh ria dengan suara pelan menceritakan penyebab keadaan Rendi saat ini. Seakan dia sengaja untuk merekam keadaan itu semua sebagai penjelasannya terhadap nomor yang akan menerima video tersebut.
"Maaf ya... Ayang Mas Rendi?!! Mas Rendinya masih tertidur pulas saat ini. Dia merasa sangat lelah setelah pertempuran yang kami tadi. Ummuuach... Nanti kalau dia sudah bangun. Akan aku kasih tahu, kalau kamu tadi menanyakannya. Oke. Sudah dulu ya... aku juga lelah dan masih ingin melanjutkan istirahatku yang tertunda, karena menjawab pesanmu. Bye..." celoteh Si wanita dalam rekaman videonya.
Saat menyaksikan video tersebut dari awal hingga akhir. Ia hanya mengeluarkan air mata tanpa terisak sedikitpun. Dan air mata itu terus mengalir membasahi pipinya tanpa mampu ia tahan. Hingga setelahnya, Naziah menghapus kasar air matanya itu.
"Kau terlalu polos dan juga sangat bodoh, Naziah!!!" umpat Naziah pada dirinya sendiri. "Kenapa kau harus menangisi pria brengsek semacam dia, hah?!!! Seharusnya, kau bersyukur saat ini. Karena Tuhan masih menyayangimu. Dengan menunjukan keburukannya sebelum dia menjadi suamimu. Jadi, berhentilah menangis dan lupakan dia!!! Mulai sekarang, tata masa depan agar menjadi lebih baik lagi."
*Flashback off
"Setelah malam itu, aku berusaha untuk melupakannya 'Nto. Aku tidak ingin terus larut dalam patah hatiku. Dan aku juga tidak ingin lagi bertemu dengannya. Mulai saat itu dan seterusnya. Jadi, tolong... mengertilah denganku??!" ucap Naziah setelah menjelaskan semuanya pada Anto. Dan meminta pengertian sahabatnya itu.
Saat menceritakan kembali tentang semua itu. Naziah berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis lagi. Dan juga untuk menutupi segala kerapuhan dirinya saat ini didepan mata sahabatnya itu. Dan usahanya itu berhasil.
__ADS_1
"Tapi, Zi'... bolehkah aku melihat video itu? Apakah kau masih menyimpannya? Aku ingin melihatnya." ucap dan tanya Anto hati-hati.
Tanpa banyak bicara, Naziah pun mulai mengutak-atik ponselnya. Dan menunjukan video itu yang sempat ia screenshot serta ia salin kedalam file dokumen didalam ponselnya. Sehingga tidak akan terhapus ataupun hilang dari ponselnya. Meski si pengirim telah menghapus video tersebut dari ponselnya sendiri.
Anto menyaksikan video tersebut dengan seksama. Dan dengan raut wajah yang sulit diartikan. Sebab, dapat ia simpulkan bahwa video tersebut asli. Dan bukan rekayasa ataupun editan.
Tetapi di satu sisi, saat ini ia dan kedua sahabatnya yang lain. Sejak beberapa hari kemarin sedang menjalankan suatu rencana dari tunangan Naziah itu sendiri. Untuk membuat sebuah pesta kejutan bagi Naziah.
Namun, sebuah kenyataan yang baru saja ia ketahui dari Naziah. Seketika membuatnya bimbang dan ragu untuk tetap menjaga kerahasiaan tentang pesta kejutan itu dari Naziah.
Setelah berpikir panjang, akhirnya Anto memutuskan untuk mengirim file dari video itu ke ponselnya. Tanpa sepengetahuan Naziah dan segera menghapus laporan pengirimannya dari ponsel Naziah. Sesaat setelah file video itu berhasil terkirim.
"Iya. Terimakasih atas pengertianmu, 'Nto. Aku memang sudah sangat lelah. Aku akan numpang istirahat di kamar Ulfi dan Tita. Aku duluan ya... Assalamu'alaikum!" ucap Naziah pamit. Dan beranjak menuju ke kamar Ulfi dan Tita.
"Iya. Wa'alaikum salam." jawab Anto.
Sepeninggalan Naziah, Anto pun ikut beranjak dari duduknya. Ia menuju ke teras belakang sambil mencoba menghubungi seseorang melalui panggilan telfonnya.
"Halo, assalamu'alaikum Bro! Kau dimana dan sedang apa sekarang?" tanya Anto pada seseorang dibalik telfonnya.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam, Bro. Aku... ada di bandara. Sedang menjemput Paman Roy. Memangnya ada apa Anto? Kenapa kau terdengar panik?" jawab dan tanya balik Aldi diseberang telfonnya.
"Aku akan mengirim sebuah video padamu. Tolong buka dan segera jelaskan tentang video itu padaku?!!" ucap Anto lagi. Lalu, tampak mengutak-atik ponselnya dengan cepat.
Sementara panggilan masih tersambung, Aldi menerima sebuah notifikasi pesan yang dikirimkan oleh Anto itu. Dia langsung membuka notifikasi tersebut. Dan betapa terkejutnya Aldi saat menonton video tersebut. Seketika itu, matanya membulat sempurna dan dipenuhi dengan kemarahan. Kenapa tidak? Dia sama sekali tidak tahu tentang video itu dan baru saja melihatnya saat ini.
"Darimana kau mendapatkan video ini Anto? Aku sungguh tidak pernah tahu tentang video ini dan melihatnya saat kau mengirimnya tadi." tanya Aldi ingin tahu dan menjelaskan singkat atas ketidaktahuannya rekaman video tersebut.
"Aku mendapatkannya dari Naziah. Dia menerima video itu, kalau tidak salah dua Minggu lalu. Dan video itu dikirim langsung melalui nomor ponsel pribadi Rendi sendiri. Siapa wanita itu? Apa Rendi memiliki kekasih lain selain Ziah? Jika iya, katakan saja. Agar aku bisa secepatnya mengambil tindak yang bisa menjaga hati sahabatku. Agar hati Ziah juga tidak semakin hancur nantinya." jawab Anto menjelaskan.
Dimatanya tampak menahan kemarahan yang besar atas sakit hati dari sahabatnya itu.
"Aku tidak tahu pasti siapa wanita itu? Tapi sepertinya, dia anak dari salah satu pemegang saham dalam perusahaan kami. Dan masalah hubungannya dengan Rendi, aku rasa mereka tidak ada hubungan apa-apa. Aku perlu membicarakan ini dengan Rendi, langsung dan mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi. Jadi kumohon, untuk tetaplah tenang dan jaga Ziah. Jangan sampai dia bertindak yang tidak-tidak, nantinya." ucap Aldi
Dia meminta waktu untuk memperjelas masalah itu lebih dulu dengan Rendi. Dan memperingatkan Anto untuk bersabar dan mengawasi Naziah. Yang mungkin akan bertindak yang tidak-tidak untuk melampiaskan sakit hatinya.
"Cihh... kau pikir sahabatku berpikiran dangkal seperti itu. Dia termaksud gadis yang memiliki iman yang kuat. Jadi, tidak mungkin dia akan memiliki pikiran dangkal seperti yang ada dalam pikiranmu itu. Kau urus saja atasanmu. Jika semua yang terjadi di video itu, benar. Maka, aku akan menjauhkan sahabatku dari kalian. Dan jangan berharap kalian bisa bertemu dengannya lagi, titik." ucap tegas Anto sedikit melampiaskan kekesalannya atas semua peristiwa yang terjadi saat itu.
"Iya. Aku harap semua ini tidak benar terjadi. Dan hanya sebuah rekayasa seseorang saja. Yang ingin mengambil keuntungan dari putusnya hubungan Rendi dan Naziah. Tapi jika semuanya benar, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya akan mendukung keputusan darimu. Aku akan langsung menemui Rendi sepulang dari sini. Tunggu kabar dariku, Assalamu'alaikum!" putus Aldi pasrah akhirnya.
__ADS_1
"Iya. Aku tunggu kabar darimu. Wa'alaikum salam." ucap Anto dan langsung mengakhiri panggilan telfonnya.