Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Penjelasan Rendi


__ADS_3

Beberapa saat setelah selesai menerima telepon dari Anto. Aldi dengan hati yang sudah gelisah tak menentu. Membuang pandangannya kearah dalam bandara. Dan segera menghembuskan nafas lega saat matanya melihat orang yang sedang ditunggunya telah berdiri di pintu keluar bandara itu. Ya, Aldi memang sejak tadi sedang duduk didalam mobil yang ia parkir tepat didekat pintu keluar bandara. Sambil menunggu Tuan Roy Rahardian, yaitu ayah dari Rendi Rahardian.


"Hah...Syukurlah paman sudah sampai. Jadi, aku bisa segera menemui Rendi setelah ini. " ucap Aldi sambil keluar dari dalam mobil itu. Dan menghampiri Tuan Roy yang sudah celengak-celenguk mencarinya.


"Paman!!! Aku disini." ucap Aldi saat berada tepat di samping Tuan Roy. Dan tangannya langsung terulur mengambil koper kecil bawaan pamannya itu.


"Oh... kukira kau belum sampai, Nak!" ucap Tuan Roy.


"Aku sudah disini sejak 10 menit yang lalu, Paman. Ayo, kita pergi dari sini!!!" jawab Aldi berusaha tersenyum menutupi keresahan hatinya.


"Begitu ya... ayo!!!" ucap Tuan Roy menanggapi sekenanya.


Dan mereka pun pergi dari sana menuju mobil yang di kendarai Aldi. Kemudian meninggalkan bandara tersebut menuju kediaman istri Tuan Roy, yaitu Dokter Karina.


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, akhirnya mereka sampai. Dari pintu utama, terlihat Dokter Karina dan Rendi telah menunggu kedatangan mereka.


"Assalamu'alaikum, Bunda... Rendi...!" sapa Tuan Roy dengan senyum bahagia dan mengulurkan tangannya untuk disalami oleh istri dan anak tunggalnya itu.


"Wa'alaikum salam, Ayah." ucap Dokter Karina dan Rendi bersamaan. Dan menyambut uluran tangan itu serta menciumnya takzim.


Setelah itu, kedua paruh baya yang masih sangat saling menyayangi itu, melangkah masuk kedalam rumah itu.


Rendi yang juga ingin mengikuti langkah kedua orangtuanya. Terhenti, dikala Aldi mencegat langkahnya dengan sebuah kalimat .


"Ren', aku perlu bicara penting denganmu, sekarang!!!" ucap Aldi tegas dan tak ingin ditolak ataupun dibantah. Dengan raut wajah yang sulit diartikan.


Mendengar kalimat tersebut, sejenak Rendi menatap wajah sahabatnya itu. Dan mendapati wajah sahabatnya yang tak bisa ia simpulkan. Sehingga, ia hanya bisa membuang nafas kasar melalui rongga mulutnya.

__ADS_1


"Ada apa Al'? Kenapa wajahmu seperti itu? Apa terjadi sesuatu padamu?" tanya Rendi dengan mencoba menebak-nebak asal.


Tanpa menjawab, Aldi melangkah pergi menuju ruang kerja Rendi yang ada didalam rumah tersebut. Dan Rendi hanya mendengus kesal melihat sikap sahabatnya yang tiba-tiba berubah seperti itu. Dengan langkah gontai, Rendi akhirnya mengikuti kemana sahabatnya itu pergi.


Sesampainya di ruang kerja Rendi, tanpa banyak basa-basi. Aldi memutar sebuah video yang telah dikirimkan oleh Anto padanya. Dan memperlihatkan video itu pada Rendi.


Melihat itu, mata Rendi seketika terbelalak sempurna karena terkejut. Di kepalanya langsung timbul sebuah pertanyaan besar. "Apa yang terjadi? Kenapa biasa ada video dirinya seperti itu?"


"Darimana kau mendapatkan video ini, Al'?" tanya Rendi


"Aku mendapatkan video itu dari Anto. Dan... apa kau juga ingin tahu, darimana video itu berasal hingga sampai ke Anto?" jawab Aldi. Kemudian melemparkan pertanyaan sambil tersenyum sinis kearah Rendi.


Mendengar pertanyaan panjang seperti itu, Rendi pun ikut tersenyum sinis sambil menganggukkan kepalanya.


"Anto diam-diam menyalin video itu tadi, dari ponsel Ziah. Saat Ziah curhat padanya tentang penyebab diamnya dia beberapa hari ini terhadapmu. Dan memperlihatkan pesan chat video itu yang ternyata pengirimnya dari... nomormu sendiri." jawab Aldi jujur.


Mendengar jawaban Aldi itu, Rendi bingung. Dan seketika menatap tajam Aldi.


"Itu sudah pasti memang ulah Risma. Karena itulah, aku sudah pernah memperingatkan mu untuk menjauhi wanita ular itu. Tapi... apa ini?!!!" ucap Aldi dengan nada mulai meninggi karena terlalu kesal pada Rendi.


"Sekarang aku ingin tahu, apa semua yang dikatakan wanita itu benar? Bahwa kau baru saja bersenang-senang dengannya saat itu? Tolong jawab dengan jujur? Agar aku dan Anto bisa mengambil sikap atas dirimu dan Ziah nantinya." imbuh Aldi lagi


"Apa maksudmu dan Anto bisa mengambil sikap Hem...?" tanya Rendi bingung.


"Kau tidak perlu tahu. Yang perlu kau jawab adalah... benarkah kalian telah bersenang-senang?" tanya tegas Aldi mulai mengeluarkan sisi lain dari dirinya.


Rendi tampak frustasi dan berulang kali menghembuskan nafasnya kasar.

__ADS_1


"Heh!!! Saat itu aku sangat mabuk Al' dan mengira wanita itu adalah Naziah. Aku dijebak Al'. Malam itu,..."


* flashback on


Saat acara pesta ulang tahun itu berakhir. Rendi yang sudah akan beranjak dari kursinya. Dan memutuskan pulang ke hotel tempatnya menginap saat di kota itu, karena merasa lelah. Dihentikan oleh pemilik acara yaitu Pak Ihwan dan juga anak tunggalnya, Risma.


Mereka berdua mengajak Rendi untuk bertahan sebentar lagi. Untuk membahas proyek mereka selanjutnya. Dan Risma mulai menawarkan satu kaleng minuman bersoda pada Rendi. Setelah beberapa tegukan Rendi merasakan kepalanya serasa sedikit berdenyut. Tetapi, ia berusaha tetap tenang dan acuh saja.


Namun, setelah minuman bersoda itu hampir habis. Tiba-tiba pandangannya mulai buram dan perasaan aneh juga menjalari tubuhnya seiring hawa panas yang timbul. Dan di detik berikutnya, iya sudah tak sadarkan diri.


Pagi hari, Rendi terbangun dari tidurnya. Sambil memegangi kepalanya yang masih sedikit terasa berdenyut. Dan berniat beranjak dari tempat tidur itu untuk ke kamar mandi.


Namun, tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang ganjal dibawah selimut yang membungkus setengah tubuhnya itu. Dan sesuatu itu terasa hangat serta melingkari pangkal pahanya. Dengan gerakan pelan tapi pasti, Rendi mencoba mengintip ke bawah selimut itu.


Dan... betapa terkejutnya dia. Saat mendapati tubuhnya yang tanpa terbungkus sehelai benangpun. Dan sebuah kaki putih mulus milik seorang wanita juga ada di sana menindih pangkal pahanya. Dengan cepat Rendi menutup kembali selimut itu.


Kemudian, dengan perlahan membuang pandangannya ke sisi lain tubuhnya. Dan mata Rendi seketika terbelalak karena mendapati ternyata pemilik kaki yang baru saja ia lihat didalam selimut itu adalah Risma.


Dan saking terkejutnya, Rendi spontan memundurkan tubuhnya. Hingga ia terjatuh dari atas tempat tidur itu.


"Auhhh...!!!" ucap Rendi sambil mengusap-usap pantatnya yang mencium lantai dengan kasarnya.


Karena teriakan kesakitan dari mulut Rendi Itu. Risma yang masih tidur langsung terbangun dan melihat kearahnya.


"Astaga!!! Ada apa sayang? Kau kenapa?" ucap tanya Risma spontan terkejut.


"Apa yang kau lakukan? Cepat berbalik!!!" ucap Rendi kembali terkejut karena Risma melihat tubuhnya yang tanpa terbungkus sehelai benangpun. Dan memerintahkan wanita itu untuk tidak melihatnya.

__ADS_1


"Aku akan memakai pakaianku dulu. Jangan berbalik sebelum aku mengizinkannya." imbuhnya.


Dan segera mengenakan pakaian dengan cepat.


__ADS_2