
Baru saja sampai, Tita sudah mencerca Anto. Tita kesal sudah dibuat menunggu lama, karenanya.
Namun, Rendi yang sudah sejak tadi juga menunggu kedatangan Aldi dan Anto. Langsung melerai pertikaian kecil itu.
"Ekh!!! Untuk apa taksi online? Aku dan Aldi yang akan mengantar kalian pulang. Jadi, tidak perlu pesan taksi online. Okey!!!" ucap Rendi dengan menekan kata terakhirnya.
"Kebetulan hari ini kantor libur. Jadi, aku dan Aldi yang akan mengantar kalian pulang ke rumah kontrakan kalian. Tidak ada penolakan, titik!!!" sambung Rendi tegas.
"Heh...!" Naziah membuang nafas kasar. Dia tidak habis pikir kenapa Rendi begitu pemaksa. "Kenapa sih Ren', kau selalu memaksa? Kau sudah terlalu banyak membantuku. Jadi, aku rasa bantuanmu yang memberikan fasilitas kamar rawat ini. Itu sudah sangat cukup. Jadi, tolong...??!!!Berhenti membantuku lagi Rendi." ucap Naziah lemah lembut.
"Itu bagimu Zi'. Tapi untukku, itu belum cukup Zi'" bantah Rendi.
"Ekhem!!! Loh...kok belum pulang? Masih ingin tinggal kah?"
Sejak tadi, Dokter Karina sudah berdiri didepan pintu. Namun tak satupun dari anak muda dan mudi yang ada didalam kamar rawat itu memperhatikannya. Karena itulah, dia berdehem sedikit keras dan bertanya. Untuk mendapat perhatian dari Naziah dan Rendi. Dia sengaja melakukan itu demi menghentikan perdebatan kecil antara Rendi dan Naziah itu.
"Eh... Enggak mau, Dok'! Aku mau pulang sekarang. Nih... sudah pada siap!" ucap Naziah. Sambil bergerak cepat, turun dari brankarnya. Sebab sejak tadi dia masih duduk dan bersandar di brankarnya.
"Oh...kirain betah tinggal disini. Ya sudah, ayo kita turun sama-sama. Aku akan mengantar kalian ke loby. Kebetulan, aku juga akan ke ruanganku dibangunan khusus Dokter." ajak Dokter Karina lembut. Sambil merangkul lengan Naziah dan melangkah beriringan keluar dari kamar rawat itu.
Rendi, Aldi dan Anto pun langsung menyusul. Dan berjalan beriringan dibelakang Naziah dan Dokter Karina.
Sementara Tita, sambil menarik koper mini milik Naziah dan memikul tas ranselnya. Dia berjalan sendiri dibelakang Rendi, Aldi dan Anto.
Tanpa sengaja, Aldi melirik kearah belakang tubuhnya. Dan melihat Tita yang berjalan sambil memberenggut karena merasa keberatan. Aldi sengaja menghentikan langkahnya. Setelah posisi Tita berjalan tepat di sampingnya. Barulah dia kembali melangkahkan kakinya.
"Sini, biar kubawa kan?!!" ucap Aldi
__ADS_1
Seiring dengan ucapannya. Tangan Aldi pun sudah mengambil alih tas koper mini tersebut dari tangan Tita. Tanpa bisa menolak ataupun menerima bantuan itu. Tita pasrah, namun dalam hatinya berucap syukur. Karena ada yang membantunya.
"Datar amat sih...! Tapi, syukurlah dia mau membantuku."
Dalam perjalanan menuju loby depan rumah sakit itu. Naziah dan Dokter Karina terus berbicara. Beberapa hari tinggal dan menginap di rumah sakit itu. Serta seringnya berjumpa dan bertegur sapa. Akhirnya, Naziah dan Dokter Karina menjadi akrab. Bahkan mereka tampak seperti layaknya ibu dan anak.
Sesampainya di loby utama rumah sakit. Aldi mendahului langkah yang berada didepannya. Dia segera menuju parkiran untuk mengambil mobil.
Dan Antopun melakukan hal yang sama. Namun, dengan tujuan berbeda. Sebab ia bertujuan untuk mengambil motornya. Dia memang datang ke rumah sakit itu dengan menggunakan motor. Karena itu, dia akan kembali dengan mengendarai motornya itu.
Sedangkan Naziah dan Tita akan diantar menggunakan mobil oleh Rendi. Dan Aldi yang akan menjadi sopir mereka.
Sambil menunggu Aldi, tak lupa Naziah berpamitan pada Dokter Karina.
"Terimakasih atas semua bantuannya Dokter?" ucap Naziah sambil mengulurkan tangannya kearah Dokter Karina.
"Tidak perlu berterimakasih, Zi. Ini semua sudah menjadi tugasku sebagai seorang dokter. Jangan lupa, obatmu harus dihabiskan ya! Setelah itu, datanglah untuk mengecek kembali kondisi lambungmu. Oke?!" ucap Dokter Karina mengingatkan.
"Oh iya, jika butuh teman, jangan sungkan untuk menelfonku ya Dok'!!!" sambung Naziah.
"Tuan putri, silahkan masuk ke mobil!" ucap Rendi tiba-tiba. Sambil membungkukkan badannya didekat pintu mobil yang telah dibukanya.
"Ekh, lihatlah anakmu itu Doker! Lebay sekali dia." ucap Naziah sambil tersenyum sinis.
"Sudah, biarkan saja dia seperti itu. Ayo, masuklah Zi'!" ucap Dokter Karina
"Tita, masuk dari sebelah sini, 'Ta?!" ajak Aldi sambil membukakan pintu di sisi lain untuk Tita. Dengan senang hati Tita menurutinya.
__ADS_1
"Terimakasih...?!" ucap Tita dengan senyum manisnya. Sambil masuk kedalam mobil itu.
Naziah membuka kaca jendela yang ada disisinya. Kemudian berpamitan pada Dokter Karina.
"Terimakasih sudah mengantar Dokter?! Dan sampai jumpa lagi dilain waktu." ucap Naziah sambil melambaikan tangannya kearah Dokter Karina yang masih setia berdiri didepan loby.
"Terimakasih kembali Zi'. Dan sampai jumpa lagi." balas Dokter Karina dan balas melambaikan tangannya pula.
"Hati-hati mengemudikan mobilnya Aldi!!! Karena kau sedang membawa dua anak gadis orang." ucap Dokter Karina beralih memperingati Aldi.
"Siap ratu!!!" ucap Aldi sambil memberi hormat ala seorang prajurit Negara. "Kami pergi dulu, assalamu'alaikum!"
"Walaikumsalam..." balas Dokter Karina.
Setelah itu, dengan segera Aldi masuk kedalam mobil. Agar tak membuat semua penumpangnya menunggu lama. Dia duduk di kursi dibalik kemudi dan mulai menghidupkan mesin mobilnya. Dan dengan perlahan memacu kecepatan mobilnya meninggalkan rumah sakit itu.
Sementara Anto sendiri, sudah pergi lebih dulu dengan motornya sejak tadi. Sebab dia akan segera ikut menyambut kedua sahabatnya dan juga kedua teman barunya itu.
*
Didalam perjalanan pulang, Naziah hanya diam saja. Dia memejamkan matanya sambil menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi. Sedang Tita sibuk dengan ponselnya.
Saat sama-sama menuju tempat parkir. Aldi memang sempat meminta pada Anto untuk menghidupkan GPSnya. Agar dia tidak perlu bertanya tentang alamat yang akan mereka tuju pada Naziah ataupun Tita.
Setelah beberapa menit berkendara, akhirnya mobil yang dikendarai Aldi itu. Sudah memasuki lorong buntu tempat rumah kontrakan Naziah dan para sahabatnya. Lorong itu tampak sepi, karena hanya terdapat beberapa rumah kontrakan saja yang ada di sana. Dan rumah kontrakan Naziah berada paling ujung dari lorong itu.
Dari jauh sudah terlihat Ulfi yang berdiri di teras rumah. Sedang Anto yang sampai lebih dulu pun sudah ikut berdiri di sampingnya. Mereka sedang bersiap menyambut kedatangan Naziah.
__ADS_1
Tepat saat memasuki halaman kontrakan yang terhubung langsung dengan jalan lorong tersebut. Aldi langsung memutar arah mobilnya sebelum parkir dan menurunkan penumpangnya.
Setelah mobil terparkir rapi didepan teras rumah kontrakan tersebut. Dengan terburu-buru Rendi keluar dari balik pintu penumpang depan. Dan bermaksud akan membukakan pintu mobil untuk Naziah. Namun terlambat, sebab Naziah sudah keluar dan membuka pintu mobil itu sendiri. Tanpa harus menunggu orang lain yang akan membantunya untuk membukakan pintu itu.