Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Menentukan Pilihan


__ADS_3

"Baiklah. Sekarang, aku ingin berbicara serius denganmu Zi', perihal Rendi." ucap Dokter Karina dengan mode serius.


"Perihal Rendi?!! Maksud Dokter?" tanya Naziah bingung


Naziah benar-benar tidak tahu dan berpikir. Bahwa Dokter Karina tidak pernah tahu tentang perasaan Rendi padanya.


Dan sesungguhnya, Naziah tidak ingin membalas ungkapan perasaan itu. Dikarenakan, Naziah sangat sadar diri. Jika status sosialnya dan Rendi begitu jauh berbeda. Dia tak ingin, hanya karena itu keakrabannya bersama Dokter Karina akan menjadi renggang nantinya.


Dalam pikiran Naziah, jika sampai dia menerima perasaan Rendi itu. Dan Dokter Karina mengetahuinya. Maka, Dokter Karina akan mencapnya sebagai gadis matre. Yang memanfaatkan kecantikan dan kelembutannya. Untuk memikat pria kaya yang memiliki orang tua berstatus sosial tinggi. Demi untuk keuntungan di masa depannya. Sungguh!!! Itu bukan dirinya.


"Zi'..." panggil Dokter Karina.


Membuat lamunan Naziah buyar dan terbang entah kemana?!!.


"Ekh... Dokter. Iya, ada apa?" ucap Naziah salah tingkah.


"Begini... Rendi sudah menceritakan semuanya padaku. Mulai dari pertemuan pertama kalian. Hingga seminggu yang lalu, Rendi pergi menemui Ibumu. Dia sudah menceritakan semuanya. Dan kau tahu Zi'?! Aku sangat mendukung pilihan Rendi saat ini. " jelas Dokter Karina lembut.


Kemudian dia merangkum kedua tangan Naziah. Dan melanjutkan perkataannya yang terjeda itu.


"Jujur, masalah memilih dan memilah pasangan hidup untuk Rendi, anakku. Dibandingkan dengan ayahnya, akulah orang yang paling selektif. Sebab aku hanya punya satu anak yaitu Rendi. Karena itulah, aku memilih menantu yang bisa menerima anakku dengan apa adanya dia. Dan juga mau menerima serta menghargai keberadaan kami sebagai orang tua dari suaminya kelak. Dan aku telah menemukan gadis seperti itu. Yaitu kamu Zi'!!! Maukah kau menerima anakku yang kau bilang sombong, angkuh dan juga aneh itu? Dan menjadi pendamping hidupnya kelak?." tanya Dokter Karina akhirnya. Setelah berbicara panjang kali lebar.

__ADS_1


"Mungkin menurutmu, ini semua terlalu mendadak dan terburu-buru. Tapi, aku hanya ingin Rendi bisa memberi tanda pengikat atas dirimu. Yaitu dengan menyematkan sebuah cincin di jari manis mu ini. Jadi, maukah kau menerimanya dan menjadi calon menantuku, Nak...???!" kembali Dokter Karina bertanya.


Dalam diam, otak Naziah terus berputar dan hatinya pun ikut berdoa. Ia harus memilih dan memilah jawaban apa yang pantas ia ucapkan. Untuk memberikan jawaban atas pinangan seorang ibu untuk anaknya itu.


"Em... sebelum itu, apa aku boleh bertanya?" ucap Naziah akhirnya, setelah diam termenung.


"Bertanya?? Tentu saja. Apa yang ingin kau tanyakan? katakanlah!!!" jawab Dokter Karina.


"Aku ini hanya manusia biasa yang pasti punya sifat dan sikap buruk. Yang belum Dokter dan Rendi ketahui dan akan nampak nantinya. Apakah Dokter masih akan tetap menerima dan menyukaiku?" ucap dan tanya Naziah pelan dan lembut.


"Aku tahu Nak. Insya Allah, sebagai manusia yang harus saling peduli. Kami sebagai orang tua pasti akan mengingatkan mu. Jika suatu saat, kau menyimpang jalan kami. Dan itu memang sudah menjadi kewajiban kami sebagai orang tuamu. Asalkan kau dan juga Rendi bisa dan mau untuk selalu diingatkan. Bukankah seperti itu?" jawab dan tanya balik Dokter Karina.


Mendengar itu, Naziah menganggukkan kepala tanda membenarkan dan mengiyakan perkataan calon mertuanya itu.


Ia sungguh merasa sungkan dan malu. Telah bercerita tentang semua beban hidupnya. Sebenarnya, ia tidak ingin orang lain tahu semua itu. Tapi, dia harus menceritakan itu semua. Agar, Dokter Karina dan Rendi bisa tahu. Dan mungkin bisa menjadi pertimbangan mereka untuk menjadikan dia menantu bagi istri dari anak mereka nantinya.


"Nak Ziah... Rendi pernah mengatakan padaku. Dia rela melakukan apapun untuk mu. Dan aku tidak pernah melihatnya sebegitu yakin saat memilihmu. Apalagi, kau dan dia belum lama kenal. Sejujurnya, Rendi itu adalah tipe pria yang sangat selektif dalam memilih pasangan hidupnya. Sama seperti diriku, dulu aku juga sangat selektif memilih calon suami untukku. Karena kami tipe merupakan orang yang gila kerja. Jadi sepertinya, tidak ada waktu untuk itu." ungkap Dokter Karina


"Oh iya, jika kau menerima anakku. Maka, orang tua dan kedua adikmu akan menjadi orang tua dan adik-adik bagi Rendi juga. Begitupula sebaliknya, selain menjadi istri bagi Rendi. Kau juga akan menjadi anak perempuanku. Jadi, kau tak perlu berpikir terlalu berat, Nak!!!" sambung Dokter Karina menjelaskan.


"Terima ya...ya... please...!!!" mohon Dokter Karina akhirnya.

__ADS_1


Sepertinya, dia sudah kehabisan kata untuk membujuk dan mengambil hati Naziah. Karena itulah, ia mengeluarkan jurus terakhirnya. Yaitu memohon dengan sangat dan memasang wajah yang bisa membuat hati seseorang luluh lantah jadinya.


"Ya Allah Dok...! Kenapa seperti ini? Kau membuatku jadi besar kepala nih..." ucap Naziah sedikit gelagapan menghadapi sikap Calon mertuanya itu. Dan menutupi malunya dengan gurauan recehnya.


"Terserah. Mau kepalamu menjadi sebesar apa, aku sudah tidak perduli Ziah. Yang aku inginkan, kau harus menerima lamaran yang kubawa untuk anakku ini. Oke?!!!" ucap tegas Dokter Karina memutuskan sendiri.


Naziah terlihat menghembuskan nafas pelan. Berharap hembusan nafas berat itu dapat membawa semua masalah berat yang saat ini ia rasakan.


Terlihat Dokter Karina membuka tas jinjingnya. Dan merogoh sesuatu yang ada didalam tas tersebut.


"Jika kau menerima Rendi menjadi tunangan sekaligus calon suamimu. Maka, kau harus mengulurkan tangan kananmu. Untuk aku sematkan cincin ini. Tapi jika tidak, kau harus sembunyikan tanganmu kebelakang tubuhmu. Oke?!! Kuberi kau waktu 1 menit untuk berpikir. Silahkan memilih!!!" ucap Dokter Karina


Sementara Naziah berpikir, Dokter Karina terus berceloteh ria. Namun, Naziah tak sedikitpun merasa terganggu. Karena dia tahu, dia harus serius menghadapi masalah ini. Sebab jawabannyalah yang akan menentukan nasib dirinya dan juga Rendi nantinya.


"Setelah kau selesai memilih, kita harus keluar dan menemui Rendi. Untuk menunjukan padanya, bahwa kau sudah memberikan jawaban. Tentang hubungan kalian ke depan nantinya akan seperti apa?!!"


"Dan... jika kau bertanya, kenapa aku yang menyematkan cincinnya? Itu karena masih sebagai simbol tunangan. Insya Allah, untuk cincin pernikahannya barulah Rendi sendiri yang akan menyematkannya di jarimu. Jadi, waktunya sudah satu menit. Kau sudah harus menentukan pilihanmu Nak?!!!"


Dengan mengucap Basmalah terlebih dahulu. Naziah mulai mengangkat tangannya ke depan dada. Dan.....


Bersambung dulu ya gaes...

__ADS_1


Diriku lelah. 😴


__ADS_2