
Melihat aksi romantis Rega seperti itu. Seketika suasana khidmat orang-orang dan para undangan yang ada di sana. Saat menikmati hidangan yang tersaji sambil mendengarkan lagu dan musik yang ditampilkan oleh grup band ternama itu. Langsung terhenti dan berganti dengan suasana ramai riuh teriakan godaan untuk kedua pengantin di atas panggung sana.
..."Uuuhh.... mau juga dong, Bang! Digituin..." sorak para gadis yang ada di sana, baper. Dan kompak bertepuk tangan....
Mendengar itu, sang pelaku penyebab kericuhan itu. Yang tidak lagi adalah Rega. Hanya tersenyum bangga karena berhasil mencium istrinya itu dan bersikap cuek atas godaan orang-orang itu. Dia justru tak putus terus menatap penuh cinta kedalam mata Naziah.
Sementara, Naziah merasa sangat malu sekali. Hingga ia merasa, kalau saat ini wajahnya sudah nampak memerah Semerah kepiting rebus. Mungkin!!! Karena, terlalu malu seperti itu. Ingin sekali rasanya, Naziah berlari ke tengah lautan dan menceburkan dirinya sedalam mungkin. Demi menyembunyikan wajahnya itu.
Bagaimana tidak?!!!
Ternyata isyarat Rega pada fotografer itu adalah dia akan mencium Naziah. Dan fotografer itu harus mendokumentasikan tentang itu.
Ya, enggelnya saat Rega yang berdiri disisi kanan Naziah. Tiba-tiba memiringkan tubuhnya dan mencium tepat disudut kanan bibir Naziah. Dan Naziah yang terkejut, tentu saja ekspresi terlihat sangat lucu, menggemaskan.
Naziah benar-benar malu akan hal itu. Selama hidupnya ini, Naziah pernah merasakan manisnya masa pacaran dengan dua orang pria. Pertama saat ia masih duduk di kelas tiga SMA. Sedang yang kedua dengan Rendi. Mantan tunangan yang pernah gagal menikah dengannya. Saat ia hampir menyelesaikan pendidikan terakhirnya sebagai seorang sarjana.
...*Para pembaca masih ingatkan sama sosok Rendi? Itu ada pada bab-bab awal ya......
Dari kedua pria yang pernah mengecap manisnya pacaran bersama Naziah itu. Tidak ada yang pernah menciumnya ataupun berciuman dengannya. Jangankan itu, dapat memegang tangannya saja sudah bersyukur. Sebab, jika sampai mereka menyentuhnya lebih dari itu. Dan apalagi tanpa seizinnya! Maka, hubungan mereka saat itu juga akan langsung berakhir. Dengan akan berdarah-nya sudut bibir sang pria. Akibat, mendapat belaian lembutnya... Eh maksudnya, tamparan keras deng... dari Naziah. Hehe....
Itu sih masih mending! Tapi, kalau sampai prianya memaksa. Maka, jangan ditanya lagi! Kalian semuanya tahukan bagaimana seorang Naziah. Ya, jika prianya jago bela diri sama seperti Naziah. Maka, saat itu juga akan terjadi perkelahian antar mereka. Namun jika tidak, maka pria itu akan jadi seperti sansak tinju dibuatnya. Haha...🤣🤣🤣
__ADS_1
Tapi saat ini, Naziah tak bisa berkutik. Karena biar bagaimanapun juga, semua itu hak Rega atas dirinya. Namun, yang membuat malu sekaligus kesal Naziah atas pria disampingnya itu. Kenapa harus menciumnya dihadapan khalayak ramai seperti ini, sih!
Sehingga, setelah Naziah sadar dari keterkejutannya itu. Dia langsung menampilkan ekspresi wajah kesalnya kearah Rega. Sambil matanya menatap tajam ke mata Rega. Seakan berbicara lewat matanya itu. "Kenapa harus melakukan hal itu didepan orang ramai seperti ini, sih...! 'kan aku jadi malu banget tahu! Dasar pria! Udah nggak tahan banget ya?! Eehr.... bikin kesel aja!"
Sedang tangannya sudah terulur untuk memukul ringan dada bidang Rega dengan buket bunga yang ada ditangannya itu. Untuk mengekspresikan kekesalannya pada pria itu.
Sedikit benarnya, apa yang dikatakan Naziah tentang ketidak tahannya Rega melihatnya saat itu adalah benar. Karena saat itu, Naziah memang tampak sangat cantik sekali. Bahkan, beberapa wanita yang ada di sana dan melihatnya. Sedikit merasa iri dibuatnya. Karena, Naziah begitu terlampau cantik saat ini di mata mereka.
Bagaimana tidak?
Malam itu, Naziah tampak sangat cantik bercahaya. Dengan gaun pengantinnya yang pas badan. Berwarna nude dan juga tak lupa pasmina dengan warna senada. Melilit di atas kepalanya dengan model simpel. Dan hanya diberi sedikit hiasan di atasnya seperti mahkota. Agar menambah keanggunan-nya sebagai seorang pengantin wanita malam itu. Serta makeup flawless yang semakin membuatnya terlihat manis.
Sehingga membuat Rega yang sejak tadi menahan diri untuk tidak mengekspresikan rasa gemesnya melihat istrinya itu. Akhirnya, lepas kendali saat merasa ada kesempatan untuk itu.
Namun, gerakannya yang ingin beranjak meninggalkan sesi pemotretan itu. Langsung dicegat oleh Rega dengan salah satu tangannya menahan tangan Naziah lembut. Sedang sebelah tangannya yang lain berusaha menahan pinggang Naziah. Dan merengkuhnya hingga merapat dengan tubuhnya tanpa ada jarak sedikitpun. Sambil mengucapkan permohonan maaf atas aksinya tadi. Yang membuat istrinya itu malu dan kesal sekaligus seperti itu padanya.
..."Eits, jangan gitu dong... Sayang! Iya, aku ngerti kau pasti sangat malu sekali saat ini dan juga kesal padaku. Aku benar-benar minta maaf atas itu. Dan aku janji tidak akan melakukannya lagi. Please.... Jangan dulu pergi ya...!" ucap Rega penuh permohonan dan penyesalan tingkat tinggi....
Sementara itu, tanpa mereka sadari. Sang fotografer yang masih standby ditempatnya tadi. Diam-diam terus mengambil gambar mereka yang tampak sangat intim dan romantis itu. Sambil senyum-senyum sendiri. Menertawakan dirinya yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Disaat kedua mempelai pengantin didepannya itu sedang sedikit bertikai.
..."Nggak baik lho, Yang. Kalau kita tiba-tiba meninggalkan para tamu undangan kita begitu saja. Sementara mereka masih ingin menikmati malam penuh kebahagiaan ini bersama, sambil melihat kita juga. Jadi, please... bertahan dulu ya, sebentar! Nanti setelah kita didalam kamar nanti. Terserah kau ingin memukulku sepuas hatimu. Demi meredam kekesalan mu itu padaku. Aku akan siap menerimanya. Ya? Please...!" lanjut Rega terus memohon dengan wajahnya yang memelas....
__ADS_1
Kemudian, Rega melepas rengkuhan tangannya dari pinggang Naziah. Lalu, segera menarik daun telinganya sendiri dengan kuat. Sebagai bentuk hukuman untuknya terhadap dirinya sendiri.
Melihat aksi konyol Rega seperti itu. Membuat Naziah tak tahan untuk tidak tertawa. Karena, ekspresi lucu yang ditampilkan suaminya itu dalam mengambil hatinya.
"Hahahaha....! Mas lucu tau nggak sih." ucap Naziah sambil tertawa lepas dan sedikit menutup mulutnya dengan tangannya. "Ya udah, aku maafin. Tapi hukumannya, masih tetap akan Mas terima dikamar nanti. Ok?!!!" lanjut Naziah. Setelah ia menyelesaikan tawanya itu. Dan merubah ekspresi wajahnya menjadi datar. Namun, kata-katanya begitu menekan dan tak terbantahkan.
^^^"Oke... Baiklah. Aku siap dan pasrah aja padamu, 'Yang. Apapun itu, asal kau puas dan bahagia." jawab Rega dengan ekspresi pasrah.^^^
Tapi, tak bisa menutupi rasa bahagia yang dirasakannya saat itu. Melihat sang istri tertawa lepas karenanya. Tak bisa untuk dia pungkiri. Kalau istrinya yang cantik itu, akan semakin tampak cantik sekali saat tertawa seperti tadi.
Rega memajukan wajahnya ke sisi telinga Naziah. Membuat Naziah reflek memundurkan wajahnya. Mengira Rega akan kembali menciumnya dan melanggar janjinya barusan.
"I Love You, Naziah." bisik Rega, sensual.
Mendengar itu, Naziah tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Namun, tak juga membalas ucapan atas pengakuan cinta sang suami pada dirinya itu. Dia hanya tersenyum dan tersipu malu. Karena bahagia dan sekaligus merasa malu. Sudah sempat salah mengira akan gerakan sang suaminya barusan.
Sementara sang fotografer, terus saja memotret dan mengabadikan secara diam-diam. Tentang keharmonisan serta keromantisan dari kedua mempelai pengantin didepannya itu.
"Ya sudah, kita lanjut ya?!" ucap Rega lembut. Dan Naziah hanya menganggukkan kepalanya sambil bibirnya tak hentinya menyunggingkan senyum.
"Ok, Mas. Lanjut!" sambung Rega berbicara pada sang Mas fotografer mereka itu.
__ADS_1
Dan sang fotografer hanya mengacungkan tangan '👌' tanda oke. Tanpa banyak berkata-kata lagi. Sebab diam-diam, hatinya begitu puas dengan enggel-enggel natural. Yang ditampilkan oleh kedua pengantin yang menjadi objek fotonya itu. Dengan keromantisan Rega dilakukannya terhadap pasangannya itu. Tanpa sadar membantu sang fotografer. Dan tak harus capek-capek dia meminta dan mengarahkan mereka untuk tampak romantis ketika di foto. keromantisan Rega
Rega dan Naziah pun kembali melanjutkan sesi foto mereka itu hingga selesai. Dan setelahnya, MC membacakan acara penutup atas resepsi mereka itu. Yaitu acara khusus para lajang yang hadir di sana. Untuk maju lebih dekat kearah pelaminan dan berebut menangkap buket bunga yang akan dilemparkan oleh Naziah. Yang diyakini, barang siapa yang mendapatkan buketnya. Maka, setelah pernikahan saat itu. Berikutnya adalah giliran orang yang mendapat buket bunga itu yang akan melangsungkan pesta pernikahannya.