Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Pilihan Hati Rendi


__ADS_3

Melihat sikap tenang dan tampak santai dari Naziah itu. Dan Rendi yang tampak kesulitan untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Naziah.


Anto sedikit bergidik ngeri membayangkan akibat yang akan terjadi atas hubungan Rendi dan Naziah selanjutnya setelah itu. Dan Anto sangat mengenal perangai sahabatnya itu.


Dalam keadaan sangat kesal, marah menghadapi sikap seseorang di suatu permasalahan. Dan permasalahan itu menyangkut dengan masalah hati. Serta tidak segera terselesaikan saat itu juga.


Maka, Naziah akan memilih diam seribu bahasa. Dan memendam kemarahannya itu sendiri. Serta akan bersikap acuh tak acuh dengan mereka yang terlibat permasalahan tersebut. Bahkan jika mereka itu salah satunya adalah sahabatnya sendiri. Dia tidak akan pilih kasih.


Jadi, demi mencegah akibat buruk yang ada dalam pikirannya itu. Anto pun segera mengambil tindakan. Dengan menarik lengan Tasya dan mengajaknya untuk keluar dari Mess tersebut. Dan memberikan waktu pada Rendi serta Naziah berbicara berdua saja. Untuk menyelesaikan masalah mereka saat itu juga.


"Nona Tasya, ayo kita keluar dulu!" ucap Anto sambil menarik paksa lengan Tasya.


"Untuk apa aku keluar dan meninggalkan mereka berdua di sini?" tanya Tasya bingung. Sambil berusaha menghempaskan tangan Anto yang menarik paksa lengannya.


"Kenalkan Nona, namaku Naziah. Aku temannya Rendi dan sahabatnya Anto." ucap Naziah sambil mengulurkan tangannya kearah Tasya. Dan berdiri dari duduknya.


Dan ucapan Naziah itu, mampu menghentikan langkah dan mengendurkan pegangan tangan Anto dari lengan Tasya. Sehingga, Tasya pun dengan mudah melepaskan lengannya dari genggaman tangan Anto. Hanya dengan satu hentakan saja.


Setelah tangannya terbebas dari tangan Anto. Tasya langsung menyambut uluran tangan Naziah yang tertuju padanya. Sambil mengembangkan senyum di bibirnya.


Namun, senyuman Tasya itu hanya dibalas sekejap oleh Naziah. Dengan wajah ramah dan senyuman keterpaksaan saja. Setelahnya, wajah Naziah berubah datar tanpa ekspresi sedikitpun.


"Nona Tasya, silahkan selesaikan masalah kalian di luar. Jangan di sini!!! Aku bisa terkena masalah gara-gara kalian. Jadi, silahkan cari tempat lain di luar sana. Mohon pengertiannya ya...?!" ucap Naziah lembut dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Heh... Zi', Jangan seperti ini! Tolong beri aku waktu untuk menjelaskan semuanya padamu?!!" ucap Rendi setelah membuang nafas kasar melalui mulutnya.


"Waktumu sudah habis Ren'. Dan kalian sudah mengganggu waktu istirahat ku. Jadi, tolong silahkan keluar sekarang!!!" usir Naziah dengan nada lembut. Sambil menunjuk dengan jari telunjuknya kearah pintu.


Bukannya pergi, Rendi malah mendekati Naziah. Dan memerintahkan Anto untuk pergi dan membawa Tasya saja keluar dari Mess tersebut.


"Anto, tolong bawa Tasya keluar sekarang!" titah Rendi pada Anto.


"Baik Ren'." jawab patuh Anto.


Kemudian menarik paksa kembali Tasya dengan cara merangkul dipundaknya. Lalu mengajaknya keluar dari Mess tersebut.


Sepeninggalan Anto dan Tasya, sekejap Naziah melayangkan tatapan tajam langsung ke mata Rendi. Namun Rendi membalas tatapan itu dengan tatapan sendu. Kemudian melangkah pergi menutup pintu Mess Naziah itu dari dalam. Membuat kerutan dalam di kening Naziah.


"Apa yang ingin kau lakukan Rendi? Kenapa harus menutup pintunya?" tanya Naziah bingung dan tiba-tiba segala pikiran buruk menguasai dipikirannya.


Namun maksud dan tujuan Rendi itupun segera digagalkan oleh Naziah. Dengan cara berbalik badan dan mengambil posisi duduk di kursinya semula. Sebelum jarak antara mereka tinggal kurang lebih satu meter saja.


Melihat sikap dingin dan acuh dari Naziah seperti itu. Rendi hanya mampu menghembuskan nafas berat dan mengikuti kemauan Naziah. Yaitu dengan duduk kembali ke kursinya semula juga.


"Apa kau percaya dengan apa yang dikatakan Tasya tadi,Hem...?" tanya Rendi


"Menurutmu...?"

__ADS_1


Bukannya menjawab, Naziah malah balik bertanya dengan pertanyaan yang ambigu.


"Menurutku, kau wanita yang bijak. Yang tidak akan mempercayai pengakuan seseorang tentang hubungannya dengan seseorang yang lainnya. Tanpa adanya bukti dan mendengar secara langsung pengakuan tentang hubungan mereka tersebut dari kedua orang itu sendiri. Iya kan?" tutur Rendi dan memastikan penuturannya itu tidaklah salah.


"Iya, kau benar sekali." jawab Naziah sambil menganggukkan kepalanya. "Karena itulah, aku menunggu pengakuan dan penjelasan tentang itu. Jadi, silahkan jelaskan dengan sebenar-benarnya dan sejujurnya!!" sambung Naziah.


"Tiga tahun lalu, aku pernah menjadi pacar Tasya. Dan hubungan kami itu terjalin hampir dua tahun lamanya. Awalnya, kami memang saling mencintai satu sama lain. Bahkan, kami menjadi pasangan paling romantis di kampus saat itu. Dan membuat para mahasiswa lainnya iri akan hubungan kami itu. Setelah kami lulus dan mulai bekerja. Kami jadi jarang bertemu karena kesibukan pekerjaan masing-masing. Tetapi, di setiap kesempatan bertemu. Aku selalu full time untuknya. Dan orang tua kami sudah merestui hubungan kami itu.


"Seminggu sebelum perayaan valentine kemarin. Aku yang dibantu oleh Aldi telah menyiapkan kejutan padanya. Dengan aku melamarnya di hari valentine itu. Namun, sesuatu terjadi sesaat sebelum aku menjemputnya. Aku..." jelas Rendi panjang kali lebar pada Naziah. Dan membawa ingatannya kembali ke saat yang ia ceritakan itu.


Yaitu, malam saat Rendi bergegas akan menjemput Tasya. Sebuah rekaman video yang lengkap dengan suara percakapannya. Dikirimkan oleh Aldi melalui ponsel.


Yaitu sebuah video yang menayangkan Tasya dengan seorang pria yang merupakan rekan kerja Rendi sendiri. Sedang berada disebuah tempat hiburan malam di kota itu. Tasya tampak bahagia sekali. Kemudian, kedua sejoli itu terlihat berpindah tempat. Dan Aldi pun mengikuti mereka. Yang ternyata mencari tempat agar tak terlihat oleh orang banyak. Jika mereka sedang ingin berc**m*n.


Melihat video itu, hati Rendi yang semula berbunga-bunga dan tak sabar ingin menjemput kekasih hatinya itu. Seketika hancur berkeping-keping. Dan segera memutuskan secara sepihak hubungannya dengan Tasya saat itu juga.


Tasya sendiri yang tak mengetahui jika perselingkuhannya itu telah diketahui oleh Rendi. Masih bersikap santai dan biasa-biasa saja. Namun, sikap diam Rendi dan yang tampak terus menghindarinya. Membuatnya bertanya-tanya dan meminta penjelasan.


Sebulan berlalu, barulah Tasya mengetahuinya dari Aldi. Dan memutuskan hubungannya dengan pacar gelapnya itu. Kemudian meminta maaf pada Rendi.


Tetapi, Rendi sudah menutup rapat hatinya. Dan hanya senang bermain-main dengan para wanita yang ingin mendekatinya. Dan para wanita itupun tak mempermasalahkan itu. Asalkan mereka bisa dekat dengan pria berwajah tampan nan rupawan seperti Rendi. Tak terkecuali para karyawati yang bekerja di perusahaannya.


Meski begitu, Rendi juga tak pernah melakukan hal lebih dari sekedar berc**man dengan para wanita yang menjadi pacar sesaat baginya itu.

__ADS_1


Dan membuat Rendi memberi penilaian buruk terhadap semua wanita masa kini. Bahwa semua wanita masa kini itu memiliki sifat manja. Dan lebih menjaga penampilan dan kecantikan mereka. Serta kesenangan dunia semata. Dibandingkan dengan menjaga kehormatannya sebagai wanita.


Setelah ia bertemu dan mengenal seorang Naziah. Sedikit demi sedikit penilaian itupun berubah seiring berjalannya waktu. Dan hatinya pun mulai memilih. Bahwa, wanita seperti Naziahlah yang ia cari. Dan akan ia jadikan pendamping hidupnya nanti.


__ADS_2