Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Mengalah


__ADS_3

"Jika aku membiarkan semua itu terjadi padamu. Maka, aku akan menjadi salah satu golongan para sahabat yang paling jahat di dunia ini." jawab Anto. "Jadi sekarang, apa keputusan yang akan kau ambil untuk hubunganmu dan Rendi kedepannya?" lanjut Anto bertanya.


"Jujur, sejak beberapa hari kemarin, banyak yang harus aku pertimbangkan demi mengambil keputusan ini. Tapi, mau bagaimana lagi? Jika wanita itu benar-benar hamil nantinya. Dan saat ini aku memilih untuk tetap bertahan dengan Rendi serta berlaku masa bodoh dengan keadaan wanita itu. Maka, aku akan merasa sangat berdosa nantinya. Karena tega menyakiti hati kaumku sendiri. Untuk itu, selagi hati ini belum begitu memiliki rasa cinta yang mengakar kokoh. Lebih baik aku mengalah dan mencoba menghilangkan rasa cinta yang baru tumbuh ini. Itu akan lebih mudah bukan?


Dan seminggu yang lalu, aku sudah menjawab serta menerima tawaran kerja di perusahaan tempat kita magang kemarin. Setelah dua hari lalu, aku sudah memasukan kembali CVku di perusahaan itu. Dan tiga hari lagi, aku sudah harus aktif untuk masuk bekerja.


Jadi, dengan alasan itu aku bisa pergi menjauh dan meninggal Rendi. Dan aku mohon padamu, untuk tidak menceritakan segala hal yang terjadi padaku ini sama siapa saja. Terutama Mama dan kedua adikku. Aku tidak ingin mereka menanam kebencian pada Rendi nanti. Setelah tahu penyebab aku memutuskan pertunangan ini sepihak. Kau mau berjanji padaku kan 'Nto??!" tanya Naziah setelah menceritakan semua yang dia rasakan dan keputusan apa yang dipilihnya saat ini.


"Heh!!! Kenapa kau baru cerita sekarang kalau kau menerima tawaran kerja di perusahaan itu? Kalau sejak awal kau cerita, aku kan bisa ikut bekerja di sana denganmu, Zi. Ternyata, kau sudah lebih dulu berlaku tega padaku. Kau meninggalkanku di kota ini sendirian." ucap Anto dengan menghela nafas kasar karena kesal baru mengetahui kalau Naziah sebentar lagi akan meninggalkannya juga.


"Tapi, bagaimana kalau wanita itu tidak hamil dalam beberapa bulan ke depan, Zi'? Apa kau tidak akan menyesali keputusanmu itu?" tanya Anto lagi mencoba menggoyahkan keputusan sahabatnya itu.


"Em...kalau memang seperti itu nantinya. Aku tetap tak akan menyesali keputusanku. Toh...aku tidak dirugikan dalam hal ini. Justru aku bahagia karena bisa mengejar mimpiku menjadi seorang wanita karir yang sukses nantinya, In Syaa Allah, Aamiin. Aku masih sangat muda 'Nto. Umurku baru saja menginjak 24 tahun. Tidak jadi menikah dengan Rendi. Bukan berarti aku selamanya akan seperti ini 'kan? In Syaa Allah, mungkin dengan ini Allah mempunyai rencana lain untuk masa depanku." jawab Naziah santai.

__ADS_1


Anto memperhatikan raut wajah Naziah saat menjawab pertanyaannya itu. Raut wajah Naziah tampak santai dan tanpa beban saat mengucapkan semua itu.


Ya, setelah berpikir panjang dan mempertimbangkan semua keputusan yang akan diambilnya hari ini. Beban yang sebelumnya terasa berat bagi Naziah. Kini, seakan semua beban itu terangkat dari pundaknya. Dan itu artinya, dia juga sudah siap menghadapi semua resiko yang akan dihadapinya dari hasil keputusannya hari ini.


"Oh iya, aku putuskan untuk pulang malam ini ke kampung. Barang-barang ku, nanti saja aku mengambilnya. Sehari sebelum aku berangkat ke kota M, nantinya. Aku dan Dede akan naik motor. Sedang Mama dan Ade akan naik taksi rental saja bersama beberapa barangku yang akan aku bawa lebih dulu. Sekarang, bantu aku berkemas yuk?!!" lanjut Naziah mengajak Anto untuk membantunya berkemas.


Mendengar keputusan Naziah untuk pulang malam ini dengan tiba-tiba. Membuat mata Anto langsung membulat sempurna.


"Apa??!!!" ucap Anto terkejut. "Kenapa harus pulang malam ini sih Zi'? Kenapa nggak besok aja?" lanjut Anto bertanya karena tak terima dengan keputusan Naziah kali ini.


"Apa maksudmu Zi'??!!!" ucap Anto lagi dengan nada tinggi.


"Kau tidak usah berpura-pura Anto. Aku sudah tahu semuanya. Kalian ingin membuat kejutan untukku malam nanti, di rumah Rendi. Dan kejutan itu berupa pengumuman pertunanganku bersama Rendi. Yang sekaligus dengan acara ulang tahun pernikahan Bunda Karina dan Ayah Roy 'kan?!" ucap Naziah santai sambil mencuci tangannya di kran air yang terdapat di halaman belakang rumah tersebut.

__ADS_1


"Astaga, kau sudah mengetahuinya rupanya!!! Kau mengetahuinya darimana dan dari siapa Zi'?" ucap dan tanya Anto penasaran.


"Aku mendengar percakapan Ulfi dan Tita bersama Bunda Karina melalui panggilan telefon tiga hari yang lalu. Karena itulah, aku putuskan untuk pulang saat ini juga. Agar acara pengumuman pertunangan itu batal. Oh iya, satu lagi hampir terlupakan olehku. Ini... kembalikan pada Rendi. Dan kumohon dengan sangat padamu??! Jangan memberitahu Rendi kepulanganku ini. Jika kau masih ingin menjadi sahabatku dan masih menyayangiku sebagai sahabatmu. Oke!!!" jelas Naziah


Dia juga melepas cincin yang masih melingkar indah sejak lama di jari manisnya itu. Sebuah cincin yang pernah Rendi berikan padanya sebagai tanda cinta. Naziah memberikan dan meletakan cincin tersebut tepat ke atas telapak tangan Anto. Untuk dikembalikan lagi pada Rendi. Kemudian memperingatkan Anto untuk tidak memberitahukan Rendi soal keputusannya pulang hari ini.


"Tapi, Zi'..." ucap Anto terpotong oleh ucapan Naziah.


"Katakan padanya, mulai hari ini hubunganku dengannya telah berakhir." ucap Naziah seraya beranjak masuk kedalam rumah dan menuju kamarnya.


"Heh...!!!"


Anto menghela nafas kasar sambil terus memandangi punggung Naziah hingga menghilang dari pandangannya. "Ini adalah kisah cintamu yang kedua setelah mengalami cinta monyet saat kita masih SMP dulu, Zi'. Tapi, kenapa kedua cintamu itu selalu berakhir miris seperti ini sih... Ya Allah, tolong jaga iman dalam hati sahabatku itu?! Agar dia tak berbuat yang aneh-aneh. Akibat trauma akan kedua kisah cinta yang dia alami itu. Dan limpahkanlah lagi karunia cintaMu yang sangat indah untuk sahabatku itu nantinya, di masa mendatang, aamiin...!!!" batin Anto berucap penuh harapan dan doa untuk Naziah.

__ADS_1


Setelah cukup lama berdiam diri di sana saat di tinggal Naziah. Akhirnya, dengan tidak bersemangat Anto mencuci terlebih dahulu . Kemudian menyusul Naziah masuk kedalam rumah. Dan berniat membantu sahabatnya itu berkemas barang-barang yang akan dibawa lebih dulu bersama ibu dan kedua adiknya.


Sementara itu, didalam kamar Naziah yang dibantu oleh Elvira, adik pertamanya. Mereka memilah dan memilih barang yang akan dibawanya lebih dulu. Sedang Mama Adel dan Lastri sedang melipat pakaian Naziah dan memasukan pakaian tersebut kedalam sebuah koper besar.


__ADS_2