Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Buket Bunga Krisan


__ADS_3

Setelah kepergian Naziah malam itu, Rega segera memanggil Devan. Untuk mencatat suatu rencana yang telah tersusun dalam benaknya. Dan akan direalisasikan saat Rega telah dinyatakan sembuh serta sudah bisa keluar dari rumah sakit itu.


Dan selama masa penyembuhan lukanya, seperti perintah Rega sebelumnya. Bahwa Naziah harus setiap hari menjenguknya. Karena merasa menjadi penyebab Rega seperti itu. Akhirnya, Naziah pun menjadi merasa bertanggungjawab atas diri Rega itu. Dan menurut saja permintaan big bosnya itu tanpa banyak bertanya lagi.


Dan akibat seringnya bertemu Rega dan membicarakan banyak hal tentang diri mereka masing-masing. Otomatis membuat Naziah dan Rega menjadi semakin akrab serta saling mengenal satu sama lain.


*Flashback off


Dan siang nanti, Rega sudah diperbolehkan untuk pulang. Berkat tersedianya peralatan medis dan obat-obatan yang lengkap serta canggih di rumah sakit tersebut. Hanya dalam waktu lima belas hari saja. Luka tusuk yang dialami Rega, akhirnya dinyatakan telah sembuh total. Bahkan bekas luka jahitannya pun sudah hampir menghilang dari tempatnya.


Sementara di perusahaan elektronik milik Rega. Tepatnya di pagi hari dan di sebuah ruangan khusus milik Naziah.


Saat membuka pintu ruangannya, mata Naziah mendapati tiga buah buket bunga Krisan berwarna merah ada di atas meja kerjanya. Melihat benda itu, kedua kening Naziah tampak saling bertaut dalam, bingung.


Dan sebelum kakinya melangkah masuk ke ruangannya itu. Sejenak dia melirik ke sana kemari untuk memastikan. Kalau mungkin, ada seseorang disekitar sana yang bisa dia tanyai tentang bunga yang ada di ruangannya itu.


Namun nihil, sepertinya belum ada seseorang yang datang selain dirinya di lantai lima itu. Karena memang, dia datang terlalu cepat pagi ini. Saat jam masih menunjukkan pukul 06.30 WITA. Sedang biasanya para karyawan baru akan berdatangan disaat jam sudah menunjukan pukul 07.15 WITA.


Karena tak mendapati satu orangpun yang bisa dia tanyai. Akhirnya, Naziah pun meneruskan langkahnya untuk menuju meja kerjanya itu. Setelah meletakkan tas jinjingnya ke atas meja. Tangan Naziah terulur mengambil salah satu buket bunga yang terlihat lebih besar ikatannya. Dan membaca catatan kecil yang terselip diantara ikatan bunga tersebut.


Naziah kembali menautkan kedua keningnya bingung. Mendapati tulisan yang ada di catatan kecil itu. Hanya satu kata; "Selamat---". Naziah lanjut ke buket bunga yang kedua dengan ikatan sedang. Di sana juga hanya tertulis satu kata pula "--Pagi,--". Dan beralih ke buket bunga yang ketiga dengan ikatan yang hampir sama dengan buket bunga yang kedua tadi. Yang juga bertulis satu kata "--Sayang".

__ADS_1


Setelah mengetahui bahwa ketiga buket bunga itu tak satu tercantum nama pengirimnya. Dan hanya bertuliskan satu-satu kata dari masing-masing buket yang sepertinya memang sengaja dibuat menjadi sebuah teka-teki untuk Naziah pecahkan sendiri.


Dan benar saja, otak cerdas Naziah langsung bekerja untuk mencerna teka-teki dari ketiga buket bunga tersebut.


"Sepertinya tulisan dari ketiga buah buket bunga ini adalah sebuah kalimat ... 'selamat pagi,... Sayang'???!." ucap Naziah berbicara sendiri dengan wajah datarnya. Dan berhasil menyusun ketiga kata dalam buket itu menjadi sebuah kalimat sapaan yang ditujukan untuknya.


"Siapa sih? Iseng banget ngirim bunga pagi-pagi gini pakai acara main teka-teki segala. Niat banget bikin otak ku melakukan pemanasan sebelum bekerja keras seharian nanti. Hehh...!!!" sambungnya lagi dengan sedikit tersenyum geli pada dirinya yang tiba-tiba mendapat kiriman bunga dari orang yang tak ingin ketahui secara gamblang olehnya.


"Assalamu'alaikum, Mba' Naziah!" sapa Ifah tepat didepan pintu ruangan mereka.


Ifah adalah satu-satunya karyawati bawahan Naziah dari empat orang yang memang bekerja dalam satu tim dan satu ruangan pula dengan Naziah saat ini. Sedang tiga orang yang lainnya adalah pria atau disebut juga karyawan.


"Eh, ada buket bunga yang cantik, tiga lagi! Dari siapa Mba'? Wah... seperti dapat penggemar baru lagi nih Mba'?!" ucap Ifah.


Saat matanya tertuju tepat pada tiga buket bunga yang masih tetap ditempatnya semula di atas meja Naziah. Setelah meletakan tas jinjing yang dibawanya. Ifah melangkah mendekati meja Naziah dan meraih salah satu buket bunga tersebut.


"Wah... kayaknya penggemar rahasia nih Mba'! Soalnya, nggak ada nama pengirimnya." sambung Ifah lagi saat melihat catatan kecil dalam buket itu yang tanpa nama.


Naziah menganggukkan kepalanya pelan sambil melirik sejenak kearah bawahannya itu untuk menanggapi pernyataannya.


"Tapi, ada yang yang beda loh Mba'!" ucap Ifah lagi. Dan membuat perhatian Naziah langsung tertuju padanya. "Yang aku tahu, biasanya orang yang ingin menyatakan perasaannya menggunakan bunga mawar. Ini... kok bunga Krisan ya!" lanjutnya bingung.

__ADS_1


"Em... mungkin orang itu tahu, kalau saya tidak terlalu suka mawar. Tapi, saya sangat menyukai bunga itu. Dan... apa kau tahu, apa filosofi dari banyaknya warna yang dimiliki bunga itu, 'Fah?" jawab Naziah santai dan balik bertanya.


"Tidak tahu. Memang apa Mba'?" jawab Ifah dan bertanya dengan nada menuntut.


"Bunga Krisan itu melambangkan sebuah kesetiaan, persahabatan, umur panjang, optimisme, kepercayaan dan kebahagiaan dari pemberinya. Serta memiliki banyak makna dari setiap warna bunganya. Contohnya warna merah itu, bermakna ungkapan sebuah keberanian dan perasaan cinta seseorang pada lawan jenisnya. Dan kau tahu, lebih uniknya lagi! Bunga itu juga bisa memiliki makna tersendiri dari berapa jumlah tangkai yang diberikan seseorang pada kita. Seperti yang kamu pegang itu, jumlahnya ada 13 kuntum dan tangkai. Yang artinya, pengirim bunga tersebut menyatakan kalau dia adalah pemuja rahasia. Sedang jika jumlahnya 12 tangkai, artinya bersatunya dua hati. Jika yang seperti ini 24 tangkai, maka artinya si pengirim itu selalu memikirkan kita selama satu kali 24 jam. Dan jika cuma satu tangkai, artinya cintanya hanya ingin kita miliki seorang saja. Seperti itu, 'Fah, unik kan?!" jelas Naziah panjang lebar.


"Wah... saking sukanya sama bunga ini. Mba' Naziah sampai tahu segala filosofi dan maknanya ya! Memang sangat unik. Udah gitu, wangi bunganya ini...juga segar ya Mba'!" ucap kagum Ifah pada Naziah dan bunganya.


"Emang...!!! Ya sudah, karena jam kerja belum dimulai. Bagaimana, kalau kamu ambil tiga buah vas bunga yang agak besar di gudang penyimpanan perlengkapan kantor. Terus bawa kesini! Buat kita menata bunga-bunga ini disini. Agar nanti, dia tidak cepat layu dan wanginya bisa jadi aroma terapi dalam ruangan ini. Dan satu buket itu, untukmu saja. Oke?!!" titah Naziah lemah lembut.


"Wah... makasih, Mba'. Oke. Titah Anda, akan segera saya laksanakan!!!" ucap Ifah tersenyum bahagia.


Kemudian memberi hormat ala pasukan khusus pada Naziah. Dan Setelahnya, Ifah pun langsung beranjak pergi menuju gudang penyimpanan yang dimaksud oleh Naziah. Untuk mengambil vas bunga dikatakan tadi.


Sementara itu, sepeninggalan Ifah. Naziah terkekeh geli melihat tingkah absurd bawahannya itu. Sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Hehehe...kau itu." ucap Naziah.


Dalam keadaan yang kembali sepi. Otak cerdas Naziah kembali memikirkan dan menebak siapa pengirim buket bunga itu.


"Apa bunga ini dari Tuan Rega ya?" ucap Naziah membatin.

__ADS_1


__ADS_2