Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Cerita Rega


__ADS_3

Entah sejak kapan? Hati Naziah yang semula begitu tertutup rapat untuk menerima cinta baru dari pria lain selama ini. Akibat, sebuah goresan besar yang diciptakan oleh pria pertama yang awalnya berhasil menaklukkan hatinya itu. Dan menciptakan luka yang teramat dalam di hati Naziah. Serta membuatnya trauma jika harus menjalin kasih lagi dengan sembarangan pria yang baru dikenalnya, saat itu.


Kini dengan perlahan dan bahkan tanpa disadari oleh Naziah sendiri. Hatinya mulai terbuka dan luka didalamnya itupun juga terasa mulai sembuh. Dengan hadirnya Rega dan segala perlakuan manisnya itu.


Sehingga, pria yang saat ini dihadapannya dan juga telah berstatus suaminya itu. Tanpa sedikitpun Naziah terbersit dihatinya untuk menolak diperlakukan mesum olehnya. Mungkin, Allah telah membolak-balikkan hatinya itu. Setelah sebuah ikrar ijab dan Qabul atas dirinya beberapa hari lalu itu. Maka dari itu, Naziah seperti itu. Bahkan semalam, mereka sudah sangat lebih intim dari yang tampak saat ini.


    "Apanya yang nggak pantas, Sayang? Kamu saat ini itu menurut Mas, jika dinilai dari ke sholehah-an seorang wanita yang berstatus istri. Sudah memenuhi semua persyaratannya. Contoh besarnya, 1. Sangat penurut sama suami, 2. Selama Mas mengenalmu, tidak pernah Mas melihatmu absen dari kewajiban mu sebagai seorang muslim. Kecuali, jika sedang mengalami uzur khusus perempuan, 3. Berusaha menerima Mas, meski hati kecilmu saat ini masih belum sepenuhnya ikhlas, bukan!"


"Terus, cantik. Kamu itu memang cantik. Jika disandingkan dengan beberapa artis cewek senegara Indonesia ini. Sudah barang tentu menurut Mas, kaulah yang paling cantik dari semuanya. Dan juga, tak mungkin Mas menyebutmu ganteng. Nanti dikira orang yang mendengarnya Mas ini bisa dikatakan mereka Gay atau terong makan terong dong, Sayang!" ucap Rega dengan sedikit bernada merajuk dan memanyunkan bibirnya.


Terang Rega panjang lebar menjabarkan maksud pemberian pujiannya tersebut kepada sang istrinya itu. Yang terang-terangan istrinya itu merasa pujian itu tak pantas untuknya.


Dan Naziah seketika tertawa kecil mendengar penuturan suaminya itu. "Hehehe... nggak akan ada orang yang berani mengatakan mu seperti itu, Mas." ucap Naziah diakhir tawanya.

__ADS_1


"Mana tahu, Sayang. Bisa saja mereka berbicara dibelakang kita seperti itu." ucap Rega lagi, menanggapi perkataan istrinya itu. "Oh iya, sematan kata ketiga untuk mu, yaitu sebagai wanita multitalent." lanjut Rega sejenak menghentikan kalimatnya itu. Dan mengambil nafas seperti akan berucap kalimat yang sangat panjang setelahnya.


 "Pertama, sebagai kepala staf bagian yang cukup penting di kantor. Kau itu memiliki nilai akreditasi baik. Kedua, bisa memperbaiki segala macam jenis kendaraan bermotor. Jujur! Saat setelah Mas selesai membaca CV mu saat pertama kali melamar kerja di kantor. Dan tahu, ternyata kau mantan seorang montir terbaik disalah satu bengkel terbaik di kota P. Mas cukup tak percaya akan hal itu. Tapi, kau membuktikannya dengan menolong memperbaiki mobil seorang wanita yang mogok. Didepan toko oleh-oleh XX saat itu. Ketiga, menguasai ilmu bela diri yang cukup tinggi. Baru itu saja yang Mas tahu tentang kemampuan mu diluar rumah. Entahlah jika dalam rumah?! Apa kau juga bisa melakukan hal yang biasa dilakukan oleh sebagian besar wanita, Hem?!!" tutur Rega seperti bernada tanya diakhir kalimatnya.


    "Hem, aku hanya bisa mengucap syukur Alhamdulillah atas semua karunia yang diberikan Allah padaku itu. Insyaa Allah, kedepannya secara perlahan Mas juga pasti akan tahu. Aku itu sebenarnya bisanya apa aja. Dan tidak bisanya dimana saja." ucap Naziah


Menggapai penuturan panjang kali lebar suaminya tentang dirinya itu. Sesuai yang ia lihat setelah mengenalnya beberapa bulan belakangan.


   "Baiklah. Karena, Mas sudah mendengar dan mengetahui seperti apa diriku. Sekarang, giliran Ziah yang bertanya tentang diri Mas Rega, bukan!" lanjut Naziah.


    "Baiklah... Silahkan, tanyakanlah apa yang ingin kau tahu dari diri Mas mu ini." ucap Rega, tampak pasrah terhadap pertanyaan-pertanyaan yang akan dilontarkan Naziah padanya itu.


    "Em, sebelumnya Ziah minta maaf ya Mas!" ucap Naziah pelan meminta izin sebelum melempar pertanyaan yang akan dilontarkannya pada sang suaminya itu. Dan Rega sejenak menatapnya dengan kedua keningnya bertautan dalam, bingung.

__ADS_1


"Kenapa harus minta maaf? Mas, tidak apa-apa. Jika memang pertanyaan mu itu termasuk sesuatu hal yang memang seharusnya kau tahu. Dan insyaa Allah, Mas akan berusaha menjawab pertanyaan mu itu. Meski itu mungkin suatu hal atau masa-masa yang sangat kelam bagi Mas. Jadi, ayo tanyakanlah?" tanggap Rega.


   "Kalau boleh tahu, sejak usia berapa Mas menjadi seorang yatim piatu. Dan apa Mas bisa cerita apa yang membuat kedua orang tua Mas itu memutuskan meninggalkan Mas sendiri hidup di dunia ini?" tanya Naziah pelan-pelan. akhirnya.


    Rega terlihat menghela nafasnya berat sebelum mencoba menjawab pertanyaan dari istrinya itu. Sebab, ia merasa seperti membuka luka lama dalam hatinya itu.


 "Hah...! Bunda dan Ayah dari Mas mengalami kecelakaan tunggal saat Mas masih berusia lima tahun saat itu. Dan karena Mas hanya punya Bunda dan Ayahnya mas saat itu di daerah ini. Sementara, Bunda Mas yang memang asli orang sini itu hanya seorang anak tunggal. Jadi, dia tak memiliki sanak saudara. Sedang Ayah, diapun hanya dua bersaudara. Yaitu, beliau sendiri dan ayah dari Devan. Untuk itu, setelah orang tua Mas itu meninggal. Mas diadopsi oleh ayah Devan dan diboyong tinggal di pulau Jawa bersama mereka. Hingga, Mas bertumbuh dan selesai menempuh pendidikan S1"


"Setelah itu, demi menjadikan diri Mas mampu memimpin perusahaan milik ayah Mas saat ini itu. Ayah Rully mengirim Mas ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan S2. Dan tiga tahun lalu, akhirnya Mas berhasil meraih gelar S2 itu. Selama setahun setelahnya, Mas mulai bekerja di perusahaan ayah Rully sebagai pelatihan untuk Mas. Sebelum akhirnya, diterjunkan langsung memimpin perusahaan ini dua tahun lalu."


"Dan Mas pun akhirnya, dipertemukan dengan seorang wanita muslimah cantik. Yang ada didepannya Mas ini. Yang awalnya, begitu jual mahal dan membuat Mas sedikit kelimpungan. Mencari cara bagaimana untuk menaklukkan hatinya saat itu. Bahkan begitu penuh pengorbanan dan usaha yang sangat keras. Hingga, Mas harus dua kali hampir mati terbunuh. Demi mendapatkan dirinya seutuhnya. Dan Alhamdulillah, dengan cukupnya pengorbanan itu. Akhirnya saat ini, Mas begitu bersyukur dapat memilikimu, Sayang."


Begitulah, Rega bercerita panjang lebar tentang garis besar cerita kehidupannya sebelum bertemu dan berjodoh dengan Naziah saat ini.

__ADS_1


"Hem... kalau boleh tahu, sebelum bertemu dengan Ziah. Mas Rega pernah pacaran nggak? Dan jika iya, tentunya punya mantan pacar dong ya. Berapa tuh... mantan pacarnya?" tanya Naziah lagi, semakin ingin tahu tentang suaminya itu.


__ADS_2