
Setelah selesai makan dan juga telah mengistirahatkan makanan yang baru saja masuk kedalam perut mereka. Kelima orang itupun memutuskan untuk kembali ke tempat mobil mereka berada.
Saat sampai, Naziah langsung menuju depan kap mobil Eka. Yang memang dalam kondisi terbuka mereka tinggalkan. Dia mencoba memegang penutup radiator mobil tersebut. Dan merasa benda tersebut sudah cukup dingin. Sehingga, dia meminta lap cuci mobil pada Eka. Untuk melapisi tangannya sebelum membuka penutup radiator tersebut.
Sementara, keempat orang lainnya. Hanya melihat apa saja yang akan dilakukan Naziah pada mesin mobil itu. Terutama Rega, dia begitu penasaran dengan apa sebenarnya yang akan dilakukan calon istrinya itu.
'Apa yang akan dilakukan calon istriku ini? Apa benar, dia bisa memperbaiki dan menghidupkan kembali mesin mobil yang mati ini? Tapi, dia tampak santai dan seperti sudah biasa melakukannya? Sebenarnya, selain keahlian mu dalam ilmu bela diri dan juga memiliki kecerdasan di atas rata. Apa lagi yang bisa kau lakukan?' batin Rega bertanya-tanya.
Setelah mendapatkan lap yang dimintanya. Naziah langsung melapisi tangannya dan membuka penutup radiator tersebut. Sejenak, Naziah hanya membukanya setengahnya saja untuk membuang uap panas didalamnya. Sekaligus memastikan, kalau saat penutupnya akan terbuka sepenuhnya, cairan didalamnya tak akan muncrat dan dapat melukainya. Setelah dirasa sudah aman, Naziah pun membuka sepenuhnya penutup itu.
Karena di kondisi malam hari, Naziah mengunakan bantuan senter dari ponselnya. Untuk melihat keadaan dalam tabung radiator itu. Dan mendapati keadaan cairan didalamnya sudah hampir mengering.
"Ini nih... Mba' Eka! Semoga saja, hanya ini penyebab mesinnya tak mau nyala. Air radiatornya hampir kering. Dan aku harap, keringnya bukan karena tabung radiatornya yang bocor. Jadi, untuk memastikan... Kita harus mengisinya dulu." ucap Naziah, menuturkan.
"Wah... semoga saja, Mba'." timpal Eka. "Tapi, dimana aku harus mencari air radiatornya, Mba'?" sambungnya bertanya.
"Kau tak perlu khawatir. Kebetulan, Aku punya teman yang sedang bekerja di bengkel resmi. Dan jarak rumahnya sedikit dekat dari sini. Aku akan menelfon-nya. Semoga, dia punya persediaan air radiator mobil di bengkel kecilnya." ucap Naziah menjawab kerisauan Eka.
"Alhamdulillah. Semoga saja ada, Mba'. Supaya aku tidak perlu menderek mobilku ini ke bengkel." ucap Eka, penuh harap.
"Iya. In syaa Allah!" jawab Naziah. Sambil tangannya mulai sibuk menggeser layar ponselnya. Untuk mencari kontak dari teman yang dimaksudnya, tadi.
Tak perlu menunggu lama, panggilan Naziah itu langsung tersambung.
"Halo, assalamu'alaikum, 'Di!" ucap Naziah menyapa orang di sebrang telfonnya.
"............."
"Alhamdulillah, aku baik. Hanya saja, aku sedang butuh bantuanmu sekarang, Adi." jelas Naziah.
__ADS_1
".............."
"Aku sedang di jalan X, sekarang. Dan sedang membantu mobil teman yang mati mendadak di jalan ini. Setelah aku mengeceknya, air radiator mobilnya sudah hampir kering. Apa kau punya stoknya di bengkel-mu? Dan bisakah kau mengantarkannya untukku?" jelas dan pinta Naziah pada temannya yang bernama Adi itu.
"............."
"Oke. Terimakasih sebelumnya, 'Di. Iya, berhati-hatilah di jalan kemari!" ucap Naziah.
"............"
"Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh." ucap Naziah mengakhirinya panggilannya.
"Alhamdulillah. Dia punya stoknya, Mba' Eka. Dan dia sedang menuju ke sini." ucap Naziah beralih kembali pada Eka.
Mendengar itu, seketika pula Eka mengucap syukur. Sambil mengusap wajahnya yang sempat risau akan keadaannya sendiri, saat ini.
"Alhamdulillah, terimakasih, Mba' Naziah." ucap Eka, tulus. "Aku sungguh bersyukur bisa dipertemukan denganmu. Jika tidak, aku tidak tahu bagaimana nasibku, tadi. Karena jujur Mba', aku takut berada di jalanan saat malam hari begini. Selain aku hanya termasuk wanita lemah. Aku juga punya trauma akan kejahatan yang terjadi di jalanan karena almarhumah sahabatku. Dia mati dengan kondisi mengenaskan dua tahun lalu. Dia dirampok, diperkosa, dan kemudian dibunuh. Dengan cara dimasukkan dalam karung dan dibuang ke sungai yang dalam." sambungnya sedikit menceritakan akan trauma yang dialaminya.
"Iya, Mba'. Karena itulah, aku sangat bersyukur bertemu denganmu. Sudah baik, pandai memperbaiki mesin mobil, dan cantik pula!" ucap Eka penuh syukur dan memuji Naziah.
"Bukan cuma itu aja, Mba' Eka! Mba' Naziah itu juga pandai bela diri loh..." timpal Ifah ikut nimbrung. Setelah lama berdiam diri.
"Benarkah???" ucap Eka, ragu namun takjub. "Ya Allah...! Mimpi apa aku semalam, bisa dipertemukan dengan wanita langkah seperti-mu, Mba'." sambungnya.
"Astaga... Jangan menjuluki seperti itu!!! Aku jadi serasa seperti binatang yang hampir punah saja... kemudian menjadi langkah." ucap Naziah tak terima dan merengut.
"Hahaha... maafkan aku, Mba'?! Tapi, kau memang jenis wanita langkah, Mba'. Iya 'kan, Mba' Ifah?!" ucap Eka sambil sedikit tertawa.
"Iya, Mba'." jawab Ifah ikut tertawa.
__ADS_1
Sedang Rega dan Devan hanya ikut tersenyum kecil saja. Mendengar pembicaraan ketiga wanita yang ada didekat mereka itu. Saat semuanya sibuk bercanda dan asyik menertawakan Naziah yang hanya bisa merengut sedikit kesal. Tiba-tiba, suara bariton seorang pria yang memanggil Naziah. Seketika menghentikan candaan mereka dan reflek mengalihkan pandangan semuanya kearah sumber suara itu.
"Assalamu'alaikum, Zi'!" ucap Adi.
"Eh, Adi! Wa'alaikumsalam." jawab Naziah. "Cepat amat, Bro'! Ngebut ya?" sambungnya bertanya.
"Nggak juga. Aku hanya khawatir padamu. Kupikir kau hanya berdua saja tadi." jawab Adi, jujur. "Ternyata... ramai." sambungnya, sambil melirik semua orang yang ada di sana.
"Hai, Kak Adi!" sapa Ifah sambil tersenyum ramah. Saat mata Adi melihat kearahnya.
"Hai juga, 'Fah." balas Adi.
"Nih... air radiatornya. Biar aku saja yang isi!" imbuh Adi mengambil alih tugas Naziah.
"Baiklah. Silahkan!" jawab Naziah dengan senyuman manisnya kearah Adi.
Sementara itu, melihat keakraban Adi dan calon istrinya itu. Rega memberikan tatapan sangat tak suka pada Adi. Namun, Adi bersikap cuek karena tak tahu apa-apa.
Adi mulai mengisi air radiator yang dibawanya itu kedalam tabung radiator mobil tersebut. Kemudian menutup kembali tabung itu setelah selesai diisinya.
Lalu memastikan, kalau radiator tersebut tak mengalami kebocoran. Seperti yang telah dituturkan oleh Naziah padanya tadi lewat sambungan teleponnya. Dengan melihat kearah bawah bagian mobil tersebut menggunakan senter ponselnya, beberapa saat. Untuk memastikan tidak ada satu tetesan pun yang mengalir di sana.
Dan hal yang sama, dilakukan oleh Naziah pula. Adi dan Naziah sama-sama melihat kearah bawah mobil tersebut.
"Aman ya, Zi'?!." ucap Adi, kemudian.
"Iya." jawab Naziah. "Ayo kita coba hidupkan mesinnya! Semoga saja, sudah bisa nyala!!!" sambungnya. Sambil melangkah menuju ke kemudi mobil untuk memastikan.
"Aamiin..." ucap Adi, Ifah dan Eka hampir bersamaan.
__ADS_1
Dan..... Brem...bremm...bremmm... suara mesin mobil milik Eka itu mulai menyala saat dihidupkan oleh Naziah.
"Alhamdulillah....! Akhirnya nyala juga mesin mobilnya." ucap semuanya bersamaan, kecuali Rega. Yang hanya diam dan cuek dengan hal yang terjadi.