Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Pelayanan Darurat


__ADS_3

Hari-hari berlalu, setelah malam pertunangan itu. Hubungan Rendi dan Naziah menjadi semakin dekat. Meski tak sering bertemu, karena terhalang dengan kesibukan masing-masing. Namun, komunikasi mereka tetap terjalin melalui via chat dalam aplikasi berwarna hijau.


Sehingga, walau raga mereka berjauhan. Mereka tetap saling mengetahui keberadaan dan juga kegiatan mereka satu sama lain. Itulah komitmen yang dibuat oleh mereka sesaat setelah resmi bertunangan.


Di suatu siang, setelah jam kuliahnya selesai. Naziah segera menuju ke bengkel tempatnya bekerja. Sebelum memulai pekerjaannya tak lupa Naziah mengganti pakaiannya dengan pakaian montir khas bengkel tersebut.


"Assalamu'alaikum Bang!" sapa Naziah ke Haikal, salah satu teman kerjanya.


"Wa'alaikum salam Cantik." sapa balik Haikal sambil tersenyum. "Itu... bagian kamu kan?" sambungnya bertanya.


"Yah... seperti biasa, bagian terumit dari servis sebuah mesin adalah bagian ku. Abang kayak nggak tahu aja...!" jawab Naziah. "Oke...! Aku akan mulai pekerjaan ku. Selamat bekerja Bang!!!" sambung Naziah menyemangati temannya dan diri sendiri.


"Iya, semangat Zi'!!!" ucap Haikal lagi.


"Bismillah...!" ucap Naziah sebelum memulai pekerjaannya.


Hari itu, Naziah mendapat tugas memperbaiki sebuah mesin mobil panther. Yang merupakan milik seorang polisi yang berpangkat tinggi dan cukup disegani di kota itu. Sehingga, Bos Ardi mempercayakan servis mobil itu pada karyawan terbaiknya, yaitu Naziah.


Naziah pun mengerahkan segala kemampuan dan pengetahuannya. Dengan tangan lembutnya ia perlakukan servis pada mobil tersebut hingga tuntas.


Hingga malam tiba, Naziah akhirnya menyelesaikan tugasnya itu. Sebenarnya, tugas itu bisa dia selesaikan lebih cepat. Namun, melihat banyaknya pelanggan bengkel yang datang hari itu. Naziah tak ingin diam saja. Dia menyelingi tugasnya itu dengan melayani pelanggan yang ingin melakukan servis ringan pada kendaraan mereka.

__ADS_1


Tepat jam 7 malam, Naziah sudah diperbolehkan untuk pulang lebih awal. Tetapi, saat akan berganti pakaian. Dia mendengar, kalau Bosnya mendapat telefon dari pelanggan darurat. Sementara teman-teman kerja Naziah yang lain masih sibuk menyelesaikan tugas-tugas mereka.


Akhirnya, Naziah memutuskan untuk menawarkan dirinya. Kebetulan, diapun belum begitu lelah, jika pulang lebih cepat. Dan tidak ada kegiatan penting yang harus dia lakukan saat sampai di rumah.


"Ada apa Bos?" tanya Naziah pelan


"Eh... Ziah. Ini... ada pelanggan darurat yang menelfon. Dia adalah istri dari kenalan aku. Seorang dokter di rumah sakit X. Saat di jalan pulang, ia mengalami pecah ban di jalan XX. Dan kau tahu kan Zi'?! Di jalan tersebut rawan begal. Dokter tersebut hanya sendirian. Apa kau bisa menolongnya?" jawab Bos Ardi.


"Bisa. Kebetulan, sebenarnya aku juga malas jika pulang cepat. Oke, aku akan membantunya. Apa yang dia butuhkan?" jawab dan tanya Naziah dengan semangat.


"Oke. Kita ambil dulu ban serep untuk mobilnya. Setelah itu, kau pergilah dengan mobil bengkel. Dan usahakan untuk lebih cepat sampai di sana ya Zi'. Aku khawatir, ia akan kena begal nanti. " ucap Bos Ardi sedikit khawatir membayangkan keadaan istri kenalannya itu. Yang berada di tempat rawan kriminalitas.


"Oke. Siap Bos, ayo!!!" jawab Naziah.


Setelah mendapat tugas dadakan dari Bosnya itu. Naziah pun langsung bergegas ke tempat pelanggan darurat tersebut. Dengan menggunakan mobil pick up bengkel. Naziah membawa ban serep yang dibutuhkan pelanggannya itu.


Dan waktu normal yang dibutuhkan menuju ke jalan XX itu adalah kurang lebih lima belas menit. Namun bagi Naziah, karena keadaan darurat. Dia hanya membutuhkan waktu lebih dari lima menit saja untuk sampai di sana. Apalagi, jalanan saat itu cukup lengang. Dan keadaan itulah yang mendukungnya untuk cepat sampai.


Dari jarak seratus meter, Naziah dapat melihat. Sebuah mobil mini Cooper 3-door berwarna merah sedang terparkir di pinggir jalan. Dan Naziah yakin itulah mobil yang dimaksud Bosnya.


Baru saja Naziah akan menginjak pedal gas mobil yang dikemudikannya. Agar bisa lebih cepat mendekati mobil tersebut. Mata Naziah menangkap sesuatu yang mencurigakan dari arah belakang mobil mini Cooper tersebut. Tampak seperti empat orang pria bertopeng dan bersenjata tajam. Sedang mendekati mobil mini Cooper itu.

__ADS_1


Naziah mengurungkan niatnya menginjak pedal gas. Dan berubah haluan dengan menginjak pedal rem. Ia memutuskan untuk memarkir mobilnya di sana saja.


Sebelum turun dari mobilnya, Naziah mengambil sebuah rantai motor yang ada didalam dasboard mobilnya. Kemudian, dengan berjalan santai Naziah berbicara sendiri.


"Astaga!!! Itu pasti para begal yang akan membegal pemilik mobil tersebut. Jadi, Aku akan parkir disini saja dulu mobilku. Agar tak ketahuan oleh para begal itu. Karena, jika mereka tahu ada kendaraan lain yang datang. Mereka pasti akan lari dan kabur. Aku harus menolong pemilik mobil tersebut dari para begal itu dulu. Setelah menyingkirkan para begal itu. Baru aku akan mengganti ban mobilnya. Hem... Syukurlah aku bisa cepat sampai disini. Jika tidak, kasihan sekali pemilik mobil itu. Dia pasti ketakutan didalam mobilnya." ucap Naziah berbicara sendiri.


"Tunggu!!!" ucap Naziah setengah berteriak dari arah belakang mobil mini Cooper tersebut. "Kalian mau ngapain hah?!!!"


Mendengar teriakan itu, gerakan salah satu begal yang ingin berusaha memecahkan kaca jendela yang berada tepat di samping pengemudi mobil mini Cooper itu, terhenti begitu saja. Dan perhatian keempat begal itupun langsung tertuju ke arah Naziah.


"Wah...siapa gadis kecil ini? Berani-beraninya dia menghentikan ku. Apa dia ingin menjadi pahlawan bagi pemilik mobil ini?? Hahaha.... Lucu sekali." ucap begal yang hampir memecahkan kaca mobil tadi. Sambil tersenyum mengejek dan kemudian tertawa.


"Kelihatannya... gadis itu seorang montir, Bos. Lihatlah pakaiannya!!!" ucap begal lainnya menimpali.


"Oh iya, kau benar. Dia pasti datang untuk mengganti ban mobil ini. Ah... melihat postur tubuhnya. Aku seperti tidak yakin, jika dia seorang montir." jawab salah satu begal yang seperti pimpinan dari kelompok tersebut.


"Hey... abang-abang!!! Kenapa cuma pada ngeributin profesi aku sih? Tadi itu, aku bertanya loh pada kalian. Kau... tadi mau ngapain hah??!!!" ucap Naziah dengan nada tinggi. Kemudian menunjuk Bos dari begal tersebut. Lalu mengulang pertanyaannya yang belum terjawab.


"Aku?!" ucap Bos begal itu dengan menunjuk dirinya sendiri. "Em... aku ingin memecahkan kaca mobil ini. Kenapa kau menahan ku hah?!!! Apa kau berniat menjadi pahlawan dari wanita didalam mobil ini?" jawab dan tanyanya kemudian.


"Tidak. Aku tidak punya niat ataupun impian menjadi seorang pahlawan seperti yang kau maksud itu Bang. Tapi biasanya, aku suka bermain-main dengan orang seperti kalian. Apa kalian ingin mencobanya?" jawab dan tanya Naziah balik dengan nada mengajak.

__ADS_1


__ADS_2