Perjalanan Cinta Si Gadis Montir

Perjalanan Cinta Si Gadis Montir
Berkunjung ke Cafe


__ADS_3

Usai membalas pesan dari Rega hanya dengan sebuah emoji saja. Naziah memutuskan untuk mandi. Karena tubuhnya sudah merasa sangat gerah sejak tadi. Dan juga waktu yang sudah menjelang magrib. Jadi, dia sekalian bersiap melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Malam hari, merasa jenuh hanya berdiam diri dan tak ada yang bisa dia lakukan. Naziah menghubungi Ifah untuk mengajaknya jalan, jika sedang tidak sibuk.


"Selamat malam, 'Fah!" sapanya


"Selamat malam juga, Mba'." jawab Ifah di seberang telepon.


"Lagi ngapain? Sibuk nggak? Kalau nggak sibuk, jalan yuk!" ucap Naziah beruntun tanpa basa-basi.


"Wah... kebetulan banget! Aku lagi boring. Jalan kemana Mba'?" jawab Ifah antusias dan ingin tahu kemana mereka akan pergi nanti.


"Kemana aja. Intinya, kita jalan-jalan. Siap-siap aku jemput, oke!!!" ucap Naziah. Dan langsung menutup teleponnya tanpa menunggu tanggapan Ifah di seberang telepon itu.


Kemudian, dengan gerakan cepat namun tepat. Diapun ikut bersiap-siap dan mengganti pakaian rumahan dengan pakaian yang cocok untuk dikenakan saat jalan-jalan. Setelah membuka lemari pakaiannya. Satu persatu pakaian dan pelengkapnya, ia keluarkan kemudian mengenakannya dengan cepat.


Naziah ingin tampil santai, kasual dan sporty. Karena itu, dia mengenakan kerudung pashmina sifon berwarna hitam dengan motif bunga-bunga kecil berwarna pink. Yang dipadukan dengan jaket bomber berwarna hitam polos yang menutupi blouse putih didalamnya. Serta mengenakan bawahan rok span panjang dengan bahan denim yang memiliki sedikit belahan di bagian belakang bawahnya. Kemudian, tak lupa sepatu slip-on sneaker berwarna pink cerah sebagai pelengkap alas kakinya.


Sebelum melangkah keluar dari kamarnya itu. Sejenak, Naziah mematut dirinya di depan cermin. Untuk memastikan, kalau tampilannya saat itu sudah sesuai inginnya. Dan Naziah tampak menjentikkan jari untuk mengekspresikan rasa puasnya atas tampilannya tersebut.


Lalu melangkah pergi sambil meraih ponsel dan dompet lipatnya. Yang sejak tadi telah ia siapkan di atas meja rias. Dan menyisipkan kedalam kantong bagian dalam jaket bombernya.


Setelah berkendara kurang lebih tiga menit. Akhirnya, Naziah sampai didepan Mess kecil yang ditempati Ifah. Ifah yang telah melihat kedatangan Naziah dan memasuki pintu gerbang Mess tersebut. Ifah pun langsung mengunci pintu Mess miliknya. Agar tak membuat teman sekaligus atasannya itu, menunggunya.


Ifah tampil tak jauh berbeda dengan Naziah. Hanya saja, dia tidak mengenakan hijab. Rambut panjangnya ia ikat sebagian dan sebagian lainnya, ia biarkan tergerai. Dia mengenakan celana panjang jeans berwarna hitam. Dan dipadu dengan jaket bomber berwarna pastel dan juga t-shirt berwarna hitam didalamnya.


"Kita berangkat?" tanya Naziah, masih di atas motor tanpa mematikan mesin motornya.

__ADS_1


"Tentu saja. Ayo!" jawab Ifah sangat bersemangat. Sambil naik ke atas motor Naziah dan duduk di boncengannya.


"Let's go, Mba'!!!" imbuh Ifah lagi, bersorak.


Dan Naziah pun memutar arah motornya. Kemudian kembali melaju dan keluar dari area Mess itu memasuki jalanan besar didepan sana.


Mereka berkendara menyusuri keramaian kota itu sambil bercengkrama ria di atas motor. Yang sengaja dibuat melaju dengan pelan untuk menyusuri jalanan. Agar mereka mampu menikmati segala penorama yang ada dan tersaji dari kota tersebut. Yang juga merupakan kota tempat mereka merantau saat ini.


Setelah menyusuri jalanan kota selama hampir setengah jam. Mereka memilih melipir disalah satu cafe terkenal dan recommended di kota itu. Yang sebagian besar pengunjungnya adalah anak-anak muda.


Naziah memarkirkan motornya ditempat parkir khusus motor. Yang memang tersedia didepan cafe tersebut. Setelah melepas helm masing-masing dan menggantungnya pada gantungan khusus menggantung helm, di bagian dalam jok motornya.


Mereka pun mulai melangkahkan kaki memasuki cafe. Dengan Ifah yang menggandeng lengan Naziah seperti terbiasa. Karena sudah beberapa kali datang ke sana. Sedikit banyaknya, mereka telah tahu setiap seluk-beluk dari cafe tersebut.


Dan cafe tersebut menyediakan dua area tempat untuk duduk bersantai. Yaitu, area indoor dengan sajian pertunjukan live musik. Sedang untuk area outdoor yang menghadap langsung ke barat dengan pemandangan lautan lepas. Yang mampu menyajikan pemandangan indah saat sunset yang tenggelam dikala senja datang.


Beruntung, mereka datang sebelum jam menunjukkan pukul sembilan malam. Jadi, cafe tersebut belum tampak begitu ramai. Karena biasanya, jika di jam-jam segitu, pengunjung sudah ramai hingga tengah malam.


Beberapa saat setelah mengobrol santai. Ifah pamit ke toilet sebentar pada Naziah.


"Mba'! Aku ke toilet dulu, ya?!" pamit Ifah.


"Iya. Jangan terlalu lama di toiletnya. Entar aku diculik orang lagi!" ucap Naziah, bercanda.


"Iya. Aku nggak akan lama kok." ucap Ifah sambil beranjak turun dari kursi tingginya.


Setelah kepergian ifah ke toilet, Naziah memilih memainkan ponselnya. Agar tak boring saat ditinggal Ifah sebentar. Dan kebetulan, saat tangannya menyentuh benda pipih itu. Naziah melihat ada sebuah notifikasi pesan chat masuk dan juga beberapa panggilan tak terjawab di sana.

__ADS_1


* Big Bos Arogan


[ Assalamu'alaikum, My Future Wife! Kau lagi dimana dan sedang apa? Kenapa tidak mengangkat panggilanku?]


Baru saja jari lentiknya akan mengetik balasan untuk pesan masuk itu. Suara MC yang menyebutkan sebuah nama seseorang dari arah panggung live musik cafe tersebut. Segera mengalihkan perhatian Naziah dari ponselnya itu. Dan melihat kearah panggung tersebut.


"Perhatian!!! Kepada semua pengunjung cafe ini. Aku mendapat sebuah bisikkan dari salah seorang pengunjung. Yang meminta kepada temannya yang bernama... Naziah Chairunnizwa untuk mempersembahkan sebuah lagu di panggung ini. Kepada Mba' Naziah... Kami persilahkan untuk naik ke panggung ini!" ucap MC itu dengan menekan nama tersebut.


Naziah yang mendengar namanya disebut. Sejenak mematung dengan wajah bingung.


"Mba', Ayo naik!" ucap Ifah tiba-tiba sudah berada di sampingnya dan menarik tangannya untuk diajak naik ke panggung.


"Astaga, 'Fah! Kenapa kau melakukan itu?" ucap Naziah dan bertanya dengan kesal menatap temannya itu.


"Maafkan aku, Mba'?! Sekali ini aja, oke!!!" ucap Ifah meminta maaf namun kemudian berucap dengan sedikit paksaan. Sambil terus menarik tangan Naziah dan menggiringnya mendekati panggung live musik itu.


Dengan terpaksa dan juga tanpa disadarinya sudah berada tepat di sisi dekat panggung tersebut. Mau tak mau, Naziah pun mulai menapaki tangga untuk naik ke atas panggung tersebut.


MC yang melihat Naziah yang mulai menapaki satu persatu anak tangga panggung. Kembali berbicara melalui mikrofon di tangannya.


"Wah...ini toh orangnya, Mba'?" tanya MC pada Ifah yang masih setia berdiri didepan tangga panggung. Dan Ifah pun mengangguk, menjawab pertanyaan MC itu.


"Cantik loh, Mba'! Oke. Semoga saja suaranya secantik orangnya, ya... para penonton semuanya!" ucap MC itu lagi. Sedikit memuji kecantikan Naziah.


Sementara itu, Naziah sedang bersiap-siap dibelakangnya. Sambil berkompromi dengan para personil pemilik alat musik yang ada di panggung tersebut. Sedang penyanyi sebelumnya, memilih untuk beristirahat sejenak.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2