
***
BRAK!!
Hosh! Hosh! Hohs! Di dalam Favilun para dayang. Wen Tian mengamuk, ia melempar apapun yang ada di hadapannya. Seraya menangis histeris, ia tak bisa menerima keputusan putra mahkota yang telah mencampakannya...
"Tidak boleh! Ini tidak boleh terjadi padaku...' Ia terlihat flustrasi atas keputusan yang telah di ambil sang putra mahkota yang menurutnya sepihak itu.
"Aku tidak boleh kalah dari putri mahkota. Aku harus melakukan sesuatu... Jika aku tidak bisa diam diam mencelakakannya, karna di dalam kamar putri mahkota telah bersemayam mahluk besar yang mengerihkan. Maka... Aku akan mengambil kesempatan kala Putri mahkota lengah... Aku akan menyerangnya secara terang terangan. Tak perduli hukuman apa yang akan menantiku kelak, yang penting... Jika aku tidak bisa mendapatkan putra mahkota. Maka... Putri mahkota pun tidak boleh mendapatkanya..." Rutuk Wen Tian bersama sumpah serapah nya. Kini Wen Tian telah terasuki iri dan dengki juga cemburu yang begitu menggebu. Hingga Wen Tian kemudian menyeka air matanya dan lalu ia pun berkutat.
Ia mulai membuat ramuan terlarang, untuk kembali memikat putra mahkota meski ramuan itu bercampur dengan sihir hitam yang baru saja ia pelajari dalam sebuah alkitab hitam terlarang yang ia curi dari kamar majikannya...
'Putra mahkota... Tunggu saja pembalasanku, kau pasti akan bertekuk lutut di bawah kakiku... Akan ku buat kau tergila gila padaku... Bisiknya seraya mengaduk cairan berwarna gelap di sebuah gerabah yang terbuat dari kramik berwarna kecoklatan. Tawa Wen Tian mulai terdengar nyaring setelah tangisannya sirna dari nanarnya...
"Ibu suri... Putri mahkota datang berkunjung" Seru para dayang. Mendengar Putri mahkota berkunjung, ibu suri lekas terperanjat berdiri untuk menyambutnya.
"Masuklah..." balas Ibu suri.
Para dayang yang berjaga di luaran sana pun lekas membuka kan pintu faviliun ibu suri hingga Mirai pun bisa masuk dengan mudah.
"Ahhh... Putri mahkota" Ibu suri sungguh bahagia karna ia bisa bertemu lagi dengan sang wanita tangguh penyelamatnya.
Kemudian sebuah pelukan hangat pun mulai terjalin di antara ke duanya "Ibu suri. Aku sungguh kangen padamu..." Ujar Mirai menggumam dalam dekapan sang ibu suri.
"Aku juga... Sudah lama sekali putri mahkota tidak berkunjung ke faviliunku. Hingga aku sangat mencemaskan mu putri..." Balas sang ibu suri masih memeluk erat tubuh kurus Mirai.
__ADS_1
"Bagai mana keadaan anda sekarang ibu suri?" tanya putri mahkota mulai melepaskan pelukannya.
"Aku baik baik saja... Obat yang kamu berikan padaku sungguh sangat berhasiat dan ampuh. Bahkan kini, napsu makan ku bertambah hingga pipiku menjadi tambun begini..." Cerocos Ibu suri menekan pipinya yang memang terlihat mengembung.
"Hemmm... Syukurlah jika anda sudah pulih. Aku ikut senang ibu suri..." Mirai melempar senyuman pahitnya ke arah ibu suri. Sesaat ibu suri mulai merengut, seakan merasakan hal apa yang telah membuat Mirai sedih...
"Apa yang membawamu ke faviliunku putri?" tanya Ibu suri duduk berhadapan dengan Putri mahkota.
Putri mahkota yang bimbang pun mulai mengutarakan isi hatinya yang sungguh risau gegara panglima Ou Tian Feyn di kurung dan hendak di sidang oleh jajaran ke rajaan atas titah Kaisar.
Seketika ibu suri tertawa lepas "Hahahaha...." Tentu saja respon ibu suri membuat Mirai sangat malu dan sedikit tegang. Pasalnya, ekspresi yang di tujukan ibu suri sungguh berbeda dari harapan Mirai.
"Kenapa anda malah tertawa..." Tanya Mirai mengerutkan dahinya tampak ke heranan.
"Ahh... Hahahaha... Maafkan aku putri. Kamu pasti sangat terkejutkan? Karna eksprsiku berbeda dari harapanmu..."
"Maaf karna aku mentertawakan ke polosanmu. Tadi aku tertawa karna, sebenarnya hari ini raja telah pergi ke istana Hong untuk menghadiri acara peresmian rumah perawatan untuk tabib agung..." jelas ibu suri.
Mirai seketika mencercidkan alisnya "Rumah, perawatan untuk tabib agung? Apa maksudnya itu ibu suri?" Tanya Mirai tak paham.
"...Entahlah, tapi menurut kabar yang telah tersebar... Kekaisaran Hong telah membuka sebuah rumah untuk orang orang sakit. Mereka bahkan menempatkan para tabib terbaik kerajaan Hong untuk memeriksa rakyat kerajaan Hong secara cuma cuma..." sambung sang ibu suri.
Jika Kaisar Ming pergi ke istana Hong... Belarti dia akan tahu jika aku dan Mio juga panglima Ou Tian Fyen pernah bersandang ke istana tersebut. Bagai mana ini? Jangan jangan akan ada masalah baru yang akan tercipta. Bathin Mirai menggumam.
Pluk! Mirai di kejutkan oleh tepukan tangan sang ibu suri yang mendarat tepat di bahu sebelah kanan Mirai. Mirai pun terperanjat "Ahhh..."
"Jangan khawatir... Kaisar pasti akan membebaskan panglima Ou Tian Feyn dari segala kesalahannya... Mungkin Kaisar perlu waktu untuk melakukan hal tersebut. Mau bagai mana pun juga, keputusan yang kaisar ambil saat itu... Berhubungan erat dengan keselamatan orang orang yang paling ia cintai dan kasihi... Hingga Kaisar menjatuhkan seluruh kesalahan itu pada panglima..."
__ADS_1
"...Tapi, aku juga bersalah karna telah menyeret panglima Ou Tian Feyn hingga ia jadi begini" Mirai menekuk wajahnya sedih.
"Semua akan baik baik saja. Kaisar hanya sedang marah saja saat menjatuhkan hukuman pada Panglima Ou Tian Feyn..."
"Semoga... Panglima secepatnya di bebaskan... Aku sungguh merasa sangat bersalah, gara gara ke cerobohanku... Panglima jadi korbannya" Keluh Mirai menyalahkan dirinya sendiri.
"Oleh karna itu... Berdoalah, semoga Kaisar bisa bermurah hati, hingga saat ia pulang dari istana Hong. Ia mampu memberi titah untuk pembebasan Panglima Ou Tian Feyn yang mutlak..."
"Semoga dewa bermurah hatim... Lalu, memberikan pertolongannya lewat tangan Kaisar untuk pembebasan Panglima Ou Tian Feyn yang memang tidak bersalah"
"Bagus... Begitu lebih baik..." Ibu suri kembali memeluk Putri mahkota dan menenangkan hatinya yang tengah gundah gulana itu...
Di sisi lain, Putra mahkota mendengar jelas percakapan Putri mahkota dan ibu suri. Ia menekuk wajahnya seakan memikirkan sesuatu... Ia tak berani masuk ke dalam Faviliun ibu suri meski hanya untuk menyapa beliau. Ia hanya berdiri tanpa bicara dan kemudian meninggalkan front faviliun sang nenek begitu saja.
Rupanya, penjagaan di istana inti yang begitu ketat hanyalah sebuah pormalitas semata. Itu hanyalah sebuah konspirasi yang di buat kaisar untuk mengelabui orang orang yang ingin menghancurkan istana tersebut. Hingga mereka mengurungkan buruk mereka karna menyangka jika sang raja masih siap siaga di singgahsananya...
Mereka hanya tak tahu saja, Padahal Kaisar sedang pergi ke istana Hong dengan sebuah samaran sesuai isi surat undangan kekaisaran yang dikirim oleh raja Hong itu sendiri. Kaisar Ming berangkat sebelum fajar menyingsing untuk mengelabui semua orang yang ada di istananya...
,
,
,
Wah wah... Bagai mana jika kaisar tahu jika putri mahkotalah yang telah menggugah hati Kaisar Hong untuk membuat sebuah rumah sakit khusus rakyatnya yang tak mampu... Apakah kaisar akan tetap angkuh pada Panglima Ou Tian Feyn? Sedangkan patungnya terpampang jelas sebagai iconic kekaisar Hong?
Next episode...
__ADS_1
Mohon maaf ya jika para reader kurang berkenan atau terganggu karna update nya tanggung hanya satu satu. Soalnya autor sedang ngebut update biar cepat tamat... Sekali lagi autor minta maaf atas ke tidak nyamannya selama membaca. Mohon dukungannya dan terimaksih karna telah meluangkan waktu untuk menengok karya autor yang receh ini...semoga para reader selalu di berikan kesehatan dan rizki yang meeeelimpah amin...