Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Kompetisi 2


__ADS_3

Setelah bunyi terompet di kumandangankan, para peserta Alkemis pun mulai berhambur memasuki hutan blantara yang luas membentang di hadapan mereka, dengan harapan bisa mendapatkan jenis jenis ramuan herbal seperti yang telah di sebutkan tadi oleh para panitia kompetisi tersebut.


Bruss! Bruusss! Para peserta berhambur begitu cepat hingga membuat Mirai dan Mio sedikit memangu "Kakak! Apa yang kamu lakukan! Ayo kita juga masuk! Jika terlambat maka kita tak akan kebagian!" Pinta Mio menarik Mirai menuju ke hutan yang agak sedikit gelap itu.


"Untuk apa kamu terburu buru... Biarkan saja mereka duluan" Mirai tampak santai saja.


"Nanti bisa nggak kebagian kakak!" Ringis Mio begitu cemas.


Tak ingin membuat Mio semakin menjadi jadi, akhirnya Mirai pun menyarankan sesuatu "Kita panggil Xigua saja. Agar kita bisa cepat menemukan bahan bahan herbal yang kita inginkan... Lagi pula, kemampuan Xigua adalah yang terbaik" Tegas Mirai.


"Tapi... Itu adalah sebuah pelanggaran" Sela Mio.


"Siapa bilang, tak ada larangan dalam permainan ini kok... Jadi tak masalah kan?" Mirai menyungingkan bibirnya.


Mio pun mengangguk "Benar juga! Wah hebat... Kita bisa mendapatkannya lebih cepat!" Ujarnya senang.


"Xigua! Muncullah!" Pinta Mirai.


Poop!!


Seketika Xigua ada di hadapan Mirai "Hamba master!" Xigua menunduk.


"Xigua. Bantu aku mencari tanaman herbal berkualitas tinggi" Pinta Mirai.


"Baik master!"


"Kami berdua akan naik ke punggung mu' Tegas Mirai. Xigua pun mengangguk...


Mirai dan Mio pun seketika naik di atas punggung kekar Xigua. Meski para peserta menipis... Bagi Mirai itu bukanlah masalah, sebab Xigua ada di dekatnya... Hingga langkah mereka menjadi lebih cepat.


Brussh! Zrak! Zrak!


Baru saja Xigua memasuki hutan blantara itu, Suara jeritan dan rintihan seketika itu mulai terdengar "Huaaaahhh! Tolong!" Teriak orang orang yang tak mujur.


"Orang orang bodoh. Untuk apa mereka mengikuti kompetisi konyol ini?" gumam Xigua sebal


"Kompetisi bodoh. Apa maksudmu?" Mirai sedikit curiga.

__ADS_1


"Mereka yang salah langkah, nasibnya tak akan mujur..." Jawab Xigua. Ia masih melompat lompat mencari pijakan yang aman...


"Kenapa?"


"Ia kenapa Xigua. Apakah di hutan ini terdapat seekor monster pemakan manusia?" Tanya Mio khawatir.


"Bukan hanya monster. Tapi semua tanaman yang ada di sekitaran kita... Adalah tanaman kanibal. Mereka biasa memakan spesies mereka. Juga daging hewan ataupun manusia yang sengaja memasuki area kekuasaan mereka" jelas Xigua panjamg lebar.


Mendengar kan penjelasan Xigua. Membuat Mirai mulai waspada, ia pun segera mengeluarkan pedang nya "Adik. Ambil ini... Kau juga harus memilikinya, jika ada sesuatu yang mengancam nyawamu. Jangan ragu... Tebas saja mereka" Tegas Mirai.


Belum apa apa Mio sudah gemetaran dan pedang yang Mirai berikan padanya sangatlah berat karna terbuat dari baja asli.


"Kakak. Berat sekali" Keluh Mio.


"Berjuanglah!" Suport Mirai.


Apa yang di katakan Xigua memang benar. Baru saja Xigua menjelaskan, netranya sudah di hadapkan dengan sebuah kondisi yang amat mencekam "Gyaaaaa! Tolong aku!" pekik salah satu peserta. Nampaknya kakinya tak sengaja menginjak tanaman rambat yang kala itu menjalar di sekitar tanah yang ia pijak. Hingga akhirnya tanaman itu membelit kakinya dan menarik kaki pria itu ke atas pepohonan.


Mirai lekas turun untuk menolong pria malang itu. Namun, nampaknya langkah Mirai kalah cepat. Pria itu terlanjur di makan oleh bunga hidup raksasa yang membuka mulut dengan empat lidahnya juga gigi gigi yang bergerigi di sekitaran lidah tersebut "Kyaaaa!"


Gluk!


Tubuh Mio bergetar hebat karna ketakutan, sedangkan Mirai sesaat terdiam. Karna di atas kepala sang bunga hidup raksasa itu terdapat tanaman Herbal yang di katakan sang panitia kompetisi.


"Xigua! Di sana! Itu adalah tanaman jenis herbal langkanya!" Tegas Mirai.


Xigua menatap ke atas dan mengangguk "Benar! Itu adalah Gingseng merah langka... Jenis tanaman herbal itu sangatlah mahal dan berkualitas tinggi'


"Aku akan ke sana!" tegas Mirai. Mirai melompat ke arah pepohonan dengan ilmu peringan tubuhnya, namun langkahnya kala itu di kejar tanaman rambat yang cukup menganggu.


Mirai tak menghiraukan laju tanaman itu kala mengikuti langkahnya. Ia hanya Fokus menuju gingseng yang kala itu terdapat di kepala sang bunga.


"Goaaarrh!" bunga itu membuka mulutnya dan menghamburkan duri duri tajamnya yang besar dan banyak seperti anak panah "Adik! Xigua! Cari tempat berlindung!" Pinta Mirai terus berlari di antara batang batang pepohona itu seraya memutarkan pedangnya menyerupai kincir angin. Hingga langkahnya benar benar aman tanpa tertusuk duri duri itu.


"Bunga sialah! Mati kau!" Mirai melompat ke batang pohon tertinggi, lalu melompat dan menyiapkan satu tusukan mematikan...


"Rasakan ini!" Mirai mendarat tepat di kepala sang bunga dan CLEB! Ia menusuknya, lalu merampas gingseng langka itu dan menebas kepala bunga itu lalu membelahnya menjadi dua.

__ADS_1


"Xiaaaaaaaaacchhh!" Teriak Bunga itu mulai meledakkan isi perutnya.


Bummm! Crak Crak! Mirai melompat untuk menghindari percikan isi perut yang sangat menjijikan itu.


"Cuih. Menjijikan!" bisiknya seraya menoleh ke telapak tangannya.


Ia pun menyungingkan bibirnya 'Kakak! Kau baik baik saja?" seru Mio.


"Ya dik. Aku baik!'


"Lekaslah turun, karna sangat berbahaya berdiri di puncak pohon tertinggi!" nampaknya Mio khawatir pada Mirai.


"Baik!" Mirai melompat menuruni satu persatu ranting pohon itu, dan Jrak! Ia pun sampai di bawah "Huaaaa! Aku kaget sekali tadi" Tangis Mio.


"Jangan berlebihan!" Umpat Mirai.


"Lihatlah kak. Muntahan isi peruy bunga itu berhasil membuat rerumputan menjadi layu" Mio menunjuk rerumputan itu.


"Heh. Ini racun yang bagus, aku membutuhkannya untuk membuat pil penawar racun lainnya" Mirai menyungingkan bibirnya dan mengeluarkan botol kosong dan masukan sisa isi perut sang bunga ke dalam botol itu.


Bahkan Mirai melihat puluhan jasad peserta yang begitu banyak bergelimpangan "Kasihan sekali mereka..." Ringis putri Mio sedih.


"Tubuh mereka masih utuh, tapi karna racun yang di miliki tumbuhan rambat itu... Mereka tak tertolong"


"Sebaiknya kita lekas ke area berikutnya. Karna waktu di kompetisi ini sangat terbatas" ujar Xigua.


"Baiklah bantu aku Xigua. Indra penciuaman mu sangat tajam bukan? Jadi kau harus bergerak cepat!"


"Baik...!"


Mirai dan Mio kembali duduk di punggung sang Bast spirit itu. Xigua pun melompat menjauhi area yang sudah acak acakan itu.


Baru saja menjauh dari area bunga kanibal, Langkah Mirai dan Mio malah di kejutkan dengan kedatangan monster lain yang cukup berbahaya dan lebih sangar lagi.


"Kakak. Mahluk apa itu?" Tanya Mio memutar bola matanya ke atas, di mana sosok besar bersisik telah melahap habis para peserta yang memiliki kulitivasi cukup rendah, hingga mereka tak bisa menyelamatkan diri mereka.


Hutan para Alkemis, bukanlah hutan yang bisa di singgahi oleh manusia awam. Kurang sigap dalam mempertahankan hidup saja sudah sangat membahayakan nyawa. Bisa bisa, bukannya trofi yang di dapat dari kota layaras... Malah nyawa mereka lenyap satu persatu di makan oleh para penghuni hutan yang tak bersahabat itu...

__ADS_1


__ADS_2