Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Insiden


__ADS_3

***


"Putri mahkota... Kaisar memanggil anda" Ujar permaisyuri.


"Hamba akan segera menyusul" Balas Mirai bergegas.


"Tunggu putri, aku belum selesai berlatih..." Putri Mio keberatan dan lekas meraih tangan putri mahkota.


"Tunggulah, aku akan segera kembali" Balas putri mahkota.


"...Permaisyuri. Bisakah anda pergi duluan..." pinta Mirai.


"Baiklah, tapi jangan terlalu lama... Ada hal yang ingin kaisar sampaikan padamu" Tegas permaisyuri.


"Baiklah... Hamba akan segera menghadap" Balas Mirai sigap. Permaisyuri pun segera meninggalkan faviliun Mirai dan menghilang.


"Malam sudah kian larut putri Mio. Pembelajaran hari ini kita akhiri saja ya" Bujuk Mirai meminta Putri Mio untuk beristirahat.


"Ini belum terlalu larut putri. Lagi pula aku belum ngantuk... Jika terlalu banyak tidur, kapan aku akan pandai sepertimu" Cerocosnya tak senang.


"Pandai itu bukan karna terlalu lama belajar, tapi karna kamu rajin belajar dan giat menimba ilmu... Lagi pula, untuk menjadi seorang Alkemis. Kamu perlu meningkatkan energi positif dalam tubuhmu. Aku sarankan... Putri Mio lebih sering mengumpulkan energi tersebut lewat semedi" Tegas Mirai. Putri Mio hanya membalas dengan kerutan di jidaknya.


"Jika kamu belum paham... Sebaiknya tidurlah dulu, besok kita akan lanjutkan lagi... Lebih rajin belajar. Maka kau akan cepat pandai... Sekarang, biarkan dulu otakmu beristirahat, agar besok lebih segar dan lebih mudah menyimak materi dariku" Akhirnya, Putri Mio pun menurut pada putri mahkota setelah di bujuk habis habisan.


"Baiklah kalau begitu . Lagi pula mendengarkan ocehanmu membuatku jadi ngantuk putri" Olok Putri Mio mempermainkan Mirai.


"Dasar... Sana pergi, kalau besok pil yang kau buat masih gosong. Maka aku akan menghukummu" Gerutu Mirai sedikit marah.


"Baik baik... Aku pergi. Besok aku akan berusaha lebih keras lagi" Gumamnya seraya pergi dari faviliun tersebut.


"Jangan lupa... Beristirahat. Jangan keluyuran"


"Ia aku tahu..." Sahut putri Mio di kejauhan.


Tampaknya sebelum Mirai pergi ke tempat sang Kaisar. Ia terlebih dahulu membenahi faviliunnya, sisa praktik bersama putri Mio cukup membuatnya kerepotan.


"Xigua! Keluarlah" Pinta Mirai.

__ADS_1


Whussshh!


"Hamba Master" Xigua menghadap di depan Mirai dengan wujud aslinya.


"Xigua. Aku ada urusan, bisakah kamu meneruskan pekerjaanku?" tanya Mirai.


"Baiklah Master. Tapi Master, perutku sangat lapar... Bisakah kamu membawakan ku ayam bakar... Juga ikan bakar, dan kambing guling" Pintanya dengan tatapan meratap.


"Sungguh rakus. Memangnya kamu bisa membereskan faviliunku dengan sosok seperti itu?" Tanya Mirai menatap sinis.


"Heheh... Aku bisa berubah, tapi... Aku minta satu butir pil pemurnian Master" Xigua malu malu kala meninta pada majikannya.


"Dalam kantung penyimpanan ku kan masih banyak pil yang aku buat tempo hari"


"Heheh... Seperti biasa, aku memakannya seperti camilan lezat" Balas Xigua menunduk karna ia tak mau mendapatkan amukan dari majikannya.


"Dasar rakus..." Umpat Mirai seraya mengeluarkab sebutir pil dari dalam lengan pakaiannya.


"Wah. Pantas saja akhir akhirnya dalam kantung penyimpanan mu tak ada pil baru master. Ternyata kamu menyimpannya di sana" lenguh Xigua kecewa.


Bom! Xigua berubah menjadi ke sosok manusia "Xigua. Lakukan sesuai perintahku... Aku akan kembali dengan makanan yang kau inginkan" tegas Mirai seraya pergi dari faviliunnya.


"Siap! Serahkan saja padaku, aku akan mempercepat pekerjaanku" Jawab Xigua segera beraksi dengan sihirnya.


Mirai mendelik sebelum keluar dari faviliunnya lalu menggumam dalam hatinya Kenapa kau tak membuat sihir tentang makan yang kau inginkan? Dasar serakah. Bisik Mirai seraya mengumpat.


Masalah kebersihan faviliunnya, Mirai telah memberikan tugas tersebut pada Xigua. Kini Mirai mulai menata langkahnya menuju aula istana sesuai permintaan permaisyuri.


Malam itu terasa hening, Ketika Mirai melangkah di koridor istana Ming... Mirai hanya bisa menatap pepohonan yang bergerak perlahan tertiup angin sepoy sepoy malam itu. Netranya bahkan di suguhkan pemandangan menyedihkan, cahaya malam seakan senyap... rembulan dan para bintang seakan bersembunyi di balik awan yang hitam.


"Ada apa dengan malam ini... Tak ada aura ke hangatan sedikitpun" bisik Mirai.


Sampai lah langkahnya di perempatan koridor... Sesaat pendengarannya terganggu dengan suara rintihan seseorang. Seraya menyimak, ia pun menghampiri pusat suara tersebut...


Selangkah demi selangkah kaki itu menghentak, dan suara rintihan pun kian jelas "A-ampuni aku tuan!" bisiknya dengan suara yang seakaj di bungkam.


"Kau sudah menunda nunda waktu yang telah kau janjikan padaku!" balas seseorang. Nampaknya, ada pembicaraan serius antara ke duanya "Kau tidak berguna! Sebaiknya aku yang menyingkirkanmu saja!" Bentaknya di tempat yang gelap.

__ADS_1


Mirai menghampiri suara itu "Ampun! Ampuni aku ku mohon!" pekik seseorang itu memundurkan langkahnya. Namun tiba tiba pria berpakaian serba hitam itu keluar dari tempat persembunyiannya dengan pedangnya yang panjang.


Sreng! Ia mengeluarkan pedang tersebut dari sarungnya lalu ZRASSS! Pria misterius itu membunuh tanpa ampun seseorang di hadapannya.


"Aakkkhh!"


"Kau tidak bisa membunuh ibu suri! Dan kau harus mati... Heh, akan ku pastikan seluruh anggota keluargamu tiada! Akan ku bantai mereka!" bentaknya seraya menarik pedangnya yang kala itu telah menusuk jantung sang pria gumpal di hadapannya.


"Aaggghhh..." Pria gumpal tersebut mulai tergolek lemah di tanah tak berdaya. Ia bersimbah darah...


"Pembunuh!" pekik Mirai ada di belakang pria itu.


Pria itu lekas menoleh ke arah Mirai. Mirai pun terbelalak "Kau... Kau adalah pria misterius yang dulu mendorongku ke sungai! Hingga aku hampir mati kan?" tanya Mirai menunjuk pria itu.


"Heh. Aku tak ada urusan denganmu!" jawab pria misterius itu.


"Tapi kau membuat onar di istana ku. Dan kau harus mendapatkan hukuman... Karna membunuh di istana Ming!" Bentak Mirai menghadang pria misterius itu.


"Heh. Mendekatlah jika kau ingin mati" Tuturnya.


"Mati? Semudah itu kau ucapkan kalimat sakral tersebut"


"Aku tak akan memilih milih lawan meski itu adalah perempuan!"


"Kita lihat saja. Kau atau aku yang mati..." Mirai bersiap dengan kuda kudanya.


Mirai tak ingin berteriak karna hal itu hanya akan menimbulkan ke ricuhan. Hingga ia pun putuskan untuk bertarung dengan pria di depannya.


"Akan ku kabulkan ke inginanmu!" pekik pria itu mengarahkan pedang panjangnya ke arah jantung Mirai.


Namun pria itu tak tahu, jika dalam tubuh Mirai telah bersemayam sosok mengerihkan yang akan merespon jika tubuh pemiliknya dalam bahaya. Apa lagi, sosok tersebut sangatlah kuat dan tak bisa mati. Hingga Mirai akan kebal dari luka luka sayatan. Terutama luka tebasan pedang...


"Hyaaah! Pria itu berlari dan mengangkat pedangnya tinggi tinggi. Mirai melompat untuk menghindari serangan itu.


Ctik! Sesaat, Mirai terdiam... Itulah isyarat jika Shu Feng telah bangkit. Mirai kerasukan lagi?


Siapa yang akan menang duel antara pria misterius dengan pedang tajamnya atau Shu Feng yang melawan pria itu hanya dengan tangan kosong.

__ADS_1


__ADS_2